|
Akihisa Hinata
|
Dec 18 2015, 01:39 AM
Post #1
|
|
- Posts:
- 11
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,554
- Joined:
- Dec 15, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 25 year of age
- Deskripsi
- 173cm. 62kg. Rather pale-skinned. Blank stare. Messy short raven-hair. Dark-brown irises. Ex-convict. Click "Daruma" to know more abt him.
- Status/orientasi
- Not even interested
- Bahasa (max.3)
- English; Japanese
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Japanese Caligraphy Artist
- Alamat
- Soratochi
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Akihisa Hinata Nama keluarga: Hinata Tempat & Tanggal lahir: Soratochi / 6 Desember 1990 Umur: 25 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Seniman Deskripsi karakter:
- Asiatis, keturunan Jepang, kulit putih agak pucat, tidak terlalu tinggi, bentuk wajahnya oval dengan pipi tirus, memiliki belahan samar di dagunya, bibir tidak terlalu tipis ataupun tebal, mata sipit, iris cokelat gelap, memiliki tatapan yang agak kosong, rambut hitam berponi yang kadang dibiarkan berantakan, dan tulang hidungnya agak tinggi,.
- Pakaian kasual, biasa mengenakan t-shirt berwarna hitam dan celana pendek selutut yang agak besar dengan tambahan legging hitam dan sepatu kets. Biasa mengenakan aksesoris seperti kalung, gelang dan cincin.
- Sangat menyukai seni tradisional Jepang yang membuatnya turun ke dunia seni kalgrafi Jepang dan ukiyo-e mengikuti jejak ibunya. Dia juga menyukai tempat yang tenang dan bebas dari suara bising.
- Bukan orang yang senang dikecewakan terutama oleh orang yang dipercaya olehnya dan tidak terlalu suka diusik keberadaannya.
Tinggi/Berat: 173cm/62kg Sifat:
- Tidak banyak bicara, ambisius, tipikal yang tenang, senang berada di posisi puncak walau bukan berarti dia senang dengan aturan yang mengikatnya, orang yang mengikuti langkah dan keinginannya sendiri yang bukan ditentukan oleh orang lain, pendendam, jika sudah memiliki dendam pada seseorang dia akan mencari cara untuk menghilangkan keberadaan orang tersebut atau membuat orang itu berada di posisi terendah, bukan orang yang mudah percaya pada orang lain, bahkan untuk orang yang dipercayanya sekaligus.
- Kekurangan : Karena dari kecil dilayani, sama sekali tidak bisa mengurus pekerjaan rumah tangga, selain seni melukis kemampuan seni lainnya seperti menari dan menyanyi sama sekali tidak bagus, pendendam, bukan orang yang akan segan bertindak kasar bahkan perempuan sekalipun, dan pernah mendekam di penjara.
- Kelebihan : Punya latar belakang pendidikan yang bagus dan memiliki gelar S2 dalam seni lukis tradisional Jepang sekaligus dan-8 dalam seni kaligrafi Jepang, sifat ambisiusnya berujung membuatnya memiliki sifat optimis, dan menguasai beladiri karena diajari sejak kecil.
Status/orientasi: Single Visualisasi: Hayashi Kento Link menuju galeri/website visualisasi: Asian Wiki Latar belakang singkat:
Keluarganya merupakan keluarga besar keturunan Jepang yang telah menetap sejak usia Toshi Haku masih muda di Soratochi dan bisa dibilang memiliki sedikit andil dalam menyebarkan ajaran Shinto. Ayahnya merupakan kepala pendeta sebuah kuil Shinto yang dibangun oleh leluhurnya di Soratochi, sementara ibunya adalah salah satu seniman Jepang yang kemudian menetap di Toshi Haku semenjak menikah dengan sang ayah.
Dia merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Kakak lelakinya yang telah menikah (berbeda dengan ajaran Buddha, pendeta Shinto baik perempuan dan wanita diizinkan untuk menikah dan memiliki keturunan) digadang-gadang untuk menjadi penerus sang ayah sebagai kepala pendeta di kuil yang dipimpin oleh mereka. Meski demikian kondisi sang kakak sendiri tidak terlalu baik berkat kelainan ginjal yang dimiliki oleh sosok tersebut. Jika sang kakak meninggal, maka Akihisa lah yang akan meneruskan status sebagai calon penerus posisi ayah mereka, walau berkat kejadian 3 tahun lalu, pihak-pihak yang berkepentingan di kuil tersebut mulai menimbang-nimbang untuk menjadikan paman mereka penerus ketimbang dirinya.
Sempat terlibat kekerasan 3 tahun lalu, yang membuat beberapa orang yang terlibat mengalami luka parah akibat penganiayaan dan kejadian tersebut mengirimnya serta beberapa orang yang terlibat lainnya ke sel tahanan. Mendekam selama dua setenagh tahun dan baru bebas awal bulan Desember.
Sebelum masuk penjara Akihisa merupakan seorang seniman kaligrafi Jepang dan ukiyo-e kemampuan yang diwariskan oleh sang ibu.
RP Regis: Post berikutnya |
|
|
Akihisa Hinata
|
Dec 18 2015, 02:05 AM
Post #2
|
|
- Posts:
- 11
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,554
- Joined:
- Dec 15, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 25 year of age
- Deskripsi
- 173cm. 62kg. Rather pale-skinned. Blank stare. Messy short raven-hair. Dark-brown irises. Ex-convict. Click "Daruma" to know more abt him.
- Status/orientasi
- Not even interested
- Bahasa (max.3)
- English; Japanese
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Japanese Caligraphy Artist
- Alamat
- Soratochi
- Kimu
- 150
|
RP Regis:
Pagi. Soratochi. Awal Bulan Desember.
Berhenti.
Wagon yang membawanya baru saja berhenti. Tepat di depan gerbang sebuah kuil dengan rumah bergaya Jepang berada di sampingnya yang terletak di ujung desa bernama Soratochi. Iris bergerak pelan, menatap ke sekeliling tempat bangunan tersebut berdiri. Ornamen berwarna merah bisa didapati di sekelilingnya bersama dengan pohon-pohon bambu yang menjulang tinggi yang sudah nyaris dipenuhi oleh hempasan salju bulan Desember. Dua setengah tahun pemandangan khas ini tidak bisa dilihatnya selain jeruji-jeruji besi yang berdiri kokoh di ruangan berdiameter 7 x 7 meter. Mungkin dia sedikit merasakan rasa rindu itu sekarang.
Pintu terbuka. Sebuah kalimat diutarakan untuknya tepat saat pintu tersebut terbuka. Kaki yang terbalut oleh celana putih yang sedikit longgar diulurkannya, turun dari dalam mobil, untuk menapak tanah yang kini dipenuhi oleh salju. Dua sentimeter mungkin, ketebalan salju yang dipijak oleh sepasang kakinya yang beralaskan sepasang sepatu berwarna hitam.
Gerbang dilewatinya. Jalan setapak yang sedemikian rupa dibersihkan dari tumpukan salju dilewatinya. Bukan menuju kuil namun berkelok menuju satu tempat. Bagian yang selama 21 tahun disebutnya sebagai rumah. Sempat, salju yang turun dari ujung salah satu pohon bambu mendarat di bahunya yang tertutupi oleh jaket kain berwarna hitam yang mendampingi kaos berwarna senada, pakaian yang bisa dibilang dikenakannya terakhir kali saat sepasang pergelangan tangannya terkunci oleh besi, membuat kakinya terhenti. Satu tepukan di bahu kanannya mengusir jatuh salju itu dari sana sebelum dia kembali melangkahkan kakinya untuk menuju satu destinasi yang telah ditentukan.
Gerbang berikut dia lewati.
Tatapannya yang terlihat kosong menatap lurus pada sebuah tempat. Beberapa orang menyambutnya, sesuai dengan yang seharusnya, meskipun tidak ada satu orang pun yang menghalanginya ketika dia menuju satu tempat yang sudah ditinggalkannya cukup lama. Akihisa tersenyum tipis.
Jangan khawatir, dia sudah menyiapkan satu sambutan terbaik untuk kalian.
*** |
|
|
Crux Corvus
|
Jan 6 2016, 06:33 AM
Post #3
|