| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Scotland Abbigail | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 1 2016, 11:11 PM (47 Views) | |
| Scotland Abbigail | Feb 1 2016, 11:11 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Scotland Nebbinsky Abbigail Nama keluarga: Abbigail Tempat & Tanggal lahir: Scotland, 11 Oktober 1996 Umur: 20 tahun Gender: Male Kewarganegaraan: ToshiHaku Jurusan/Kelas: Fakultas Kesenian; jurusan musik / tingkat Sophomore Deskripsi karakter: Rambut berwarna platina agak ikal sebatas tengkuk dan bagian depannya selalu menutupi dahi, bola mata berwarna biru dengan lingkar sewarna zaitun, bibir atas tipis; bagian bawah agak tebal, jangkung dengan punggung bidang, selalu memakai baju tangan panjang bahkan di saat musim panas, perokok aktif, gaya bicara halus dan lembut, Bvlgari fragrance, suara tipe Bariton. Tinggi/Berat: 185 cm / 68 kg Sifat:
Status/orientasi: single/normal Visualisasi: Paul Craddock Link menuju galeri/website visualisasi: Here Latar belakang singkat: Scotland Nebbinsky Abbigail, anak bungsu dari 3 bersaudara; lahir dari pasangan Schurt Abbigail (pensiunan tentara) dan Novanka Abbigail (nee-Folks) (pensiunan pegawai rumah sakit di ToshiHaku), memiliki sepasang kakak kembar, Madelaine Abbigail dan Roselaine Abbigail namun Roselaine sudah meninggal akibat kanker hati yang dideritanya selama 4 tahun. Kedua orangtuanya sudah pindah ke Barcelona. Scott sendiri saat ini tinggal di asrama dan hanya pulang pada akhir pekan untuk berlibur bersama kakaknya, Madelaine dan keponakannya, Autumn. Kadang-kadang ia bekerja paruh waktu di sebuah bar hanya untuk menambah aktifitasnya. RP Regis: menyusul |
![]() |
|
| Scotland Abbigail | Feb 2 2016, 08:14 PM Post #2 |
|
contoh RP regis : Payung-payung hitam. Keluarga Abbigail berduka, tiga tahun yang lalu. Kentara dalam ingatan Nebbinsky muda, hujan deras mengguyur tanah pemakaman, tanah kesedihan tercium begitu pekat; sesak. Pundak-pundak bergetar dengan tangan saling merangkul, menguatkan. Lensa birunya mengelana, memandangi perempuan bertudung merah yang kini bersandar pada papan bertuliskan nama saudari kembarnya. Perempuan itu selalu yang paling bijak bahkan d saat paling sulit sekalipun. Ia berani bertaruh kalau si gadis tidak menangis, namun tatapannya begitu mendayu senada dengan awan hitam yang turun menjuntai di sisi langit; menjadikan sore harinya begitu melankolis. * Seseorang mengirimkan alamat kepadanya, Novanka sudah mengatakan padanya semala. Ia diminta untuk segera berangkat menuju ToshiHaku malam itu juga. Penerbangan pertama nyaris tengah malam; katanya Madelaine mengirimkan semacam SOS pada ibunya—awal sebuah lelucon menggelikan, tetapi pemuda tidak membantah. Ia tahu tipikal ibunya, tidak akan merepotkan orang seandainya yang terjadi memang dalam kondisi darurat. Lantas pukul sebelas malam ia sudah berada dalam kereta terakhir menuju arah rumah mendiang Roselaine; kakak sulungnya yang terlahir kembar dengan Madelaine. Ia tiba di sebuah rumah bergaya minimalis, tak banyak corak selain kebun yang terhampar luas dengan jalan setapak meliuk dihiasi batu-batu koral di sekelilingnya. Dari kejauhan ia bisa melihat betapa megah rumahnya, sinar-sinar lampu mengintip dari kotak-kotak jendela berbentuk persegi. Ranselnya disangkutkan pada salah satu pundaknya, jaket hitam yang dipakai olehnya terlihat membungkus tapi tubuh jangkung Scotland Abbigail. Namun langkahnya terpaksa berhenti. “TAPI INI ANAKMU! SEHARUSNYA KAU BISA TANGGUNG JAWAB!” Suara Madelaine. Aneh, sepanjang hidupnya anak tengah dari keluarga Abbigail itu tidak pernah teriak-teriak seperti ini. “Urus saja sendiri. Aku tak mau repot dengan anak kecil.” “Kau bicara apa sih?” “Salahmu tak mau menikah denganku.” “…… Yveth, aku menghormati Roselaine.” “Tapi dia sudah mati.” “Kalau kakakku mati, terus kau mau apa?” Tubuh jangkungnya menerjang dalam hitungan detik, buku-buku jarinya mengepal, melayangkan bogem mentah pada lelaki yang menikahi kakaknya 6 tahun silam. Tidak ada perlawanan berarti karena Scot tak memberikan barang satu detik pun untuk laki-laki itu bernafas, sementara ia makin diserang rasa gusar. Amarahnya sudah bertahan di titik puncak dan mungkin ini pertama kalinya Madelaine akan melihat adiknya berubah menjadi seorang monster. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 7 2016, 01:04 AM Post #3 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:34 AM Jul 11