|
- Posts:
- 2
- Group:
- Unregist
- Member
- #3,654
- Joined:
- Mar 3, 2016
- Gender
- Female
- Kimu
- 150
|
PELAJAR SMP
Nama: Himari Tokiwa (芦原常盤) Nama keluarga: Tokiwa (常盤) Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 19 July 2001 Umur: 14 y.o Gender: Female Kewarganegaraan: Toshi Haku Kelas: SMP kelas III Deskripsi karakter:
- Physical appearance
Secara fisik, Himari bisa dibilang memiliki badan yang mungil karena ia pendek dan kurus. Tidak berponi, rambutnya berwarna hitam kecoklatan dengan panjang sedikit melebihi pundak. Kulit putih pucat, masih seperti bayi. Berkawat gigi transparan, baru saja dipasang di akhir kelas dua lalu. Bibir merah muda sedikit peach, chapped lips jadi kemana-mana selalu membawa lip balm. Monolids, berbentuk almond dan menyudut seperti mata kucing dengan iris berwarna senada dengan rambutnya. Gaya berpakaiannya sederhana, lebih suka menggunakan rok dan pakaian-pakaian berwarna pastel dan putih. Suka menggunakan snapback dan bereksperimen dengan rambut.
- Likes
All thing strawberry-flavored, happy ending, main gitar, koleksi foto polaroid, mencicipi kue, dan pelajaran sejarah.
- Dislikes
Makanan pedas dan hambar, aksesoris berlebihan, hujan dan halilintar, broken promises, ayah pulang terlalu malam, darah, dan pelajaran eksata.
- Hobbies
Nonton shoujo anime dan manga, menyulam, membuat scrap book dan hermanium, mengkoleksi segala sesuatu bertema piyo piyo.
- Others
- Sekalipun ayahnya bekerja sebagai seorang petugas forensik yang banyak berhubungan dengan bau formalin, bau darah dan hal-hal sejenisnya, Himari justru memiliki phobia dan ketakutan akan itu. Karenanya ia tidak pernah mau dekat-dekat ayahnya ketika selesai pulang kerja apalagi jika sudah bertugas hingga malam.
- Tidak terlalu banyak memiliki teman laki-laki, dan tidak bisa memahami mereka. Hampir sebagian besar temannya adalah anak perempuan, lingkup laki-laki yang bisa diajaknya berbicara adalah ayahnya, teman ayahnya yang sering mampir ke rumah, kerabat dekat keluarga dan tunangannya.
Tinggi/Berat: 151/42
Sifat:
- Pemalu, amat-sangat pemalu bahkan, hingga Himari menyimpan semua yang dirasakannya hanya untuk dirinya sendiri. Setelah mengenalnya untuk waktu yang cukup lama, maka kamu akan tahu bahwa ia adalah anak yang ramah. Tipe pemikir, namun terkadang juga bisa egois dan keras kepala. Perhatian, penyayang, dan sangat loyal.
- Plus : Pembawaannya tenang, teratur dan terorganisir hidupnya, ingatannya kuat.
- Minus : Perfeksionis, egois, kekanakan kadang, penakut.
Nama wali/orang tua: Chiyo Kageyama Visualisasi: Jung Chaeyeon (Produce101/DIA) Link menuju galeri/website visualisasi: (x)
Latar belakang singkat: Adalah anak kedua dari dua bersaudara, memiliki seorang kakak laki-laki yang sekarang sedang melanjutkan kuliahnya di luar negri karena mendapatkan beasiswa kedokteran di Inggris. Ayahnya adalah seorang petugas forensik yang bekerja untuk kepolisian, sementara ibunya memiliki toko bunga. Tidak banyak yang tahu karena awalnya hanyalah candaan belaka di masa anak-anaknya, namun diam-diam Himari sudah memiliki seorang tunagan yaitu anak seorang polisi, rekan kerja ayahnya.
Nama karakter dewasa yang dimiliki PM: Chiyo Kageyama, Mei Kazehaya, Naomi Miyajima
RP Regis:
Kegiatan klubnya hari ini berakhir lebih sore dari biasanya. Ish! Gerutu kesal pun sekali lagi terselip dari bibirnya. Demi membuat yel-yel dan menyemangati di pertandingan antar kelas nanti, ia sampai berkorban begini. Badannya sudah terasa capek, siapa yang menyangka jika mengayunkan pom-pom seperti yang diperagakan oleh pelatihnya tadi itu benar-benar melelahkan, bahkan lebih melelahkan dari mengikuti senam pagi bersama ibunya. O ya, mungkin juga pengaruh dari kegiatan klub hari ini juga bersamaan dengan sidrom tengah bulan sekaligus jadwal pelajaran olah raga yang ternyata adalah basket. Hiing.
Lokernya ditutup dengan lemas, sambil menggantungkan tas ranselnya yang berisi buku pelajaran dan juga tas berisi baju seragamnya di pundak yang lain. Ia pun menghela napas lagi, masih membutuhkan waktu tiga puluh menit lagi untuk bisa sampai ke rumahnya. Belum lagi pada jam-jam ini, hampir pukul lima sore, Himari harus menghadapi lautan penumpang yang baru pulang kerja. Langkah kakinya terhuyung, melewati para gadis lainnya yang masih sibuk berbincang di ruang loker tersebut. Tangannya dilambaikan pelan, tanpa peduli apakah ia diperhatikan oleh teman-temannya itu.
Pegangan pintu diputarnya, badannya kemudian dibawa melangkah keluar dengan perlahan. Binernya dengan cepat menemukan sosok yang berdiri tak jauh dari ruang ganti itu, masih lengkap dengan seragam sekolah, tentunya. "Ayo... pulang," ucapnya setengah berbisik, tangannya pun terjulur untuk menarik ujung lengan seragam anak laki-laki itu. "...aku ngantuk, nih," Laporan dulu, supaya jika nanti selama di bus ada yang menumpang kepala untuk bersandar di bahu tidak ada yang protes. Hu.
"Nanti mampir kan? Kaasan katanya kangen," timpalnya.
Menggerutu lagi.
"Hu, masih harus mampir toko jadinya..."
|
|
|
Crux Corvus
|
Mar 6 2016, 03:37 AM
Post #2
|