|
Yuri Amemiya
|
|
Topic Started: Dec 10 2015, 12:45 PM (45 Views)
|
|
Yuri Amemiya
|
Dec 10 2015, 12:45 PM
Post #1
|
|
- Posts:
- 11
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,543
- Joined:
- Dec 10, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 24
- Deskripsi
- H/W :175/63. Japanese descent. Messy short dark-brown hair. Dark-brown irises. Moles on nose bridge and cheek. Lean. Gastric Adenocarcinoma Positive. Smokey of Rude Boys. Traceur.
- Status/orientasi
- Single / Straight
- Bahasa (max.3)
- English
- Nama wali/orang tua
- of Rara Amemiya (younger sister)
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Freelance Technician
- Alamat
- Red Zone
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Yuri Amemiya Nama keluarga: Amemiya Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 6 Agustus 1992 Umur: 23 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Pekerja Lepas Deskripsi karakter:
- Fisik : Asiatis (Keturunan Jepang), tubuh termasuk tinggi untuk ukuran Asia, badan tegap, punya kesan kurus tapi sebenarnya badannya terbentuk dengan baik, pipi tirus, bentuk wajah agak bulat, tulang hidungnya tidak terlalu tinggi dan berbentuk seperti kebanyakan hidung orang Jepang, mata sipit, iris hitam kecokelatan, punya tatapan sayu namun terkesan tajam, rambut cokelat gelap dengan potongan pendek berponi dan selalu dibiarkan berantakan, bentuk bibirnya tipis, fair skin (kulitnya putih dan kadang terlihat agak pucat), dan punya dua tahi lalat kecil di hidung.
- Cara berpakaiannya tidak terlalu rapi, biasanya hanya terdiri dari jaket dan celana lusuh dengan tambalan di sana sini dan aksesoris yang biasa dikenakan hanya kalung.
- Tidak punya hal yang khusus untuk disukai dan tidak disukai selain dia biasanya merasa senang saat berkumpul dengan teman-temannya dan sama sekali tidak suka jika teman dan keluarganya mendapatkan gangguan dari orang lain.
- Di daerah merah Toshi Haku biasa dikenal dengan nama panggilan "Smokey".
Tinggi/Berat: 175cm / 63kg Sifat: Tidak banyak bicara meski kadang dia bisa bicara lebih banyak dari biasanya jika sudah berada di zona nyamannya atau bersama dengan adiknya, gaya bicaranya cenderung terkesan lembut, tegas walaupun memiliki, kadang sering menyimpan masalahnya sendiri dan disembunyikannya dari teman ataupun adiknya, orang yang sulit menaruh kepercayaannya pada orang lain tapi jika sudah percaya pada seseorang maka dia akan mempercayai orang tersebut hingga akhir dan percaya kalau segala hal baik itu datang dari kebaikan di dalam hati.
- Kekurangan : Tidak pernah mengenyam pendidikan dasar yang menghasilkan ijazah tertentu namun masih bisa membaca dan menulis serta menghitung, karena penyakit yang diidapnya, bisa dibilang kondisi fisiknya lemah, dan bukan orang yang mudah terbuka pada orang lain.
- Kelebihan : Merupakan orang yang akan bersikap lembut terhadap wanita dan orang yang lebih tua dan karena kondisi lingkungan tempatnya hidup sejak lahir, bisa dibilang dia punya kemampuan berkelahi yang cukup baik walau dibatasi dengan kemampuan fisiknya.
Status/orientasi: Single / Straight Visualisasi: Kubota Masataka Link menuju galeri/website visualisasi: Tumblr, Drama Wiki Latar belakang singkat:
Anak pertama dari dua bersaudara dan punya seorang adik perempuan berusia 15 tahun. Merupakan anak yang lahir dari pasangan imigran gelap asal Jepang yang awalnya pindah ke Toshi Haku untuk merubah nasib mereka, namun malah berakhir hidup lebih sensara ketimbang saat masih berada di Jepang. Ayahnya meninggal dua tahun setelah adik perempuannya lahir, ibunya menyusul sang ayah saat usia adik perempuannya menginjak usia ke-10 dan sejak saat itulah dia dan adiknya tinggal hanya berdua.
Tidak pernah mengenyam bangku pendidikan mengingat kondisi ekonomi mereka yang kadang menyulitkan untuk makan. Tapi kedua orangtuanya dan salah seorang kenalannya yang tinggal di daerah yang sama mengajarinya banyak hal, mulai dari membaca dan menulis hingga cara memperbaiki mesin-mesin tertentu atau benda elektronik. Dan dua hal terakhir selain pekerjaannya yang lain bisa dibilang membantunya dalam bertahan hidup. Dia biasanya bekerja lepas sebagai karyawan bar atau restoran kecil di daerah Red Zone atau Starlight Avenue jika tidak mendapatkan pekerjaan sebagai montir lepas.
Memiliki geng sendiri di daerah Red Zone, yang bukan terdiri dari kumpulan pemalak melainkan orang-orang yang biasanya berkumpul untuk bertahan diri dari geng-geng kekerasan di sana dan saling melindungi satu sama lain antar anggotanya. Kebanyakan dari anggota dari kelompok tersebut merupakan freerunner-freerunner jalanan yang kadang mendapatkan uang dari hasil kompetisi atau pertunjukkan jalanan mereka.
Awalnya menyembunyikan penyakit yang diidapnya yang sering membuatnya mengalami hematemesis atau muntah darah namun akhirnya masalah yang diidapnya diketahui oleh oran-orang terdekatnya termasuk adik perempuan satu-satunya saat dia mengalami kolaps di depan mereka. Dia belum memeriksakan penyakitnya ataupun mengobatinya selain dengan obat-obatan seadanya karena keterbatasan biaya.
RP Regis: next post |
|
|
|
| |
|
Yuri Amemiya
|
Dec 10 2015, 01:04 PM
Post #2
|
|
- Posts:
- 11
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,543
- Joined:
- Dec 10, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 24
- Deskripsi
- H/W :175/63. Japanese descent. Messy short dark-brown hair. Dark-brown irises. Moles on nose bridge and cheek. Lean. Gastric Adenocarcinoma Positive. Smokey of Rude Boys. Traceur.
- Status/orientasi
- Single / Straight
- Bahasa (max.3)
- English
- Nama wali/orang tua
- of Rara Amemiya (younger sister)
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Freelance Technician
- Alamat
- Red Zone
- Kimu
- 150
|
RP Regis :
Midnight
"Kau baru pulang?"
Pertanyaan itu dia ajukan pada seorang gadis yang tahun ini baru menginjak usia ke-15nya. Yuri membawa tubuhnya berdiri, kaki melangkah mendekat pada gadis berpakaian minim itu meski saat ini udara tengah dingin-dinginnya. "Kau ke sana lagi?", tanyanya pada gadis itu seraya melepaskan jaket yang dia kenakan. Jaket yang kemudian dia sampirkan pada kedua sisi bahu gadis yang dia tahu lebih penting dari siapapun itu baginya.
Gadis itu bukan kekasihnya.
Adiknya.
Usia 15 adalah usia tersulit, mengingat di usia tersebutlah puncak masa pubertas di mulai, begitu kata pria tua yang tadi pagi memberikan televisi rusaknya untuk dia benarkan dan televisi itu memang sedang dia benarkan sekarang, lihatlah meja yang berantakan dengan televisi tabung berukuran kecil yang ada di atasnya. Untuk itu dia tidak akan membentak atau melarang terang-terangan gadis satu ini. Begini lebih baik ketimbang dia membentak dan lantas mendapati adik perempuannya kabur menuju zona yang tidak bisa dicapainya lantas menemukan gadis itu dalam kondisi terburuk yang jelas tidak dia inginkan.
Untuk itu, begini lebih baik.
Adik perempuannya tidak menjawab. Masih tetap terdiam. Kepala menoleh menuju meja kecil yang ada di ruangan yang notabene merupakan dapur, ruang makan, ruang kerjanya dan kamar tidur, beruntung kamar mandi dengan memiliki ruangan sendiri meski sangat kecil. "Aku belikan kau nasi kotak tadi." Ditatapnya sekali lagi adik perempuannya. "Sudah dingin," Yuri mengulurkan tangan kanannya, "tapi makanlah kalau kau lapar.", dua kali tepukan diberikannya di bahu adik perempuannya.
Tubuh berbalik, kembali menuju meja kerjanya, tubuh terhempas di atas sebuah kursi kecil kemudian. Di genggaman tangannya sudah terdapat obeng yang dia butuhkan untuk memperbaiki televisi tabung di hadapannya. Kepala ditolehkannya kembali pada adik perempuannya, senyum tipis terbentuk samar di wajah, kepala mengedik, dengan arti yang dia tahu dipahami oleh adik perempuannya.
Makanlah.
Dia akan kembali bekerja.
|
|
|
| |
|
Yuri Amemiya
|
Dec 10 2015, 06:28 PM
Post #3
|
|
- Posts:
- 11
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,543
- Joined:
- Dec 10, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 24
- Deskripsi
- H/W :175/63. Japanese descent. Messy short dark-brown hair. Dark-brown irises. Moles on nose bridge and cheek. Lean. Gastric Adenocarcinoma Positive. Smokey of Rude Boys. Traceur.
- Status/orientasi
- Single / Straight
- Bahasa (max.3)
- English
- Nama wali/orang tua
- of Rara Amemiya (younger sister)
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Freelance Technician
- Alamat
- Red Zone
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Yuri Amemiya Nama keluarga: Amemiya Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 6 Agustus 1992 Umur: 23 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Pekerja Lepas Waktu, Teknisi Ringan Deskripsi karakter:
[*] Fisik : Asiatis (Keturunan Jepang), tubuh termasuk tinggi untuk ukuran Asia, badan tegap, punya kesan kurus tapi sebenarnya badannya terbentuk dengan baik, pipi tirus, bentuk wajah agak bulat, tulang hidungnya tidak terlalu tinggi dan berbentuk seperti kebanyakan hidung orang Jepang, mata sipit, iris hitam kecokelatan, punya tatapan sayu namun terkesan tajam, rambut cokelat gelap dengan potongan pendek berponi dan selalu dibiarkan berantakan, bentuk bibirnya tipis, fair skin (kulitnya putih dan kadang terlihat agak pucat), dan punya dua tahi lalat kecil di hidung. [*] Cara berpakaiannya tidak terlalu rapi, biasanya hanya terdiri dari jaket dan celana lusuh dengan tambalan di sana sini dan aksesoris yang biasa dikenakan hanya kalung. [*] Bukan pemilih dalam hal sederhana seperti makanan, minuman, pakaian dan sebagainya. Namun bukan tipe yang akan senang diusik keberadaannya, keluarganya sekaligus teman-temannya, [*] Di daerah merah Toshi Haku biasa dikenal dengan nama panggilan "Smokey", bukan karena dia perokok, tapi karena hubungannya dengan mesin kendaraan. [*] Jika berbicara tidak pernah membuka mulutnya hingga lebar, sehingga perkataannya sering kali terdengar tidak jelas dan seperti orang yang tengah mengigit lidah dengan nada bicara rendah.[/list]
Tinggi/Berat: 175cm/63kg Sifat: Tidak banyak bicara kecuali pada saat-saat tertentu yang memerlukannya bicara banyak akan semakin pendiam jika dia berada di luar zona nyamannya, nada bicaranya lembut saat berada yang dihadapinya adalah teman, orang terdekat dan adik perempuannya, tegas, tidak terlalu bisa mengendalikan emosinya tapi bukan orang yang akan bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, sering menyimpan masalahnya sendiri dan disembunyikannya dari teman ataupun adiknya, orang yang sulit menaruh kepercayaannya pada orang lain tapi jika sudah percaya pada seseorang maka dia akan mempercayai orang tersebut hingga akhir, sama sekali tidak senang jika orang lain berkorban untuk dirinya, karena tidak ingin jadi beban orang tersebut, tidak akan keberatan untuk meminta maaf dan menundukkan kepala kalau dia memang bersalah, dan tipe orang yang percaya kalau segala hal baik itu datang dari kebaikan di dalam hati.
- [*] Kekurangan : Tidak pernah mengenyam pendidikan dasar yang menghasilkan ijazah tertentu namun masih bisa membaca dan menulis serta menghitung karena sempat diajari oleh orangtuanya sebelum mereka meninggal, pengetahuannya akan eksakta, sosial dan sebagainya jelas sedikit, karena penyakit yang diidapnya, bisa dibilang kondisi fisiknya lemah, dan bukan orang yang mudah terbuka pada orang lain.
[*] Kelebihan : Merupakan orang yang akan bersikap lembut terhadap anak-anak, wanita dan orang tua atau orang yang lanjut usia (walau tetap tertentu), karena diajari oleh salah satu kenalannya dia lumayan ahli dalam memperbaiki barang-barang elektronik dan kendaraan, terutama roda dua, dan karena kondisi lingkungan tempatnya hidup sejak lahir, bisa dibilang dia punya kemampuan berkelahi yang cukup baik walau dibatasi dengan kemampuan fisiknya.
Status/orientasi: Single / Straight
Visualisasi: Kubota Masataka Link menuju galeri/website visualisasi: Drama Wiki, Tumblr
Latar belakang singkat:
Anak pertama dari dua bersaudara dan punya seorang adik perempuan berusia 15 tahun. Merupakan anak yang lahir dari pasangan imigran gelap asal Jepang yang awalnya pindah ke Toshi Haku untuk merubah nasib mereka sekaligus lari dari hutang-hutang ayahnya yang menumpuk karena kegagalan dalam transaksi saham dan surat berharga lainnya, namun malah berakhir hidup lebih sengsara ketimbang saat masih berada di Jepang. Ayahnya meninggal dua tahun setelah adik perempuannya lahir, ibunya menyusul sang ayah saat usia adik perempuannya menginjak usia ke-10 dan sejak saat itulah dia dan adiknya tinggal hanya berdua.
Tidak pernah mengenyam bangku pendidikan mengingat kondisi ekonomi mereka yang kadang menyulitkan untuk makan. Tapi kedua orangtuanya dan salah seorang kenalannya yang tinggal di daerah yang sama mengajarinya banyak hal, mulai dari membaca dan menulis hingga cara memperbaiki mesin-mesin tertentu atau benda elektronik yang dijadikannya sebagai pekerjaan utama. Dia biasanya bekerja lepas sebagai karyawan bar atau restoran kecil di daerah Red Zone atau Starlight Avenue jika sedang tidak ada pekerjaan untuk pekerjaan yang ditekuni olehnya, seperti menjadi teknisi untuk benda elektronik atau kendaraan.
Sebenarnya dia menyekolahkan adik perempuannya sebelum ini meski gadis itu memutuskan untuk berhenti sekolah selepas SMP dan memilih untuk bekerja sambilan seperti membantu di salon kenalan mereka atau menjaga toko.
Memiliki geng sendiri di daerah Red Zone, yang bukan terdiri dari kumpulan pemalak melainkan orang-orang yang biasanya berkumpul untuk bertahan dari serangan geng-geng kekerasan di sana dan saling melindungi satu sama lain antar anggotanya. Kebanyakan dari anggota dari kelompok tersebut merupakan freerunner-freerunner jalanan yang kadang mendapatkan uang dari hasil kompetisi atau pertunjukkan jalanan mereka.
Awalnya menyembunyikan penyakit yang diidapnya yang sering membuatnya mengalami hematemesis atau muntah darah namun akhirnya masalah yang diidapnya diketahui oleh orang-orang terdekatnya termasuk adik perempuan satu-satunya saat gejalanya kambuh di depan mereka. Dari hasil pemeriksaan dia mengalami kanker perut (Gastric Adenocarcinoma) yang juga membunuh ayahnya (artinya dia mengidap penyakit yang biasa menyerang keturunan Amerika Selatan, Korea dan Jepang, serta Belarusia itu dari faktor keturunan selain karena dia biasa memakan makanan siap saji) tapi pengobatan merupakan hal yang berada di luar jangkauannya saat ini dan hanya meminum obat seadanya.
RP Regis:
Midnight
"Kau baru pulang?"
Pertanyaan itu dia ajukan pada seorang gadis yang tahun ini baru menginjak usia ke-15nya. Yuri membawa tubuhnya berdiri, kaki melangkah mendekat pada gadis berpakaian minim itu meski saat ini udara tengah dingin-dinginnya. "Kau ke sana lagi?", tanyanya pada gadis itu seraya melepaskan jaket yang dia kenakan. Jaket yang kemudian dia sampirkan pada kedua sisi bahu gadis yang dia tahu lebih penting dari siapapun itu baginya.
Gadis itu bukan kekasihnya.
Adiknya.
Usia 15 adalah usia tersulit, mengingat di usia tersebutlah puncak masa pubertas di mulai, begitu kata pria tua yang tadi pagi memberikan televisi rusaknya untuk dia benarkan dan televisi itu memang sedang dia benarkan sekarang, lihatlah meja yang berantakan dengan televisi tabung berukuran kecil yang ada di atasnya. Untuk itu dia tidak akan membentak atau melarang terang-terangan gadis satu ini. Begini lebih baik ketimbang dia membentak dan lantas mendapati adik perempuannya kabur menuju zona yang tidak bisa dicapainya lantas menemukan gadis itu dalam kondisi terburuk yang jelas tidak dia inginkan.
Untuk itu, begini lebih baik.
Adik perempuannya tidak menjawab. Masih tetap terdiam. Kepala menoleh menuju meja kecil yang ada di ruangan yang notabene merupakan dapur, ruang makan, ruang kerjanya dan kamar tidur, beruntung kamar mandi dengan memiliki ruangan sendiri meski sangat kecil. "Aku belikan kau nasi kotak tadi." Ditatapnya sekali lagi adik perempuannya. "Sudah dingin," Yuri mengulurkan tangan kanannya, "tapi makanlah kalau kau lapar.", dua kali tepukan diberikannya di bahu adik perempuannya.
Tubuh berbalik, kembali menuju meja kerjanya, tubuh terhempas di atas sebuah kursi kecil kemudian. Di genggaman tangannya sudah terdapat obeng yang dia butuhkan untuk memperbaiki televisi tabung di hadapannya. Kepala ditolehkannya kembali pada adik perempuannya, senyum tipis terbentuk samar di wajah, kepala mengedik, dengan arti yang dia tahu dipahami oleh adik perempuannya.
Makanlah.
Dia akan kembali bekerja.
|
|
|
| |
|
Yuri Amemiya
|
Dec 10 2015, 06:35 PM
Post #4
|
|
- Posts:
- 11
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,543
- Joined:
- Dec 10, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 24
- Deskripsi
- H/W :175/63. Japanese descent. Messy short dark-brown hair. Dark-brown irises. Moles on nose bridge and cheek. Lean. Gastric Adenocarcinoma Positive. Smokey of Rude Boys. Traceur.
- Status/orientasi
- Single / Straight
- Bahasa (max.3)
- English
- Nama wali/orang tua
- of Rara Amemiya (younger sister)
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Freelance Technician
- Alamat
- Red Zone
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Yuri Amemiya Nama keluarga: Amemiya Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 6 Agustus 1992 Umur: 23 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Pekerja Lepas Waktu, Teknisi Ringan Deskripsi karakter:
- Fisik : Asiatis (Keturunan Jepang), tubuh termasuk tinggi untuk ukuran Asia, badan tegap, punya kesan kurus tapi sebenarnya badannya terbentuk dengan baik, pipi tirus, bentuk wajah agak bulat, tulang hidungnya tidak terlalu tinggi dan berbentuk seperti kebanyakan hidung orang Jepang, mata sipit, iris hitam kecokelatan, punya tatapan sayu namun terkesan tajam, rambut cokelat gelap dengan potongan pendek berponi dan selalu dibiarkan berantakan, bentuk bibirnya tipis, fair skin (kulitnya putih dan kadang terlihat agak pucat), dan punya dua tahi lalat kecil di hidung.
- Cara berpakaiannya tidak terlalu rapi, biasanya hanya terdiri dari jaket dan celana lusuh dengan tambalan di sana sini dan aksesoris yang biasa dikenakan hanya kalung.
- Bukan pemilih dalam hal sederhana seperti makanan, minuman, pakaian dan sebagainya. Namun bukan tipe yang akan senang diusik keberadaannya, keluarganya sekaligus teman-temannya,
- Di daerah merah Toshi Haku biasa dikenal dengan nama panggilan "Smokey", bukan karena dia perokok, tapi karena hubungannya dengan mesin kendaraan.
- Jika berbicara tidak pernah membuka mulutnya hingga lebar, sehingga perkataannya sering kali terdengar tidak jelas dan seperti orang yang tengah mengigit lidah dengan nada bicara rendah.
Tinggi/Berat: 175cm/63kg
Sifat: Tidak banyak bicara kecuali pada saat-saat tertentu yang memerlukannya bicara banyak akan semakin pendiam jika dia berada di luar zona nyamannya, nada bicaranya lembut saat berada yang dihadapinya adalah teman, orang terdekat dan adik perempuannya, tegas, tidak terlalu bisa mengendalikan emosinya tapi bukan orang yang akan bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu, sering menyimpan masalahnya sendiri dan disembunyikannya dari teman ataupun adiknya, orang yang sulit menaruh kepercayaannya pada orang lain tapi jika sudah percaya pada seseorang maka dia akan mempercayai orang tersebut hingga akhir, sama sekali tidak senang jika orang lain berkorban untuk dirinya, karena tidak ingin jadi beban orang tersebut, tidak akan keberatan untuk meminta maaf dan menundukkan kepala kalau dia memang bersalah, dan tipe orang yang percaya kalau segala hal baik itu datang dari kebaikan di dalam hati.
- Kekurangan : Tidak pernah mengenyam pendidikan dasar yang menghasilkan ijazah tertentu namun masih bisa membaca dan menulis serta menghitung karena sempat diajari oleh orangtuanya sebelum mereka meninggal, pengetahuannya akan eksakta, sosial dan sebagainya jelas sedikit, karena penyakit yang diidapnya, bisa dibilang kondisi fisiknya lemah, dan bukan orang yang mudah terbuka pada orang lain.
- Kelebihan : Merupakan orang yang akan bersikap lembut terhadap anak-anak, wanita dan orang tua atau orang yang lanjut usia (walau tetap tertentu), karena diajari oleh salah satu kenalannya dia lumayan ahli dalam memperbaiki barang-barang elektronik dan kendaraan, terutama roda dua, dan karena kondisi lingkungan tempatnya hidup sejak lahir, bisa dibilang dia punya kemampuan berkelahi yang cukup baik walau dibatasi dengan kemampuan fisiknya.
Status/orientasi: Single / Straight
Visualisasi: Kubota Masataka Link menuju galeri/website visualisasi: Drama Wiki, Tumblr
Latar belakang singkat:
Anak pertama dari dua bersaudara dan punya seorang adik perempuan berusia 15 tahun. Merupakan anak yang lahir dari pasangan imigran gelap asal Jepang yang awalnya pindah ke Toshi Haku untuk merubah nasib mereka sekaligus lari dari hutang-hutang ayahnya yang menumpuk karena kegagalan dalam transaksi saham dan surat berharga lainnya, namun malah berakhir hidup lebih sengsara ketimbang saat masih berada di Jepang. Ayahnya meninggal dua tahun setelah adik perempuannya lahir, ibunya menyusul sang ayah saat usia adik perempuannya menginjak usia ke-10 dan sejak saat itulah dia dan adiknya tinggal hanya berdua.
Tidak pernah mengenyam bangku pendidikan mengingat kondisi ekonomi mereka yang kadang menyulitkan untuk makan. Tapi kedua orangtuanya dan salah seorang kenalannya yang tinggal di daerah yang sama mengajarinya banyak hal, mulai dari membaca dan menulis hingga cara memperbaiki mesin-mesin tertentu atau benda elektronik yang dijadikannya sebagai pekerjaan utama. Dia biasanya bekerja lepas sebagai karyawan bar atau restoran kecil di daerah Red Zone atau Starlight Avenue jika sedang tidak ada pekerjaan untuk pekerjaan yang ditekuni olehnya, seperti menjadi teknisi untuk benda elektronik atau kendaraan.
Sebenarnya dia menyekolahkan adik perempuannya sebelum ini meski gadis itu memutuskan untuk berhenti sekolah selepas SMP dan memilih untuk bekerja sambilan seperti membantu di salon kenalan mereka atau menjaga toko.
Memiliki geng sendiri di daerah Red Zone, yang bukan terdiri dari kumpulan pemalak melainkan orang-orang yang biasanya berkumpul untuk bertahan dari serangan geng-geng kekerasan di sana dan saling melindungi satu sama lain antar anggotanya. Kebanyakan dari anggota dari kelompok tersebut merupakan freerunner-freerunner jalanan yang kadang mendapatkan uang dari hasil kompetisi atau pertunjukkan jalanan mereka.
Awalnya menyembunyikan penyakit yang diidapnya yang sering membuatnya mengalami hematemesis atau muntah darah namun akhirnya masalah yang diidapnya diketahui oleh orang-orang terdekatnya termasuk adik perempuan satu-satunya saat gejalanya kambuh di depan mereka. Dari hasil pemeriksaan dia mengalami kanker perut (Gastric Adenocarcinoma) yang juga membunuh ayahnya (artinya dia mengidap penyakit yang biasa menyerang keturunan Amerika Selatan, Korea dan Jepang, serta Belarusia itu dari faktor keturunan selain karena dia biasa memakan makanan siap saji) tapi pengobatan merupakan hal yang berada di luar jangkauannya saat ini dan hanya meminum obat seadanya.
RP Regis:
Midnight
"Kau baru pulang?"
Pertanyaan itu dia ajukan pada seorang gadis yang tahun ini baru menginjak usia ke-15nya. Yuri membawa tubuhnya berdiri, kaki melangkah mendekat pada gadis berpakaian minim itu meski saat ini udara tengah dingin-dinginnya. "Kau ke sana lagi?", tanyanya pada gadis itu seraya melepaskan jaket yang dia kenakan. Jaket yang kemudian dia sampirkan pada kedua sisi bahu gadis yang dia tahu lebih penting dari siapapun itu baginya.
Gadis itu bukan kekasihnya.
Adiknya.
Usia 15 adalah usia tersulit, mengingat di usia tersebutlah puncak masa pubertas di mulai, begitu kata pria tua yang tadi pagi memberikan televisi rusaknya untuk dia benarkan dan televisi itu memang sedang dia benarkan sekarang, lihatlah meja yang berantakan dengan televisi tabung berukuran kecil yang ada di atasnya. Untuk itu dia tidak akan membentak atau melarang terang-terangan gadis satu ini. Begini lebih baik ketimbang dia membentak dan lantas mendapati adik perempuannya kabur menuju zona yang tidak bisa dicapainya lantas menemukan gadis itu dalam kondisi terburuk yang jelas tidak dia inginkan.
Untuk itu, begini lebih baik.
Adik perempuannya tidak menjawab. Masih tetap terdiam. Kepala menoleh menuju meja kecil yang ada di ruangan yang notabene merupakan dapur, ruang makan, ruang kerjanya dan kamar tidur, beruntung kamar mandi dengan memiliki ruangan sendiri meski sangat kecil. "Aku belikan kau nasi kotak tadi." Ditatapnya sekali lagi adik perempuannya. "Sudah dingin," Yuri mengulurkan tangan kanannya, "tapi makanlah kalau kau lapar.", dua kali tepukan diberikannya di bahu adik perempuannya.
Tubuh berbalik, kembali menuju meja kerjanya, tubuh terhempas di atas sebuah kursi kecil kemudian. Di genggaman tangannya sudah terdapat obeng yang dia butuhkan untuk memperbaiki televisi tabung di hadapannya. Kepala ditolehkannya kembali pada adik perempuannya, senyum tipis terbentuk samar di wajah, kepala mengedik, dengan arti yang dia tahu dipahami oleh adik perempuannya.
Makanlah.
Dia akan kembali bekerja. |
|
|
|
| |
|
Yuri Amemiya
|
Dec 13 2015, 01:38 PM
Post #5
|
|
- Posts:
- 11
- Group:
- Citizen
- Member
- #3,543
- Joined:
- Dec 10, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 24
- Deskripsi
- H/W :175/63. Japanese descent. Messy short dark-brown hair. Dark-brown irises. Moles on nose bridge and cheek. Lean. Gastric Adenocarcinoma Positive. Smokey of Rude Boys. Traceur.
- Status/orientasi
- Single / Straight
- Bahasa (max.3)
- English
- Nama wali/orang tua
- of Rara Amemiya (younger sister)
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Freelance Technician
- Alamat
- Red Zone
- Kimu
- 150
|
EDITED : ubah sifat dan rp regis karena PM galau, dan semoga nggak ada tipos atau yang ketinggalan amin...... ( ; _ ; ).
CITIZEN
Nama: Yuri Amemiya Nama keluarga: Amemiya Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 6 Agustus 1992 Umur: 23 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Pekerja Lepas Waktu, Teknisi Ringan Deskripsi karakter:
- Fisik : Asiatis (Keturunan Jepang), tubuh termasuk tinggi untuk ukuran Asia, badan tegap, punya kesan kurus tapi sebenarnya badannya terbentuk dengan baik, pipi tirus, bentuk wajah agak bulat, tulang hidungnya tidak terlalu tinggi dan berbentuk seperti kebanyakan hidung orang Jepang, mata sipit, iris hitam kecokelatan, punya tatapan sayu namun terkesan tajam, rambut cokelat gelap dengan potongan pendek berponi dan selalu dibiarkan berantakan, bentuk bibirnya tipis, fair skin (kulitnya putih dan kadang terlihat agak pucat), dan punya dua tahi lalat kecil di hidung.
- Cara berpakaiannya tidak terlalu rapi, biasanya hanya terdiri dari jaket dan celana lusuh dengan tambalan di sana sini dan aksesoris yang biasa dikenakan hanya kalung.
- Tidak ada kesukaan khusus dalam makanan atau minuman. Hal yang tidak disukainya adalah dibohongi dan dikhianati, keluarganya (termasuk teman-temannya yang dia anggap sebagai bagian dari keluarganya) diusik ketenangannya dan disakiti, dan menghadapi orang yang tidak bisa menepati janjinya. Hal yang yang disukainya adalah berkumpul bersama dengan keluarganya, suasana tenang, dan angin musim gugur.
- Di daerah merah Toshi Haku biasa dikenal dengan nama panggilan "Smokey", bukan karena dia perokok, tapi karena hubungannya dengan mesin kendaraan.
- Jika berbicara tidak pernah membuka mulutnya hingga lebar, lebih terdengar seperti tengah bergumam, meskipun suaranya cukup jelas untuk didengar.
Tinggi/Berat: 175cm/63kg
Sifat: Tegas, orang yang selalu menepati perkataannya, tidak suka dibohongi dan menurutnya pengkhianat adalah orang yang tidak perlu ditolong lagi, orang yang teguh pada pendiriannya sendiri, sering menyimpan masalahnya sendiri dan disembunyikannya dari teman ataupun adiknya, tidak banyak bicara kecuali pada saat-saat tertentu yang memerlukannya bicara banyak akan semakin pendiam jika dia berada di luar zona nyamannya, orang yang sulit mempercayai orang lain tapi jika dia sudah percaya pada seseorang maka dia akan memberikan seluruh kepercayaannya pada orang itu, sama sekali tidak senang jika orang lain berkorban untuk dirinya, karena tidak ingin jadi beban orang tersebut, tidak akan keberatan untuk meminta maaf dan menundukkan kepala kalau dia memang bersalah, dan tipe orang yang percaya kalau segala hal baik itu datang dari kebaikan di dalam hati.
- Kelebihan : Karena diajari oleh salah satu kenalannya dia lumayan ahli dalam memperbaiki barang-barang elektronik dan kendaraan, terutama roda dua, dan hal itu dijadikan sebagai mata pencahariannya, karena kondisi lingkungan tempatnya hidup sejak lahir, bisa dibilang dia punya kemampuan berkelahi yang cukup baik walau dibatasi dengan kemampuan fisiknya, dan merupakan tipe orang yang selalu menepati janjinya.
- Kekurangan : Tidak pernah mengenyam pendidikan dasar yang menghasilkan ijazah tertentu namun masih bisa membaca dan menulis serta menghitung karena sempat diajari oleh orangtuanya sebelum mereka meninggal, pengetahuannya akan eksakta, sosial dan sebagainya jelas sedikit, karena penyakit yang diidapnya, bisa dibilang kondisi fisiknya lemah, dan bukan orang yang mudah terbuka pada orang lain.
Status/orientasi: Single / Straight
Visualisasi: Kubota Masataka Link menuju galeri/website visualisasi: tumblr, drama wiki
Latar belakang singkat:
Lahir dan besar di daerah merah Toshi Haku. Kedua orangtuanya merupakan imigran gelap asal Jepang yang lari ke Toshi Haku melalui jalur belakang untuk menghindari tanggung jawab dari orang-orang yang dihutangi oleh ayahnya, setelah ayahnya mengalami kerugian besar akibat kegagalan dalam transaksi saham dan surat berharga lainnya. Awalnya kedua orangtuanya berharap agar bisa merubah nasib mereka di Toshi Haku walau hidup mereka justru berakhir lebih sengsara di Toshi Haku ketimbang saat di Jepang. Dia memiliki adik perempuan berusia 17 tahun. Ayahnya meninggal dua tahun setelah adik perempuannya lahir karena kanker perut, ibunya menyusul sang ayah saat usia adik perempuannya menginjak usia ke-10 dan sejak saat itulah dia dan adiknya tinggal hanya berdua.
Tidak pernah mengenyam bangku pendidikan mengingat kondisi ekonomi mereka yang kadang menyulitkan untuk makan. Tapi kedua orangtuanya sebelum mereka meninggal dan salah seorang kenalannya yang tinggal di daerah yang sama mengajarinya banyak hal, mulai dari membaca dan menulis hingga cara memperbaiki mesin-mesin tertentu atau benda elektronik yang dijadikannya sebagai pekerjaan utama. Dia biasanya bekerja lepas sebagai karyawan bar atau restoran kecil di daerah Red Zone atau Starlight Avenue jika sedang tidak ada pekerjaan untuk pekerjaan yang ditekuni olehnya, seperti menjadi teknisi untuk benda elektronik atau kendaraan.
Sebenarnya dia menyekolahkan adik perempuannya sebelum ini meski gadis itu memutuskan untuk berhenti sekolah selepas SMP dan memilih untuk bekerja sambilan seperti membantu di salon kenalan mereka atau menjaga toko walau gadis yang sama sebenarnya melakukan pekerjaan lain di luar pengetahuannya.
Memiliki geng sendiri di daerah Red Zone, yang bukan terdiri dari kumpulan pemalak melainkan orang-orang yang biasanya berkumpul untuk bertahan dari serangan geng-geng kekerasan di sana dan saling melindungi satu sama lain antar anggotanya. Kebanyakan dari anggota dari kelompok tersebut merupakan freerunner-freerunner jalanan yang kadang mendapatkan uang dari hasil kompetisi amatir atau pertunjukkan jalanan mereka meskipun nyatanya pemasukan utama mereka berasal dari pekerjaan kasar mereka, entah menjadi buruh angkut bagi sebuah toko dan sebagainya. Baginya orang-orang terdekatnya, meski tidak memiliki hubungan darah sekalipun, adalah keluarga.
Awalnya menyembunyikan penyakit yang diidapnya yang sering membuatnya mengalami hematemesis atau muntah darah namun akhirnya masalah yang diidapnya diketahui oleh orang-orang terdekatnya termasuk adik perempuan satu-satunya saat gejalanya kambuh di depan mereka. Dari hasil pemeriksaan dia mengalami kanker perut (Gastric Adenocarcinoma) yang juga membunuh ayahnya (artinya dia mengidap penyakit yang biasa menyerang keturunan Amerika Selatan, Korea dan Jepang, serta Belarusia itu dari faktor keturunan selain karena dia biasa memakan makanan siap saji) tapi pengobatan merupakan hal yang berada di luar jangkauannya saat ini dan hanya meminum obat seadanya.
RP Regis:
Midnight
"Kau baru pulang?"
Pertanyaan itu dia ajukan pada seorang gadis yang tahun ini baru menginjak usia ke-17nya. Yuri membawa tubuhnya berdiri, kaki melangkah mendekat pada gadis berpakaian minim itu meski saat ini udara tengah dingin-dinginnya. "Kau ke sana lagi?", tanyanya pada gadis itu seraya melepaskan jaket yang dia kenakan. Jaket yang kemudian dia sampirkan pada kedua sisi bahu gadis yang dia tahu lebih penting dari siapapun itu baginya. "Sudah berapa kali kubilang untuk tidak ke sana?"
Gadis itu bukan kekasihnya.
Adiknya.
17 tahun. Usia yang sudah cukup dewasa untuk mengerti apa kondisi mereka dan apa yang akan terjadi kalau gadis satu ini tidak bisa melindungi dirinya sendiri dan bertindak ceroboh mengingat dia tidak akan selalu bisa mengawasi adik perempuannya. Tentu dia pun berharap gadis ini akan mengerti setiap konsekuensi atas seluruh tindakannya.
Adik perempuannya tidak menjawab. Masih tetap terdiam. Kepala menoleh menuju meja kecil yang ada di ruangan yang notabene merupakan dapur, ruang makan, ruang kerjanya dan kamar tidur, beruntung kamar mandi dengan memiliki ruangan sendiri meski sangat kecil. "Aku belikan kau nasi kotak tadi." Ditatapnya sekali lagi adik perempuannya. "Sudah dingin," ucapnya memberitahu, "tapi makanlah kalau kau lapar, kalau tidak akan kuberikan pada yang lain." Mengingat Yuri sadar beberapa orang di luar sana mungkin akan tidur dengan perut kosong malam ini.
Tubuh berbalik, kembali menuju meja kerjanya, tubuh terhempas di atas sebuah kursi kecil kemudian. Di genggaman tangannya sudah terdapat obeng yang dia butuhkan untuk memperbaiki televisi tabung di hadapannya. Kepala ditolehkannya kembali pada adik perempuannya,
"Makanlah", sementara dia akan kembali bekerja. |
|
|
|
| |
|
Crux Corvus
|
Jan 6 2016, 05:39 AM
Post #6
|
|
Kepala Negara
- Posts:
- 1,915
- Group:
- Head of State
- Member
- #1
- Joined:
- Feb 22, 2010
- Gender
- Male
- Pekerjaan
- Kepala Negara
- Alamat
- Mansion Block I No. 3
- Umur
- 35
- Deskripsi
- berwibawa | Murah senyum | Tidak begitu menyukai pakaian formal |
- Status/orientasi
- Single
- Bahasa (max.3)
- English, French, little bit Japan
- Nama wali/orang tua
- of Yuuta Corvus
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
|
Approved
|
|
|
| |
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous)
|