|
|
|
|
|
|
|
| Info lebih lanjut mengenai Pengumuman yang tersebut di atas berada disini. | ||
|
| Bunga mulai berguguran. Dedaunan berganti warna. Pohon banyak yang meranggas. Matahari rajin bersembunyi di balik awan. Waktunya panen buah! Tanaman di Rumah Kaca Akademi Ryokubita mulai berbuah. Siapa yang nafsu makannya tidak meningkat di musim gugur ini? Jalan-jalan keluar ruangan saja rasanya sudah malas karena hawa sudah mendingin. Sesekali angin sepoi berganti kencang membuat payung beterbangan. Mungkin membantu Asakura-san membersihkan Old Graveyards bisa memberimu pengalaman baru, mengapa tidak dicoba? Tetap waspada dengan tongkat sihir di saku! ------------------------------------------------------------------------------------- HARAP DIPERHATIKAN!
Autumn Holiday : 11 Oktober - 25 Oktober |
|
| ようこそ! Youkoso! ![]() Selamat datang di Ryokubita Academy! Sebuah Forum Role-Playing Games berbasis teks dan menggunakan Bahasa Indonesia dengan tempat bersettingkan di Negeri Sakura, Jepang. Dengan bergabung bersama kami, maka kalian akan dapat merasakan bagaimana serunya menjadi bagian dari dunia sihir baru yang belum terbayangkan sebelumnya! PENTING UNTUK DIKETAHUI! Forum kami membuka dan menerima pendaftaran member baru pada hari Minggu, 5 Februari 2012 (13:00 - 01:00 WIB), Senin, 6 Februari 2012 (13:00 - 22:00 WIB), dan Selasa, 7 Februari 2012 (13:00 - 22:00 WIB). Selalu cek kabar terbaru di Announcement Box yang berada di bawah Header forum. Jangan sampai terlewatkan ketika kami membuka pendaftaran! Jika kamu sudah terdaftar sebagai member kami, silakan melakukan proses Warp In untuk mengakses forum : |
Latest Posts
Details Announcements
Kokoro Ayasaki
Replies: 67
Replies: 67
[2006] Biodata Siswa
Kanna Kimirazu
Replies: 152
Replies: 152
First Letter (2006)
Kanna Kimirazu
Replies: 146
Replies: 146
Jadwal Awal Term 9
Natsuhiko Ishikawa
Replies: 0
Replies: 0
Face Claim
Himeko Ishibashi
Replies: 1
Replies: 1
[ADOPTION] Kanata Miura
Kanata Miura
Replies: 0
Replies: 0
FAQ
King-sama
Replies: 2
Replies: 2
Peraturan Akademi Ryokushoku O Obita
Natsuhiko Ishikawa
Replies: 0
Replies: 0
Best Students of The Term
Kouhaku Matsushima
Replies: 7
Replies: 7
Bimbingan Member Baru/Newbies
Haruko Nakashima
Replies: 0
Replies: 0
Tips & Trik
Hikaru Ishibashi
Replies: 0
Replies: 0
ryokuCHA! Gakusei's Corner
Hikaru Ishibashi
Replies: 0
Replies: 0
[2005] Biodata Siswa
Kirei Raitoningu
Replies: 116
Replies: 116
First Letter (2005)
Kirei Raitoningu
Replies: 109
Replies: 109
Jepang : Bahasa, Budaya, Politik
Natsuhiko Ishikawa
Replies: 3
Replies: 3
Navigation
Board Statistics
Total Forum Posts: 34,416
Total Members: 827 (The newest member is Hana Matsuyama)
Feb 21 2012, 21:24, a record 155 users were online.
Total Members: 827 (The newest member is Hana Matsuyama)
Feb 21 2012, 21:24, a record 155 users were online.
Active Users
5 users online in the past 10 minutes (0 Members · 5 Guests · 0 Anonymous)
History
Legenda Penyihir
Berawal dari ratusan tahun lalu ketika bumi diporak-porandakan oleh segolongan siluman, Dewa-Dewi Kahyangan mengutus 12 siluman terpercaya untuk meredakan situasi. Mereka dijanjikan wujud Dewa-Dewi serta tempat tinggal di Kahyangan jika berhasil melaksanakan tugasnya yaitu mengontrol keseimbangan bumi dengan cara mengendalikan para siluman agar tidak mengusik ketentraman manusia. Keduabelas siluman ini yang terdiri dari naga, ayam, macan, anjing, kelinci, kerbau, kambing, kuda, tikus, ular, babi, dan monyet ini disebut Jyuuninkai.
Tahun demi tahun berlalu, Jyuuninkai masih menjalankan tugasnya namun empat diantaranya yaitu tikus, ular, babi dan monyet menuntut hak mereka pada Dewa-Dewi karena merasa pekerjaan mereka sudah selesai. Keempatnya disebut Yoshinkai. Mereka berencana merebut kekuasaan Kahyangan dari Dewa-Dewi dan menghimpun kekuatan sebanyak mungkin dengan cara menarik siluman-siluman di bawahnya (disebut Gasenkai) untuk ikut dalam rencana tersebut dengan mengimingi kekuatan setaraf Dewi-Dewi.
Tujuan Yoshinkai selain untuk menuntut hak mereka adalah juga untuk menghabisi seluruh siluman yang ada di dunia dan memakan daging mereka demi kesaktian sihir setaraf penghuni Kahyangan. Mereka percaya jika memakan daging siluman lainnya terutama delapan siluman mantan rekannya dalam Jyuuninkai, kekuatan mereka akan sama dengan Dewa-Dewi sekaligus menjadikan mereka demikian.
Delapan siluman dalam Jyuuninkai, yang kemudian disebut Hasshikai, merasa bahwa Yonshikai yang telah menentang perintah dari Dewa-Dewi telah bertindak keterlaluan di dunia. Hasshikai pun turut menghimpun kekuatan bantuan dari Gasenkai namun tanpa iming-iming layaknya Yonshikai, didasari keinginan untuk melindungi dunia dari kekacauan layaknya perintah dari Dewa-Dewi.
Tidak hanya menghimpun kekuatan dari para siluman lainnya, Yonshikai dan Hasshikai meminta bantuan dari manusia biasa, mengajarkan mereka ilmu sihir secara turun-temurun bahkan menikah dengan manusia. Beberapa siluman Gasenkai juga menikahi manusia dan melestarikan sihir mereka pada keturunan mereka.
Ratusan tahun berlalu dan kini hanya keturunan para siluman-siluman itu yang ada di dunia. Keturunan mereka disebut Majou; Penyihir. Keberadaan Jyuuninkai yang asli tidak diketahui hingga saat ini walau sebagian percaya mereka semua telah dipanggil kembali ke Kahyangan atau bahkan mati, begitu pula dengan Gasenkai.
Hingga saat ini, para Majou masih mempercayai legenda ini dan terus mempertahankan tradisi mereka—menyerang atau melindungi, berdasarkan kepercayaan mereka akan titah Dewa-Dewi. Dan tentu saja asal-usul mereka sebagai Penyihir ini berdasarkan kepercayaan Asia, karena selain mereka pasti ada juga Legenda lain yang tersebar.
Legenda Penyihir berbeda di setiap benua dan negara.
(Selengkapnya...)
Berawal dari ratusan tahun lalu ketika bumi diporak-porandakan oleh segolongan siluman, Dewa-Dewi Kahyangan mengutus 12 siluman terpercaya untuk meredakan situasi. Mereka dijanjikan wujud Dewa-Dewi serta tempat tinggal di Kahyangan jika berhasil melaksanakan tugasnya yaitu mengontrol keseimbangan bumi dengan cara mengendalikan para siluman agar tidak mengusik ketentraman manusia. Keduabelas siluman ini yang terdiri dari naga, ayam, macan, anjing, kelinci, kerbau, kambing, kuda, tikus, ular, babi, dan monyet ini disebut Jyuuninkai.
Tahun demi tahun berlalu, Jyuuninkai masih menjalankan tugasnya namun empat diantaranya yaitu tikus, ular, babi dan monyet menuntut hak mereka pada Dewa-Dewi karena merasa pekerjaan mereka sudah selesai. Keempatnya disebut Yoshinkai. Mereka berencana merebut kekuasaan Kahyangan dari Dewa-Dewi dan menghimpun kekuatan sebanyak mungkin dengan cara menarik siluman-siluman di bawahnya (disebut Gasenkai) untuk ikut dalam rencana tersebut dengan mengimingi kekuatan setaraf Dewi-Dewi.
Tujuan Yoshinkai selain untuk menuntut hak mereka adalah juga untuk menghabisi seluruh siluman yang ada di dunia dan memakan daging mereka demi kesaktian sihir setaraf penghuni Kahyangan. Mereka percaya jika memakan daging siluman lainnya terutama delapan siluman mantan rekannya dalam Jyuuninkai, kekuatan mereka akan sama dengan Dewa-Dewi sekaligus menjadikan mereka demikian.
Delapan siluman dalam Jyuuninkai, yang kemudian disebut Hasshikai, merasa bahwa Yonshikai yang telah menentang perintah dari Dewa-Dewi telah bertindak keterlaluan di dunia. Hasshikai pun turut menghimpun kekuatan bantuan dari Gasenkai namun tanpa iming-iming layaknya Yonshikai, didasari keinginan untuk melindungi dunia dari kekacauan layaknya perintah dari Dewa-Dewi.
Tidak hanya menghimpun kekuatan dari para siluman lainnya, Yonshikai dan Hasshikai meminta bantuan dari manusia biasa, mengajarkan mereka ilmu sihir secara turun-temurun bahkan menikah dengan manusia. Beberapa siluman Gasenkai juga menikahi manusia dan melestarikan sihir mereka pada keturunan mereka.
Ratusan tahun berlalu dan kini hanya keturunan para siluman-siluman itu yang ada di dunia. Keturunan mereka disebut Majou; Penyihir. Keberadaan Jyuuninkai yang asli tidak diketahui hingga saat ini walau sebagian percaya mereka semua telah dipanggil kembali ke Kahyangan atau bahkan mati, begitu pula dengan Gasenkai.
Hingga saat ini, para Majou masih mempercayai legenda ini dan terus mempertahankan tradisi mereka—menyerang atau melindungi, berdasarkan kepercayaan mereka akan titah Dewa-Dewi. Dan tentu saja asal-usul mereka sebagai Penyihir ini berdasarkan kepercayaan Asia, karena selain mereka pasti ada juga Legenda lain yang tersebar.
Legenda Penyihir berbeda di setiap benua dan negara.
(Selengkapnya...)
Canon Characters
| Ryokubita Founders : Para Pencetus | |||
|---|---|---|---|
Natsuhiko Ishikawa 石川夏彦 ![]() November 1571 - January 1739 (Died in 167 y/o) ---- Keturunan Siluman Anjing (Metal Element) | Himeko Ishibashi 石橋日米子 ![]() January 1572 - January 1736 (Died in 164 y/o) ---- Keturunan Siluman Kelinci (Wood Element) | Asako Ishimoto 石本朝子 ![]() March 1572 - March 1740 (Died in 167 y/o) ---- Keturunan Siluman Kerbau (Water Element) | Takeshi Akamatsu 赤松留雄 ![]() Feb 1572 - Apr 1740 (Died in 167 y/o) ---- Keturunan Siluman Kambing (Fire Element) |
| Penyihir yang paling berani diantara keempat Founders, telah dianggap sebagai seorang pemimpin di dalam komunitasnya. Pencetus ide pendirian Ryokubita dan Hakamadote. Jarang tersenyum, namun bukan berarti ia tidak ramah. Pembawaannya memang tenang tapi sewaktu-waktu bisa emosi jika memang telah mencapai batas kesabarannya. Tertua diantara para Founders. | Penyihir paling cerdik diantara Founder lainnya. Terlihat anggun setiap berbicara maupun dalam gerak-geriknya; ramah dan murah senyum. Tak pernah memperlihatkan emosinya ke orang lain—selalu karena selalu menahan emosi di dalam hatinya. Jika ada masalah yang dihadapi oleh para Founder lainnya, ia selalu mendapatkan jalan keluar masalah dengan cepat serta cerdik. Sayang sekali ia yang lebih dulu meninggalkan para Founders lain untuk selamanya. | Penyihir termuda diantara para keempat Founders. Orang yang selalu bersikap apa adanya, memiliki otak yang cukup cerdik dan memiliki senyum cerah khas pedagang. Selalu nampak seperti orang tanpa beban di setiap suasana dan kadang membuatnya tampak bodoh di depan orang lain. | Penyihir yang paling dapat menjaga sikap diantara semuanya. Terlihat sekilas sepertinya tenang, namun menghanyutkan. Bersikap layaknya manipulatif, kemampuannya jarang ditunjukannya apabila tidak terlalu perlu. Sering sekali mengambil kesempatan dalam kesempitan, orang yang cukup ambisius untuk meraih segala yang diingkannya. |
(Selengkapnya...)
|
|
Hosted for free by ZetaBoards







|| 
















