| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Morgiana Toussaint | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Dec 18 2015, 01:25 PM (27 Views) | |
| Morgiana Toussaint | Dec 18 2015, 01:25 PM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Morgiana Toussaint Nama keluarga: Toussaint Tempat & Tanggal lahir: Belgia, 16 Mei 1994 Umur: 21 Gender: Wanita Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Model Deskripsi karakter: Tubuh tinggi kurus berkulit putih, wajah tirus dengan mata besar berwarna coklat muda dan bibir penuh, rambut hitam panjang dengan highlight coklat dipotong layer dan berponi, terdapat bekas luka di kening dekat garis rambut. Sikap tubuh dan cara berjalan yang penuh percaya diri dikarenakan sudah menekuni dunia modelling semenjak dini, tatapan mata tajam, dan memiliki gesture khas saat merapihkan rambutnya. Gaya berpakaian modis namun tetap mengutamakan kenyamanan. Mengkoleksi boots, suka doodling di waktu-waktu luang, dan fans berat kopi. Tidak menyukai makanan manis, anti musik heavy metal karena selalu berhasil membuat vertigo-nya kambuh, dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Tinggi/Berat: 177cm / 60kg Sifat: Ambivert, tegas, dan mandiri. Kelebihan: tekun, memiliki kemampuan negosiasi yang baik, dan rasa peduli yang cukup tinggi. Kekurangan: Untuk masalah pribadi sangat tertutup, cenderung mudah depresi, dan moody. Status/orientasi: Single / straight Visualisasi: Davika Hoorne Link menuju galeri/website visualisasi: Toussaint Latar belakang singkat: Aquila lahir di Belgia dengan nama asli Lara Clementine. Ayahnya meninggal ketika berumur 3 tahun dan ketika berumur 6 tahun ibunya menikah lagi. Memiliki ayah tiri yang kasar dan abusive hingga ketika berumur 8 tahun, Lara dan ibunya melarikan diri ke Toshi Haku, mengubah nama mereka, dan mengharapkan kehidupan baru yang lebih baik. Sayang, empat tahun setelah pindah ke Toshi Haku, ibunya meninggal karena sakit dan memaksa Lara, yang kini bernama Morgiana, untuk hidup mandiri. RP Regis: Sesi pemotretan Morgiana selesai lebih cepat dari biasanya. Menguntungkan karena moodnya belakangan ini mulai memburuk. Mungkin karena sebentar lagi tamu bulanannya akan datang. Untung saja ia masih sanggup menutupi dan bersikap profesional. Kalau tidak, mungkin dirinya akan menjadi model yang dihindari oleh banyak label dan itu akan sangat tidak menguntungkan. Morgiana melempar tasnya ke atas ranjang. Mentalnya lelah karena seharian harus berlaku 'baik' didepan semua orang, sangat bertolak belakang dengan apa yang sebenarnya ia rasakan. Tangannya menggapai ke dalam lemari pendingin, mencari seteguk kenyamanan dibalik pahitnya bir dingin. PMS memang tidak pernah ramah padanya apalagi dalam bulan ini di setiap setiap tahunnya. Desember...disaat warna putih salju mendominasi dan lampu warna-warni menjadi dekorasi tetap kota. Disaat seharusnya ia bisa merayakan natal bersama ibunya. "Nine years" bibirnya tersenyum sinis. "Nine Goddamn years!!" kaleng bir setengah penuh miliknya menghempas cermin. Cih...sudah tiga kali dalam dua minggu ini dirinya mengganti cermin. Ia harus mulai mencari cara lain untuk melampiaskan emosi tak menentunya ini. Setelah beberapa kali helaan nafas, Morgiana beranjak dari tempatnya, mengambil tempat sampah dan sebuah handuk. Ia menghancurkan, dan dirinya juga yang membereskan. "Such a waste" bisiknya sambil melihat genangan bir diantara pecahan cermin yang memantulkan bayangan. Bukan bayangan dirinya. Dulu benda-benda tajam seperti ini menjadi teman tidurnya, memberikan kenyamanan walaupun hanya sebentar. Kebiasaan yang sangat sulit dihilangkan. Jarinya menyentuh pinggiran pecahan dan menyeret dengan sedikit tekanan, menggores halus permukaan kulit. Morgiana masih ingat rasanya ketika bulir-bulir merah menyeruak dari jejak-jejak goresan. Lagi-lagi ia tersenyum. Godaannya begitu besar. "Lara..." Ia terbangun dari lamunan. Rasa perih menyebar dari ujung tangannya, mengeluarkan setetes dua tetes darah ke atas genangan bir. "I know mom..no more" ucapnya sembari kembali fokus membersihkan sisa-sisa pecahan cermin dan genangan yang mulai terasa lengket. Meninggalkan bekas luka di permukaan tubuhnya yang merupakan aset kini bukanlah jalan keluar yang ia cari. |
![]() |
|
| Morgiana Toussaint | Dec 18 2015, 01:34 PM Post #2 |
|
(Word wrap error dan kesalahan link visualisasi...maafkan) CITIZEN Nama: Morgiana Toussaint Nama keluarga: Toussaint Tempat & Tanggal lahir: Belgia, 16 Mei 1994 Umur: 21 Gender: Wanita Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Model Deskripsi karakter: Tubuh tinggi kurus berkulit putih, wajah tirus dengan mata besar berwarna coklat muda dan bibir penuh, rambut hitam panjang dengan highlight coklat dipotong layer dan berponi, terdapat bekas luka di kening dekat garis rambut. Sikap tubuh dan cara berjalan yang penuh percaya diri dikarenakan sudah menekuni dunia modelling semenjak dini, tatapan mata tajam, dan memiliki gesture khas saat merapihkan rambutnya. Gaya berpakaian modis namun tetap mengutamakan kenyamanan. Mengkoleksi boots, suka doodling di waktu-waktu luang, dan fans berat kopi. Tidak menyukai makanan manis, anti musik heavy metal karena selalu berhasil membuat vertigo-nya kambuh, dan menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat. Tinggi/Berat: 177cm / 60kg Sifat: Ambivert, tegas, dan mandiri. Kelebihan: tekun, memiliki kemampuan negosiasi yang baik, dan rasa peduli yang cukup tinggi. Kekurangan: Untuk masalah pribadi sangat tertutup, cenderung mudah depresi, dan moody. Status/orientasi: Single / straight Visualisasi: Davika Hoorne Link menuju galeri/website visualisasi: Wikipedia Latar belakang singkat: Morgiana lahir di Belgia dengan nama asli Lara Clementine. Ayahnya meninggal ketika berumur 3 tahun dan ketika berumur 6 tahun ibunya menikah lagi. Memiliki ayah tiri yang kasar dan abusive hingga ketika berumur 8 tahun, Lara dan ibunya melarikan diri ke Toshi Haku, mengubah nama mereka, dan mengharapkan kehidupan baru yang lebih baik. Sayang, empat tahun setelah pindah ke Toshi Haku, ibunya meninggal karena sakit dan memaksa Lara untuk hidup mandiri. RP Regis: Sesi pemotretan Morgiana selesai lebih cepat dari biasanya. Menguntungkan karena moodnya belakangan ini mulai memburuk. Mungkin karena sebentar lagi tamu bulanannya akan datang. Untung saja ia masih sanggup menutupi dan bersikap profesional. Kalau tidak, mungkin dirinya akan menjadi model yang dihindari oleh banyak label dan itu akan sangat tidak menguntungkan. Morgiana melempar tasnya ke atas ranjang. Mentalnya lelah karena seharian harus berlaku 'baik' didepan semua orang, sangat bertolak belakang dengan apa yang sebenarnya ia rasakan. Tangannya menggapai ke dalam lemari pendingin, mencari seteguk kenyamanan dibalik pahitnya bir dingin. PMS memang tidak pernah ramah padanya apalagi dalam bulan ini di setiap setiap tahunnya. Desember...disaat warna putih salju mendominasi dan lampu warna-warni menjadi dekorasi tetap kota. Disaat seharusnya ia bisa merayakan natal bersama ibunya. "Nine years" bibirnya tersenyum sinis. "Nine Goddamn years!!" kaleng bir setengah penuh miliknya menghempas cermin. Cih...sudah tiga kali dalam dua minggu ini dirinya mengganti cermin. Ia harus mulai mencari cara lain untuk melampiaskan emosi tak menentunya ini. Setelah beberapa kali helaan nafas, Morgiana beranjak dari tempatnya, mengambil tempat sampah dan sebuah handuk. Ia menghancurkan, dan dirinya juga yang membereskan. "Such a waste" bisiknya sambil melihat genangan bir diantara pecahan cermin yang memantulkan bayangan. Bukan bayangan dirinya. Dulu benda-benda tajam seperti ini menjadi teman tidurnya, memberikan kenyamanan walaupun hanya sebentar. Kebiasaan yang sangat sulit dihilangkan. Jarinya menyentuh pinggiran pecahan dan menyeret dengan sedikit tekanan, menggores halus permukaan kulit. Morgiana masih ingat rasanya ketika bulir-bulir merah menyeruak dari jejak-jejak goresan. Lagi-lagi ia tersenyum. Godaannya begitu besar. "Lara..." Ia terbangun dari lamunan. Rasa perih menyebar dari ujung tangannya, mengeluarkan setetes dua tetes darah ke atas genangan bir. "I know mom..no more" ucapnya sembari kembali fokus membersihkan sisa-sisa pecahan cermin dan genangan yang mulai terasa lengket. Meninggalkan bekas luka di permukaan tubuhnya yang merupakan aset kini bukanlah jalan keluar yang ia cari. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Jan 6 2016, 06:52 AM Post #3 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:34 AM Jul 11