| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Ryuu Sakishima | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Apr 7 2016, 07:47 PM (55 Views) | |
| Ryuu Sakishima | Apr 7 2016, 07:47 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Ryuu Nama keluarga: Sakishima Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 15 Januari 1997 Umur: 19 Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: Fakultas Teknik Mesin/tingkat 1 Deskripsi karakter: Rambut dan mata hitam, kulit putih pucat, tinggi, kurus, mata cukup besar, tegap, hampir sering terlihat menggunakan pakaian yang terlalu sederhana seperti kaus polos dan celana, pecinta olahraga terutama basket, paling tidak suka dengan orang yang lamban dan cengeng, juga mudah sekali terpancing emosi Tinggi/Berat: 173cm/61kg Sifat: Tipe yang aktif, jarang terlihat duduk diam dalam kurun waktu lebih dari setengah jam, aktif bicara, bukan orang yang pendiam, selalu berusaha mengerjakan sesuatu tepat waktu dan benci dengan keterlambatan, kelebihannya adalah bisa diandalkan, jago basket dan memiliki otak yang cukup baik dalam mengingat dan berhitung. Kekuranngannya dia mudah sekali terpancing emosi, kalau melihat orang yang lamban saja mudah kesal, tidak bisa masak sama sekali, dan suaranya benar-benar buruk kalau bernyanyi Status/orientasi: single Visualisasi: Kim Jin Woo (Winner) Link menuju galeri/website visualisasi: here Latar belakang singkat: Putra kedua keluarga Sakishima, mempunyai satu kakak laki-laki yang sudah pada tahun terakhir kuliah dan satu adik perempuan yang masih bersekolah, Ibunya sudah meninggal saat melahirkan sang adik bungsu. Ayahnya menikah lagi dengan seorang perempuan muda membuat dirinya dan saudaranya menolak tinggal bersama. Mereka masih tinggal di rumah lama dan sang Ayah hanya datang satu hari dalam seminggu. Sang Ayah selalu memberi uang untuk mereka namun kakaknya, Zeno sering kali menolaknya, uang dari sang Ayah hanya digunakan pada saat darurat saja sedangkan untuk makan sehari-hari mereka mengandalkan tabungan hasil kerja part time dirinya dan sang kakak. Meskipun begitu, mereka masih bisa hidup berkecukupan. RP Regis: ”Ayu, itu gosong.” Suara kepanikan dan teriakan sang adik berbarengan dengan bunyi pintu yang dibuka oleh Kakaknya. Ryuu bergegas menyelamatkan Tamagoyaki yang hangus hanya karena ia lalai untuk menjaga masakan itu. Ayu memang menyuruhnya untuk menjaga sebentar Tamagoyaki hingga matang namun karena ini Ryuu, ia benar-benar payah dan tak tahu bagaimana bentuk matang yang tepat. “Baik, baik, jangan panik, tidak ada yang terbakar kan?” Ia menoleh bersamaan dengan adik perempuannya kala mendengar suara sang kakak, wajah mereka terlihat antusias bahkan seolah ingin langsung berbicara bersama-sama. Namun Kakaknya lebih memilih menyelamatkan dapur dan membersihkan kekacauan disana. Ryuu hanya memperhatikan bagaimana si sulung mengambil sumpit untuk mencoba tamagoyaki hangus itu, memakannya tanpa rasa khawatir sama sekali. Bahkan menyuruh mereka untuk tidak membuangnya, membuat Ryuu meringis karena merasa bersalah. ”Aniki, tumben pulang cepat, tidak kerja?” Dahinya berkerut, melihat kakaknya pulang lebih cepat. Telinganya awas mendengar penuturan kakaknya sementara tangan sibuk menyiapkan piring dan peralatan makan. Setidaknya dengan begini mereka bisa makan siang sama-sama, meskipun Tamagoyakinya terlihat gagal. “Ayu, lain kali jangan suruh aku menyentuh dapur lagi, kau tahu sendiri kan.” Ia mendengus kesal, yang salah dirinya tapi malah ia yang marah. |
![]() |
|
| Ryuu Sakishima | Apr 7 2016, 08:57 PM Post #2 |
|
MAHASISWA Nama: Ryuu Nama keluarga: Sakishima Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 15 Januari 1997 Umur: 19 Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: Fakultas Teknik Komputer/tingkat 1 Deskripsi karakter: Rambut dan mata hitam, kulit putih pucat, tinggi, kurus, mata cukup besar, tegap, hampir sering terlihat menggunakan pakaian yang terlalu sederhana seperti kaus polos dan celana, pecinta olahraga terutama basket, paling tidak suka dengan orang yang lamban dan cengeng, juga mudah sekali terpancing emosi Tinggi/Berat: 173cm/61kg Sifat: Tipe yang aktif, jarang terlihat duduk diam dalam kurun waktu lebih dari setengah jam, aktif bicara, bukan orang yang pendiam, selalu berusaha mengerjakan sesuatu tepat waktu dan benci dengan keterlambatan, kelebihannya adalah bisa diandalkan, jago basket dan memiliki otak yang cukup baik dalam mengingat dan berhitung. Kekuranngannya dia mudah sekali terpancing emosi, kalau melihat orang yang lamban saja mudah kesal, tidak bisa masak sama sekali, dan suaranya benar-benar buruk kalau bernyanyi Status/orientasi: single Visualisasi: Kim Jin Woo (Winner) Link menuju galeri/website visualisasi: here Latar belakang singkat: Putra kedua keluarga Sakishima, mempunyai satu kakak laki-laki yang sudah pada tahun terakhir kuliah dan satu adik perempuan yang masih bersekolah, Ibunya sudah meninggal saat melahirkan sang adik bungsu. Ayahnya menikah lagi dengan seorang perempuan muda membuat dirinya dan saudaranya menolak tinggal bersama. Mereka masih tinggal di rumah lama dan sang Ayah hanya datang satu hari dalam seminggu. Sang Ayah selalu memberi uang untuk mereka namun kakaknya, Zeno sering kali menolaknya, uang dari sang Ayah hanya digunakan pada saat darurat saja sedangkan untuk makan sehari-hari mereka mengandalkan tabungan hasil kerja part time dirinya dan sang kakak. Meskipun begitu, mereka masih bisa hidup berkecukupan. RP Regis: ”Ayu, itu gosong.” Suara kepanikan dan teriakan sang adik berbarengan dengan bunyi pintu yang dibuka oleh Kakaknya. Ryuu bergegas menyelamatkan Tamagoyaki yang hangus hanya karena ia lalai untuk menjaga masakan itu. Ayu memang menyuruhnya untuk menjaga sebentar Tamagoyaki hingga matang namun karena ini Ryuu, ia benar-benar payah dan tak tahu bagaimana bentuk matang yang tepat. “Baik, baik, jangan panik, tidak ada yang terbakar kan?” Ia menoleh bersamaan dengan adik perempuannya kala mendengar suara sang kakak, wajah mereka terlihat antusias bahkan seolah ingin langsung berbicara bersama-sama. Namun Kakaknya lebih memilih menyelamatkan dapur dan membersihkan kekacauan disana. Ryuu hanya memperhatikan bagaimana si sulung mengambil sumpit untuk mencoba tamagoyaki hangus itu, memakannya tanpa rasa khawatir sama sekali. Bahkan menyuruh mereka untuk tidak membuangnya, membuat Ryuu meringis karena merasa bersalah. ”Aniki, tumben pulang cepat, tidak kerja?” Dahinya berkerut, melihat kakaknya pulang lebih cepat. Telinganya awas mendengar penuturan kakaknya sementara tangan sibuk menyiapkan piring dan peralatan makan. Setidaknya dengan begini mereka bisa makan siang sama-sama, meskipun Tamagoyakinya terlihat gagal. “Ayu, lain kali jangan suruh aku menyentuh dapur lagi, kau tahu sendiri kan.” Ia mendengus kesal, yang salah dirinya tapi malah ia yang marah. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Apr 9 2016, 09:47 PM Post #3 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:34 AM Jul 11