Welcome Guest [Log In] [Register]

Forum Affiliates

VongolaIndo Gotei13 The Scribble Writer Indonaruto Volens Astrum Indo Salem Logo Aria Academy Andorria Kingdom
Welcome to Coffeehouse. We hope you enjoy your visit.


You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free.


Join our community!


If you're already a member please log in to your account to access all of our features:

Username:   Password:
Add Reply
  • Pages:
  • 1
Buat apa sih ada aturan? Gak perlu!; diskusi-diskusi~ :3
Topic Started: Apr 24 2009, 01:06 AM (1,414 Views)
MenungguJandamu
Member Avatar
LMAO ZEDONG
Lagi demen diskusi (ato nge-rant? *ditabok) hehe. :3

Ini semua berawal dari diskusi dewasaku sama beberapa temen sekelasku, dalam artian, ngomongin yang dewasa-dewasa mufufu. Tapi anak-anak boleh ikut kok. Karena ini diskusi dewasa, dalam artian, ngomonginnya secara baik-baik dan ga imbisil.

Disini, yang namanya seks itu wajar, ngerokok itu wajar, nge-pot juga wajar. Apa itu "pot"? ngerokok marijuana. Lah? Emang legal? Ya engga. Ngerokok juga sebenernya illegal kan buat anak yang dibawah umur, tapi semuanya ngerokok dan minum-minum kok.

But anyways.

Dalam diskusi gw ama temen gw, kita lagi ngomongin kenapa sih ada aturan yang melarang marijuana, mabok di bawah umur 21, dan ngerokok di bawah umur 18. Terus juga aturan kenapa di Amerika ini, orang bisa secara legal bawa-bawa senjata.

Temen gw nganggep bahwa marijuana seharusnya legal. Santai! Santai! Gw bukan temenan ama preman yang kerjanya ngalor-ngidul kemana-mana dan ngerampok orang. Dia malahan anak yang rajin skul, nilai-nilainya bagus, dan ngambil kelas-kelas unggulan. Dari sisi pandang dia; marijuana kalau dibikin illegal malah ngebantu jalannya black market. Sementara kalau dibikin legal, justru ngebantu free market alias pasar yang legal. Buat yang kurang mudeng ama ini, silahkan banyak-banyak nonton acara ekonomi.

Selain marijuana, temen gw juga nganggep bahwa orang harusnya boleh minum di usia yang lebih muda. Karena kalau di Amerika ini, di usia 18 tahun lo uda bisa kena drafting, alias ditarik ke medan perang, alias disuruh bunuhin anak-anak israel, palestina, dan iran. Menurut dia, ga wajar orang uda disuruh mati ato ngebunuh sebelum dibolehin minum. Selain itu kalau di Inggris, Jerman, dan negara eropa lainnya, anak-anak sudah minum-minum kalau ada acara keluarga. Temen gw ini pindahan dari Inggris, jadi mungkin dia keki disini mendadak ga bisa minum alkohol. Gw bisa ngerti sih. Bayangin aja kayak kita mendadak ga boleh makan nasi sampe usia kita 21 tahun. Mampus lo.

Soal ngerokok juga dia ngerasa anak-anak di bawah 18 tahun dibolehin aja ngerokok. Toh ada ataupun ga ada aturan itu, orang-orang masih ngelanggar. Untuk yang ini gw setuju banget. Ngaku aja deh lo-lo pada yang baca ketikan ini. Gw hampir yakin lo mulainya saat di bawah usia 18 tahun.

CONCLUSION~! *finally*


Gw setuju abis ama temen gw. Aturan itu sebenernya ga perlu kalau masyarakatnya punya common sense. Kenapa marijuana itu illegal? Karena marijuana itu sifatnya depressant dan kalau dipake di saat ekonomi lagi buruk gini yang ada cuma bikin orang ga produktif.

Kenapa anak-anak di bawah 21 tahun di Amerika dilarang ngerokok? Karena banyak di antara mereka ga punya common sense bahwa kalau lo lagi mabok, lo SANGAT SANGAT SANGAT GAK BOLEH nyetir! Di Inggris, Jerman, dan kebanyakan negara eropa lainnya, orang sangat bertanggung jawab kalau mabok. Bayangin, lagi mabok aja bertanggung jawab. Mereka ga nyetir. Sebenernya tanggung jawab sebagai orang mabok itu gampang; jangan nyetir dan jangan merkosa. Simpel. Soalnya kalau lo ngumpat-ngumpat orang uda maklum.

Kenapa juga lo ga boleh ngerokok di bawah umur 18 tahun? Karena kalau di bawah umur 18 tahun anak-anak tuh biasanya masih ngehe bin brengsek. Kalau ngerokok di mana-mana. Di tempat umum. Asepnya bisa kena semua orang. Biasanya masih lom bertanggung jawab. Gw ga bilang ga ada orang di atas 18 tahun yang belom bertanggung jawab, tp biasanya mereka uda lebih ngerti kalau ada orang lain yang masih kepengen idup dan ga pengen jadi perokok pasif. Masih ada orang dengan asma akut.

Kenapa ga boleh nyontek? Karena lo dalam hidup harus usaha!

Kenapa ga boleh bolos sekolah? Karena nyari uang ga gampang!

Kenapa ga boleh ini, kenapa ga boleh itu? Use common sense!

Kenapa di IH dilarang SARA? Kenapa dilarang pornografi? Sejujurnya kadang gw heran kenapa itu masih ada di barisan aturan IH. Karena itu common sense. Seharusnya orang langsung mengerti begitu ada tulisan "Forum ini memiliki rating PG-13".

Dan sejujurnya gw ngerasa aturan makin kesini makin banyak. Apakah orang makin kesini makin kehilangan common sense alias terjerumus ke dalam aliran imbisilisme (no, this word doesn't exist)? Apakah "I Live By My Own Rules" semakin populer...when in reality, there are no rules?

Yeah intinya, buat gw, sebenernya aturan itu ga perlu ada. Aturan itu ada karena kita imbisil. Jadi buat yang ngeluhin aturan-aturan, refleksi dulu ke diri kita apakah kita sudah cukup pake common sense. ;)

...KECUALI kalau yang bikin aturannya adalah mahkluk sejenis Roy Suryo. Gunakan common sense, apakah aturannya make sense? :3 Untuk mengevaluasi aturan juga harus pake common sense :D

Bagi lo, kenapa sih ada aturan? Perlu ga sih?
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Leivatinn Fafner
Member Avatar
Leivatinn.
Menurut saya, aturan itu perlu :3 buat apa? Tentu buat memberitahu orang-orang tentang batasan-batasan apa saja yang diterapkan di suatu lingkungan. Apa yang boleh, dan apa yang tidak. Meskipun saya anak IPA gagal, tetep pernah belajar IPS dong ya. Seseorang itu mengenal nilai-nilai yang berlaku melalui sosialisasi kan. Dan tidak semua orang bisa mendapat sosialisasi yang sama. Peraturan yang ada dan diterapkan bisa membantu si orang tersebut untuk mengenal nilai-nilai yang berlaku, sehingga dia setidaknya bisa tahu apa batasan-batasan untuk dirinya.

Ga semua orang punya orang lain buat ngasih tahu mana yang bener mana yang enggak, rite? Aturan--terutama yang tertulis membuat yang gak tahu jadi tahu. Yang gak ngerti jadi ngerti. Kenapa gak boleh ngerokok? Karena aturannya udah gitu! Tapi pasti ada alesan lain kan, karena aturan bukan dibuat seenaknya. Karena rokok itu mengandung zat-zat berbahaya, kalau orang tersebut berinisiatif cari tahu lebih banyak. Meskipun kalau orang itu gak cari tahu lebih banyak, setidaknya toh dia tahu bahwa merokok itu dilarang.

Kalau ga dibuat aturan, mana tahu kalau merokok itu dilarang? Ga semua orang tahu hal-hal macem rokok mengandung nikotin yang dapat membahayakan blablabla, dan kalau itu ga dibuat aturan, apa mereka akan berusaha mencari tahu? Ga jamin kan. Oke, pelaksanaan memang tergantung kesadaran dari masing-masing individu. Kesadaran untuk patuh, sekedar 'ngeh' atau bahkan ga peduli sama sekali. Tapi, kalau aturan itu bahkan ga ada, bagaimana kita bisa mengharapkan ada individu-individu yang 'lurus di jalan yang benar'? Lah, orang ga ada larangan juga, semua bisa dibenarkan kan?
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Galvasuma
Member Avatar
— Call me TamTam —
Singkat saja,

menurut saiia ada tidaknya sebuah aturan itu 'relatif'... Boleh tidaknya marijuana di legalkan itu 'relatif', boleh tidaknya anak under 18 rokok-merokok itu juga 'relatif'. Di era sekarang ini apa-apa 'relatif', IMO. Pinternya orang sekarang itu juga 'relatif'. Pinter apa dulu nih? Pinter nyopet? Pinter pelajaran? Bahkan, ilmu-ilmu pasti macem IPA juga bisa jadi ikutan relatif. Siapa tahu aja ada kesalahan tabel periodik Kimia dan ada orang pinter di masa depan yang ngerubah susunannya. Nah, yang 'pasti' jadi ikutan 'relatif' itu.

Jadi intinya, peraturan perlu ato kaga, untuk dilanggar ato kaga--semua relatif. Peraturan apa dulu? Situasi dan kondisinya mendukung kaga buat mematuhi peraturan itu?

*itung dari atas ampe bawah ada berapa kata 'relatif'*
Banyak! =)) =))
*kabur*
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Chaos Asura
Member Avatar
Calm like a buddha
Quote:
 
Gw setuju abis ama temen gw. Aturan itu sebenernya ga perlu kalau masyarakatnya punya common sense...


Nah itu dia masalahnya disana. terkadang ada orang yang udah sadar diri tanpa lihat aturan tentang apa yang boleh dilakukan dan ada yang tidak boleh dilakukan. Dan kadang juga ada yang tidak. Mungkin dari situ bisa dinilai kedewasaannya. Orang itu ada yang umur sudah dewasa tapi masih kekanak-kanakan—atau sebaliknya, dewasa sebelum saatnya. Makannya, pada satu sisi aturan itu perlu ada sebagai bahan bacaan siapa tahu diprint gitu. Nah, maka dari itu aturan yang dibuat untuk menyingkirkan variabel sifat manusia—yang notabene irasional—karena tiap orang pemikirannya beda—supaya tidak berpengaruh dalam keadaan lingkungan sosialnya. Disebut imbisil? boleh juga. Toh kadang ada kambing aturan yang nurut begitu saja tanpa tahu alasan kenapa aturan itu ada—atau malah sebaliknya, ada yang bahkan tak tahu keberadaan suatu aturan tapi dia tahu kalau suatu hal itu tabu dilakukan dalam keadaan apa, dimana, sama siapa.

Quote:
 
Kenapa di IH dilarang SARA? Kenapa dilarang pornografi? Sejujurnya kadang gw heran kenapa itu masih ada di barisan aturan IH. Karena itu common sense. Seharusnya orang langsung mengerti begitu ada tulisan "Forum ini memiliki rating PG-13".


Intinya, buat saya aturan itu perlu ada sekali lagi, buat bahan bacaan. Buat mengingatkan pada yang lupa—khilaf, atau bahkan gak tahu sama sekali. Seperti hal diatas, apa aja memangnya yang cuma boleh dilakukan dengan bimbingan orang tua plus umur 13 tahun itu? toh beberapa orang yang umurnya baru 12 tahun aja udah bisa melewati yang pemikirannya 31 tahun—juga sebaliknya. Jadi kata seharusnya itu menunjukan keadaan ideal dimana akal sehat berlaku kan? sayangnya, sekarang zaman sudah masuk zaman jahiliah. Keadaan ideal itu susah tercapainya kalau macam-macam orang punya idealisme berbeda, makannya dibuat aturan sedemikian rupa. Toh gak rugi juga sebenernya buat yang akal sehatnya jalan kan, aturan ada cuman buat membantu yang kurang beruntung nasibnya dilahirkan imbisil supaya bisa tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.

Spoiler: click to toggle
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Pirli Gelow
Member Avatar
-Always gelow-
Aturan ada buat mengantisipasi perilaku manusia yg terkadang nafsunya sering melebihi akalnya. Tapi kalo aturan yg terlalu lebai en kesannya terlalu perfeksionis, gw ga suka. Itu aja sih.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Guest
Unregistered

Quote:
 
Kenapa gak boleh ngerokok? Karena aturannya udah gitu! Tapi pasti ada alesan lain kan, karena aturan bukan dibuat seenaknya. Karena rokok itu mengandung zat-zat berbahaya, kalau orang tersebut berinisiatif cari tahu lebih banyak. Meskipun kalau orang itu gak cari tahu lebih banyak, setidaknya toh dia tahu bahwa merokok itu dilarang.


Kalau begini, apakah harus ada aturan yang melarang bunuh diri? Menurut gw, rokok itu boleh-boleh aja. Asal mereka tahu diri dan ngajak orang lain mati bareng mereka. Kalau mereka mau mati, sok. Seperti kata om Darwin si pawang monyet; survival of the fittest. Kalau mau hidup lebih lama, ya ga usa ngerokok sama sekali. Atau ngerokok pas uda tua aja, jangan pas di bawah 18 tahun. Common sense! :D Tapi yah opini juga sih.

Quote:
 
Toh gak rugi juga sebenernya buat yang akal sehatnya jalan kan, aturan ada cuman buat membantu yang kurang beruntung nasibnya dilahirkan imbisil supaya bisa tahu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.


Nah, tapi ngerasa ga sih makin kesini aturan makin banyak? Mulai dari yang written mpe yang ga written, makin banyak. Apakah ini artinya semakin banyak orang yang dilahirkan imbisil? :P Haha

Quote:
 
Tapi kalo aturan yg terlalu lebai en kesannya terlalu perfeksionis, gw ga suka.


Itu rada 'vague' ga sih? XD;; Emang aturan yang terlalu lebai en kesannya terlalu perfeksionis itu apa? :3
Quote Post Goto Top
 
dark
Member Avatar
de los santos
*peluk Kirana*
Saya lagi pengen debat yang berat-berat. Cocok. >:D<

Quote:
 
Ngaku aja deh lo-lo pada yang baca ketikan ini. Gw hampir yakin lo mulainya saat di bawah usia 18 tahun.


Yak. Benar sekali. Kira-kira usia sebelas. Pas kelas satu esempe gitu.

Quote:
 
Gw setuju abis ama temen gw. Aturan itu sebenernya ga perlu kalau masyarakatnya punya common sense.


Quote:
 
Kenapa juga lo ga boleh ngerokok di bawah umur 18 tahun? Karena kalau di bawah umur 18 tahun anak-anak tuh biasanya masih ngehe bin brengsek. Kalau ngerokok di mana-mana. Di tempat umum. Asepnya bisa kena semua orang.

Mungkin lebih tepat kalo disebut 'kalau individunya punya common sense'. Karena yang saya khawatirkan, masyarakat yang sudah mulai membusuk ini tidak lagi mengerti arti dari common sense. Walau begitu, saya percaya pepatah luar 'There is good people.' Masih ada orang waras. Masih ada orang yang tahu batasan. Bekal idup di masayarakat. Tapi saya nggak muna, saya bukan termasup dalam lingkaran 'good people' itu, sih. Tapi setidaknya, saya tahu diri ketika mulai mengepulkan asap rokok. Saya nggak pernah tuh, ngerokok di tempat umum. Noes. Saya yang cari mati dengan cara ngerokok, ngapain kudu ngajakin orang lain segala? Berarti secara tidak langsung, saya berusaha membunuh orang lain dengan asap rokok saya, no? Have I got the common sense? Bukan. Itu hanya hasil dari pemikiran egois saya selama ini, kok.

Quote:
 
Karena banyak di antara mereka ga punya common sense bahwa kalau lo lagi mabok, lo SANGAT SANGAT SANGAT GAK BOLEH nyetir!

Buat para pengguna jalan protokol Slamet Riyadi tadi malem, saya minta maaf. Dua botol bir tidak menghalangi saya untuk nyetir obil abal apipi (mobil abal APV) yang gedenya kek tronton. Soalnya temen saya gak ada yang bisa nyetir. Malahan, mereka semua dengan santainya tidur di jok belakang. Temen sebelah saya melek sih, tapi asoy ber3G ria sama cowonya.
*sungkem*

Oh, dan bir paling banter alkoholnya cuma 3% jadi yaaahh.. nyantailah kiteee... =)) *disabet*

Quote:
 
Kenapa ga boleh nyontek? Karena lo dalam hidup harus usaha!

Check! Menyontek, adalah hal yang saya benci. Hidup harus usaha, bro. Karena hidup itu nggak gampang. Hidup itu bukan cerita dongeng yang semuanya kudu enak. Apa yang kamu tabur, itu yang kamu dapat. Menabur angin? Menuai badai, kalau begitu.

Quote:
 
Kenapa ga boleh bolos sekolah? Karena nyari uang ga gampang!

For Milord Sake! INI PERNYATAAN BENER BANGET. Saya bener-bener gemes ngeliatin anak jaman sekarang yang demen banget sama yang namanya bolos. Hell. Emangnya mereka nggak ngerti emak-babahnya susah cari duit kek gimana, heh?! Emangnya mereka sejenius apa sih, sampe bisa-bisanya ninggalin pelajaran cuman buat seneng-seneng dan ngehambur-hamburin duit ortu? Saya bener-bener tersiksa pengen nampol anak-anak sma dan smp yang doyan main ke distro tempat kerja saya. Jam sepuluh pagi pada hari kerja. HARI SENEN MABRUH! WTH. ==a
Seumur-umur, saya gak pernah bolos, fyi. Ortu tau kalo saya sakit aja tetep disuruh masuk sekul. Kalo nggak kuat, baru boleh balik. Padahal dulu saya naiknya sepeda. Alamat mampus di jalan sebelum bisa nyampe rumah. =))

Quote:
 
Kenapa di IH dilarang SARA? Kenapa dilarang pornografi? Sejujurnya kadang gw heran kenapa itu masih ada di barisan aturan IH. Karena itu common sense. Seharusnya orang langsung mengerti begitu ada tulisan "Forum ini memiliki rating PG-13".

Karena masih ada manusia-manusia yang lalai akan kewajiban membaca peraturan forum. Seperti yang sudah saya singgung. Ini masalah individu, bukan masyarakat.

Kesimpulan akhirnya:
Saya emang suka melanggar aturan sih, ya. But I'm not offensive rule breaker. Kek status-status individu saya.
1. Mahasiswa. Saya tahu mahasiswa itu kerjanya cuman atu; B E L A J A R. Titik.

2. Anak. Berarti kerjaan saya membuat orang tua bangga secara anak cuman ada satu. Tapi saya juga nggak lupa akan kerjaan saya yang lainnya; minta duit. Hei, mereka kan ortu kita. Jangan sungkan, deh.. (>>sendirinya kadang takut buat minta =w=) Orang tua saya malah marah pas tahu saya freelance. Mereka bilang saya ngeremehin mereka. Well, kerja pas kuliah itu cuman buat pengalaman aja, sih.

3. Pegawai. Yep. Saya ini freelancer. Ada kerjaan, ada duit gaji. This is life. Bekerja untuk mendapatkan apa yang saya inginkan.

Buat saya pribadi, saya ini orangnya nggak pedulian. Sama diri sendiri lebih tepatnya. Tapi ya, saya mikirin orang lain. Karena itu, saya bukan orang yang 'rapi' buat diri sendiri. I do what I want. Karena itu, ketika ada orang yang mengatur saya, saya lebih merasa--bersyukur. Aturan itu harus tetep ada. Kita hidup di dunia nggak sendiri, men. Ada bermacam-macam orang dengan jalan pikiran yang nggak bisa selalu sama. Peraturan menurut saya buat ngenyamain persepsi aja, sih. Kita terfokus pada satu titik menurut apa yang baik dan apa yang buruk dari masyarakat mayoritas. Again, inilah hidup. Tapi jangan berharap terlalu banyak kalo saya bakal ngikutin aturan yak.. =))

Saya pernah berdebat sama Tora tentang emansipasi wanita pas hari Kartini. Lebih condong ke omongan politik sih, sebenernya. Tora nggak setuju kalo persentase wakil rakyat cewe kudu diatur di undang-undang. Karena kalo sampe persentase kursi aja diatur undang-undang, berarti emang udah nggak ada respek buat cewe, kan? Harusnya dengan kesadaran sendiri, persentase itu terealisasikan. Well, kalo saya sih, hal itu malah harus tercantum besar-besar. Ada undang-undang aja diremehin, apa lagi nggak ada undang-undang.

Ngomong-ngomong soal aturan, harusnya ada aturan postingan 'Guest'. Tidak berani menunjukkan muka, tapi berani bicara. Yep. Vague.
Edited by dark, Jan 24 2012, 04:28 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
Pirli Gelow
Member Avatar
-Always gelow-
Ehem. Lagi seneng nge-geje-nih.

Datang hanya untuk menjawab pertanyaan si tamu.

Quote:
 
Itu rada 'vague' ga sih? XD;; Emang aturan yang terlalu lebai en kesannya terlalu perfeksionis itu apa? :3


Mmm... Mungkin menurut lw vague karena daritadi yang dibahas aturan yang gede-gede, aturan-aturan yang kecil--yang lebih sering lebai--jadi gak terpikirkan.

Maksutnya tuh gini--contohnya aja dah yah :D . Ini berdasarkan pengalaman saia sebagai pelajar nista di Indonesia yang suka kesel sama peraturan yang lebai n terlalu perfeksionis alias gak penting yang sering dibuat oleh guru-guru. Pernah denger aturan ngejawab soal ulangan gak boleh ada tip-ex kan?? pastinya dong. Nah, itu yang saia maksud. Trus udah gitu nulisnya harus pake pulpen, gak boleh dicoret, gak boleh pake tip-ex, intinya mah gak boleh ada yang salah. Kalo gak nurut ntar nilainya dikurangi lagi. Tsah. Mau pake pensil dulu baru ditebelin pake pulpen gak bakal sempet, soalnya kalo ulangan gitu kan waktunya terbatas. Rese. aduh, maap saia jadi curhat

Padahal kalo dipikir, emangnya kenapa kalo kita nulis salah? Toh, manusia emang gak pernah luput dari kesalahan. Trus kalo ditanya pasti alesannya, jadi kurang rapih, kurang bersih lah, ini lah. Oh come on, buat apa sih mikirin yang kayak gitu. Emang kalo rapih dan bersih dapet keuntungan apa? Cuma enak-diliat doang kan? Padahal akibat aturan lebai bin perfeksionis itu para murid jadi merasa terkekang, mau apa-apa jadi takut salah. Walhasil jawaban yang dihasilkan pun kurang memuaskan--hasutan mencontek makin menjadi.

Euh, gua jadi meracau.

Ya pokoknya aturan seperti itu contohnya. Contoh yang laen masih banyak sih, tapi tangan saia lagi pegel nih. Duh, mendadak laper.. Dadah aja aaah...
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
MenungguJandamu
Member Avatar
LMAO ZEDONG
Quote:
 
Ngomong-ngomong soal aturan, harusnya ada aturan postingan 'Guest'. Tidak berani menunjukkan muka, tapi berani bicara. Yep. Vague


Intermezzo.

Itu gw pake kompi perpustakaan yang gratis terus pas uda login dengan magis-nya keluar lagi. NYAHAHAHAHAHAHAHAHAHA *ketawa canggung gila* Pas uda ngepos, eh malah ke-post sebagai guest. Daripada gw dabel post, gw pantengin aja dulu deh nih tret mpe ada dua-tiga postingan dulu baru ngaku. IHI IHI IHI *ditabok, TS ngaco*

ISWEARIDONTUSECRACKPEEPHIHIHIHIHI

Quote:
 
Karena yang saya khawatirkan, masyarakat yang sudah mulai membusuk ini tidak lagi mengerti arti dari common sense.


Seperti yang uda gw bilang sebelumnya, apakah orang-orang sekarang sudah menjadi semakin imbisil? Dan yang gw lebih heran lagi itu kenapa orang-orang imbisil yang uda tau kalau mereka imbisil ini BANGGA (atau terkesan bangga) bahwa mereka itu imbisil.

Ga sedikit gw ngeliat orang ngerokok di tempat umum dengan pedenya, dengan gaya "oh-i-am-so-cool" (meskipun bener sih dia cool karena bentar lagi badannya dingin alias mokad). Ga sedikit gw ngeliat orang ngongkow-ngongkow sambil minum di pinggir jalan dengan pandangan ngeremehin orang lain yang baik-baik.

Kesannya kalau ngelanggar aturan tuh keren.

Kalau ngelanggar aturan cuma ngetrigger rule breakers, mending ga usah ada sekalian aja. Terus bagaimana dengan orang-orang rese itu? EXTREME POPULATION CONTROL A.K.A. MASSIVE TERMINATION!!! wah bagaimana ya? Akyu gax kepikiyan sampe sitchu. ihi <3

Yah gw sih cuma ngarepin kalau mereka uda tau mereka imbisil, ga usah sok... gimana ya... sok keren. The least you can do is do it secretly and not influence others. Kalau bisa sih ya usaha buat ngeperbaikin. But kayaknya untuk ngarepin sampe kesitu sedikit terlalu ambisius.

Quote:
 
Pernah denger aturan ngejawab soal ulangan gak boleh ada tip-ex kan?? pastinya dong.


Jujur aja engga. xD;;

Aduh gw jadi ngerasa gagal sebagai murid Indonesia. Gw kehilangan banyak pengalaman sebagai pelajar kebanyakan di Indonesia. Seumur-umur, baru kali ini gw masuk sekolah negri, itupun di Amerika. "OTL

Quote:
 
Padahal kalo dipikir, emangnya kenapa kalo kita nulis salah? Toh, manusia emang gak pernah luput dari kesalahan. Trus kalo ditanya pasti alesannya, jadi kurang rapih, kurang bersih lah, ini lah. Oh come on, buat apa sih mikirin yang kayak gitu. Emang kalo rapih dan bersih dapet keuntungan apa? Cuma enak-diliat doang kan? Padahal akibat aturan lebai bin perfeksionis itu para murid jadi merasa terkekang, mau apa-apa jadi takut salah. Walhasil jawaban yang dihasilkan pun kurang memuaskan--hasutan mencontek makin menjadi.


Di sisi lain... mungkin maksudnya supaya kita jadi lebih memikirkan dengan baik apa yang mau kita tuliskan. Think before you act. Think before you speak. Seperti kata-kata, yang sudah keluar kan ga bisa dimasukin lagi.


Offline Profile Quote Post Goto Top
 
dark
Member Avatar
de los santos
*takol kirana*
You used crack peep=))

Asem. Saya kira ntu postingan berasal dari guest penakut yang tidak berani menyebarkan identitas dunia mayanya. Bwahahahah.. Yuk ah, bek to topik. :D

@Prili:
Mungkin kerena kamu belum terbiasa aja, kali ya.. Soalnya pas jaman esde saya, udah disuruh kek gitu. Jadi, kalo salah, cuman dicoret, dan itupun hanya satu garis. Pembetulan dikasi disebelahnya. Nggak ribet kok, kalo udah kebiasaan. Beneran. Sampe sekarang saya aja nggak punya stipo aka tip-ex. =))

Quote:
 
Kesannya kalau ngelanggar aturan tuh keren.

Weks-- bukannya emang keren? =)) *dihajar*
Coba aja cek di buku HP. Bukannya Heri sering banget ngelanggar aturan, dan akhirnya malah berujung baik? Hahahah..

Quote:
 
The least you can do is do it secretly and not influence others.

I am. Saya gak pernah mau nunjukin ke orang lain kalo saya ntu ngerokok dan apalah kebiasaan buruk lainnya. Saya juga lebih sering ngelarang orang buat ngejauhin hal-hal buruk, meski saya sendiri ngelakuin hal buruk itu. -->nggak pantes ditiru, yak.. :))
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
ZetaBoards - Free Forum Hosting
Create a free forum in seconds.
Learn More · Sign-up Now
Go to Next Page
« Previous Topic · General Talk · Next Topic »
Add Reply
  • Pages:
  • 1

Theme created by Lokyr of the ZetaBoard Theme Zone.