Welcome Guest [Log In] [Register]

Forum Affiliates

VongolaIndo Gotei13 The Scribble Writer Indonaruto Volens Astrum Indo Salem Logo Aria Academy Andorria Kingdom
Welcome to Coffeehouse. We hope you enjoy your visit.


You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free.


Join our community!


If you're already a member please log in to your account to access all of our features:

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2
Buat apa sih ada aturan? Gak perlu!; diskusi-diskusi~ :3
Topic Started: Apr 24 2009, 01:06 AM (1,415 Views)
Deleted User
Deleted User

Membicarakan hubungan antara common sense dengan aturan, sama aja hubungannya seperti Reynold Number dengan kecepatan. Trial dan Error. Untuk mencari kecepatan suatu fluida kita memerlukan Reynolds Number. Tapi Reynolds Number juga gak bisa didapatkan kalo kita gak punya value untuk velocity. Jadilah, trial dan error. Kita coba ambil satu nilai kecepatan sebagai permisalan, katakanlah v1, masukkan nilainya untuk mencari Reynolds Number. Kemudian Reynolds Number ini dipakai untuk mencari kecepatan yang sebenarnya, katakanlah v2. Kalau nilai v2 terlalu jauh sama nilai 'perkiraan' yang tadi diambil, proses penghitungan diulangi kembali dengan nilai v2 dijadikan perkiraan untuk mencari Reynolds Number.

*ditabok, ini gw malahan meracau soal kecepatan fluida dinamis di sini* =))

Euh, intinya, hubungan antara common sense dengan aturan itu seperti itu. Trial dan error. Istilah "common sense" itu kan menggambarkan tentang satu persamaan yang terdapat di orang banyak tentang persepsi sesuatu. Tetap saja, yang namanya common sense itu berbeda pada setiap orang, juga setiap kebudayaan. Untuk menyamakan persepsi common sense itulah, dibuat aturan yang harus dipatuhi baik oleh orang yang common sense-nya bilang "Ah, hal seperti itu mah gak diatur juga udah saya patuhi, kok," juga oleh orang yang common sense-nya bilang "Apaan sih? Masa kek gituan aja diatur-atur! Sok ketat! Rese amat!"

Kita ambil satu contoh ilustrasi. Gw nih, dibesarkan dalam lingkungan rumah dengan peraturan yang, mungkin bagi sebagian orang terdengar "lebay" dan "terlalu perfeksionis". Meski tidak tertulis, tapi siapapun yang ngelanggar tetep aja kena tegor. Seperti apa aturan-aturan di rumah gw? Nih ya: Kalau satu ruangan gak dipake, lampunya harus dimatiin. Kalau belum gelap bener, belum boleh nyalain lampu. Bokap gw bahkan mendesain rumah dengan jendela-jendela besar yang semuanya menerima cahaya matahari, biar kita bisa memaksimalkan penggunaan penerangan alam. Buka keran gak boleh maksimal. Kalo cuci tangan, sikat gigi ato cuci muka, kerannya harus ditutup saat lagi sabunan. Di kamar mandi gak boleh lama-lama, lebih dari lima belas menit udah digedor suruh keluar. Makan gak boleh ceplak (tahu ceplak? Itu lho... kalo makan ngunyahnya 'berbunyi'). Ngerjain apa-apa gak boleh dilama-lamain. Karena gw orangnya lelet, otomatis paling sering kena tegor soal 'kecepatan' ini. Kalo mau pergi, harus bilang dulu mau pergi kemana, pulang jam berapa dan sama siapa. Dan sederetan aturan lainnya yang mungkin akan membuat orang mengangkat alis saat denger.

Tapi nih yah... aturan-aturan itu sendiri memiliki dasar yang kuat. Kenapa kalo mau pergi kesannya repot amat harus laporan A sampe Z? Untuk membentuk kepedulian sesama anggota keluarga, juga bir gampang nge-track-nya kalo ada sesuatu. Kenapa harus hemat listrik? Karena emisi karbon yang dikeluarkan listrik mengancam kelangsungan bumi. Kalo gak dipake, mending matiin. Kenapa harus hemat air? Karena air yang bisa digunakan untuk konsumsi manusia jumlahnya gak sampe 5% dari seluruh air di muka bumi ini, jadi harus dihemat. Bumi itu bukanlah milik kita. Kita meminjamnya dari generasi mendatang. Apakah kita tega membiarkan generasi mendatang hidup di atas satu kapal induk di luar angkasa karena bumi sudah tidak layak ditinggali? Setiap aturan yang dibuat, pasti ada dasar dan alasannya, dan dibuat untuk tujuan yang baik. Alasan itu terdengar berlebih-lebihan atau tidak, itu semua tergantung kadar common sense kita.

Kenapa jarang mandi itu perlu? Karena kita peduli lingkungan. Dengan tidak mandi, kita sudah mengurangi polusi air dan tanah akibat zat kimia bernama sabun. Kita menghemat penggunaan air bersih yang sekarang persediaannya semakin menipis. Dengan tidak mandi, kita juga menjaga kelembapan kulit, karena kelembapan kulit akan hilang setiap kali kita mandi.

*ditabok satu forum*

Aturan juga dibuat untuk 'membentuk' common sense. Coba kalo dari awal gw gak diatur seperti itu. Apa gw akan terbiasa menghemat air sama listrik? Would I even know about the advantages of it? Para pembantu di rumah gw jarang ada yang bisa betah. Katanya, bokap gw cerewet dan lebay. Masa pake aer sama listrik aja diatur-atur? Tapi buat kita sekeluarga, khususnya buat gw pribadi, itu sudah jadi satu common sense. Di sini, hidup gw bebas sebebas-bebasnya. Awalnya gw gerah, bok. Gw berasa salah kalo pergi-pergi tanpa minta izin ortu dulu, padahal mah gw dimana ortu dimana, gw gak minta izin juga ortu gak akan tahu gw melancong, misal, ke Singapore. Gw gerah liat kelakuan para housemate gw yang keknya merasa air itu tak terbatas, karena gratis. Lagi nyuci muka atau apa, keran dibiarkan terbuka maksimal tanpa dipake. Listrik juga gratis, jadi lampu nyala 24 jam, keluar kamar pun lampu masih dinyalain. Okeh, gw ngaku kalo kipas emang nyala 24 jam di kamar. Tapi ini terpaksa, bok. Soalnya kamar gw panas banget.

Kenapa ada orang yang merasa penting dan gak penting tentang aturan melarang merokok dibawah usia 18 tahun? Karena kadar common sense setiap orang itu berbeda. Beberapa orang sangat anti dengan merokok dan akan mengerutkan kening serta menegur dengan gamblang mereka yang merokok di depannya. Beberapa alergi rokok, tapi tidak memiliki keberanian yang cukup untuk menegur mereka yang mengganggu kenyamanan dengan asap rokok. Beberapa mengerti kalo merokok itu mengganggu orang lain, karenanya tidak dilakukan di tempat umum. Beberapa, mungkin udah terlalu bebal dan imbisil, cuek-cuek aja ngerokok di tempat umum meski orang di sebelahnya udah batuk-batuk napasnya tinggal setengah (pengalaman pribadi -..-a)

Aturan ini udah ada sejak lama, jadi common sense orang pun terbentuk kalo merokok itu gak boleh. Beberapa yang terlalu imbisil, common sense mereka sulit atau bahkan tidak terbentuk sama sekali. Tapi ada aturan ato gak ada aturan, mereka yang common sense-nya udah merasa ngerokok itu salah gak akan berubah toh? Aturan dibuat untuk mengatur mereka-mereka para imbisil yang common sense-nya kurang, atau bahkan tidak ada sama sekali. Aturan itu ada untuk membantu mereka yang terganggu karena tingkah laku itu, tapi tidak memiliki cukup keberanian untuk menegur.

Kenapa makin lama makin banyak aturan? Karena, yeah, entah kenapa manusia makin sini common sense-nya makin tumpul. Aturan diperlukan untuk membentuk kembali common sense yang udah tumpul itu. Kenapa lo ngerasa aturannya lebay, mengatur-atur sesuatu yang udah jelas? Kalo lo berpikir begini, bersyukurlah, karena itu artinya common sense lo belom tumpul. Ada aturan ato enggak gak mempengaruhi hidup lo yang emang udah teratur.

Kenapa aturannya kok lebay, sok perfeksionis, hal-hal remeh aja diatur-atur? Kalo lo merasa seperti ini, mengacalah, karena sepertinya common sense lo udah mulai tumpul.

Kenapa makin banyak yang merasa melanggar peraturan itu keren? Well.... jujur, gw pribadi sesekali melanggar peraturan itu perlu. Buat kenangan. Tapi harus dipikirin juga, jangan sampe membuat orang lain rugi. Bolos? Menurut gw cukup perlu sekali seumur hidup. Biar lo bisa cerita ke anak cucu lo kalo lo pernah bolos, dan saat bolos itu lo menemui banyak hal tidak mengenakkan dan justru malahan ketiban banyak sial, dan tidak membuat bolos lo menyenangkan, jadi mendingan gak bolos aja. Coba kalo lo seumur hidup gak pernah bolos. Saat lo ngomong ke anak lo nanti, "Nak, kamu gak boleh bolos. Bolos itu gak baik!" dan anak lo balik nanya, "Apa buktinya kalo bolos itu gak baik? Toh orang lain banyak yang bolos," lo punya apa untuk membela diri? Karena seumur hidup pun lo gak pernah bolos. Kalo lo pernah bolos, lo bisa bilang, "Ibu dulu juga pernah bolos. Gak enak banget, lho. Masa abis bolos, terus kita pergi ke Mal ditanyain abis-abisan sama satpamnya? Harus kucing-kucingan segala. Terus motor temen Ibu mendadak kena tilang, dsb dsb..." nah. Ada bukti nyata yang hidup. Maka anak lo akan percaya dan gak akan bolos.

*disemen rame-rame dan ditenggelemin ke Samudera Pasifik*

Quote Post Goto Top
 
tjah_phantomhive

rules is very important, really

Oke, kamu bisa katain 'GA PERLU ADA ATURAN, NORMA, DLL!' Tapi apa bisa orang hidup tanpa norma? Lihat ilustrasi berikut.

Rumahmu ada di Jalan sentosa bahagia sejahtera nomor 1. Ada truk gandeng lewat, ngelindes pagar rumahmu. Kamu keluar dan langsung marah2in tuh si supir. Tapi si supir ga ngeh malah masuk ke rumahmu. Ya, namanya aja dunia tanpa peraturan dan norma, langsung aja kamu biarin dia masuk.
Ternyata, dia menuju ke toilet rumahmu. Dia langsung BAB disitu, udah gitu ga disiram lagi. terus dia BAk (buang air kecil) di lantai rumah kamu. Dia curi TV, Radio kamu, dia ludahin rumah kamu, terus pergi. Kamu marah, tapi ya namanya sekali lagi dunia tanpa peraturan dan norma, kamu langsung bersihkan WC dan rumahmu, serta beli TV dan Radio yang baru.

-------

Hey, guys, peraturan dibikin bukan cuma buat keren2an, gengsi, atau sok tertib! Tapi untuk menjaga rasa solidaritas antar orang juga. Kalau misalnya ga ada peraturan, wah... Aku terus terang akan ngejunk nyepam ngeflame di forum2 tanpa takut ada yang ngebalas ngebash, owang namanya aja dunia tanpa aturan.

Well guys, dimana2 itu ada peraturan, jangan erharap kamu bisa bebas dari peraturan, sama sekali engga! Misalnya kamu udah lulus kuliah, kamu tetep keiket sistem hukum di Indonesia. Kamu pindah ke zimbabwe sekalipun, norma agama tetep berlaku dan hukum zimbabwe tetep ditetapkan. Nah lo, mau kemana???

Well, semua remaja emang bawaannya pingin bebas melulu. Aku remaja dan aku tahu rasanya ingin bebas, tapi 'bebas' itu hanya kamuflase. Sisanya? hukum semua.

ilustrasi lagi

Kamu liat nenek2 mau nyebrang. Kamu cuek aja. toh dunia tanpa hukum getoh. Trus si nenek kelindes truk dan kemudian wafat. Kamu menyesal, bukan? Nah itu namanya 'norma hati' atau lebih pantas disebut 'kata hati'

Wong di hatimu aja ada aturan apalagi di dunia luar? jangan mimpi mau bebas dari aturan. Wong dibulan aja kamu tetep kena hukum gravitasi bulan sebesar 1,6 m/s2 kok! Di luar angkasa? Tetep kena hukum gravitasi 0 nya ruang hampa, mau kamu jatuhin diri kamu dari langit, tetep kena aturan 'gaya gesek' dari udara (sampai bumi hangus deh)
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Enjoy forums? Start your own community for free.
« Previous Topic · General Talk · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1
  • 2

Theme created by Lokyr of the ZetaBoard Theme Zone.