|
Minori Wakihisa
|
Mar 29 2016, 04:42 AM
Post #1
|
|
- Posts:
- 9
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,662
- Joined:
- Mar 29, 2016
- Gender
- Male
- Umur
- 27 [5-4-89]
- Deskripsi
- Sets | Kyoudai complex | Strict | Meat-lovers, meat is his everything | Fluent in japanese || Kiriya's and Rei's BFF
- Status/orientasi
- Pejuang cinta (for #3201 only)
- Bahasa (max.3)
- Inggris, Jepang
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Minori Wakihisa Nama keluarga: Wakihisa Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 5 - 4 - 1989 Umur: 27 tahun Gender: M Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Actor; Model Deskripsi karakter:
- Keturunan Jepang dengan fisik dan wajah khas Jepang. Kulitnya cenderung ke arah kecoklatan seperti ayahnya, walau sempat sedikit putih akibat sering berada di lingkungan AC waktu dulu masih bekerja kantoran.
- Rambut hitam lurus, biasa dipotong cepak dan pendek walau sekarang sedang sedikit dipanjangkan, bola mata gelap dan sedikit sipit (walau tidak sipit-sipit sekali), alisnya tebal, bibir tebal, garis wajahnya lebih ke arah lembut dibandingkan garis wajah tegas khas laki-laki (alasan kenapa dia punya complex soal fisiknya, selain juga namanya yang tidak bisa dia benci karena itu nama pemberian ibunya).
- Gaya berpakaian santai kasual dan selalu terlihat rapi, tidak bisa melihat dasi sedikit miring atau kusut di baju. Saat bekerja atau tidak berada di rumah pakaian yang dipakai lebih ke arah formal.
- Gaya berjalan terburu-buru, bukan tipikal yang bisa santai. Walau saat-saat tertentu bisa ditemukan dalam kondisi bengong tanpa tahu jelas sedang memikirkan apa.
- Pecinta daging, tidak bisa hidup tanpa daging. No meat, no life adalah motonya.
Tinggi/Berat: 178 cm / 60 kg Sifat:
- Strict. Keras terutama kalau berhubungan dengan dirinya tapi bisa jadi melembut kalau itu berhubungan dengan adik-adiknya, mengingat adik-adiknya adalah kelemahan terbesarnya dan melihat adik-adiknya sedih adalah satu hal yang paling tidak bisa ia lakukan. Harga dirinya termasuk tinggi dan keras kepala, yang membuatnya tidak suka jika diremehkan hanya karena tidak memiliki ibu. Bertindak keras pada dirinya karena dia menganggap ayahnya terlalu lembut. Ingin agar adik-adiknya menjadi orang yang benar.
- Kekurangan : Terlalu rapi hingga tidak bisa melihat ada benda yang bergeser sedikit dari tempatnya atau tidak segaris dengan benda lainnya; cerewet kalau sudah berhubungan dengan keluarga atau orang dekatnya; super awam soal masalah cinta dan bisa jadi gagap di depan wanita yang disukai; brother and sister-complex karena adik-adiknya adalah segalanya buatnya.
- Kelebihan : Akting, karena saat SMP dan SMA aktif di klub teater; model, karena fisik dan wajahnya yang tidak jelek-jelek amat; menguasai karate.
Status/orientasi: Pejuang Cinta (dengan kata lain sedang berusaha pedekate dengan seseorang) Visualisasi: Miura Haruma Link menuju galeri/website visualisasi: here Latar belakang singkat: Anak pertama dari tiga bersaudara. Punya satu adik perempuan dan adik bungsunya adalah lelaki. Ayahnya bekerja kantoran sebagai salah satu staff di sebuah perusahaan yang cukup besar di Toshi Haku. Sementara ibunya sendiri meninggal saat ia masih duduk di bangku SMA. Sempat terpuruk setelah kematian ibunya walau dia kemudian bangkit karena semangat dari dua sahabatnya dan dia tahu bagaimana adik-adiknya membutuhkannya.
Sifat kerasnya muncul karena dia melihat bagaimana ayahnya yang terlihat begitu santai. Walau karena sifat kerasnya itu adik-adiknya menjadi tidak terlalu dekat dengannya dan sering kali curhat masalah itu dengan kedua sahabatnya. Bersahabat dengan Kiriya Hyuuga dan Rei Kinoshita sejak mereka duduk di bangku SD. Sama-sama tahu rahasia satu sama lain dan hanya dengan dua sahabatnya itu lah Minori bisa jujur mengenai banyak hal.
Sekarang sedang jatuh cinta dengan seseorang. Sudah hampir setahun naksir yang bersangkutan tapi alih-alih mengajak bicara atau kencan dia hanya berani datang dan cuma mengajak bicara hal-hal tidak penting karena terlalu malu.
Sebelum ini sempat bekerja di kantor yang sama dengan ayahnya, walau kemudian dia memutuskan untuk keluar dan menjadi aktor mengingat dulu saat SMP dan SMA dia juga aktif di klub teater. Awal dia terjun ke dunia entertaiment karena permintaan tolong salah satu temannya menggantikan untuk pemotretan, dari sana dia sempat mendapat tawaran sebagai model sebelum akhirnya mulai kembali mencoba akting dan berakhir dengan jatuh cinta.
RP Regis:
"Huft..."
Hela nafas untuk kesekian kali.
Minori menatap bangunan di depannya, memperhatikan, sebelum dia menundukkan kepala, menimbang-nimbang, dan kembali mengangkat kepalanya lagi, memperhatikan sebelum sekali lagi menundukkan kepala untuk menimbang-nimbang. Kegiatan yang sudah ia lakukan sejak setengah jam lalu kehadirannya di tempat ini. Bahkan pertanyaan dari penjaga pintu pun tidak terlalu ia pedulikan selain dijawabnya dengan satu kalimat, "Tidak apa-apa."
Ini adalah kali pertama kedatangannya ke bangunan yang sama setelah hampir tiga minggu ia tidak bisa menapakkan kaki ke tempat ini. Rekor pertama bagi Minori setelah kedatangan pertamanya di bangunan yang sama hampir satu tahun lalu. Syuting salah satu drama terbaru menjadi penyebabnya. Walau ia tidak mendapatkan peran utama dan hanya peran pembantu yang mendapatkan sorotan kamera tidak lebih dari sepuluh menit, namun ia tetap harus mengikuti karantina bersama yang lain. Permintaan sang sutradara yang tampaknya memang bisa dibilang nyentrik.
Kepalanya sekali lagi terangkat.
Bangunan yang sama masih berada di tempatnya, belum berpindah. Pria penjaga pintu masih berdiri di depan, membukakan pintu dan menyapa setiap tamu yang masuk ataupun keluar. Orang-orang masih lalu lalang di sekitarnya. Ada yang melewatinya, ada yang berbelok dan memasuki bangunan di depannya, ada pula yang keluar dari bangunan itu dan pergi menjauh. Sementara dia masih tetap ada di tempat yang sama.
Sampai kapan?
Satu tahun lagi?
Pemikiran yang terakhir seolah menghantam Minori. Membuatnya memukul pipinya dengan keras. Tindakan yang sempat membuat beberapa orang melihat ke arahnya. Mengulaskan senyuman kecil usai matanya bertatapan dengan seorang gadis berusia sekitar sembilan tahun yang memandangnya bingung. Ah, semanis Ako dulu. Bukan berarti adiknya tidak manis sekarang. Karena kini, setelah tumbuh menjadi gadis remaja, Ako tidak lagi manis melainkan cantik. Dan dia bangga karenanya.
...tunggu, kenapa pikirannya malah ke sana?
Menarik nafas kembali. Nafas yang dihelanya entah untuk keberapa kali. Dikepalkannya tangan di sisi tubuh. Kaki kanan melangkah, kaki kiri, kaki kanan, kaki kiri, kaki kanan, kaki kiri, kaki kanan, kaki kiri, kaki kanan, kaki kiri, anggukkan kepala pada penjaga pintu, kaki kanan menapak ke dalam ruangan bangunan itu. Dan nyaris otomatis, seolah ada penggerak, sepasang mata hitamnya mencari.
Apa Eri-san sedang bekerja hari ini?
***
|
|
|
Crux Corvus
|
Apr 2 2016, 02:08 AM
Post #2
|