Welcome Guest [Log In] [Register]

Forum Affiliates

VongolaIndo Gotei13 The Scribble Writer Indonaruto Volens Astrum Indo Salem Logo Aria Academy Andorria Kingdom
Welcome to Coffeehouse. We hope you enjoy your visit.


You're currently viewing our forum as a guest. This means you are limited to certain areas of the board and there are some features you can't use. If you join our community, you'll be able to access member-only sections, and use many member-only features such as customizing your profile, sending personal messages, and voting in polls. Registration is simple, fast, and completely free.


Join our community!


If you're already a member please log in to your account to access all of our features:

Username:   Password:
Add Reply
Dialog Antarchara; via RoleChat
Topic Started: Apr 15 2009, 10:10 AM (1,271 Views)
Toki
Member Avatar
—Time: The Pride Victor
OoC: Kalau salah tempat, dipindah aja


Dialog antara Laverne-Chevalier


Chevalier D. Janette: "Hei, Laverne. Nampak dingin seperti biasa, eh?"

Laverne Zeev: "Haha, tak penting membicarakan itu." *wajah tetap datar* "Bagaimana kabarmu?"

Chevalier D. Janette: "Hmh. Cool, mate."
Chevalier D. Janette: *membenahi jas yang sedikit lecek di bagian depan*
Chevalier D. Janette: "Jadi, Elle bilang kau ingin bertemu denganku. Ada apa?"

Laverne Zeev: "Duduk dulu, Chevalier. Ini akan memakan waktu lama." *tersenyum tipis, menunjuk kursi di depannya dengan pandangan datar*

Chevalier D. Janette: *duduk seperti apa yang diminta Laverne dengan segera, memandang Laverne dengan tatapan menunggu*

Laverne Zeev: "Kau tahu, aku tidak punya siapa-siapa lagi bahkan koneksi untuk mencari beberapa data yang kubutuhkan."
Laverne Zeev: "Aku ingin meminta tolong kepadamu." *diam sebentar, wajahnya aneh saat mengucapkan kata tolong*
Laverne Zeev: "Joana Leandro. Carikan informasi tentangnya."
Laverne Zeev: *mendorong cangkir teh ke arah Chevalier*
Laverne Zeev: "Minumlah selagi kau berpikir."

Chevalier D. Janette: *alis terangkat, sementara wajahnya serius ketika mendengarkan Laverne*
Chevalier D. Janette: "So..." *mengambil dan meminum seteguk teh yang telah dipersilakan oleh Laverne padanya*
Chevalier D. Janette: "Seorang Laverne Zeev meminta tolong kepadaku... ya?"
Chevalier D. Janette: *memandang Laverne dengan tatapan datar, mulut cangkir masih dekat pada bibirnya, kembali meminum teh barang seteguk*
Chevalier D. Janette: "Joana Leandro kau bilang, eh? Kau sebenarnya memiliki koneksi yang lebih dariku, Laverne. Auror, hm?"

Laverne Zeev: "Calon, Chev. Perjalanan masih panjang dan jujur saja, aku.. pesimis." *menarik nafas berat*
Laverne Zeev: "Kalau kau tidak ingin membantu, bukan masalah bagiku."
Laverne Zeev: *nadanya terdengar dingin*

Chevalier D. Janette: "Wah, sori. Aku lupa bahwa kau hanya setahun lebih tua dariku."
Chevalier D. Janette: *tersenyum timpang agak mengejek sambil meletakkan cangkir tehnya kembali ke atas meja*
Chevalier D. Janette: "Memutuskan seenaknya kau, Laverne. Kau dengar aku memberikan kalimat bernada menolak?"
Chevalier D. Janette: *sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan*
Chevalier D. Janette: "Selalu ada pertukaran."
Chevalier D. Janette: *memberikan tatapan kau tahu apa maksudku kepada pemuda dihadapannya*

Laverne Zeev: *tertawa dingin* "Selalu ada pertukaran. Yeah, siapapun tahu itu." *senyum*
Laverne Zeev: "Kau mau aku menukarnya dengan apa?"

Chevalier D. Janette: "Bersandar dengan santai kembali pada kursinya, memberikan tawa kecil yang ringan namun juga tak kalah dingin*
Chevalier D. Janette: "Tak ada untuk saat ini."
Chevalier D. Janette: "Jadi langsung saja, ada petunjuk mengenai dia? Atau tidak sama sekali? Terakhir kali kau melihatnya, ada yang mengganjal?"
Chevalier D. Janette: "Damn, yeah, aku seperti detektif, Lave."

Laverne Zeev: "You did." *menyeringai tipis*
Laverne Zeev: "Seperti yang kau baca di Daily Prophet.."
Laverne Zeev: "...dia dikabarkan menghilang."
Laverne Zeev: "Aku hanya ingin kau mencari tahu mengenai latar belakang keluarga Leandro."
Laverne Zeev: "Ah ya.. dan Keluarga Oakenshield."

Chevalier D. Janette: *tersenyum timpang lagi*
Chevalier D. Janette: "Menghilang, rite. Semoga saja bukan sengaja hilang."
Chevalier D. Janette: "Keluarganya, huh? Tentunya kau tak tahu darimana mereka berasal jika kau memintaku untuk menyelidiki... ya? Cukup sulit."
Chevalier D. Janette: *menatap ke arah pajangan di dinding, berpikir, lalu agak cepat melanjutkan kalimatnya* "Kuusahakan."

Laverne Zeev: "Aku tahu, Chevalier. Keduanya dari Italia." *memotong dengan tampang bete minta ditimpuk setrika*

Chevalier D. Janette: "Dan soal Oakenshield... keluarga yang mengurusmu setelah Joana menghilang?
Chevalier D. Janette: "Tapi bukankah seharusnya kau dulu bertanya kepada si siapa itu--Fenrir?--berhubung dia juga di Hogwarts.
Chevalier D. Janette: "Oh, aku tahu, sori. Kau terlalu berharga diri tinggi untuk bertanya-tanya, rite?"

Laverne Zeev: "Tutup mulut besarmu, bisa? Keduanya dari Italia dan jujur saja, susah bagiku untuk mencari waktu demi menggali informasi tentang mereka."
Laverne Zeev: "Jangan tanya untuk apa."
Laverne Zeev: "Bukan urusanmu." *senyum tipis*

Chevalier D. Janette: "Bukan urusanku, betul sekali. Sayangnya kau telah mengucapkan kata tolong kepadaku, Laverne."
Chevalier D. Janette: *mendengus mengejek*
Chevalier D. Janette: "By the way, mulutku tidak besar, pal. Katakan saja ini seksi, barangkali?"
Chevalier D. Janette: *wajah datar, minum tehnya lagi sampai habis*
Chevalier D. Janette: "Italia... kupastikan aku akan kesana dua-tiga hari lagi. Kebetulan aku juga ada urusan."
Chevalier D. Janette: *sebetulnya agak bertanya-tanya mengapa Oakenshield berasal dari Italia karena namanya tak mencerminkan nama penduduk Italia*
Chevalier D. Janette: "Berarti, selama sisa musim panas ini setidaknya kau harus menjaga Elle. Jangan berharem ria terus dengan wanita-wanitamu."

Laverne Zeev: *rolleyes, mendengus malas mendengar sepupunya bergumam soal 'bibir-seksi'*
Laverne Zeev: "Aku tidak mengerti maksudmu soal.. wanita?" *menyeringai tipis*
Laverne Zeev: "Lakukan saja apa yang kuminta. Elle aman bersamaku."
Laverne Zeev: *berasa jadi penculik*

Chevalier D. Janette: "Meh... Ayolah Laverne, masa harus kujabarkan panjang lebar apa itu wanita? Bodoh kalau kau tak melihat sekitarmu."
Chevalier D. Janette: "Well, tentu saja. Aku akan melakukan seperti apa yang telah kau minta."
Chevalier D. Janette: *membersihkan jasnya di bagian bahu sekilas*
Chevalier D. Janette: "Lalu berhubung kita sudah bertemu, bagaimana soal pelatihanmu itu? Di Kementrian, maksudku."

Laverne Zeev: "Ditunda setahun." *wajahnya agak merah*

Chevalier D. Janette: "Heh?" *mengangkat alis, memberikan raut wajah seakan dia takut salah mendengar*

Laverne Zeev: "..biaya." *memandang ke arah lain, bersikap seakan-akan sedang bicara soal cuaca*

Chevalier D. Janette: "...Oh."
Chevalier D. Janette: *jeda lima detik*
Chevalier D. Janette: "Kalau begitu apa yang kau lakukan selama ini, hm?
Chevalier D. Janette: "Kalau kau mengatakan kau tengah berkerja di suatu tempat, aku tak akan menawarkan soal biaya untuk pelatihan kepadamu." *berucap lugas, tak memberikan pandangan kasihan atau apapun lainnya, hanya duduk sambil menyilangkan kaki*
Chevalier D. Janette: "Kecuali jika kau tak kerja dan terlalu berharga diri untuk meraih kesempatanmu--menerima tawaranku--untuk menjadi anak buah Kementrian."

Laverne Zeev: *tertawa dingin* "..tentu saja aku kerja, Sepupu. Bengkel Bobby Carlton, St. Ely, kalau kau ingin sekedar memberi rezeki lebih kepadaku."
Laverne Zeev: "Dan.. anak buah kementrian?"
Laverne Zeev: "Sori, aku lebih senang berusaha dengan keringatku sendiri." *senyum lagi*

Chevalier D. Janette: "Okelah kalau begitu, Lave." *mendengus agak panjang, santai*
Chevalier D. Janette: "Wait. Kau akan membawa Elle ke bengkel itu, kan? Lingkungannya bagaimana? Aman? Oh ya, kau harus membawa Elle. Lupa bilang kalau orang tua kami pergi ke Bangladesh."

Laverne Zeev: *rolleyes* "Oke. Tak masalah."
Laverne Zeev: "Jadi.. kesepakatan beres, Sepupu?" *mengulurkan tangan, mengajak berjabat*

Chevalier D. Janette: *menjabat tangan Lave*
Chevalier D. Janette: "Deal. Ok."
Chevalier D. Janette: "Selanjutnya aku akan memberimu kabar jika sudah menemukan petunjuk lain. Dan besok aku akan membawa Elle kepadamu. Jangan bilang aku akan kemana, though."

Laverne Zeev: "Keep my words." *senyum dingin*

Chevalier D. Janette: *mengangguk kecil, berdiri* "Taking my leave, then. See you tomorrow?" *melangkah pergi begitu saja*

Laverne Zeev: *tidak membalas, hanya anggukan kecil, kembali bersandar ke kursi, menikmati pemandangan orang2 yg berlalu lalang di depannya*



End of day one



Dialog antara Laverne-Chevalier-Marion

Marion E. Janette: "Laverne!"
Marion E. Janette: *berlari kecil saat memasuki kafe, menuju Lave. Ingin memeluk, namun teringat omongan Lave musim panas lalu*
Marion E. Janette: "Laverne... apa kabar?"

Chevalier D. Janette: "Hei, hei. Elle, jangan berlari begitu."
Chevalier D. Janette: *mengikuti Elle dari belakang*
Chevalier D. Janette: "Siang, Laverne."

Laverne Zeev: "Siang, Elle. Siang, Chev." *senyum lagi, berdiri tegak, mendorong kursi buat Elle duduk*
Laverne Zeev: "Apa kau ingin kugeserkan kursi juga, Chevy?"

Chevalier D. Janette: "You're so mean." *menggeser kursi sendiri dengan tampang agak protes*
Chevalier D. Janette: "Jangan panggil aku begitu, Lavy."

Marion E. Janette: *tertawa kecil, duduk di kursi yang telah digeserkan oleh Laverne*
Marion E. Janette: "Boleh aku memanggil kalian dengan nama-nama itu?"

Laverne Zeev: *memandang Chevalier dengan tatapan datar* "Panggil dia Chevy, tapi jangan panggil aku Lavy, Elle."

Chevalier D. Janette: *mendengus tajam*
Chevalier D. Janette: "Oke deh, Zeevy... terserah apapun yang kau katakan. Pesan minum, Elle?"

Marion E. Janette: *tertawa kecil lagi, kemudian mengangguk pada Chev*
Marion E. Janette: "Oh, Laverne, kau sudah pesan sesuatu?"

Laverne Zeev: "Tidak perlu." *senyum, menutupi kenyataan bahwa duit bulan ini menipis*
Laverne Zeev: "Langsung saja, Elle. Mau pergi denganku? Chevalier akan pergi hari ini, bukan?"

Marion E. Janette: "Oh--oh, ya. Chevalier bilang dia mau pergi. Ke rumah teman, Chev?"
Marion E. Janette: *memandang Chev agak curiga*
Marion E. Janette: "Aku ikut. Chev bilang kalau aku akan bersamamu sepanjang musim panas ini, betul Laverne?"
Marion E. Janette: *senyum senang*

Chevalier D. Janette: *memanggil pelayan, memesan tiga cangkir teh dingin. Kembali menatap mereka berdua*
Chevalier D. Janette: "Seperti itulah, Elle. Apa-apaan tatapanmu itu, hm?" *balas menatap Elle*
Chevalier D. Janette: "Setidaknya kau akan nyaman dengan Laverne. Dibanding Sidney jelek itu."

Laverne Zeev: "Yap, Elle. Bersamaku dan Jesse."
Laverne Zeev: *mengangkat alis*
Laverne Zeev: "Sidney who?"

Chevalier D. Janette: Lagi-lagi wanita. Dan kau bilang kau tak mengerti apa maksudku kemarin, Laverne? Pembual.
Chevalier D. Janette: "Sepupu kami. Wah, aku akan memasukkannya lagi ke St. Mungo kalau dia berani menyentuh Elle. Dulu Elle pernah jatuh ke daerah karang laut yang dekat dengan rumah, itu gara-gara dia."
Chevalier D. Janette: *pelayan datang dan meletakkan tiga cangkir teh dingin di depan masing-masing tamunya*
Chevalier D. Janette: "Kau juga, Elle. Terlalu penurut. Sudah tahu dia hanya iseng padamu ketika menyuruh mengabilkan mainan di sekitar sana tapi kau malah bersedia begitu saja."

Marion E. Janette: *Elle hanya menampakkan raut wajah memerah*

Laverne Zeev: *tertawa* "Tidak akan ada yang menyuruhmu disana, Elle."
Laverne Zeev: *melirik cangkir teh* "Memang aku pesan? Dan kau berangkat kapan, Chev?"

Chevalier D. Janette: "Hari ini, sore nanti. Dan kalau kau tak mau minum itu, mubazir nanti."

Marion E. Janette: "Laverne, siapa itu Jesse?"
Marion E. Janette: *bertanya seraya menarik cangkirnya*

Laverne Zeev: "Aku sudah bilang, aku tidak haus." *menggeser cangkir teh dari hadapannya*
Laverne Zeev: "Jesse... temanku, Elle. Kau akan menyukainya, aku yakin."
Laverne Zeev: "..dan ada paman-paman lucu di sana. Bobby Carlton, mungkin dia bisa mengajarimu mengetuk mobil dengan palu."
Laverne Zeev: *melirik Chev*
Laverne Zeev: "Bercanda." *masih dengan suara datar*

Marion E. Janette: "Aku ingin bertemu dengan Jesse, kalau begitu. Paman lucu yang akan mengajariku memalu...? Seperti apa dia?"
Marion E. Janette: *tertawa kecil setelah selesai menyesap tehnya*

Chevalier D. Janette: *mengangkat alis ketika cangkir Lave digeser oleh Laverne sendiri*
Chevalier D. Janette: "Mubazir---hoi, jika nanti Elle jadi memiliki hobi memalu mobil, kau yang harus disalahkan."
Chevalier D. Janette: "Hmm, soal si Jesse itu, kukira dia pacarmu."

Laverne Zeev: "Pacar, haha." *bukannya menyangkal atau membenarkan, dia justru tertawa samar*
Laverne Zeev: "Yes, Elle? Bobby? Yeah, dia tak lebih tampan dariku. Haha."

Chevalier D. Janette: *mendengus keras ketika mendengar kata tak lebih tampan*
Chevalier D. Janette: "Yeah, pria tua jika disandingkan denganmu tentu kau yang menang, Laverne. Kau lebih muda, lebih bertenaga, lebih dilirik wanita."
Chevalier D. Janette: "Tapi aku masih lebih keren, kok. Ya kan, Elle?"
Chevalier D. Janette: *memberikan tatapan tajam pada Elle*

Marion E. Janette: *hanya tersenyum agak meringis, tak tahu mau merespon mereka berdua bagaimana*
Marion E. Janette: "Erm... Laverne, apa nanti kita bisa jalan-jalan? Di daerah sekitar tempatmu tinggal saja."
Marion E. Janette: *berusaha mengubah topik*

Laverne Zeev: "Jangan, Elle. Bahaya. Itu kawasan Muggle." *memberikan senyum kau-tahu-apa-maksudku, merendahkan suaranya*
Laverne Zeev: "Lagipula Jesse pasti akan menjamumu dengan baik di rumahnya."
Laverne Zeev: "..atau kau bisa melihatku bekerja, membanting tulang, memeras keringat." *merasa bego dengar kata-katanya sendiri*

Marion E. Janette: "Oh? Baiklah kalau begitu."
Marion E. Janette: "Umm, aku akan melihatmu berkerja saja kalau begitu, selama kehadiranku saat kau berkerja tak malah menjadi masalah."
Marion E. Janette: *tersenyum manis*

Chevalier D. Janette: "Oh, Laverne," *menatap keluar jendela, matahari sudah mulai bergeser turun*
Chevalier D. Janette: "Kau urus Elle sekarang, oke? Sedah waktunya untukku kembali dan membereskan semuanya. Elle, jangan ceroboh."
Chevalier D. Janette: *langsung berdiri, membungkuk untuk mencium adiknya di pipi, mengangguk pada Laverne*
Chevalier D. Janette: "Pertemuan singkat, tapi cukup. Kalau kau rindu padaku, jangan lupa untuk mengirimiku surat, Lave." *tertawa kecil*

Laverne Zeev: "Kau yang akan mengirimiku surat terlebih dahulu, Chevy. Kau tahu itu." *tersenyum tapi matanya mengisyaratkan soal 'data-data'*
Laverne Zeev: "Well, ayo pergi, Elle. Kita ke St. Ely. Pernah ber-Apparate, kan?"

Chevalier D. Janette: *mendengus*
Chevalier D. Janette: "Bye, kalau begitu." *keluar dari kafe untuk pergi ke Gringotts lebih dulu*

Marion E. Janette: "Baiklah, Chev. Sampai jumpa."
Marion E. Janette: *menoleh pada Laverne, memberi anggukan kecil padanya*
Marion E. Janette: "Pernah, tentu saja. Tapi sedikit tak menyenangkan ya, rasanya."

Laverne Zeev: *tersenyum, menggandeng tangan Elle, keluar menuju tempat sepi.* "Jangan pejamkan matamu kalau begitu."
Laverne Zeev: TAR!



End of day two
Edited by Toki, Apr 15 2009, 06:17 PM.
Offline Profile Quote Post Goto Top
 
1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
« Previous Topic · Plot Discussion · Next Topic »
Add Reply

Theme created by Lokyr of the ZetaBoard Theme Zone.