|
- Posts:
- 5
- Group:
- Unregist
- Member
- #3,553
- Joined:
- Dec 15, 2015
- Gender
- Female
- Umur
- 22 y.o
- Status/orientasi
- singe/straight
- Bahasa (max.3)
- en - jp
- Kewarganegaraan
- toshi haku
- Pekerjaan
- full-time florist
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Mei Kazehaya Nama keluarga: Kazehaya Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 20 Mei 1993 Umur: 22 tahun Gender: Female Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Full-time di toko bunga Deskripsi karakter:
- Physical Appearance
Tidak gemuk, tidak kurus—tinggi badan rata-rata. Memiliki bentuk wajah oval, hidung agak pesek. Bibir berwarna merah seperti kebanyakan orang pada umumnya, gigi putih rapi. Rambutnya tidak terlalu panjang, hanya sedikit melebihi pundak dan diwarna coklat. Rambutnya terawat dan wangi fruity-floral. Mata agak sipit dengan iris berwarna coklat kayu, monolids. Pengguna makeup, namun disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan.
- Styles
Penampilannya tergolong sangat sederhana. Tidak terlalu mengikuti mode fashion yang ada dan lebih suka menggunakan pakaian-pakaian sederhana. Plain shirts, jeans, mini-dress—dan semuanya terdominasi dengan warna-warna putih atau gelap seperti hitam dan abu. Menggunakan slip-on kemana-mana atau flats di saat-saat tertentu. Tidak bertindik, menggunakan kalung dengan liontin salib setiap saat.
- Habits
Sering kali berjalan dengan pandangan lurus ke depan, tanpa melihat sekitarnya. Jangan heran, kalau kadang ia tidak melihat atau menyapamu. Kalau sudah panik, sering kali menggunakan bahasa tubuh—seperti main rambut, menggigit bibir, mengigit kuku. Punya kebiasaan sehabis bangun tidur untuk selalu membuat kopi. Seorang vegetarian, sejak usia belia.
- Hobby
Merangkai bunga dan merawat tanaman, membaca buku, membuat kopi selagi ada waktu, mengamati bintang, mendengarkan lagu dan menonton berita terkait perekonomian dunia.
- Likes
Wangi kopi ketika diseduh, bunga lily of the valley dan yellow peony, musim semi, salju pertama di musim dingin, bintang.
- Dislikes
Petir, hujan badai, musim dingin, gajinya dipotong, orang yang seenaknya dan pembohong
Tinggi/Berat: 164/45
Sifat:
- Seorang dengan watak yang cukup keras dan agak bebal, tidak mudah digoyahkan ketika sudah ingin melakukan atau menginginkan sesuatu. Pekerja keras, ingin semuanya selesai dengan sempurna. Memiliki sifat keibuan, perhatian dan loyal pada orang yang dekat dengannya. Seorang pendengar yang baik. Tipe yang moodnya mudah sekali berubah, sebentar sangat ceria sebentar gloomy. Rela hidup hemat hingga taraf rela makan satu kali sehari, atau hanya minum air putih.
- (+) Penyayang, perhatian, tidak mudah percaya
- (-)Egois, kadang seenaknya, moody
Status/orientasi: Single/Straight
Visualisasi: Son Naeun (APink) Link menuju galeri/website visualisasi: here
Latar belakang singkat: Mei Kazehaya, lahir di Soratachi sebagai anak sulung dalam keluarga sederhana. Ia memiliki dua orang adik, semuanya perempuan dan masing-masing berumur tujuh dan sembilan tahun lebih muda darinya, yang sekarang sedang mengayom pendidikan. Berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah, semua kebutuhan memang tercukupi namun butuh usaha lebih dari kedua orang tuanya. Ayahnya hanyalah seorang pekerja kasar—tukang bangunan, sementara ibunya membuka kedai kecil yang menjual makan malam vegetarian (hanya buka pukul 5 sore hingga 10 malam).
Setelah tamat SMA, Mei memilih untuk bekerja daripada melanjutkan kuliah karena perekonomian dari keluarganya. Ia justru lebih mementingkan pendidikan kedua adiknya dan bekerja pada bidang yang ia sukai demi mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya sendiri. Saat ini ia tinggal di sendiri di kota, sementara kedua orang tua dan adiknya masih di desa. Setiap minggu, ketika tidak memiliki jadwal kerja—Mei selalu pulang untuk menjenguk dan membantu di desa.
RP Regis:
Soratachi Hill, Kazehaya's Residence 13 December 2015, 05.35
Wangi kopi di pagi hari mulai tercium di kediaman Kazehaya, menggelitik indera penciuman sang ibu, membuatnya terbangun untuk melihat ke dapur. Dilihatnya sang putri sulung tengah menyeduh kopi disana, duduk dengan ketel di tangan dan cangkir berada dalam genggaman tangannya yang lain. Dan ketika gadis itu mendongak, matanya terbelalak lebar—seolah terkejut begitu melihat sosok sang ibu sudah berdiri cukup dekat dengannya. Ya, ia tak menyadari eksistensi sang ibu karena terlalu fokus pada kopi yang diseduhnya itu. Kebiasaan, setiap pagi ia selalu terbangun dalam keadaan sepi dan sendirian.
"Ohayou, Kaasan."
Sapaannya itu dibalas dengan senyum lembut sang ibu, dilanjutkan dengan kalimat yang sama seperti minggu-minggu sebelum. ("Pagi, Mei." "Kenapa kamu sudah bangun?" "Jam berapa sampai di sini?") Ya, memang dirinya sendiri terbiasa untuk bangun pagi—mengingat banyak hal yang harus diurus ketika hidup sendiri dan jadwal jaganya yang sering kali adalah shift pagi hari. Sementara pulang ke Soratachi, selalu pada malam hari, menggunakan bus terakhir untuk pergi ke desa ketika memiliki kesempatan. "Semalam Tousan masih bangun dan membukakan pintu untukku. Kalian sudah tertidur. Mungkin sekitar pukul dua belas?" jawabnya.
Kopi yang sudah siap dinikmati itu didorong kepada sang ibu. Ia pun kemudian menyiapkan sebuah cangkir lagi, untuk menyeduh kopi miliknya. "Mei," Suara wanita paruh baya itu membuatnya mendongak sekali lagi, parasnya masih tetap cantik—sekalipun ada keriput yang berada di sudut mata dan beberapa helai rambut yang memutih. "Ya? Kenapa?" sahutnya. Satu hal yang ia sadari, suara ibunya terdengar sedih dan seolah memikirkan sesuatu yang berat.
"Kamu tidak perlu repot-repot setiap kali begini, kamu sendiri pasti capek kan..."
Namun, Mei Kazehaya, putri sulung keluarga itu, hanya membalas dengan senyum simpul. Jawaban yang sama, setiap kali sang ibu memikirkan kondisinya sendiri dengan sederet pekerjaan yang diambilnya. Untuk Mei, sama sekali bukan masalah. Toh hari-harinya juga terkadang tidak seberat kedua adiknya yang harus membantu mencuci, melayani pengunjung dan memotong bahan makanan sepulang sekolah mereka berdua. Pun, ia masih muda—masih memiliki tenaga lebih untuk bekerja.
Tidak apa-apa, ia masih kuat.
|
|