Welcome Guest [Log In] [Register]


Photobucket
Asphódeleum



Photobucket
Achilléum



Photobucket
Forsýthia

Welcome to Illuminese Institute!


Timeline Term 17: 1947
Kisaran tahun lahir: 1 Januari 1933 - 31 Desember 1933




Hasil Seleksi Asrama Tahun 1947

Pesta Pembukaan tahun 1947





Board Status : SEMI OFFLINE

--(Click here for more information)--

-Rekap Post Masa "Semi Offline"-






VOINONE'S CORNER :

It's free time!


Info yang dapat Anda peroleh:


~ Rules
~ Tutorial
~ Historia
~ Map
~ Sepintas Selalu
~ Trivia
~ Informasi Tambahan
~ Visualization
~ Q&A
~ Service Center
~ S.O.S Message
~ Battle System
~ Daskalos Profile



--> Primary & Secondary Weapon
--> Voinone's Guide
--> Voinone's Mission Board
--> Hall of EKSIS



~ Tempat bertanya untuk yang belum
terdaftar sebagai member forum ini.
Dalam hal apapun, termasuk Afiliasi.


Our Illuminese RPF:

IllumineseInstitute

Kode Afiliasi Illuminese RPF


Permintaan afiliasi bisa dilakukan
dengan mengirim PM kepada
Gaia M. Farfalla
Gunakanlah tanda baca yang sesuai dan tidak berlebihan!

"Segala sesuatu yang tak terduga bisa terjadi di
Illuminese Institute"

Kode warna untuk mengutip ucapan karakter lain: #119f54

Ingin mengirim surat? Silahkan gunakan makhluk lucu ini :
L. Pegasi (bisa dtemukan di Ranch)

Isilah suggestion box jika Anda memiliki saran ataupun kritik kepada kami, prioritas utama kami adalah memberikan pelayanan dan kepuasaan maksimal kepada Anda.
Illuminese Institute adalah lembaga pendidikan di Illuminese yang mengajarkan ilmu sihir dan bela diri pada murid-muridnya sebagai bibit muda untuk membela diri ataupun pertahanan.

Illuminese Institute adalah RPF berbasis text dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga

TIDAK BERHUBUNGAN DENGAN MITOLOGI MANAPUN.
Jangan heran bila menemukan nama familiar dari Mitologi Yunani, itu hanya sekedar nama belaka.
News Ticker :
| Hasil seleksi open registrasi spesial tahun 1947; Achilléum (1— Horatio M. Altarf), Asphódeleum (4— Caelum von Rogue, Joachim E. Livinus, Justica R., Nephelia L. Iscwecht), Forsýthia (3— Moira Harleigh, Urth L. Norn, Xinosaga S. McHaydn) | Hasil seleksi tahun 1946; Achilléum (1— Sena Jekyll), Asphódeleum (1— Maeleachlainn Toirdhealbhach), Forsýthia (2— Anon Ymous, Eleanora D. Clauss) | Voinone baru tahun 1946 : Adrianne el Marquina, Arachel L. Chastia, Athanasius el Marquina, Laetita Q. Eristov, Mint Vatell, Torquevince Burnetti dan Vlado C. Darch | Kath. Athena E. Magassky, pengajar T.A.O.W. telah pensiun dan digantikan oleh Kath. Tramiorre L. Grun |
Selamat datang di Illuminese Institute, tempat di mana semua hal yang mustahil menjadi mungkin.


Untuk mengetahui hal-hal mengenai tempat ini, silakan mengunjungi Gaia's Sanctuary. Di sana Anda bisa mendapatkan info-info yang berguna mengenai dunia kami dan kami berharap melalui info-info tersebut, Anda pun berminat sekaligus tertarik untuk ber-RPG-an di sini.


Maaf, kami tidak membuka registrasi baru.


Kepada para Magii yang sudah bergabung, silahkan log-in:



Salam,
Kath. Zeus T. Farfalla

Username:   Password:
Locked Topic
Historia
Topic Started: May 4 2010, 01:07 PM (1,396 Views)
Kath. Zeus T. Farfalla
Member Avatar

History of Illuminese

Dulu ketika bumi ini masih kosong, dua malaikat turun ke bumi. Mereka berdua memperbaiki segala yang ada di bumi dengan bantuan dewa. Mereka menciptakan daratan serta lautan, siang, dan langit. Lalu, mereka mulai mengisi bumi dengan berbagai jenis makhluk hidup, mulai dari tumbuhan, hewan dan kemudian, manusia. Saat itu manusia serta makhluk hidup lainnya hidup abadi, tidak ada yang namanya kematian ataupun penyakit. Kehidupan sangat damai tanpa peperangan maupun bencana. Semua hal yang ada di bumi tampak indah seperti surga. Manusia hidup dalam kebahagian. Akan tetapi, kekhawatiran pun melanda Mors. Mors sebagai salah satu malaikat merasa semua hal yang indah itu tidaklah baik. Menurutnya, segala sesuatu perlu keseimbangan dan dia juga khawatir jika manusia akan terlena dengan semua itu dan melupakan dewa.

Kemudian, dia memberitahu rekannya, Dione, akan kekhawatirannya.

"Jikalau demikian, apa yang akan kau lakukan?" Itulah yang dikatakan Dione.

"Aku akan menciptakan malam, aku akan memberikan ketakutan kepada mereka. Ketakutan akan tidak adanya cahaya. Selama ini mereka terus hidup dalam cahaya. Mereka harus merasakan bagaimana jika tidak ada cahaya sehingga mereka bisa lebih menghargainya."

Dione menyetujui rencana Mors. Mors pun kemudian menciptakan malam dan malam pun tercipta. Akibat dari penciptaan malam itu, manusia mulai merasakan apa yang dimaksud dengan 'ketakutan' dan 'teror'. Perlahan, mereka mulai merasa bahwa dewa meninggalkan mereka. Dione yang merasa prihatin pun menciptakan sesuatu yang terang untuk menerangi malam. Sesuatu yang besar itu disebut bulan sementara yang kecil disebut bintang. Dia juga menciptakan sesuatu untuk menemani siang yang kemudian kita kenal sebagai matahari.

Sekarang, semua tampak akan lebih baik. Waktu terus berlalu, kekhawatiran yang baru muncul dalam diri Mors. Dia melihat manusia-manusia tampak bermalas-malasan setiap harinya. Mereka hanya makan, berpesta pora dan kemudian tidur. Tidak ada yang lain. Mors menganggap tindakan para manusia itu sebagai tindakan yang tidak menghargai kehidupan yang diberikan oleh para dewa. Dia kembali menemui Dione.

"Lihatlah para manusia yang lemah itu, mereka sama sekali tidak menghargai hadiah yang diberikan oleh dewa. Seharusnya kita tidak menciptakan mereka," katanya.

Dione tersenyum dan berkata, "Kulihat sepertinya kau memiliki rencana. Jadi, apa rencanamu?"

"Manusia perlu dibuat lebih menghargai hidup. Selama ini mereka tidak menghargainya karena mereka abadi. Jadi, aku akan mengambil keabadian itu."

Mors pun mengambil semua keabadian manusia dan menciptakan bencana serta wabah penyakit. Sekarang kehidupan manusia berubah total. Mereka hidup, tumbuh dan berkembang, tua dan akhirnya mati. Manusia tidak bisa terhindar dari 'Kematian'. Karena hal itulah, Mors dijuluki sebagai 'Malaikat Kematian dan Bencana'.

Sekarang, manusia lebih menghargai hidup mereka. Mereka sadar bahwa hidup mereka hanya seperti kerjapan mata, datang dan pergi dengan cepat. Oleh karena itu, mereka harus melakukan hal-hal yang berguna sebelum mereka mati dan itulah yang kemudian membuat kehidupan itu tampak lebih indah. Para dewa sangat senang akan pekerjaan yang dilakukan Dione dan Mors. Mereka berhasil membuat bumi tampak lebih indah. Malaikat-malaikat yang lain turut bersuka cita dengan hal ini.

Akan tetapi, ada beberapa malaikat yang tidak senang dengan hal ini. Malaikat-malaikat ini turun ke bumi dan merasuki hati setiap manusia, memberikan kedengkian dan iri hati kepada manusia. Manusia mulai iri hati kepada sesamanya dan saling melukai serta membunuh. Para dewa yang tahu semua hal ini akibat ulah dari beberapa malaikat pun marah. Mereka menghancurkan sayap para malaikat itu dan mencampakkan mereka jauh ke dasar bumi sehingga para malaikat itu tidak bisa naik lagi ke surga.

Para malaikat yang tidak terima akan perlakuan dewa pun bersumpah, "Kami akan menghancurkan manusia dan bumi yang kalian sayangi ini!" Seketika itu juga, muncul sayap baru dipunggung mereka. Akan tetapi, bukan sayap putih yang bersih dan indah. Namun, sayap hitam yang gelap dan membawa teror. Mereka telah menjadi apa yang kita kenal dengan iblis. Sesuai apa yang mereka katakan, mereka pun mulai mengacaukan bumi dan manusia. Kebencian, iri hati, dendam, keputusasaan, kesedihan, keserakahan, kemalasan, hawa nafsu, kerakusan serta kesombongan pun tercipta dan mendiami hati manusia. Manusia kehilangan kesuciannya dan jatuh ke dalam dosa.

Bumi tampaknya tidak mampu lagi menampung dan menahan dosa-dosa itu. Para dewa menciptakan neraka untuk menahan dosa-dosa itu. Akan tetapi, tetap saja, bumi akan hancur karena ulah iblis dan dosa-dosa itu. Bumi membutuhkan penopang dan juga tempat untuk menahan para iblis itu (bumi diciptakan tidak dengan kemampuan untuk menahan iblis-iblis). Mereka membutuhkan sebuah dunia baru yang lebih kuat untuk menahan para iblis. Oleh karena itu, para dewa mengutus Dione dan Mors untuk menciptakan dunia baru. Dunia yang bernama Illuminese.

Para dewa bersama malaikat menarik para iblis ke Illuminese dan kemudian menghancurkan para iblis di sana. Akan tetapi, iblis-iblis itu sangatlah kuat karena mereka tetap mendapatkan kekuatan dari dosa-dosa yang diperbuat manusia sehingga tidak ada yang bisa mereka lakukan selain menyegel iblis-iblis itu. Kedamaian pun tercipta, para dewa serta malaikat kembali ke surga. Para dewa menyuruh Dione dan Mors untuk menjaga Illuminese, dunia baru yang mereka ciptakan.

"Mungkin akan lebih baik jika kita menciptakan makhluk hidup disini dan menciptakan sesuatu yang mirip dengan manusia. Hanya saja kita akan memberikan mereka kekuatan lebih untuk melawan iblis jika para iblis itu kembali berulah. Hendaklah juga mereka melindungi para manusia yang ada di bumi pula," kata Dione.

Atas persetujuan Mors dan dengan bantuannya, Dione mulai memberi kehidupan kepada dunia yang baru itu. Karena hal itulah, maka Dione dijuluki sebagai 'Malaikat Kehidupan dan Kedamaian'. Orang-orang dari dunia Illuminese kemudian disebut Illuminasian. Mereka memiliki kekuatan yang disebut di dunia manusia sebagai kekuatan supranatural. Kedua malaikat menghubungkan Illuminese dengan dunia manusia dengan harapan agar Illuminasian dapat melindungi para manusia bukannya menguasai mereka.

Kemudian, Illuminasian pun membangun sebuah sekolah untuk mengajarkan bibit-bibit muda Illuminasian akan sihir dan sebagainya untuk menjadi seorang 'Voinone' agar dapat memerangi iblis. Mereka yang bersekolah di tempat ini disebut Magii. Dione dan Mors kembali ke surga setelah merasa semua tugas mereka telah selesai. Namun, mereka tidak mencampakkan Illuminasian dan bumi begitu saja. Di surga sana mereka masih mengawasi kedua dunia itu. Beribu-ribu tahun telah berlalu, segel yang menyegel iblis mulai melemah dan iblis pun kembali bangkit. Iblis mulai membuat kekacauan di Illuminese. Illuminasian bertarung mati-matian melawan iblis. Kekuatan mereka tidak sepadan, banyak korban berjatuhan dari pihak Illuminasian. Illuminese mungkin saja akan hancur jika Dione dan Mors tidak mengerahkan semua kekuatan mereka untuk menyegel iblis dan memperbaiki Illuminese. Iblis berhasil disegel dan kedamaian kembali tercipta. Akan tetapi, karena menggunakan seluruh kekuatan, Dione dan Mors kehabisan tenaga. Mereka harus mengalami 'tidur panjang' untuk memulihkan kekuatan mereka. Illuminasian membangun sebuah kuil yang megah jauh di utara sebagai tempat peristirahatan kedua malaikat itu. Di sekeliling kuil telah mereka pasangi dengan tabir pelindung yang sangat kuat sehingga tidak sembarang orang bisa masuk kesana.



(c) to Infinite Creation Team
Note: Cerita ini hanya fiktif belaka
Offline Profile Goto Top
 
Kath. Hera M. Kokkino
Member Avatar

History of Illuminese Institute

Illuminese Institute didirikan pertama kali pada tahun 1928 oleh sepasang suami istri Farfalla. Akan tetapi, pembangunan itu terhenti karena penyerangan iblis besar-besaran di tahun 1929 yang menyebabkan mereka berdua meninggal. Setahun kemudian, Zeus sebagai anak tertua mereka berdua memutuskan untuk melanjutkan pembangunan sekolah itu. Dia memberitahukan keinginannya untuk melanjutkan pembangunan sekolah yang dibentuk kedua orang tuanya tersebut kepada kedua adiknya, yaitu Hera dan Gaia. Mereka berdua menyambut dengan baik ide kakaknya itu dan bersedia membantunya.

Akan tetapi, kekuatan mereka bertiga saja tidak akan cukup untuk menyelesaikan pembangunan itu. Zeus meminta pertolongan kepada Hades yang merupakan teman baiknya semasa bersekolah dulu untuk membantunya. Hades yang mengetahui niat Zeus akhirnya memutuskan untuk membantu Zeus. Bukan hanya itu saja, Hades juga meminta bantuan kedua adiknya, yaitu Ares dan Hestia. Sekarang mereka berenam menyelesaikan pembangunan sekolah itu. Namun, pada suatu hari...

"Jika hanya kita berenam, kurasa pembangunan sekolah ini tidak akan berlangsung dengan cepat," kata Hades. "Itu juga yang kukhawatirkan. Aku khawatir jika sekolah ini belum selesai dibangun dan iblis datang menyerang. Kau tentu tahu, banyak orang hebat yang meninggal di penyerangan sebelumnya. Jika iblis menyerang sekarang..." balas Zeus yang terputus karena Hades memotongnya. "Kita benar-benar akan dilumat oleh mereka," katanya pelan.

Zeus diam sejenak, berpikir, dan kemudian berkata, "Kita perlu lebih banyak orang lagi." Hades beserta adik-adiknya pun kemudian mulai mencari bantuan untuk mendirikan sekolah itu. Zeus dan saudaranya tidak hanya bersantai-santai saja. Mereka juga turut mencari bantuan ke orang-orang yang mereka kenal hingga akhirnya terkumpul banyak orang yang bersedia untuk membantu. Orang-orang tersebut berasal dari berbagai keluarga seperti keluarga Amphsios, Stallein, Kokkino, Avys, dan lainnya.

Setelah kira-kira hampir satu setengah tahun berlalu, sekolah itu berhasil dibangun. Sekolah itu kemudian diberi nama Illuminese Institute. Zeus terpilih sebagai kepala sekolah atas keputusan bersama karena paling berperan dalam pembangunan itu serta paling bijak di antara mereka. Hera terpilih sebagai wakilnya bersama dengan Gaia. Akan tetapi, Gaia yang memiliki jiwa kebebasan sangat tinggi menolaknya. Oleh karena itu, hanya Hera yang menjadi wakil kepala sekolah.

Zeus merasa penghargaan tertinggi seharusnya diberikan kepada Rhamnousia bersaudara karena mereka sangat aktif dan memberi bantuan paling besar dalam pembangunan Illuminese Institute. Zeus pun mengangkat mereka bertiga sebagai kepala asrama di Illuminese Institute. Ada tiga asrama di Illuminese Institute yaitu Achilleum, Asphodeleum dan Forsythia.

Achilleum diambil dari nama bunga Achillea Millefolia yang menggambarkan semangat serta konstribusi besar yang diberikan Ares pada saat berperang melawan iblis. Pedang Excalibur milik Ares menjadi simbol asrama ini karena menggambarkan keberanian serta tekad besar milik Ares. Api yang juga merupakan simbol asrama ini merupakan simbolisasi semangat Ares yang tak akan pernah padam.

Asphodeleum berasal dari nama bunga kematian, Asphodel. Bunga ini menggambarkan betapa 'mematikan'-nya Hades dalam pertarungan melawan iblis sehingga siapa pun akan merasa melihat Kematian itu sendiri di dalam diri Hades. Tombak Glaciem yang sangat mematikan milik Hades ini menjadi simbol asrama beserta kristal-kristal es. Kedua hal itu menggambarkan ketenangan, kedinginan, serta betapa berbahayanya Hades.

Bunga mungil Forsythia menjadi nama bagi asrama Forsythia. Kelembutan serta kebaikkan hati Hestia menjadikan bunga ini nama asramanya. Busur Magnolie Row yang selalu menemani Hestia dalam pertempuran menjadi simbol asrama Forsythia. Sulur tanaman serta pita menggambarkan kebaikkan, ketekunan serta kelembutan Hestia.



(c) Infinite Creation Team
Offline Profile Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community.
Learn More · Sign-up Now
« Previous Topic · Gaia's Santuary · Next Topic »
Locked Topic

Affiliates: Free Domain Name Address Beauxbatons Academy Fairy Dreamland Ninja Community Aussie Wizarding School Et Cetera Indohogwarts TanteiGakuenIndo TanteiGakuenIndo NID TROM Socius Somnium Battle Royale RPG A Thousand Islands Forum Once Upon a Sea Indo Capitol Shinobi Another Dimension Lagendia Academy Diceroll code Credit to: IndoHogwarts & Ryokubita Academy