|
Yuusuke Morita
|
|
Topic Started: Apr 20 2016, 08:13 PM (53 Views)
|
|
Yuusuke Morita
|
Apr 20 2016, 08:13 PM
Post #1
|
|
- Posts:
- 23
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,674
- Joined:
- Apr 20, 2016
- Gender
- Male
- Umur
- 24 years old (052892)
- Deskripsi
- Asiatics; Shoulder-lenght jet black hair; Deep-set eyes; Onyx irises; Pierced; Fit trimmed body; Orphan; Daisuke Morita's cousin; Casual Smoker; Guitarist-in-training; 175 cm / 65 kg
- Status/orientasi
- Single / Bisexual
- Bahasa (max.3)
- English; Little Bit Japanese
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Band Roadie (Guitar Technician)
- Alamat
- Apartment
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Yuusuke Morita Nama keluarga: Morita Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 28 Mei 1992 Umur: 24 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Band Roadie Deskripsi karakter:
- Asiatis, terhitung tinggi, punya bentuk badan yang terhitung cukup berisi, rather well-built, kulitnya kuning langsat, khas orang-orang Asia Timur meski tidak terhitung pucat, bentuk wajah lonjong, matanya sipit dengan bulu mata pendek, iris hitam meski tidak pekat, alis tebal, hidung agak mancung, bibir tipis, kedua telinganya ditindik, rambut selalu dibiarkan panjang hingga menyentuh bahu dan ponina nyaris menutupi sebagian wajahnya, warna rambutnya hitam, kadang dicat cokelat madu atau dicat bagian ujungnya saja (saat ini bagian ujungnya diwarnai biru) dan tubuhnya terhitung bersih dari tato.
- Kasual dalam berpakaian, biasanya cuma celana jeans belel dan kaos oblong ditambah sneakers, tapi bisa juga untuk terlihat modis terkadang, tergantung situasi.
- Sama seperti kakak sepupunya, suka dengan stroberi, suka dengan makanan manis pula dan suka pula dengan daging terutama daging ayam. Lalu tentu saja sangat menyukai musik rock dan metal (terutama industrial metal) dan permainan gitar, salah satu gitaris favoritnya selain kakak sepupunya adalah Richard Zven Kruspe dari Rammstein, yang membuatnya akhirnya dekat pula dengan Ryota Katashina.
- Tidak terlalu suka dengan udara panas dan lembab. Karena masa lalu traumatisnya dia juga tidak terlalu menyukai hal yang melibatkan kecelakaan lalu lintas terutama mobil, entah di film (yang membuatnya juga menghindari film aksi) ataupun sekedar majalah, tapi dia sudah tidak terlalu fobia kendaraan sejak usianya 15 tahun.
- Hobinya tentu saja melatih skill gitarnya, musik, belanja dan kadang memasak.
- Perokok kasual.
- Orang yang paling dihormatinya adalah Daisuke Morita.
Tinggi/Berat: 175 cm / 65 kg
Sifat: Kalau bicara hanya seperlunya, tapi bukan pendiam dan masih bisa membuka pembicaraan, kasual, orang yang cara bergaulnya ikut ke mana arah angin membawa (ha!), tergolong santai tapi tetap pro untuk urusan pekerjaan, cukup peka dan bisa dengan mudah dia sadar dari awal kalau Daisuke dan Kiriya berpacaran sejak keduanya masih SMA, bukan tipe kacang lupa kulit dan sadar kalau dia berhutang budi dengan Daisuke, Haruki dan keluarga mereka, karena sempat depresi hebat dia tidak terlalu mudah putus asa, cenderung tertutup, sifat menganut tidak suka terikat itu justru membawanya ke dunia seks bebas meski dia pilih-pilih teman tidur juga dan tetap mematuhi kriteria safe-sex, mampu secara terbuka menunjukkan ketidaksukaannya terhadap seseorang dan kalau sudah marah emosinya cenderung tidak terkendali.
- Kekurangan : Hanya lulusan SMP, dari dulu tidak terlalu bisa pelajaran eksakta, terlalu santai untuk urusan tidur dan kadang sering terdengar sinis kalau berbicara.
- Kelebihan : Pengalaman profesionalnya memang belum banyak, tapi kemampuannya bermain gitar jelas tidak boleh diremehkan karena termasuk giat berlatih, cukup kreatif, terutama dalam mengomposisi musik dan menulis lirik dan walau sering bergonta-ganti teman tidur, cukup setia kalau sudah punya pasangan.
Status/orientasi: Close-to-be aromantic / Bisexual
Visualisasi: Nishizawa Teruki (Teru - My First Story) Link menuju galeri/website visualisasi: Prcm | My First Story Biography
Latar belakang singkat:
Kedua orangtuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan, yang juga turut melibatkan dirinya, saat usianya 8 tahun. Kecelakaan tersebut memberikan guncangan tersendiri bagi kondisi mentalnya, mulai dari membuatnya sering kali mengamuk dengan berteriak dan menghancurkan barang, menangis histeris, hingga tidak bisa melakukan hal dasar seperti memegang sendok dan sering kali buang air (besar ataupun kecil) di celananya dan kondisinya diperparah dengan situasi dia ditindas oleh teman-teman satu sekolahnya (salah satunya karena dia buang air besar di celana saat di kelas juga). Selama nyaris 1 1/2 tahun berulang kali dipindahtangankan dari satu kerabat ke kerabatnya sampai akhirnya berlabuh di keluarga Daisuke Morita, keluarga paman dari pihak ayah yang sebenarnya tidak terhitung dekat.
Kondisinya berangsur membaik selama tinggal dengan keluarga Daisuke dan bisa dibilang cukup dekat dengan Haruki dan Daisuke, meski, sifat keras yang diberikan oleh Pamannya dan kelembutan Bibinya juga cukup membantunya untuk kembali berdiri dengan kedua kakinya sendiri. Terhitung paling dekat dengan Daisuke karena jarak usia mereka yang tidak terlalu jauh dan sosok itu yang paling sering membantunya dalam banyak hal, terakhir Daisuke juga yang memperkenalkannya dengan musik dan gitar, yang juga membuatnya jadi terinpirasi untuk menekuni gitar. Sempat melakukan terapi PTSD selama beberapa tahun dan sejak tahun lalu bersih dari anti-depressant.
Baru lulus sekolah menengah pertama di usianya yang ke-17, disebabkan karena nilainya yang anjlok dan ketidakmampuannya mengikuti kelas membuatnya harus berakhir tinggal kelas, hingga akhirnya dia diputuskan untuk tidak melanjutkan sekolah sampai benar-benar mampu. Dan dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena ingin fokus bermain gitar dan mengejar karir di dunia musik, sekaligus memutuskan untuk keluar dari rumah yang menampungnya selama 7 tahun lebih, yang sempat ditentang, karena dia tidak ingin merepotkan mereka terlalu lama, dan hidup dari bekerja di bar ataupun minimarket. Sempat tergabung dalam band beberapa kali meski akhirnya bubar, sejak 2014 merupakan roadie dari sebuah band yang cukup punya nama di Toshi Haku.
Merasa kalau dirinya biseksual sejak usianya 16 tahun, karena sama sekali tidak keberatan untuk tidur dengan sesama lelaki, yang merupakan teman sepermainannya saat itu. Terkadang dia juga tidur dengan dua orang dari band yang menaunginya sebagai roadie. Karena yang namanya seks buatnya ya seks, tidak punya posisi fixed seperti top atau bottom, cenderung ikut alur dan mood dan sejauh ini masih bebas dari STI dan HIV. Selama 24 tahun dia hidup tapi, cuma pernah berpacaran 3 kali (semuanya wanita) meski tidur dengan banyak partner.
Nama Yuusuke jika ditulis dengan kanji maka menggunakan kanji "Yuu" yang berarti "Kelembutan" dan "Suke" yang berarti "Pertolongan". Yuusuke bisa diartikan sebagai pertolongan yang penuh dengan kelembutan. Secara kebetulan kanji kedua dari nama kecilnya merupakan kanji yang sama dengan kanji nama "Daisuke".
RP Regis: Next |
|
|
|
| |
|
Yuusuke Morita
|
Apr 21 2016, 03:05 AM
Post #2
|
|
- Posts:
- 23
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,674
- Joined:
- Apr 20, 2016
- Gender
- Male
- Umur
- 24 years old (052892)
- Deskripsi
- Asiatics; Shoulder-lenght jet black hair; Deep-set eyes; Onyx irises; Pierced; Fit trimmed body; Orphan; Daisuke Morita's cousin; Casual Smoker; Guitarist-in-training; 175 cm / 65 kg
- Status/orientasi
- Single / Bisexual
- Bahasa (max.3)
- English; Little Bit Japanese
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Band Roadie (Guitar Technician)
- Alamat
- Apartment
- Kimu
- 150
|
A bar at New York USA At that time, it was March 5th 2016, morning in Toshi Haku ________
"Dai-nii, apa aku menganggu?"
Suara bariton yang begitu khas terdengar dari seberang sambungan teleponnya. Ada yang berbeda dari suara itu, sedatar sebelumnya memang, tapi ada nostalgia yang bisa ditemukan oleh pria muda yang mengasingkan diri dari keramaian di sebuah bar tempatnya berada itu. Sedikit banyak, sang pria muda tahu kenapa nostalgia itu dirasakannya ketika gendang telinganya terbuai oleh suara yang tidak berakhir membuatnya kehilangan fungsi tersebut. Sama seperti 10 tahun lalu, saat dia mendapati suara salah satu kakak lelakinya terdengar begitu berbeda karena aksen ceria tak kentara yang seolah tersemat dalam suara beratnya yang khas.
Bibir tipis itu tertarik masing-masing sudutnya, menciptakan sebuah lengkung kurva samar. "Kudengar kau dan Kiriya-san kembali bersama?" Sama seperti kakak lelaki pertamanya, sejak dulu dia pun tahu hubungan di antara kakak terdekatnya itu dengan seorang pemuda yang disebutnya manis saat sang kakak dengan bangganya menunjukkan band yang sebagian besar, secara tidak langsung karena lewat pinjaman uang, didanai oleh Harunii, kakak pertamanya. "Kau kirim e-mail?" Pemilik iris berwarna onyx itu mengerjap ketika memori mulai diputarnya ulang. "Sepertinya tertindih e-mail pekerjaan." Jemarinya bergerak menyentuh meja berkaki tinggi di hadapannya. Ada telepon umum yang terpasang di atas meja yang disandarkan terlalu menempel dengan tembok di belakangnya.
"Maaf," permintaan maaf kasual terucap dari mulut yang disusulnya dengan tawa yang terdengar sayang, khas seorang saudara kepada saudara tuanya. "Kakak ipar eh...," desah panjang terlepas dari celah di antara bibirnya. "Aku senang mendengarnya." Kepala menoleh ke arah keramaian. Hari ini hari terakhir mereka berada di Amerika Serikat sebelum harus terbang ke Inggris sebagai bagian dari tur Eropa band yang menaunginya sebagai roadie__staf, kebanyakan dia mengurusi gitar milik lead guitarist band yang cukup punya nama itu, merayakan beberapa pertunjukkan yang terhitung berhasil, diputuskan kalau malam ini mereka mengunjungi bar untuk minum-minum sampai mabuk.
"Selamat__dan cepat beri aku keponakan selain Ai," ucapnya setengah bercanda. Dan tanggapan kakak lelakinya itu sukses membuat pria muda Morita satu ini mendengus dan tertawa. "Kuharap kau tidak gugur." Saat berperang mendapatkan restu untuk menikahi calon suamimu, kalau dia sudah boleh menyebutnya demikian.
Apapun yang terjadi namun, "Wish you a best luck, Dai-nii.", dia akan mendukungmu.
Salah satu yang paling berjasa membuatnya tidak mati di saat nyawa masih jelas-jelas melekat pada jasadnya. Nyaris tiga tahun pertama dia berada di rumah itu, bahkan meski dengan kondisi mendiang pamannya yang terlalu keras dalam bersikap, dia seperti mendapatkan surganya yang hilang dan tidak diyakininya akan kembali didapatkannya hanya dengan merengut nyawanya sendiri, menyusul kedua orangtuanya.
"YUUSUKE! KAU DI MANA?!"
Dia juga masih bisa mengingat, semangat yang diberikan kakak-kakak lelakinya padanya, saat dia yang berumur 15 tahun baru lulus sekolah dasar dan harus masuk ke sekolah biasa, menjadi yang tertua di antara bocah-bocah ingusan, walau yah, Yuusuke tahu kalau dia pun masih sama ingusannya. "Aku dipanggil, sepertinya gitaris yang jadi urusanku mabuk berat." Senyum merekah kembali di wajah. "Sampaikan salamku pada yang lain, terutama kakak ipar haha." Tangan kanannya terangkat, jemari menyapu perlahan helaian hitamnya ke belakang. "Jaga kesehatanmu."
"Tidak usah khawatir, nikmati hidupmu, Yuu."
"Tentu. Sampai nanti."
Sambungan terputus. Layar ponsel yang menggelap perlahan ditatapnya sejenak sebelum dimasukkannya kembali ke dalam saku hoodie yang terlihat kebesaran di tubuhnya yang jelas tidak bisa dibilang kecil__walau sekitar 15 tahun lalu dia ingat keluarganya menyebutnya kekurangan gizi, batang korek api pun lebih besar dari tubuhnya, dan sebagainya, beruntung dia senang makan dan berolahraga. Dia akan mengecek e-mailnya nanti, setelah mengurusi gitaris mabuk yang sepertinya mulai muntah-muntah. Kaki berhenti melangkah di depan pria Kaukasia yang terlihat semakin pucat walau kulitnya sudah pucat dari sananya.
"Bantu aku bawa Keith ke ruang istirahat pegawai, Hans."
Dia jadi, lagi-lagi, teringat, pengalaman buruk bertahun lalu saat calon kakak iparnya dan gitaris band yang menaunginya ini adu muntah bersama. Dalam tanda kutip. Usai terlalu bersemangat mengadu kemampuan minum.
"..Hitungan ke-3 kita angkat bersama oke?" Kembali bekerja?
|
|
|
| |
|
Yuusuke Morita
|
Apr 29 2016, 04:14 PM
Post #3
|
|
- Posts:
- 23
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,674
- Joined:
- Apr 20, 2016
- Gender
- Male
- Umur
- 24 years old (052892)
- Deskripsi
- Asiatics; Shoulder-lenght jet black hair; Deep-set eyes; Onyx irises; Pierced; Fit trimmed body; Orphan; Daisuke Morita's cousin; Casual Smoker; Guitarist-in-training; 175 cm / 65 kg
- Status/orientasi
- Single / Bisexual
- Bahasa (max.3)
- English; Little Bit Japanese
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Band Roadie (Guitar Technician)
- Alamat
- Apartment
- Kimu
- 150
|
EDIT : Edit beberapa hal + menambahkan. RP Regis post #2
CITIZEN
Nama: Yuusuke Morita Nama keluarga: Morita Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 28 Mei 1992 Umur: 24 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Band Roadie
Deskripsi karakter:
- Asiatis; asal keturunan dari Jepang, terhitung tinggi untuk ukuran keturunannya, proporsional, fit trim; bentuk ototnya terhitung jadi, more than streamlined but less than bulky, Asian eyes dan sedikit tajam, iris sewarna ebony, kulit kuning langsat, bibir agak tipis, kedua telinganya ditindik, rambut selalu dibiarkan panjang hingga menyentuh bahu dan poninya nyaris menutupi sebagian wajahnya, warna rambutnya hitam, kadang dicat cokelat madu atau dicat bagian ujungnya saja (saat ini bagian ujungnya diwarnai hijau kebiruan) dan tubuhnya terhitung bersih dari tato.
- Kasual dalam berpakaian, biasanya cuma celana jeans belel dan kaos oblong ditambah sneakers, tapi bisa juga untuk terlihat modis terkadang, tergantung situasi.
- Sama seperti kakak sepupunya, suka dengan stroberi, suka dengan makanan manis pula dan suka pula dengan daging terutama daging ayam. Lalu tentu saja sangat menyukai musik rock dan metal (terutama industrial metal) dan permainan gitar, salah satu gitaris favoritnya selain kakak sepupunya adalah Richard Zven Kruspe dari Rammstein, yang membuatnya akhirnya dekat pula dengan Ryota Katashina, karena yang bersangkutan juga mengidolakan band asal Jerman tersebut.
- Tidak terlalu suka dengan udara panas dan lembab. Karena masa lalu traumatisnya dia juga tidak terlalu menyukai hal yang melibatkan kecelakaan lalu lintas terutama mobil, entah di film (yang membuatnya juga menghindari film aksi) ataupun sekedar majalah, tapi dia sudah tidak fobia dengan kendaraan bermotor sejak lama.
- Hobinya tentu saja melatih skill gitarnya, komposisi musik dan menghabiskan waktunya untuk jalan-jalan entah ke mana.
- Perokok kasual.
- Orang yang paling dihormati dan dikaguminya adalah Daisuke Morita.
Tinggi/Berat: 175 cm / 65 kg
Sifat: Ramah, kasual, termasuk orang yang bisa membuka pembicaraan, kadang cara bicaranya terdengar sinis, sama sekali bukan orang yang ragu untuk menyindir seseorang secara langsung terutama yang terang-terangan tidak menyukainya, terkesan santai tapi pro untuk urusan pekerjaan, cukup peka dan mudah mengerti orang lain, orang yang percaya kalau kemampuan atau bakat luar biasa bisa dimiliki dari kerja keras dan kemauan tinggi, bukan orang yang senang membicarakan urusan pribadinya ataupun orang lain, bukan pula tipe kacang lupa kulit, karena pernah terkena depresi hebat itu membuatnya jadi tidak mudah putus asa,dan tidak suka terikat tapi bukan berarti dia akan mudah berselingkuh saat 'terikat'.
- Kekurangan : Hanya lulusan sekolah menengah pertama, dari dulu tidak terlalu pandai dalam pelajaran eksakta selain dasar, sama seperti kebanyakan pria Morita, sama sekali tidak memasak, tapi mungkin tidak separah kakak sepupunya, acap kali terdengar sinis jika berbicara, dan tergolong santai untuk urusan tidur (bisa dengan siapapun, dimanapun, kapanpun walau tetap menganut safe-sex).
- Kelebihan : Giat mengasah kemampuannya dalam bermain gitar karena itu keahliannya tidak bisa dianggap sepele meski bukan terhitung prodigy, salah satunya karena jelas pengalaman profesionalnya terhitung sedikit, cukup kreatif, terutama dalam mengomposisi musik dan menulis lirik dan walau sering bergonta-ganti teman tidur, cukup setia kalau sudah punya pasangan.
Status/orientasi: Single / Biseksual
Visualisasi: Nishizawa Teruki (Teru - My First Story) Link menuju galeri/website visualisasi: Puriimeji; My First Story - Biography
Latar belakang singkat:
Orphan dan merupakan anak semata wayang; kedua orangtuanya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil, yang juga turut melibatkannya, saat usianya 8 tahun. Kecelakaan tersebut menyisakan trauma hebat bagi dirinya yang masih anak-anak. Trauma tersebut membuatnya mengalami disfungsi untuk melakukan rutinitas sederhana mulai dari berbicara, memegang sendok bahkan untuk urusan higienis seperti ke toilet. Acap kali berteriak dan mengamuk, termasuk membuatnya cenderung tidak mampu menahan keinginan untuk buang air atau berpikiran untuk pergi ke toilet. Hal terakhir termasuk yang berakhir membuatnya harus menerima penindasan di sekolah.
Dipindahtangankan ke beberapa anggota keluarganya yang lain dari pihak ibu dan ayah sampai akhirnya berlabuh ke keluarga paman jauhnya, Shu Morita. Keluarga yang sebenarnya tidak terhitung dekat dengan keluarganya sebelum ini. Kondisinya berangsur-angsur membaik selama tinggal dengan keluarga tersebut selain karena keluarga pamannya memfasilitasinya dengan terapi PTSD, tetapi mereka sangat bersabar dalam mengurusnya.
Sempat tinggal kelas dan berakhir drop-out yang memaksanya untuk pindah ke sekolah lainnya karena trauma yang dialaminya. Hal itu juga membuatnya baru menginjak tahun pertama sekolah menengah pertama di usianya ke-15 tahun.
Cukup dekat dengan Daisuke Morita karena jarak usia mereka yang terhitung dekat dan karena sosok itu juga yang paling sering memiliki waktu untuk mengurusnya selain sang bibi. Mengenal musik dari sang kakak sepupu dan belajar gitar dari sosok yang sama pula. Termasuk salah satu anggota keluarga yang sadar kalau Daisuke berpacaran dengan Kiriya Hyuuga sejak mereka masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Sejak lulus SMP dia mulai memanggil Paman dan Bibinya dengan sebutan 'Ayah' dan 'Ibu', bukan sebagai pengganti kedua orangtuanya, melainkan karena kedekatan, rasa hormat dan terima kasihnya pada keduanya karena sudah mengasuhnya. Dari awal dia sendiri sudah memanggil kedua kakak sepupunya dengan tambahan 'Niisan' dan 'Nii', walau nada yang diberikannya saat memanggil Daisuke jauh lebih manja ketimbang pada Haruki, kakak Daisuke dan kakak pertamanya.
Sejak tahun lalu dia sendiri sudah bebas dari obat-obatan termasuk anti-depressant dan sudah tidak lagi mengikuti terapi sejak 4 tahun lalu. Bisa dibilang dia tergolong 'sudah normal' saat ini.
Dia memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah karena ingin fokus bermain gitar dan mengejar karir di dunia musik, sekaligus memutuskan untuk keluar dari rumah yang menampungnya selama 7 tahun lebih, yang sempat ditentang, karena dia tidak ingin merepotkan mereka terlalu lama, dan hidup dari bekerja di bar ataupun minimarket. Sempat tergabung dalam band beberapa kali meski akhirnya bubar, sejak 2014 merupakan roadie dari sebuah band yang cukup punya nama di Toshi Haku.
Merasa kalau dirinya biseksual sejak usianya 16 tahun, karena sama sekali tidak keberatan untuk tidur dengan sesama lelaki, yang merupakan teman sepermainannya saat itu. Terkadang dia juga tidur dengan dua orang dari band yang menaunginya sebagai roadie. Karena yang namanya seks buatnya ya seks, tidak punya posisi fixed seperti top atau bottom, cenderung ikut alur dan mood dan sejauh ini masih bebas dari STI dan HIV. Selama 24 tahun dia hidup tapi, cuma pernah berpacaran 3 kali (semuanya wanita) meski tidur dengan banyak partner.
Nama Yuusuke jika ditulis dengan kanji maka menggunakan kanji "Yuu" yang berarti "Kelembutan" dan "Suke" yang berarti "Pertolongan". Yuusuke bisa diartikan sebagai pertolongan yang penuh dengan kelembutan. Secara kebetulan kanji kedua dari nama kecilnya merupakan kanji yang sama dengan kanji nama "Daisuke".
|
|
|
|
| |
|
Crux Corvus
|
May 6 2016, 05:35 PM
Post #4
|
|
Kepala Negara
- Posts:
- 1,915
- Group:
- Head of State
- Member
- #1
- Joined:
- Feb 22, 2010
- Gender
- Male
- Pekerjaan
- Kepala Negara
- Alamat
- Mansion Block I No. 3
- Umur
- 35
- Deskripsi
- berwibawa | Murah senyum | Tidak begitu menyukai pakaian formal |
- Status/orientasi
- Single
- Bahasa (max.3)
- English, French, little bit Japan
- Nama wali/orang tua
- of Yuuta Corvus
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
|
Approved
|
|
|
| |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
|