Welcome Guest [Log In] [Register]

Forum Affiliates

VongolaIndo Gotei13 The Scribble Writer Indonaruto Volens Astrum Indo Salem Logo Aria Academy Andorria Kingdom
Welcome to Coffeehouse. We hope you enjoy your visit.


You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free.


Join our community!


If you're already a member please log in to your account to access all of our features:

Username:   Password:
Add Reply
Sunday Morning
Topic Started: Sep 15 2016, 05:52 PM (49 Views)
asbutterflies

Posted Image

Ellie Kauffman // tebak umurnya berapa? :3b



Mornings, undoubtedly, are the busiest moment of the day.

Ellie Kauffman juga terbiasa memulai paginya dengan kesibukan. Biasanya dia akan bersiap-siap, mandi, lalu membuka paksa jendela-jendela di rumah (itu penting, kalau tidak semua orang akan terbuai oleh gelap yang menyejukkan mata dan mendadak marah-marah karena tidak dibangunkan pada jam sembilan pagi), lalu turun ke dapur dan sarapan, nongkrong sambil menunggu sarapannya Ethan siap dan membawanya ke Tuan Grumpy yang biasanya sudah selesai dengan segala macam kesibukannya. Kalau Ellie beruntung. Biasanya Ethan masih baru bangun, malas-malasan di kasur. Kalau sedang sial, belum bangun dan harus dibangunkan.

Ingin bilang pemalas tapi--sudahlah. Kalau ada kesempatannya, mungkin Ellie akan pemalas seperti itu juga.

"Mau ikut nggak?"

Tapi hari ini berbeda. Hari ini hari minggu, dan salah satu bocah pesuruh yang biasa disuruh-suruh pergi ke pasar sakit. Demam menggigil di kasurnya, Ellie jadi nggak tega juga. Dan memanfaatkan keinginannya untuk jalan-jalan (sekedar jalan-jalan, bukan ngekor Ethan tanpa tujuan jelas), Ellie menawarkan diri untuk menggantikan bocah itu belanja. Tidak banyak, hanya beberapa keperluan sehari-hari. Dan titipan Nona Christabelle--tapi itu akan Ellie berikan kepada Christian saja. Dia tidak mau Nona Christabelle ngambek atau bahkan marah hanya karena pita rambut yang dibelikan Ellie berbeda jenis warna biru dengan yang diinginkan oleh Nona Christabelle. Jadi hanya keperluan sehari-hari saja--beberapa kilo jeruk, setengah lusin botol susu, jamur, daging, dan teman-temannya.

Kelihatannya hari ini ada Kauffman yang ulang tahun. Mau masak yang enak-enak gitu untuk di dapur. Kalau Ethan dan Nona Christabelle kan setiap hari makannya enak-enak.

(Coba tebak, siapa yang ulang tahun?)

"Ke pasar, mau belanja." Ellie menyambung sebelum Ethan sempat bertanya lagi. Walau nggak banyak juga tempat yang bisa dikunjungi pagi-pagi begini. Biasanya yang jam segini buka hanya pasar dan kedai susu, untuk anak-anak yang kepalang lapar tapi ibu mereka belum sempat masak. "Ikut, yuk? Kemarin-kemarin kan kamu hanya diam di sini..."

Ya sebenarnya nggak apa-apa juga sih, diam doang di Manor. Tapi kan--gitu.

Apa.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
butterflyofmadness

Posted Image

Ethan Theodore Freust // sekian belas tahun



Malam sebelumnya gugus bintang berada diatas Freust Manor, dan Freust muda ini tidak membuang-buang kesempatan memanjakan kedua kepingan logamnya dengan menyelinap dan merebahkan diri di atap Manor. Dua hal; Kauffman terlalu berisik untuk melarangnya tidak keluar malam-malam, f*ck it, ia tujuh belas dan siapalah mereka. Dan jika ia tetap gigih, maka ia harus merelakan seseorang menemani nya hingga waktu yang tak ditentukan, dan tahu apa? Merepotkan.

Dengan segala pembicaraan singkat tentang apa itu Leo, Andromeda, dan rasi bintang yang ada pada musim semi, dingin, panas, gugur. Lalu ia akan diam, merobek catatan rasi bintang nya, dan melompat turun ke balkon teratas, berwajah masam hingga kerongkongan.

Tapi malam tadi ia tidak, maka ia membiarkan surai hitamnya terbuai angin--dingin menyejukkan, kadang menjadi dingin nostalgia. Ethan bukan makhluk penikmat melan, namun toh sudut bibirnya masih terangkat ketika malam itu dia menemukan lima rasi, dua lebih banyak ketimbang ketika dirinya lima tahun; teleskop tua berkarat dan dongeng Freust paruh baya yang menemaninya. Ia tidur pada pukul empat, malam menuju pagi, rembulan enggan pergi namun surya memaksa berjaya.

Pagi ini ia bangun setengah jam sebelum bekernya meraung, cukup untuk membuat sang penerus Freust cabang tersebut mencebik kesal, hendak menarik selimut kembali sebelum senyum sumringah dan ajakan bersahabat semakin menggelitik belakang tengkuknya. Jika yang berbicara buka Ellie Kauffman, mungkin ia menendang pintu kamar mandi lebih keras daripada ketika ia marah (jika pernah). Tapi 'toh, ia mengangguk pelan, wajah dibumbui tanda tanya.

"Pusat atau pendatang?" Kota atau perbatasan; umum atau jarang. Sekelompok orang berkaravan yang menetap selama lima bulan kurang lebih dan memiliki barang-barang menarik untuk ditilik, maka Ethan bertanya. "Ada apa?" kakinya menapak pada karpet beludru ungu tua dan mencari kehangatan dari kedua telapak tangannya, rambut berantakan dan dua tiga helai bulu mata menempel di pipi-merah-muda nya, Ethan Freust tidak terlihat berbahaya jika hari masih pagi dan jam bekernya belum bergetar hingga jatuh berkeping.

"Sekarang? Beri aku setengah jam," tidak akan lama-lama di kamar mandi, dia siapa memangnya, Christabelle?
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
asbutterflies

Posted Image

Ellie Kauffman // sedang agak cheesy




Kalau tidak ingat bahwa Ethan seorang Freust dan Ellie adalah Kauffman, ingin memakaikan gaun pengantin lengkap dengan cadar dan tiaranya untuk Ethan. Apalagi kalau baru bangun tidur begini, lengkap dengan pipi merah muda yang merona. Ellie yang seorang gadis saja kadang suka merasa tampan kalau berada di sebelah Ethan. Kecuali kalau Ethan mood-nya sedang jelek--penampilannya boleh saja layaknya tuan puteri, tapi kalau sudah membuka mulut maka pelaut veteran saja sudah terdengar sopan dan lembut sekali bila dibandingkan dengan Ethan.

"Pusat saja." Ellie mengangguk kecil, senyum lebar terlukis di wajahnya. Pasar pendatang memang akan sangat mengasyikkan dan akan ada banyak tukang cerita selain juga pasar barang antik, tapi kan tujuan utamanya memang belanja bahan makanan. Bahan makanan pasar pusat yang baru beberapa jam disuplai oleh petani dan peternak terdekat pasti lebih segar bila dibandingkan dengan pasar pendatang.

"Ada apa?"

"'Ada apa' apanya?"

Balik bertanya, senyumannya masih sama, kalau tidak melebar sedikit. Hm, nggak, nggak ada apa-apa. Sungguhan nggak ada apa-apa. Dia hanya ingin jalan-jalan sedikit, memberikan sedikit hadiah pada dirinya sendiri. Hng, oke, dia bukan Kauffman paling rajin atau paling kuat atau paling cerdas atau apa lah, tapi ia merasa bahwa sudah setahun ini ia berusaha bekerja lebih baik dari sebelumnya. Dan Ellie akan senang sekali kalau Ethan mau ikut, berbagi kebahagiaan dengan Ethan... Tapi kalau nggak juga sesungguhnya nggak apa-apa. Memangnya dia siapanya Ethan, mau memaksa?

"Ih, lama. Aku lima belas menit selesai."

Walau sebenarnya begini, sehari-hari, sudah bahagia juga.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
butterflyofmadness

Posted Image

Ethan Theodore Freust // belum makan



Ethan melangkah keluar tepat duapuluh satu menit kemudian, tidak tepat tigapuluh jadi Ellie tidak bisa protes; in fact, dia tidak bisa protes, Ellie tidak pernah protes dan Ethan tidak menerima cibiran di pukul tujuh pagi, setidaknya tidak ketika dia masih bisa mengulas senyum tipis pada jadwalnya yang tidak terpampang apapun selain warna biru. Ia bebas har ini, tidak ada kelas, tidak ada anggar atau berkuda, tidak ada tetek bengek formalitas.

Setelannya mudah; kemeja putih polos dengan vest rajut hitam, lebih ringan dari yang ia gunakan setiap hari, tidak ada jas putih aristokrat, tidak ada sepatu pantofel beralas keras. Rambutnya masih basah namun masih lebih baik ketimbang melihatnya ketika sedang basah yang bisa mengakibatkan--katakanlah, korting seperenam umurnya. Pandangannya lurus pada Kauffman perempuan; abdi nya, namun tidak pernah disebutkan mentah-mentah. Belum.

"Pukul tujuh pagi, hari kamis, ada apa? Ada pesta di teater terbuka; kau tahu," pundaknya dikedikkan. Memilih menyisir rambut dengan jemarinya sembari menlanjut. "Kesukaanmu," dua logam mulia itu bergulir menatap kerai yang dibuka lebar-lebar, sedikit mencari petunjuk, hari apa, ada apa, bagaimana, potongan puzzle dalam otaknya.

"Toko buku Weirschandt pukul sebelas, setelah itu, oke?" membuat kesepakatan, ia tidak bisa disuruh dengan mudah; siapa yang berani pula. Namun hari ini ia butuh buku referensi, Politic View on Fine Art, Horseman, dan beberapa buku rujukan lainnya dari guru tercinta.

Kepalanya mengisyaratkan untuk cepat, jika ingin sayur yang masih segar.

Offline Profile Quote Post Goto Top
 
asbutterflies

Posted Image

Ellie Kauffman // peka kalau dikodein.


"...Iya. Well. Ada itu."

Nyengir salah tingkah ketika Ethan terang-terangan menyebutkan ada apa di hari Kamis ini. I-iya deh, oke, memang itu yang diincarnya. Teater terbuka menyajikan berbagai pementasan yang menarik setiap hari Kamis, dan dimana ada penampilan maka di sekitarnya akan ada banyak keramaian yang menyusul. Kamis minggu lalu ada wanita contortionist yang katanya bisa jadi lingkaran sempurna, dan dua minggu lalu ada trik kartu. Dua-duanya Ellie tidak nonton, dan yang menyebar beritanya adalah minggu ini akan ada ilusionis.

Bukannya Ellie tidak pernah lihat sihir, tapi ya--ilusionis. Tetap saja kan, penasaran.

"Mm, toko buku, oke."

Ellie mengekor di belakang Ethan, langkahnya menyamai langkah sang Tuan Muda Freust. Bukannya Ellie ada rencana lain setelah jalan-jalan pagi mendadak ini. Awalnya dia hanya mau pulang dan membuat kue, tapi toko buku juga terdengar bagus. Mungkin sudah sebulan Ellie tidak lihat-lihat buku baru--selama ini terpuaskan oleh buku-buku yang ada di perpustakaan Freust Manor. Ellie tidak secerdas Ethan yang sering membaca buku, tapi dia suka buku. Walau jelas berbeda jenis dan genre dengan Ethan--Ellie lebih suka cerita-cerita petualangan yang ringan. Rasanya seolah dia ikut pergi, walau nyatanya dia toh tidak kemana-mana juga.

Langkahnya ringan, keluar Freust Manor sembari tersenyum dan menyapa beberapa Kauffman yang sedang berjaga di gerbang. Masih pagi, biasanya Freust yang jaga jam segini akan bergantian sarapan jam delapan pagi nanti--

"Mau cari makanan dulu?"

--ngomong-ngomong sarapan.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
DealsFor.me - The best sales, coupons, and discounts for you
« Previous Topic · RP-Fiction · Next Topic »
Add Reply

Theme created by Lokyr of the ZetaBoard Theme Zone.