Welcome Guest [Log In] [Register]
Daily News
Welcome

Selamat datang di Toshi Haku, sebuah negara kota fiksi yang terletak di sebuah pulau kecil di Asia timur, diantara Korea dan Jepang. Bahasa utama adalah bahasa Inggris dan mata uangnya adalah Kimu. Roleplay dilakukan dengan berbasis pada kehidupan sehari-hari. Selamat bermain.

- Panduan Pemula

- Peraturan Umum

- Toshi Haku's Law

- Pendaftaran

- Daftar Visualisasi

- Lowongan

- Kalender Akademik JHS, SHS & Universitas

- Toshi News Headline

Update News :

Mengenai Upgrade (Penggabungan) Zetaboards ke Tapatalk

Sekalipun kejelasan mengenai pelaksaan penggabungan ZB dan Tapatalk masih belum jelas, Staff TH ingin mengingatkan member.memberyang masih menggunakan image host external (imgur,postimages,dsb) untuk secara perlahan mengupload ulang link Avatar dan Signature mereka ke dalam server Zetaboards untuk menghindari hilangnya gambar/attachment.

  • Kelulusan tahun ajaran 2016-2017

    Daftar Almost Unreg list APRIL 2018

    Diingatkan untuk semua member, untuk keseragaman, warna quote dialog adalah abu-abu. Gunakan bbcode [color=grey][/color] atau [color=#999][/color]

    Bagi owner fiksi, diharap mendaftarkan profil usahanya di sini atau tempat usaha anda tidak akan dimasukan dalam daftar perusahaan di lokasi umum.

    Bagi member yang namanya belum masuk dalam daftar tapi sudah merasa disetujui permohonannya, atau belum dirubah grupnya harap hubungi admin.


  • Jadwal Pelayanan

      Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April

    • Jadwal Approval
    • Gelombang 1 :16 April
    • 16 April : posting daftar almost unreg
    • 22 April : eksekusi daftar almost unreg

    Time Line

    (c) to the rightful owner

    Musim Semi, April 2018

    Member Service :


    Toshi Haku's Event

    [ANNUAL EVENT] Folk Carnival

    [MONTHLY EVENT] BOMB!

    Toshi Haku Board
    Selamat datang di Toshi Haku.

    Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu.

    Salam,

    Crux corvus



    Username:   Password:
    Add Reply
    Seven Lives
    Topic Started: Mar 12 2018, 08:59 PM (16 Views)
    Jun-won Seo
    Member Avatar

    First Live

    Won : Kaisar
    Jun : Selir



    Jun tidak pernah memimpikan hal yang besar selama ini. Dia hanya ingin lulus ujian negara dan dapat menjadi pegawai pemerintahan agar bisa membanggakan keluarganya. Keluarga Seo turun temurun selalu menjadi bekerja di pemerintahan, sebagai bagian dari keluarga yang terkenal terpelajar, sudah jadi kewajiban Jun untuk mengikuti jejak leluhurnya. Dengan kecerdasannya, bahkan Jun sudah bisa dipastikan menjadi pegawai junior di kementrian.

    Sayang semua mimpi itu memang hanya akan menjadi mimpi. Walau Jun keluar sebagai lulusan terbaik, dia tidak pernah merasakan pakaian pegawai kementrian. Tidak. Karena keinginan Putera Mahkota Jun tidak pernah mendapat kesempatan berkarir. Pada usianya yang ke tujuh belas, Jun sudah dipaksa masuk ke harem atas perintah langsung dari Pangeran Won.

    Dia.

    Seorang laki-laki.

    Masuk menjadi isti dari seorang pangeran.

    Jika bukan karena kepatuhannya pada Kaisar, jika bukan karena memikirkan keluarganya, jika bukan karena mencemaskan keselamatan orang tuanya, mungkin Jun sudah memilih memotong lehernya sendiri sejak titah itu turun atasnya. Pangeran Won bukan orang asing untuknya, mereka pernah beberapa kali bertemu dan Jun sudah terbiasa dengan sifat seenaknya dari pria itu. Namun seorang pria yang selama ini dianggap figur kakak mendadak memaksanya masuk ke dalam tandu merah, sungguh menjadi penghinaan besar untuk Jun.

    Hari-harinya di dalam kediaman pangeran hanya seperti mimpi saja. Pangeran Won setiap hari selalu menemani dan memanjakannya, memberikan semua yang diinginkan Jun. Karena dia seorang laki-laki, tentu saja Jun tidak ingin dan tidak bisa masuk dalam lingkaran para wanita istana. Jun yang merasa tersisih dalam berbagai benda mewah yang memenuhi kamarnya hanya bisa mempertanyakan keputusannya.

    “Aku hanya akan mencintai Jun, jadi percayalah padaku.”

    “Hanya mencintaiku?” Apa itu cinta?

    “Untukku hanya ada Jun.”

    “Kalau kau memang mencintaiku....bisakah kita mengurangi itu?” Jun menatap penuh harap. Yang benar saja! Mereka melakukannya setiap malam dan pinggang Jun nyaris tidak bisa dipakai untuk bangun setiap paginya.

    “Maaf, tapi aku tidak bisa membohongi diriku. Kau terlalu menggoda.”

    Dan malam itu Jun kembali merasakan cinta yang luar biasa dari suaminya sampai hari berikutnya dia nyaris tidak bisa keluar dari ranjang. Walau dia memohon dan menangis, Pangeran Won tetap melanjutkan kegiatan mereka dengan seribu kata cinta yang dibisikkan di telinganya dengan manis.

    Inikah cinta?

    Inikah yang disebut cinta?

    Jun hanya menatap nanar saat pemandangan kediaman pangeran ini berubah dari penuh warna menjadi putih seluruhnya saat Kaisar meninggal. Dia menyaksikan bagaimana putera mahkota yang sejak awal tidak memiliki bakat memimpin digulingkan dengan cap pemberontak. Putera mahkota yang tadinya begitu agung dan gagah kini lewat di depan Jun dalam pakaian kasar para tahanan dan menunduk di dalam gerobak kayu yang akan membawanya ke pembuangan.

    Mungkin ini yang membuat ayahnya tidak terlalu menyukai intrik kerajaan. Walau keluarganya adalah keluarga mentri terpandang, mereka tidak pernah memihak mana pun. Ayahnya selalu menekankan bahwa yang mereka layani adalah Kerajaan. Penguasa bisa berubah, tetapi Kerajaan selamanya akan terus ada, para manusia yang menjadi penghuninya pun akan terus memerlukan kehidupan yang layak.

    “Jun, apa pun yang terjadi, aku akan selalu mencintaimu.”

    Jun tidak paham apa yang dimaksud Pangeran Won saat itu. Dia selalu mengatakan hal yang sama, mengatakan bahwa semua yang dilakukan adalah demi Jun. Termasuk saat satu per satu pangeran lain mengalami bencana sampai tidak bisa bersaing untuk tahta. Termasuk saat akhirnya suaminya diangkat menjadi Kaisar yang baru. Termasuk saat Jun pun terpaksa untuk masuk menjadi bagian dari harem istana.

    Jika dia memang mencintainya...

    “Kerajaan tidak bisa tanpa sosok seorang Ibu!”

    “Seorang laki-laki tidak bisa menjadi seorang Permaisuri!”

    “Mohon Yang Mulia mengangkat seorang Permaisuri yang layak!”

    ...tidak bisakah dia membiarkannya pergi?

    “Jun, aku hanya mencintaimu. Ini demi kebaikan kita.”

    Jika memang untuk kebaikannya, tidak bisakah Kaisar mengeluarkan Jun dari istana saja? Melihat barisan wanita yang masuk ke istana dan bergantian mendapatkan perhatian dari pria yang berkata hanya akan mencintainya sampai mati. Jun tahu sudah menjadi kewajiban seorang Kaisar untuk memiliki keturunan, sesuatu yang tidak akan pernah dia bisa berikan tidak peduli seberapa besar Jun berharap.

    Kini yang bisa dia lakukan setiap hari hanya duduk di depan jendela kamarnya di istana kecilnya melihat bulan yang terus berganti. Kaisar semakin jarang berkunjung ke tempatnya dan Jun tidak bisa memutuskan hal itu adalah hal yang baik atau tidak. Dia tidak perlu lagi merasakan sakit di pagi hari, tetapi sekarang justru dadanya yang terasa sakit setiap kali dayang datang menyampaikan pesan kalau Kaisar mengunjungi selir A atau selir B.

    Jun meremas dadanya yang terasa semakin sesak karena rasa yang asing ini. Dia mengira setelah waktu berlalu, dia akan bisa kembali seperti dulu, tetapi sekali lagi dewa sepertinya tidak ingin hal itu terjadi. Semakin lama semakin Jun menyadari kalau Kaisar sudah menempati hatinya dan tidak akan bisa dia usir lagi. Air matanya hanya bisa menetes menyadari dia telah jatuh cinta pada pria yang mulai melupakannya.

    ***

    Pada hari penobatan Permaisuri, Jun berlutut bersama para penghuni harem yang lain. Setelah berbulan-bulan, akhirnya Jun bisa melihat lagi wajah suaminya. Hatinya yang sempat berdebar antusias menjadi dingin saat melihat pria di atas singgasana itu. Dia bukan lagi Won yang dikenal oleh Jun. Tidak, wajah mereka sama, tapi mata pria itu sudah berubah. Saat mereka bertatapan pun Jun seperti sedang memandang orang lain yang asing. Rasa sakit di dadanya semakin berat melihat pasangan kerajaan di atas sana terlihat sangat serasi, dan kedua mata yang dulu selalu memberikan kehangatan pada Jun tidak pernah melihat ke arahnya lagi.

    Jika ini cinta...

    “JUN! KAU BERANI MENCOBA MEMBUNUH CALON ANAKKU?”

    Mata yang dulu hangat menatapnya kini begitu dingin menusuk sampai Jun tidak bisa bernafas. Tangan yang dulu selalu membelainya dengan lembut sekarang mencengkeram lehernya tanpa ampun. Jun hanya bisa menggelengkan kepalanya lemah tidak mengerti apa yang dikatakan Kaisar padanya. Anak? Kaisar memiliki anak? Pantas saja dia sudah tidak memerlukannya lagi.

    “MULAI SEKARANG KAU TINGGAL DI ISTANA DINGIN! AKU TIDAK INGIN MELIHAT WAJAHMU LAGI!”

    “Kalau begitu izinkan aku keluar dari istana ini.” Jun berusaha bicara dengan nafasnya yang lemah. “Aku tidak pernah ingin masuk ke istana. Aku tidak...,”

    “Jangan harap kau bisa pergi dariku!”

    Suara yang dingin mengiringi saat tubuh Jun terlempar ke lantai. Apa salahnya menginginkan kebebasan? Bukankah Kaisar sudah memiliki Permaisuri dan anak? Jun hanya akan menjadi penghalang di sini, jadi lebih baik dia pergi. Bukankah tadi Kaisar juga tidak ingin melihat wajahnya lagi.

    “Aku tidak akan membiarkanmu pergi!”

    Jika ini cinta...

    “Kaisar mengirimkan pesan ini untukmu.”

    Jun menatap lemah dayang yang meletakkan semangkuk cairan gelap di depannya, kedua matanya bergerak pelan berpindah pada sosok wanita yang mengenakan pakaian mewah khas seorang ratu. Belum ada setengah tahun Won tinggal di istana dingin dengan semua kekurangannya, tapi wanita itu terus mengirimkan racun yang membuatnya semakin sakit. Saat Jun tahu, dia sudah tidak punya kekuatan untuk melakukan apa-apa lagi.

    Ditatapnya mangkuk itu dengan mata yang sudah tidak lagi punya sinar kehidupan. “Kaisar sungguh tidak mau membiarkanku pergi?” Jun hanya tersenyum lemah.

    Entah dendam apa yang ada di antara mereka di kehidupan lalu, bahkan saat ingin membunuhnya pun Kaisar tidak memberikan kematian yang mudah untuk Jun. Mengirimkan istri resminya untuk memberikan racun yang akan mengakhiri nyawanya. Sebenci itukah Kaisar pada Jun sekarang? Jun menghela nafas dan meraih mangkuk dari tangan dayang itu.

    “Jun, apa pun yang terjadi, aku akan selalu mencintaimu.”

    “Jun, aku hanya mencintaimu. Ini demi kebaikan kita.”


    Semua janji itu mungkin tidak pernah benar-benar masuk ke dalam hati Kaisar. Jun tidak ragu menegak semua cairan pahit yang ada di dalam mangkuk itu. Rasa terbakar yang mendadak membuatnya kesulitan bernafas mulai menyiksa Jun. Tidak apa. Sebentar lagi akan berakhir. Cinta berat dari Kaisar sebentar lagi akan berakhir dan Jun bisa bebas lagi. Tetapi, mengapa dadanya justru terasa semakin sakit? Mengapa air matanya yang telah kering kini mulai mengalir lagi.

    Ayah...

    Ibu...

    Maafkan anakmu.

    “JUN!!”

    Dalam pandangannya yang mulai kabur dan gelap, Jun melihat ada orang yang berlari memeluk tubuhnya yang tidak lagi bisa digerakkan. Telinganya mendengar suara yang terus memanggil namanya, suara yang dulu sangat dirindukan oleh Jun. Rasa rindu yang membuatnya mati bahkan sebelum Kaisar mengirimkan racun ke tangannya untuk bunuh diri.

    “Jun bertahanlah! Kumohon! Aku mencintaimu.”

    “Jika ini cinta....,” Dada Jun semakin sesak untuk menarik nafas. Dia mendengar suara ribut di sekitarnya, hanya saja telinganya menolak mengenali suara apa itu. “Jika ini cinta, Dewa, aku tidak ingin jatuh cinta lagi di kehidupan berikutnya.”

    “Jun! Bertahanlah! Tabib! Mana Tabib?!”

    Jun tersenyum lemah, tatapannya kosong memandang wajah Pangeran Won yang telah berhasil mencuri hatinya. Bukan wajah Kaisar yang asing, tetapi wajah Pangeran Won yang selalu berkata bahwa dia akan selalu mencintainya. “Dewa....tolong...jangan biarkan aku jatuh cinta lagi kelak.” Cinta itu menyakitkan.

    Bahkan sampai saat nafasnya berakhir, Jun masih merasakan sakitnya cinta yang tidak lagi terbalas.
    Offline Profile Quote Post Goto Top
     
    1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
    ZetaBoards - Free Forum Hosting
    ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community.
    Learn More · Register Now
    « Previous Topic · Fanfic & ori fic · Next Topic »
    Add Reply

    Der kleine Prinze designed and coded by Crux Corvus
    for Toshi Haku, 2010 - Present.