| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Prasong Narkhirunkanok; Mahasiswa | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 24 2016, 04:25 AM (54 Views) | |
| Prasong Narkhirunkanok | Jan 24 2016, 04:25 AM Post #1 |
|
MAHASISWA/PELAJAR SMA (pilih salah satu) Nama: Prasong Narkhirunkanok Nama Panggilan: Tarn Nama keluarga: Narkhirunkanok Tempat & Tanggal lahir: Bangkok, 15 Maret 1997 Umur: 18 Gender: Laki-laki Kewarganegaraan: Thailand Jurusan/Kelas: Fotografi / Semester 1 Deskripsi karakter: Tarn cukup tinggi untuk anak seumurannya, 173 cm dengan berat 56 kg. Badannya cukup proporsional karena ia suka berkelahi dan melakukan berbagai olahraga. Wajahnya oval oriental karena ayahnya adalah seorang keturunan tionghoa. Rambutnya lurus tebal berwarna hitam, seperti halnya dengan orb matanya, dark charcoal. Kulitnya putih bersih meskipun memiliki beberapa bekas luka jahitan di lengan kanan, paha kanan, dan betis kanan akibat jatuh dari motor. Gaya berjalannya santai agak urakan, selalu memasukkan tangannya ke saku atau mengaitkan jaket yang ia bawa di jari-jari tangan, jatuh ke punggung. Hobinya melukis dan olahraga, terutama Thai Boxing. Hal yang ia suka adalah cat air dan kanvas, hal yang tidak ia sukai adalah tangisan ibunya, cinta. Tarn juga sweet tooth dan memiliki bakat natural dalam climbing, meski tak ia tekuni dengan alasan akan teringat pada 'Khun'. Ia cepat tanggap saat diajari hal baru. Tinggi/Berat: 173 cm / 56 kg Sifat:
Status/orientasi: Single / Gay Visualisasi: Jirayu Laongmanee Link menuju galeri/website visualisasi:Here Latar belakang singkat: Tarn lahir dan besar di Bangkok sebagai anak yatim. Ibunya, Suttata Narkhirunkanok hanya seorang cleaning sevice di Siam Square. Hal tersebut membuatnya menjadi anak yang rajin dan cerdas, membuatnya selalu dapat sekolah tanpa harus membayar. Tarn yang sejak kecil selalu menjadi korban bullying, akhirnya sering pulang dengan badan terluka akibat terlibat perkelahian dengan anak-anak nakal. Hal tersebut membuatnya tertekan karena ia tak bisa bercerita hal sesungguhnya kepada ibunya. Ia takut ibunya akan merasa sedih dan satu-satunya hal di dunia yang tak ingin ia lakukan adalah membuat ibunya sedih. Prinsipnya tersebut akhirnya mau tak mau ia langgar karena jatuh cinta pada seorang pemuda yang sering menolongnya saat dijahili. Mereka dekat dan sempat menjalin cinta dengan hangat sebelum ibunya menemukannya tengah bercumbu di dalam kamarnya sendiri. Tarn sedih dan bingung, mengusir kekasihnya dan tak pernah ingin menemuinya lagi. Sejak saat itu ia menjadi anak yang urakan dan nakal meskipun ia tetap menutupi itu dari ibunya dengan menunjukkan prestasi yang membanggakan. Saat lulus, Tarn mendapat beasiswa dari sekolahnya ke Toshi Haku University namun jurusan yang ia dapat tak pernah ia minati, fotografi. Ia lebih suka melukis. Demi ibunya, yang memaksanya untuk sekolah lebih tinggi, agar mendapat kehidupan yang lebih layak, Tarn terpaksa mengabulkan keinginan ibunya dan pergi ke Toshi Haku untuk menimba ilmu. RP Regis: "Tarn, mau sampai kapan kau kabur dari rumah? Pulang nak, apa kau tidak khawatir pada ibumu?" Suara serak ibunya adalah hal terakhir yang ingin ia dengar seminggu ini. Ia menghabiskan beberapa malam di tempat yang berlainan. Dari satu klub ke klub lain, satu apartemen ke apartemen lain. Sejak ia berpisah dari 'Khun' tak ada lagi yang membuatnya bersemangat. Ia hanya mencecap kenikmatan sesaat dari orang-orang yang memburu wajah tampan dan kemulusan tubuhnya. Meski tak gratis. "Ma, aku akan pulang sebentar lagi aku janji," balasnya melalui speaker telepon genggam miliknya. "Tarn, kau tidak sedang..." "Ma, sudah," Tarn mendesah,"jangan khawatir lagi, aku pasti pulang hari ini." "Bagaimana dengan beasiswamu?" "Ma, aku kan sudah bilang..." "Tarn, demi Mama nak. Jangan pikirkan Mama. demi kamu. demi..demi kita...demi ayahmu...hiks.." Tarn menggacak rambut hitam tebalnya yang masih acak-acakan. Suara itu lagi, aku sungguh membencinya! "...dai khrap[1]," akhirnya ia menjawab dengan kerongkongan yang kering,"aku akan pergi ke sana." "Cepat pulang nak..." "Khrap[2],"jawabnya singkat. "Mama ruk Tarn na kha..."[3] "Um, Tarn ruk Ma mak mak khrap[4]," Tarn lalu menekan simbol merah di layar smartphone miliknya. Ia akan pergi ke Toshi Haku lusa. Sesungguhnya ia hanya ingin berada di Thailand dengan ibunya, bekerja jadi apa saja—jika tak bisa menjadi pelukis. Namun sekali lagi, ia bahkan rela kehilangan cinta pertamanya untuk ibunya. Sekarang ia akan menukar hidupnya demi ibunya juga. "Hei, kau sudah mau pulang?" seorang lelaki dengan posisi terbaring tanpa mengenakan apapun—hanya selembar selimut tipis bertanya pada Tarn. Anak lelaki baru matang itu mengangguk singkat dari balik punggung putih bersihnya yang terekspos. Ia lalu turun dari ranjang itu. Mengenakan seluruh pakaiannya yang tercecer akibat perbuatannya semalam. "Uang tambahannya kau ambil saja, untuk bekalmu di sana," tambah lelaki itu. Tarn memandang beberapa lembar baht dalam jumlah cukup banyak di atas nakas hotel kelas melati ini. Ia meraupnya dan berpaling pada lelaki itu, tersenyum,"khob chai na[5]." Lalu keluar dari kamar yang beraroma tak sedap itu. [1] baik [2] Ya [3] Mama sayang Tarn [4] Tarn juga sayang banget sama Mama [5] terima kasih |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 6 2016, 07:45 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Silahkan pasang avatar anda terlebih dahulu |
![]() |
|
| Prasong Narkhirunkanok | Feb 6 2016, 08:33 PM Post #3 |
|
sudah dipasang
|
![]() |
|
| Prasong Narkhirunkanok | Feb 6 2016, 10:54 PM Post #4 |
|
in case dibutuhkan emphasis: kelebihan: -Setia, secara perasaan ia tidak mudah berpaling ke lain hati. Bila ia suka akan bertahan dalam waktu yang lama. (ia tidak menggunakan hati dan sangat membatasi bila diminta melakukan sesuatu dengan bayaran.) -Sayang ibu. Apapun ia lakukan untuk ibunya. -Hormat pada orang tua. Orang tua mana pun, baik itu yang masih muda atau yang sudah tua. Karena ia sadar ia gay, ia sangat menghargai mereka yang straight dan berkeluarga. -Suka menolong. Terutama orang tua dan anak-anak. Orang sebaya kadang ia tolong, kadang tidak, sesuai mood. -Berani. Bila ada yang menantangnya akan ia ladeni tapi tidak memulai mencari gara-gara kekurangan: -apatis, tidak peduli pada lingkungan sekitarnya, pada kamarnya, pelajaran yang buruk (bila ia tidak suka) bahkan kesehatan. Ia melakukan yang ingin ia lakukan. -Free soul, tidak suka aturan. Bebas menjalani yang ia ingin jalani. -Urakan, karena apatis dan free soul, ia jadi urakan. Tidak peduli bila harus tawuran atau berdarah-darah, selama ibunya tidak tahu. -Tsundere, ingin tapi tak menujukannya. Membuatnya kesulitan mengungkapkan keinginannya sendiri. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 7 2016, 01:33 AM Post #5 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:34 AM Jul 11