
| The Beginning; Bagaimana anda bisa diterima di Ministry of Ravenclaw | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 27 2010, 04:18 PM (103 Views) | |
| Fabiola H. Jacquette | Jan 27 2010, 04:18 PM Post #1 |
![]() ![]()
|
Malam itu begitu dingin, badai salju sedang berlansung diluar sana, Fabiola hanya dapat memandangi perapian sambil mengobrol dengan orangtua dan saudaranya. "Badai salju ini menyeramkan!" Fabiola memalingkan wajahnya, oh, ternyata si kecil Frischa yang mengatakannya, maklum saja ia bilang ini menakutkan, ia dalah saudaranya yang paling kecil, umurnya baru 12 tahun, ia baru saja mejadi murid tingkat dua di Hogwarts, menyenangkan eh? Fabiola sendiri baru saja lulus dari Hogwarts, kalau mengingat hal itu, ia ingin sekali menangis, ia masih mengingat wajah dan nama teman-temannya, juga harum makanan yang disajikan di aula besar, masih ingat dengan tepuk tangan dan senyuman kepada para juniornya, tapi sekarang, semuanya hilang begitu saja, hanya da sebuah jubah dengan emblem elang berwarna biru yang sekarang terpajang di dalam lemari bajunya. Masa depannya bagaikan tersebulung oleh selembar kain hitam besar, menunggu untuk disingkap oleh dirinya sendiri. "Salah, Frischa. Badai salju ini membosankan." Ucap Fabiola dengan nada datar, yang disertai dengan anggukan saudaranya yang lain, si bungsu Frischa hanya memajukan bibirnya beberapa senti, ok, dia Gryffindor, jadi sepertinya ia tak suka disalahkan dan menganggap dirinya selalu benar. Tuk! Tuk! Tuk! Tamu? Di malam dingin seperti ini? Tak mungkin. Lupakan saja, Fabiola, mungkin hanya perasaanmu. Tuk! Tuk! Dan kali ini lebih kencang, Fabiola memandang pintu yang kelihatannya hanya bergerak karena angin, tak ada faktor ketukan atau apapun semacamnya. Jendela juga, tertutup rapat, cih, pasti anak nakal yang melemparkan batu kerikil. "Kau dengar itu kak? Sepertinya dari jendela, coba lihat deh," Kenapa tidak lihat sendiri sih? Dasar Frischa, dia terlalu dimanjakan. Fabiola memutar kedua bola matanya, lalu berjalan menuju jendela, dan—lihat! Ada seekor burung hantu seputih salju, jadi itu sebabnya burung ini tak terlihat. Burung itu membawa sepucuk surat, tanpa pikir panjang, gadis Ravenclaw ini segera membuka jendela, angin begitu kencang, membuat bulu kuduk Fabiola menari-nari tak karuan. Dibukanya amplop surat itu, perasaannya? Terkejut.
Sebuah senyuman terukir di wajahnya, kain itu telah tersingkap, perasaannya begitu senang. Aku adalah seorang Ravenclaw sejati.. Edited by Fabiola H. Jacquette, Mar 1 2010, 03:34 PM.
|
![]() I am, I am, I am Fabiola Hortensia Jacquette Miss me? | |
![]() |
|
| Lollitha White | Feb 21 2010, 07:28 PM Post #2 |
![]() ![]()
|
Lollie mengamati paras kukunya. Ia telah melakukan kegiatan orang sedeng tersebut selama ... kira-kira ... satu jam-an lah. Sebenarnya tak ada yang menarik dari kukunya yang baru dipotong itu, tidak di-manicure atau dicat, hanya, kukunya sedikit berukuran panjang. Lucu saja, sementara orang lain kukunya pendek-pendek. Sudahlah, sekiankan dulu saja soal kuku tak jelas itu. Lollie merebahkan tubuhnya ke kasur berseprai tulisan 'LOLLITHA' besar-besar dengan cat semprot. Ingat sekali ia akan hal itu, tulisan itu dibuatnya tujuh tahun yang lalu bersama anak laki-laki tetangganya. Menghabiskan sekaleng cat semprot dalam sehari adalah perkara mudah dulu, ia bisa menyemprotnya dimana-mana. Di jendela, di dinding, jalanan, trotoar ... Tapi Hogwarts kini sudah mengubah banyak sifatnya. Lollie jadi lebih tenang, feminin (sedikit saja. Ia masih muak jika diajak main barbie dengan saudaranya), dan sopan. Ia kini merasakan manfaatnya. Namun, masihkah ada gunanya lagi Hogwarts mengubah sifatnya sejauh ini? Sekarang ia adalah seorang penyihir dewasa. Sudah bisa melakukan sihir diluar Hogwarts, sudah bisa ber-apparate dan disapparate. Dimana ia harus bekerja? Tak mungkin ia bekerja di tempat Muggle. Ia sudah sangat senang menjadi seorang penyihir, dan tak ingin kembali bertingkah seperti Muggle. Muggle, meski canggih, Lollie kini malah memandang rendah pada mereka. Kecuali ayahnya, tentu saja. Jika Lollie harus bekerja di dunia sihir, dimana ia akan tinggal? Mau jadi apa dia? Dan menjelaskan segalanya kepada orangtuanya bukan perkara mudah, karena orangtuanya ingin Lollie jadi pegawai. Ibunya tak ingin Lollie jadi pegawai Kementerian Sihir. Ibu Lollie sudah mencela kementerian sihir sejak lama sekali. Ibunya masih teringat saat masa pemerintahan Cornelius Fudge yang kurang bagus, sejak itu ibu Lollie tak pernah memuji kementerian sihir lagi. Baru saja Lollie ingin bangkit dan menyalakan musik (mungkin hal itu akan mengalihkan segala persoalan dalam pikirannya), seekor burung hantu cokelat tua terbang dari kejauhan menuju jendela kamarnya. Burung persetan itu menabrak jendela berulang kali dan mencericit berisik. "Mau apa sih burung itu? Kalau dia masih melewatkan waktu lama merongrong di depan jendelaku, kusihir saja dia jadi teko teh," umpat Lollie pelan sambil membuka jendela, tak sabar. Setelah diteliti dari dekat, ternyata selembar surat tersembunyi di balik paruhnya yang besar. Lollie merenggut surat itu dari paruhnya lalu membacanya.
"Panjang umur!" pekik Lollie gembira. Seketika, pertanyaan yang terus merongrongnya dalam otaknya akhirnya terjawab. Ia segera berlari ke bawah untuk mengabari kedua orangtuanya. |
![]() Credits to Natsumi E. Sakura (BTM) | |
![]() |
|
| Jack K. Gordon | Mar 5 2010, 11:38 AM Post #3 |
![]()
|
Jack diam memandang cerahnya langit di atas rumahnya yang sepi karena semua keluarganya pergi menikmati liburan. Rasanya, langit sedang gembira karena burung-burung beterbangan di depannya dengan riang diikuti suaranya. Kira-kira, seperti itulah. Ingin rasanya menjadi burung yang terbang bebas di awan yang cerah, bukannya sendirian dan diam di kamar hanya mernungkan bagaimana kehidupannya selanjutnya nanti tanpa pasti. Sudahlah, tak usah dipikirkan tentang itu. Di luar pun,orang-orang sedang bergembira bersama teman-temannya. Sementara Jack massih sendirian. Rindu rasanya dengan Hogwarts, sekolah sihir yang membesarkannya dan memberikannya banyak ilmu serta teman-teman. Namun, kenangan itu harus dibuang karena, kini Jack telah menjadi penyihir dewasa yang gagah dan kuat. Jack bisa dengan bebas menggunakan sihir,ber-apparate dan disapparate. Saatnya untuk mencari pekerjaan. Yangpasti tidak di dunia muggle. Dengan kemampuan sihirnya, dia harus bekerja di dunia sihir. Tiba-tiba, seekor burung hantu datang dan meninggalkan sebuah surat. Sebenarnya, ada apa tiba-tiba makhluk yang bernama burung hantu itu muncul di dunia muggle. Apa Jack terpilih bersekolah di Hogwarts lagi? Jack membuka suratnya.
Apa ini? Rasanya Jack tak percaya ada lowongan pekerjaan untuknya. " Wah, syukurlah. " ujar Jack pada dirinya sendiri. Tak sabar rasanya kembali ke dunia sihir lagi,sama seperti pertama dia menuju Hogwarts. |
![]() |
|
| Dylan Effervescent | Mar 12 2010, 08:25 PM Post #4 |
![]()
|
Dylan sedang menggambar di kamarnya. Entah gambar apa yang ia buat, ia tak tahu. Saking jeleknya, mungkin orang yang lewat akan menjerit begitu saja dan kabur. Gambarnya lama-lama membentuk orang. Orang itu ... dirinya. Si Dylan jilid dua sedang berdiri membelakangi bangunan, yang berbentuk gembok raksasa. Huh, semua orang juga tahu kalau Ravener's Cafe di Ministry of Ravenclaw berbentuk gembok raksasa. Tentu saja, tiap hari ia menjadi tukang sapu disana. Dylan menghentikan gambarnya sesaat. Ia merenungkan nasibnya sekarang. Setelah lulus Hogwarts, mantan murid Ravenclaw (dan masih, sampai sekarang) itu sebenarnya ingin bekerja di Ministry of Ravenclaw. Namun, alumni Hogwarts yang tak menerima surat undangan untuk bekerja di sana tak diperkenankan untuk melamar. Dylan tahu betul aturan itu. Ia sudah mencoba melamar dimana-mana, bahkan di dunia Muggle, namun tak ada yang diterima. Akhirnya ia melamar menjadi tukang sapu di Ministry of Ravenclaw, dan akhirnya diterima. Mana mungkin tidak diterima, hanya bekal sapu saja sudah bisa bekerja. Miris sekali nasibnya. Sampai sekarang ia masih menanti surat dari Ministry of Ravenclaw. Bisa saja datangnya telat. Keberuntungan tak ada yang tahu. Tiba-tiba, seekor burung hantu dengan surat di paruhnya melesat masuk ke kamar Dylan lewat jendelanya yang terbuka. Dylan segera membaca surat itu dengan harapan setinggi langit.
Dylan menunggu saja di kamarnya sampai datang surat dengan cap Ministry of Ravenclaw-nya. Dan perkataan ibunya benar, tentu saja. |
![]() |
|
| selly_freaks | May 13 2010, 10:51 PM Post #5 |
![]()
|
Gerah, Lebih tepatnya bosan. memang kemungkinan apa yang terjadi pada anak umur 19 tahun yang segera menginjak masa dewasa tanpa satupun aktivitas yang berarti di rumah? sunguh miris. tapi itulah yang terjadi Pada Riyone. Gadis yang selalu tampil manis ini, kini tidak melakukan pergerakan yang berarti di rumahnya. kecuali beres-beres, menghibur diri, dan rajin sekali membaca kamus bahasa. maklum ini adalah kegemarannya sejak dulu. matahari makin meninggi. Riyone meyakinkan dirinya untuk pergi saat itu. yah paling tidak mengistirahatkan pikirannya sejenak. apalagi favoritnya kalau bukan memetik apel dari pohonnya yang berjarak atu meter dari rumahnya. letak persis pohon ini berada ke arah jam dua belas dari utara. maka akan terlihat pohon apel berukuran sedang. Riyone segera pergi dari dipannya, pergilah ia ke dapur. "di mana ya?" batinnya sambil mencari keranjang untuk mnaruh apel. di sana ia menemukan sebuah keranjang kayu kemudian mengambilnya. setelahnya ia berlari riang menuju pohon. beberapa menit kemudian ia menoleh ke arah rumah dan menemukan seekor burung hantu dengan kaki mnecengkram sepucuk surat, terbang mengarah ke rumahnya. "hey!!" apa yang terjadi setelahnya ketika Burung Hantu itu berikut suratnya tiba di rumah Riyone?? Sesampainya di rumah Riyone melihat Burung Hantu itu sedang hinggap di jendela. pelan-pelan ia menghampirinya. kemudian mengambil surat yang dibawa burung tersebut
"i'm interested!!" Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut gadis berambut lurus itu. "Let's action!". Riyone melompat kegirangan, sambil berlari ke arah kamarnya. menyiapkan perbekalan dan segala sesuatunya untuk nanti. Edited by selly_freaks, May 13 2010, 10:53 PM.
|
![]() I LOVE MAKING A STORY. STORY OF LIFE..... | |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · For New Members · Next Topic » |
| Theme: Zeta Original | Track Topic · E-mail Topic |
2:06 AM Jul 12
|












2:06 AM Jul 12