| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Akemi Accola | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 5 2016, 01:21 PM (71 Views) | |
| Akemi Accola | Feb 5 2016, 01:21 PM Post #1 |
|
PELAJAR SMA Nama: Akemi Accola Nama keluarga: Accola Tempat & Tanggal lahir: 8 September 1999 Umur: 17 tahun Gender: Perempuan Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: kelas 3 Deskripsi karakter: Mempunyai kulit putih langsat, rambut hitam atau cokelat tergantung apa yang ia inginkan. Iris mata berwarna cokelat dan menggunakan kaca mata di saat tertentu. Pengikut setia mode, pembaca majalah remaja, pemilik blog trend berpakaian dan penggemar novel-novel romansa. Tidak suka serangga, alergi pada kacang, dan penggemar kopi. Sejak kecil ia menderita anemia dan di dalam tasnya kemanapun ia pergi selalu membawa obat penambah darah. Phobia pada badut sirkus dan balon gas. Pengidap Oedipus Complex atau menyukai orang-orang yang usianya jauh lebih tua, disebabkan karena kurangnya perhatian dari orang tuanya sendiri. Tidak suka kotor, berkeringat dan pelajaran olahraga. Tidak pandai dalam seni musik namun ia pandai dalam seni photography. Suka dengan warna-warna pastel. Tinggi/Berat: 173 cm / 55 kg Sifat: Pintar dalam beberapa pelajaran, pemberani kecuali dengan badut dan balon gas, tidak terlalu optimis tapi sering banyak berharap dan naif. Ramah, ekspresif dan tidak pernah suka bergaul dengan anak-anak populer di sekolah. Bukan penyendiri dan lebih nyaman pada keramaian. Sulit mengingat nama jika baru di dengar satu kali, ceroboh dan sering lupa waktu karena novel atau gadget. Pandai mengontrol emosi, menguasai komunikasi dan bahasa yang baik. Status/orientasi: single Visualisasi: Nana Komatsu Link menuju galeri/website visualisasi: LINK Latar belakang singkat: Lahir dari pasangan workaholic, sebagai anak tunggal. Ayahnya mempunyai kedudukan di kantor periklanan, sedang ibunya mendirikan rumah mode dan butik. Ibu dan ayahnya mendidik Akemi dengan stereotype kesempurnaan; harus pintar, harus cantik, harus menjadi anak baik dan segala macamnya, dan menilai bahwa materi dapat membuat satu-satunya anak mereka bahagia. Keinginannya selalu terpenuhi tapi Akemi tidak pernah suka ditinggal-tinggal, dan akibatnya merasa keluarganya hancur meski tanpa masalah. RP Regis: Di tangannya ada sebuah tumblr yang berisi Cinnamon Dolce Light Frappuccino dengan simbol pesolek bernuansa hijau dan putih. Gadis itu baru saja keluar dari kedai kopi pada pagi hari dimana ia seharusnya sedang berjalan menuju sekolahnya dengan tergesa-gesa. Seragamnya lengkap, seperti anak baik-baik yang taat peraturan, hanya saja tingkah lakunya terkadang tidak bisa ditolerin. Jam alarm-nya tidak berbunyi pagi ini, tapi ia menolak untuk mengawali harinya tanpa segelas kopi yang biasa ia beli di kedai dekat dengan stasiun. Akemi tahu kapan gerbang sekolahnya di tutup, dan ia sedang mengupayakannya dengan lari-lari di sepanjang jalan yang sepi. Ada beberapa anak yang terlihat bergabung bersamanya di luar sekolah, mengenakan baju seragam yang sama dengan ponsel di telinga mereka. Ia tahu gelagatnya yang akan menyalahkan dan mendesah `yah sudah tutup, padahal aku niat sekolah.` kemudian pergi ke tempat hiburan dengan baju ganti yang mereka bawa dalam tas. Akemi—sekalipun ia ingin ikut jejak mereka dan merasakan nikmatnya senin pagi tanpa sekolah—tetap membawa kakinya mengambil langkah besar-besar sampai ke gerbang. Masuk begitu bell berbunyi dengan keras dan ia melanjutkan larinya setelah mengganti sepatu ke kelasnya. Hari ini ada pelajaran yang tidak boleh ia lewatkan sekalipun ia payah. Faktornya banyak; semuanya berhubungan dengan simdrom remaja tujuh belas tahunnya yang sedang menggebu-gebu. Seni selalu ia artikan dengan paras wajah tampan khas pangeran berkuda putih. Faktor terbesar. "Antreannya panjang eh?" seorang gadis yang duduk tepat di sebelahnya, di sebelah jendela, bagian paling belakang, menyerbu dengan kerlingan dimatanya "Untung guru favorite-mu belum datang." Sementara Akemi melirik tumblrnya, dan menyesap isinya sedikit. "Alarmku mati di hari penting." kemudian duduk di bangku sambil merapikan rambutnya yang berantakan selagi lari tadi. "Ada—" kepalanya menoleh kala pintu kelasnya bergeser, dibarengi ucapan selamat pagi meluncur dari pita suara seorang pria. Gadis itu diam tidak melanjutkan ucapannya, duduknya terpaku dan setelah menemukan suaranya ia mendapati, "Kapan dia akan kelihatan jelek?" meluncur dengan bunyi bisikan yang mirip dengan miliknya. Well— —Itu miliknya. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 7 2016, 01:21 AM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Visualisasi Komatsu Nana telah digunakan oleh Kotoha Moriya, silahkan ganti visualisasi anda |
![]() |
|
| Akemi Accola | Feb 7 2016, 09:31 AM Post #3 |
|
PELAJAR SMA Nama: Akemi Accola Nama keluarga: Accola Tempat & Tanggal lahir: 8 September 1999 Umur: 17 tahun Gender: Perempuan Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: kelas 3 Deskripsi karakter: Mempunyai kulit putih langsat, rambut hitam atau cokelat tergantung apa yang ia inginkan. Iris mata berwarna cokelat dan menggunakan kaca mata di saat tertentu. Pengikut setia mode, pembaca majalah remaja, pemilik blog trend berpakaian dan penggemar novel-novel romansa. Tidak suka serangga, alergi pada kacang, dan penggemar kopi. Sejak kecil ia menderita anemia dan di dalam tasnya kemanapun ia pergi selalu membawa obat penambah darah. Phobia pada badut sirkus dan balon gas. Pengidap Oedipus Complex atau menyukai orang-orang yang usianya jauh lebih tua, disebabkan karena kurangnya perhatian dari orang tuanya sendiri. Tidak suka kotor, berkeringat dan pelajaran olahraga. Tidak pandai dalam seni musik namun ia pandai dalam seni photography. Suka dengan warna-warna pastel. Tinggi/Berat: 169 cm / 55 kg Sifat: Pintar dalam beberapa pelajaran, pemberani kecuali dengan badut dan balon gas, tidak terlalu optimis tapi sering banyak berharap dan naif. Ramah, ekspresif dan tidak pernah suka bergaul dengan anak-anak populer di sekolah. Bukan penyendiri dan lebih nyaman pada keramaian. Sulit mengingat nama jika baru di dengar satu kali, ceroboh dan sering lupa waktu karena novel atau gadget. Pandai mengontrol emosi, menguasai komunikasi dan bahasa yang baik. Status/orientasi: single Visualisasi: Horikita Maki Link menuju galeri/website visualisasi: LINK Latar belakang singkat: Lahir dari pasangan workaholic, sebagai anak tunggal. Ayahnya mempunyai kedudukan di kantor periklanan, sedang ibunya mendirikan rumah mode dan butik. Ibu dan ayahnya mendidik Akemi dengan stereotype kesempurnaan; harus pintar, harus cantik, harus menjadi anak baik dan segala macamnya, dan menilai bahwa materi dapat membuat satu-satunya anak mereka bahagia. Keinginannya selalu terpenuhi tapi Akemi tidak pernah suka ditinggal-tinggal, dan akibatnya merasa keluarganya hancur meski tanpa masalah. RP Regis: Di tangannya ada sebuah tumblr yang berisi Cinnamon Dolce Light Frappuccino dengan simbol pesolek bernuansa hijau dan putih. Gadis itu baru saja keluar dari kedai kopi pada pagi hari dimana ia seharusnya sedang berjalan menuju sekolahnya dengan tergesa-gesa. Seragamnya lengkap, seperti anak baik-baik yang taat peraturan, hanya saja tingkah lakunya terkadang tidak bisa ditolerin. Jam alarm-nya tidak berbunyi pagi ini, tapi ia menolak untuk mengawali harinya tanpa segelas kopi yang biasa ia beli di kedai dekat dengan stasiun. Akemi tahu kapan gerbang sekolahnya di tutup, dan ia sedang mengupayakannya dengan lari-lari di sepanjang jalan yang sepi. Ada beberapa anak yang terlihat bergabung bersamanya di luar sekolah, mengenakan baju seragam yang sama dengan ponsel di telinga mereka. Ia tahu gelagatnya yang akan menyalahkan dan mendesah `yah sudah tutup, padahal aku niat sekolah.` kemudian pergi ke tempat hiburan dengan baju ganti yang mereka bawa dalam tas. Akemi—sekalipun ia ingin ikut jejak mereka dan merasakan nikmatnya senin pagi tanpa sekolah—tetap membawa kakinya mengambil langkah besar-besar sampai ke gerbang. Masuk begitu bel berbunyi dengan keras dan ia melanjutkan larinya setelah mengganti sepatu ke kelasnya. Hari ini ada pelajaran yang tidak boleh ia lewatkan sekalipun ia payah. Faktornya banyak; semuanya berhubungan dengan simdrom remaja tujuh belas tahunnya yang sedang menggebu-gebu. Seni selalu ia artikan dengan paras wajah tampan khas pangeran berkuda putih. Faktor terbesar. "Antreannya panjang eh?" seorang gadis yang duduk tepat di sebelahnya, di sebelah jendela, bagian paling belakang, menyerbu dengan kerlingan dimatanya "Untung guru favorite-mu belum datang." Sementara Akemi melirik tumblrnya, dan menyesap isinya sedikit. "Alarmku mati di hari penting." kemudian duduk di bangku sambil merapikan rambutnya yang berantakan selagi lari tadi. "Ada—" kepalanya menoleh kala pintu kelasnya bergeser, dibarengi ucapan selamat pagi meluncur dari pita suara seorang pria. Gadis itu diam tidak melanjutkan ucapannya, duduknya terpaku dan setelah menemukan suaranya ia mendapati, "Kapan dia akan kelihatan jelek?" meluncur dengan bunyi bisikan yang mirip dengan miliknya. Well— —Itu miliknya |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 7 2016, 09:54 PM Post #4 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:34 AM Jul 11