|
Tamaki Wakahisa
|
Dec 14 2015, 06:04 PM
Post #1
|
|
- Posts:
- 7
- Group:
- Unregist
- Member
- #3,550
- Joined:
- Dec 14, 2015
- Gender
- Female
- Umur
- 17 tahun
- Deskripsi
- 環若久; 170 cm / 46 kg; Imperfect Yamato Nadeshiko; Loves sweet thing a lot; doesn't know 'no money' feeling; extravagant
- Status/orientasi
- single / straight
- Bahasa (max.3)
- dutch, japanese, english (korean / france-belgium)
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Student of St. Georgie Senior High School (2nd)
- Kimu
- 150
|
PELAJAR SMA
Nama: Tamaki Wakahisa
Nama keluarga: Wakahisa
Tempat & Tanggal lahir: Brussel, Belgium, 09 Desember 1998
Umur: 17 tahun
Gender: Female
Kewarganegaraan: Toshi Haku
Jurusan/Kelas: 2 SMA*
Deskripsi karakter:
- Fisik: Paras asiatis (pencampuran jepang dan korea selatan); bertubuh langsing; kulit putih terawat; memiliki rona merah alami tapi lebih sering muncul saat dia baru selesai mandi air hangat / pergi ke luar (dan semakin dingin udara semakin nampak ronanya); warna rambut aslinya hitam, tapi sedang dicat coklat kemerahan; manik hitam kecoklatan; bentuk bibirnya seksi seperti minta dicium;
- Gaya: Gaya berpakaian baik dan termasuk ke dalam golongan orang tahu fashion dan style; lebih suka memakai rok tapi bukan berarti anti celana; suka warna-warna yang lembut tapi juga tidak menolak warna-warna yang gelap selama cocok dan menunjang penampilannya // Gaya berjalannya anggun dan sama sekali tidak bersuara (seperti langkah kucing) tapi kalau sedang memakai sepatu, suara sepatunya akan terdengar mengalun rapi karena dia berjalan dengan hentakan berirama; bukan tipe yang jalan terburu-buru seperti orang dikejar gaji;
- Hobi / yang disukai: Bermain biola atau piano, menari ballet, makan makanan manis (dalam porsi yang bikin orang melongo tak percaya), berjalan-jalan dengan anjingnya yaitu brownberry yang merupakan jenis teacup poodle; berbelanja (menghambur-hamburkan uang orangtuanya); mendengar kisah cinta atau hidup orang lain;
- Tidak disukai: Tubuh kotor dan bau tidak sedap; jerawatan; makan makanan yang pedas; cuaca yang kelewat panas; cicak, kecoa dan binatang menjijikkan lainnya; melihat orang membuang-buang makanan; tidak ada hal yang bisa dilakukan (jobless);
- hal-hal khusus: Tidak gampang gemuk walau suka makan makanan manis; Golongan darah B; bisa berbahasa Perancis (tapi condong bahasa Perancis dengan tata bahasa yang dipakai di Belgium) dan Dutch walau sudah jarang dipakai jika bukan sedang berbicara dengan nativenya;
Tinggi/Berat: 170 cm / 46 kg
Sifat: Pada dasarnya memiliki hati yang baik hanya saja terkadang tidak bisa menunjukkan kebaikan tersebut dengan cara yang baik sehingga membuat orang condong salah mengartikan maksud baiknya dan menganggapnya menyebalkan atau menyusahkan; sebenarnya polos dan condong memiliki sifat kekanak-kanakan; manja; bukan orang yang sombong tapi sering dinilai sombong oleh orang-orang; senang berpetualang dan mencoba hal baru; bersemangat di dalam, kalem di luar; perfecionist; blak-blakan; moody; sangat menjaga rahasia; pendengar yang baik bila diminta tapi jangan harapkan dia memberikan nasihat yang enak didengar (karena terkadang jika dimintain pendapat / nasihat dia akan bicara dengan fakta-fakta yang terkadang menyakitkan);
- Kelebihan: pandai bermain piano dan biola, pandai menari dan berdansa; pandai berbahasa asing (terutama dutch, japanese, english); bisa berkuda, tahu sedikit dasar-dasar anggar;
- Kekurangan: pemboros (tidak segan-segan keluar uang banyak hanya demi memenuhi keinginan pribadi yang terkadang tidak perlu-perlu amat); tidak bisa pekerjaan rumah (apapun itu: memasak, mencuci, bersih-bersih, menjahit, merajut, dsb); suaranya fals (tidak seindah permainan piano atau biolanya); cengeng dan perasa; terlalu penurut kepada orang tua;
Status/orientasi: single / straight
Visualisasi: Kim Na Hyun (SONAMOO)
Link menuju galeri/website visualisasi: sonamoo
Latar belakang singkat: Terlahir sebagai putri semata wayang keluarga Wakahisa. Ayahnya adalah seorang pengusaha dan investor yang berhasil sehingga membuat kekayaan keluarga Wakahisa dipastikan akan cukup untuk tujuh turunan. Ibunya sendiri berasal dari keluarga berada yang menikah dengan sang ayah karena Omiai (Perjodohan). Ayahnya adalah warganegara asli Toshi Haku, sedangkan ibunya adalah warganegara Jepang. Lahir di Belgia karena pada saat itu, sang ayah sedang mengawasi salah satu cabang perusahaannya di sana dan membawa serta sang ibu.
RP Regis:
Honeydew, Toshi Haku Around Noon, Saturday, Mid-March 2014
Tamaki memakai gaun musim seminya yang terbaik begitu sang ayah berkata bahwa mereka akan pergi ke desa Honeydew untuk melihat-lihat salah satu tanah yang rencananya akan dibeli oleh keluarga Wakahisa untuk membuat sebuah perternakan. Sang ayah tahu-tahu saja berkata bahwa dia ingin membeli sebuah peternakan. Padahal, sang ayah sudah memilikinya di beberapa negara; di Amerika, di Jepang, di beberapa negara Eropa. Tetapi sepertinya ayahnya masih belum puas.
Tamaki sendiri tidak mau banyak memberi komentar, karena menurut ajaran tata krama wanita yang baik menurut panduan buku ‘how to be a perfect lady’ yang dibelikan sang ibu dan diminta (diperintah) sang ibu untuk Tamaki baca. Seorang wanita tidak boleh menanyakan pendapat lelaki. Yang harus Tamaki lakukan hanyalah mendengarkan dan mengangguk pada setiap perkataan para pria. Walau terkadang, apa yang orang-orang itu katakan atau pikirkan tidak sejalan dengan Tamaki.
Biasanya kalau sudah tidak setuju, Tamaki hanya tersenyum, tidak mengiyakan atau membenarkan. Dia lebih memilih diam atau sebenarnya dia memilih untuk tidak mengungkapkan isi pikirannya dalam bentuk vokal hingga membuat para pria itu takut kepadanya.
Padahal zaman sudah berubah. Wanita sudah diperbolehkan memiliki pendapatnya sendiri. Namun di dunia Tamaki yang sempit. Tamaki harus mengikuti aturan mainnya. Tamaki sering sekali merasa sesak, tapi dia juga tidak berani berpikir akan seperti apa hidupnya jika dia keluar dari comfort zonenya. Apa yang bisa dia lakukan selain menjadi seorang Tamaki Wakahisa?
Pikiran-pikiran itu sering hinggap di kepalanya dan sering kali membuatnya lelah untuk berpikir. Yang berujung pada, Tamaki yang melarikan diri pada makanan-makanan manis untuk meredakan ketegangannya. Makan dan terus makan, seperti orang gila. Ibunya tidak melarang, selama Tamaki bisa mempertahankan bentuk ideal tubuhnya. Kata sang ibu, itu adalah aset Tamaki untuk menarik calon suami potensial untuk menjadi menantu keluarga Wakahisa.
”Tamaki, kemarilah.” Tamaki menahan topinya yang ia beli di salah satu toko pakaian ternamaan di Paris dengan tangannya saat dia menengok ke arah sang ayah.
“Ya, papa.” Jawabnya, berjalan dengan anggunnya, tidak terburu-buru, tapi juga tidak lambat, menuju ke arah sang ayah.
Fin
*Bukan bersekolah di Toshi Haku Senior High School, melainkan bersekolah di St. Georgie High School (Fiksi) yang merupakan Sekolah Swasta di Edison Boulevard yang dulu pernah menjadi Sekolah dari Aurellia Kiehl dan Diamanda Quist. || Brownberry berusia 3 tahun (2015) |
|
|
Crux Corvus
|
Jan 6 2016, 05:43 AM
Post #2
|