| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Ariandi Juna Sumirat | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 24 2016, 06:56 AM (105 Views) | |
| Ariandi J. Sumirat | Jan 24 2016, 06:56 AM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Ariadi Juna Sumirat Nama Panggilan: Rian, Juna Nama keluarga: Sumirat Tempat & Tanggal lahir: Bandung, 29 Juni 1993 Umur: 23 Gender: Laki-laki Kewarganegaraan: Indonesia Jurusan/Kelas: Pascasarjana Teknik Kimia / Semester 1 Deskripsi karakter: Tinggi, tegap atletis / warna kulit kuning langsat / wajah cenderung bulat dengan rahang yang kokoh, warna mata hitam kecokelatan / memiliki unibrow cukup tebal (alis yang menyatu) / hidung mancung / bibir kemerahan / rambut hitam tebal sering menggunakan model undercut / memiliki tato setengah hati di dada sebelah kirinya / cara berjalan tegap karismatik / seringkali menggunakan casual outfit dengan pelengkap entah itu blazer,cardigan, sweater, atau jacket / hobinya memasak, fitness, dan otomotif / tidak suka pada rokok, orang yang merokok / memiliki asthma dengan faktor pencetus asap/ cukup sulit berada di suhu dengan udara dingin / libidonya tinggi / memiliki kemampuan bernyanyi natural / bermain gitar dan beladiri taekwondo / suka pada olahraga ekstrem seperti bungee jumping, paralayang, dsb/ berbahasa indonesia, inggris, sunda dan jepang. Tinggi/Berat: 184 cm / 67 kg Sifat:
Status/orientasi: Currently in relationship / bisex Visualisasi: Deva Mahenra Link menuju galeri/website visualisasi:here Latar belakang singkat: Rian, atau lebih akrab dipanggil Juna, adalah anak lelaki pertama dari pasangan Awis Trisnawati dan Gatot Krisna Sumirat, merupakan salah satu dari pengusaha catering terbaik di Parahyangan. Memiliki dua orang adik kembar; Gina Nalika Sumirat dan Bagja Sadewa Sumirat. Dibesarkan dalam didikan sunda yang kental, membuatnya menjadi lelaki dewasa yang bijak, selalu menjadi penengah bagi adik-adik serta sepupu-sepupunya. Meski demikian, ia memikul tanggung jawab berat sebagai penerus usaha orang tuanya. Seringkali Juna merasa tertekan dengan keinginan orang tuanya. Namun didikan taat pada yang lebih tua membuatnya selalu patuh. Riwayat pendidikannya membanggakan, berprestasi baik di SMP dan SMA paling favorit di Bandung, serta mengenyam pendidikan sarjana di Teknik Kimia ITB. Ia mendapatkan beasiswa penuh Pasca-sarjana di Toshi Haku. Orang tua Juna bersikeras menjadikan anaknya pewaris tunggal usaha orang tuanya, meskipun ia sangat ingin menjadi consultant engineer di organisasi besar dunia. Kehidupannya yang tampak sempurna membuatnya terkadang dimanfaatkan orang-orang tertentu, termasuk kekasihnya, Allenina Marasudira. Mereka menjalin hubungan sejak kelas 2 SMA dan kerapkali menempatkan Juna pada posisi tidak menguntungkan. Meski demikian Juna tetap mencintai Nina. Nina yang membawanya ke dunia malam, alkohol dan hubungan intim. Bagi Juna Nina adalah masa depannya. Nina masih berkuliah di Jakarta London School dan berencana mengambil sekolah lanjutan di Paris. RP Regis: "Beb, nanti kabarin kalau udah sampai di sana ya," Nina dengan lengan masih menggelayuti leher kokohnya bermanja melepas kepergian Juna di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. "Iya, sayang, pasti," jawab Juna berbisik, memberikan kecupan singkat di bibir halus Nina."Udah ya, Mama nunggu nih." Nina tersenyum tulus, menggandeng tangan lebar Juna dari kamar mandi bandara sambil mengendap. Sebuah kebiasaan yang selalu mereka lakukan saat bersama di tempat umum selama setahun terakhir: berhubungan intim sekejap di kamar mandi. Nina yang lihai selalu dapat meloloskan keinginannya meskipun Juna menolak awalnya. Wanita 22 tahun ini memang sedikit nekat. Ralat, ia nekat sekali. "Mama,"sapa Nina pada ibu Juna, menundukkan kepalanya, mencium punggung tangannya. "Udah lama kalian teh di sini ya?" balas ibunya, membelai kepala hawa yang selama enam tahun ini melekat pada anak sulung kebanggaannya. "Nggak, Ma. Baru aja," jawab Juna, melakukan prosesi yang sama mengikuti kekasihnya."Abah mana?" "Si Abah mah lagi beres-beresin barang kamu," jawab ibunya ringan. "Loh, jangan atuh Ma. Biar Jun aja." "Biarin atuh, Jun. Da, kapan lagi beresin barang kamu? Nanti mah udah jauh, dimana?" "Toshi Haku, Mam," sahut Nina, dengan senyum manisnya. "Tah itu, Mama mah gak bisa nyebutnya juga, ah. Hese," celetuknya membuat sejoli itu agak terkikik geli. "Udah siap Jun?" sang ayah dengan batik berkelasnya bergabung. Kedua adik kembar beda-jenis-kelamin Juna mengekor, membawa koper-koper dan barang bagasi miliknya. "Udah, Bah," jawab Juna mengulangi proses yang sama pada ayahandanya. Tradisi di ranah Sunda, mencium tangan ketika bertemu dan hendak meninggalkan keluarga. "Aa, kapan lagi pulangnya?" tanya Gina, bungsu yang hanya berselisih 3 menit dari kakaknya. "Nanti dikasih tahu, Gin. Buat apa ada BBM, Line, Watsapp?" jawab Juna merangkul adik perempuan yang begitu ia sayangi itu,"Kalau ada apa-apa tetep hubungin Aa ya." "Kamu juga," Juna berbalik pada Bagja, kembar Gina, mengusap rambut halus yang dibiarkan jatuh menutupi dahinya. So Bieber. Bagja sudah besar, ia kemudian menepis tangan besar Juna. Hormon lelakinya bekerja, ia malu diperlakukan manis di depan umum. "Kalian jagain Abah sama Mama, janji sama Aa," pesan Juna kemudian pada kedua adik kembarnya. Mereka tersenyum, mengangguk."Jagain Teh Nina juga." Juna akhirnya berpelukan dengan anggota keluarganya satu per satu. Ia merasakan setitik embun di pelupuk ayahnya yang terkenal tegas itu. Meskipun akan merepotkan dengan segala urusan bisnis ayahnya kelak, kepergiannya ini masih merupakan kebesaran hati beliau melepas sang sulung mengejar mimpinya, sebelum ada mimpi lain hinggap di pundaknya. Sedikit memberikan kecupan di dahi sang tambatan hati, Juna mendorong dua koper besar Louis-Viton dan beberapa tas polo kecil. Bersiap menghadapi hidup barunya di Toshi Haku. |
![]() |
|
| Ariandi J. Sumirat | Jan 24 2016, 06:58 AM Post #2 |
|
ada kesalahan saat registrasi, semestinya umurnya 23 tahun. Mohon maaf atas kesalahan tersebut |
![]() |
|
| Ariandi J. Sumirat | Jan 24 2016, 07:00 AM Post #3 |
|
kemudian namanya, semestinya Ariandi Juna Sumirat. Maaf, min. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 6 2016, 07:50 PM Post #4 |
![]()
Kepala Negara
|
Silahkan pasang avatar terlebih dahulu dan repost form formulir anda dengan nama dan umur yang benar. Tolong jelaskan lebih lengkap lagi kekurangan dan kelebihan karakter anda. Dan silahkan request ganti nama untuk mengganti username agar sesuai dengan keinginan dan juga mengikuti aturan yang sudah ditentukan, silahkan baca general rules untuk tahu bagaimana bentuk username yang benar. Terimakasih |
![]() |
|
| Ariandi J. Sumirat | Feb 6 2016, 10:40 PM Post #5 |
|
Kelebihan: -Ramah, ia akan bersikap baik dan berusaha menyapa setiap orang yang ia lewati di sekitar tempat tinggal atau tempat ia belajar. -Romantis, suka membuat lagu dan menyanyikannya saat candle light dinner, perhatian baik pada hal yang remeh temeh ataupun yang besar pada pasangannya. -Rapi dan teratur, kamar, to do list, pekerjaan, semuanya punya aturan tak kasat mata baginya, patuh aturan dan menjaga penampilan, untuk dirinya sendiri, dan tempat ia tinggal. -open-minded, terbuka pada sesuatu yang baru atau tabu, tidak memilih teman dan relasi. Kekurangan: -clueless, terkadang ia tidak peka terhadap perubahan emosi seseorang atau maksud terselubung seseorang, karena ia mengedepankan positive thinking. -naive, sedikit melankolis juga. meski tahu seseorang itu jahat padanya, ia tak akan segan tetap bersikap baik, meski ia tahu ada yang hanya mencari kesempatan padanya, bila memang bantuannya dibutuhkan ia akan berusaha memberikan. -mudah terpengaruh, meski ia rapi dan teratur, ia sangat mudah terpengaruh ucapan orang dan mudah terdistraksi, maka dari itu ia selalu memiliki catatan to do list agar tidak lupa dengan apa yang ia tuju. -pacifist, sifat ini baik, namun ia cenderung menghindari konflik baik dengan cara berbohong atau mengelak atau menghilang. Cenderung terkesan agak pengecut. Tambahan: -suka makanan pedas dan cenderung sweet-tooth -seorang yang steady atau phlegamatis yang bergolongan darah A. Diisi disini tidak apa-apa kan ya? |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 7 2016, 01:26 AM Post #6 |
![]()
Kepala Negara
|
Seperti yang sudah saya tulis di atas, tolong formulir utuh juga di repost (seluruh formulir) dan umur, nama dan sifat yang benar di tambahkan dan tidak terpisah-pisah per post seperti di atas agar memudahkan archive kami.
Edited by Crux Corvus, Feb 7 2016, 01:26 AM.
|
![]() |
|
| Ariandi J. Sumirat | Feb 7 2016, 04:32 AM Post #7 |
|
MAHASISWA Nama: Ariandi Juna Sumirat Nama Panggilan: Rian, Juna Nama keluarga: Sumirat Tempat & Tanggal lahir: Bandung, 29 Juni 1993 Umur: 23 Gender: Laki-laki Kewarganegaraan: Indonesia Jurusan/Kelas: Pascasarjana Teknik Kimia / Semester 1 Deskripsi karakter: Tinggi, tegap atletis / warna kulit kuning langsat / wajah cenderung bulat dengan rahang yang kokoh, warna mata hitam kecokelatan / memiliki unibrow cukup tebal (alis yang menyatu) / hidung mancung / bibir kemerahan / rambut hitam tebal sering menggunakan model undercut / memiliki tato setengah hati di dada sebelah kirinya / cara berjalan tegap karismatik / seringkali menggunakan casual outfit dengan pelengkap entah itu blazer,cardigan, sweater, atau jacket / hobinya memasak, fitness, dan otomotif / tidak suka pada rokok, orang yang merokok / memiliki asthma dengan faktor pencetus asap/ cukup sulit berada di suhu dengan udara dingin / libidonya tinggi / memiliki kemampuan bernyanyi natural / bermain gitar dan beladiri taekwondo / suka pada olahraga ekstrem seperti bungee jumping, paralayang, dsb/ berbahasa indonesia, inggris, sunda dan jepang. Tinggi/Berat: 184 cm / 67 kg Sifat: Kelebihan: -Ramah, ia akan bersikap baik dan berusaha menyapa setiap orang yang ia lewati di sekitar tempat tinggal atau tempat ia belajar. -Romantis, suka membuat lagu dan menyanyikannya saat candle light dinner, perhatian baik pada hal yang remeh temeh ataupun yang besar pada pasangannya. -Rapi dan teratur, kamar, to do list, pekerjaan, semuanya punya aturan tak kasat mata baginya, patuh aturan dan menjaga penampilan, untuk dirinya sendiri, dan tempat ia tinggal. -open-minded, terbuka pada sesuatu yang baru atau tabu, tidak memilih teman dan relasi. Kekurangan: -clueless, terkadang ia tidak peka terhadap perubahan emosi seseorang atau maksud terselubung seseorang, karena ia mengedepankan positive thinking. -naive, sedikit melankolis juga. meski tahu seseorang itu jahat padanya, ia tak akan segan tetap bersikap baik, meski ia tahu ada yang hanya mencari kesempatan padanya, bila memang bantuannya dibutuhkan ia akan berusaha memberikan. -mudah terpengaruh, meski ia rapi dan teratur, ia sangat mudah terpengaruh ucapan orang dan mudah terdistraksi, maka dari itu ia selalu memiliki catatan to do list agar tidak lupa dengan apa yang ia tuju. -pacifist, sifat ini baik, namun ia cenderung menghindari konflik baik dengan cara berbohong atau mengelak atau menghilang. Cenderung terkesan agak pengecut. Tambahan: -suka makanan pedas dan cenderung sweet-tooth -seorang yang steady atau phlegamatis yang bergolongan darah A. Status/orientasi: Currently in relationship / bisex Visualisasi: Deva Mahenra Link menuju galeri/website visualisasi:here Latar belakang singkat: Rian, atau lebih akrab dipanggil Juna, adalah anak lelaki pertama dari pasangan Awis Trisnawati dan Gatot Krisna Sumirat, merupakan salah satu dari pengusaha catering terbaik di Parahyangan. Memiliki dua orang adik kembar; Gina Nalika Sumirat dan Bagja Sadewa Sumirat. Dibesarkan dalam didikan sunda yang kental, membuatnya menjadi lelaki dewasa yang bijak, selalu menjadi penengah bagi adik-adik serta sepupu-sepupunya. Meski demikian, ia memikul tanggung jawab berat sebagai penerus usaha orang tuanya. Seringkali Juna merasa tertekan dengan keinginan orang tuanya. Namun didikan taat pada yang lebih tua membuatnya selalu patuh. Riwayat pendidikannya membanggakan, berprestasi baik di SMP dan SMA paling favorit di Bandung, serta mengenyam pendidikan sarjana di Teknik Kimia ITB. Ia mendapatkan beasiswa penuh Pasca-sarjana di Toshi Haku. Orang tua Juna bersikeras menjadikan anaknya pewaris tunggal usaha orang tuanya, meskipun ia sangat ingin menjadi consultant engineer di organisasi besar dunia. Kehidupannya yang tampak sempurna membuatnya terkadang dimanfaatkan orang-orang tertentu, termasuk kekasihnya, Allenina Marasudira. Mereka menjalin hubungan sejak kelas 2 SMA dan kerapkali menempatkan Juna pada posisi tidak menguntungkan. Meski demikian Juna tetap mencintai Nina. Nina yang membawanya ke dunia malam, alkohol dan hubungan intim. Bagi Juna Nina adalah masa depannya. Nina masih berkuliah di Jakarta London School dan berencana mengambil sekolah lanjutan di Paris. RP Regis: "Beb, nanti kabarin kalau udah sampai di sana ya," Nina dengan lengan masih menggelayuti leher kokohnya bermanja melepas kepergian Juna di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. "Iya, sayang, pasti," jawab Juna berbisik, memberikan kecupan singkat di bibir halus Nina."Udah ya, Mama nunggu nih." Nina tersenyum tulus, menggandeng tangan lebar Juna dari kamar mandi bandara sambil mengendap. Sebuah kebiasaan yang selalu mereka lakukan saat bersama di tempat umum selama setahun terakhir: berhubungan intim sekejap di kamar mandi. Nina yang lihai selalu dapat meloloskan keinginannya meskipun Juna menolak awalnya. Wanita 22 tahun ini memang sedikit nekat. Ralat, ia nekat sekali. "Mama,"sapa Nina pada ibu Juna, menundukkan kepalanya, mencium punggung tangannya. "Udah lama kalian teh di sini ya?" balas ibunya, membelai kepala hawa yang selama enam tahun ini melekat pada anak sulung kebanggaannya. "Nggak, Ma. Baru aja," jawab Juna, melakukan prosesi yang sama mengikuti kekasihnya."Abah mana?" "Si Abah mah lagi beres-beresin barang kamu," jawab ibunya ringan. "Loh, jangan atuh Ma. Biar Jun aja." "Biarin atuh, Jun. Da, kapan lagi beresin barang kamu? Nanti mah udah jauh, dimana?" "Toshi Haku, Mam," sahut Nina, dengan senyum manisnya. "Tah itu, Mama mah gak bisa nyebutnya juga, ah. Hese," celetuknya membuat sejoli itu agak terkikik geli. "Udah siap Jun?" sang ayah dengan batik berkelasnya bergabung. Kedua adik kembar beda-jenis-kelamin Juna mengekor, membawa koper-koper dan barang bagasi miliknya. "Udah, Bah," jawab Juna mengulangi proses yang sama pada ayahandanya. Tradisi di ranah Sunda, mencium tangan ketika bertemu dan hendak meninggalkan keluarga. "Aa, kapan lagi pulangnya?" tanya Gina, bungsu yang hanya berselisih 3 menit dari kakaknya. "Nanti dikasih tahu, Gin. Buat apa ada BBM, Line, Watsapp?" jawab Juna merangkul adik perempuan yang begitu ia sayangi itu,"Kalau ada apa-apa tetep hubungin Aa ya." "Kamu juga," Juna berbalik pada Bagja, kembar Gina, mengusap rambut halus yang dibiarkan jatuh menutupi dahinya. So Bieber. Bagja sudah besar, ia kemudian menepis tangan besar Juna. Hormon lelakinya bekerja, ia malu diperlakukan manis di depan umum. "Kalian jagain Abah sama Mama, janji sama Aa," pesan Juna kemudian pada kedua adik kembarnya. Mereka tersenyum, mengangguk."Jagain Teh Nina juga." Juna akhirnya berpelukan dengan anggota keluarganya satu per satu. Ia merasakan setitik embun di pelupuk ayahnya yang terkenal tegas itu. Meskipun akan merepotkan dengan segala urusan bisnis ayahnya kelak, kepergiannya ini masih merupakan kebesaran hati beliau melepas sang sulung mengejar mimpinya, sebelum ada mimpi lain hinggap di pundaknya. Sedikit memberikan kecupan di dahi sang tambatan hati, Juna mendorong dua koper besar Louis-Viton dan beberapa tas polo kecil. Bersiap menghadapi hidup barunya di Toshi Haku. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 7 2016, 11:30 PM Post #8 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:34 AM Jul 11