|
- Posts:
- 4
- Group:
- Unregist
- Member
- #3,516
- Joined:
- Nov 24, 2015
- Gender
- Female
- Umur
- 17 tahun
- Deskripsi
- 177/54, santai tapi bisa diandalkan, sense of fashion yang baik, pencinta hewan dan tumbuhan, takut dengan lebah dan lalat dan sebangsanya
- Status/orientasi
- SS
- Bahasa (max.3)
- English, Germany, Japanese (many)
- Nama wali/orang tua
- Cyrill Quist & Ange Quist
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- SHS 2
- Alamat
- dorm
- Kimu
- 10
|
PELAJAR SMA
Nama: Amber Grianne Quist
Nama keluarga: Quist
Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 16 May 1998
Umur: 17
Gender: F
Kewarganegaraan: Belanda dan Toshi Haku
Jurusan/Kelas: 2 SMA
Deskripsi karakter:
- Fisik: Bertubuh tinggi langsing, pipinya sedikit tirus, kulitnya putih dengan rona merah yang sering muncul bila dia kepanasan / malu / tegang, rambutnya pirang dengan nuansa platina bila terkena sinar matahari, senyumnya manis, ukuran bibirnya sedikit agak tebal
- Gaya: Gaya berpakaiannya sangat baik, termasuk yang peka terhadap fashion dan memiliki sense of fashion yang baik, jika berjalan cenderung cepat tetapi masih suka memerhatikan sekitarnya
- Hobi: Berkuda, bermain anggar, berenang, memasak, travelling, membaca buku, mendengarkan musik, pergi ke cafe atau restoran, membuat perhiasan atau hiasan pernak-pernik atau kerajinan tangan lainnya.
- Yang disukai: Pemandangan hijau dan asri, bunga terutama mawar dan tulip, hewan-hewan terutama kucing dan kuda, memiliki aktifitas (tidak suka kalau jobless), musik klasik, tari balet, perhiasaan dari batu Amber dan Silver.
- Tidak disukai: Lalat / Lebah karena dulu pernah digigit oleh makhluk mirip lalat dan menjadi gatal-gatal serta lebah karena takut disengat, kopi hitam dan pahit, tempat kotor dan bau.
- Hal Khusus: Diam-diam suka dijuluki sebagai Little Giant karena tinggi badannya yang luar biasa tinggi untuk anak seusianya namun sifatnya yang masih seperti anak-anak. Pernah digigit serangga sejenis lalat yang mengakibatkannya gatal-gatal sehingga membuatnya takut pada lalat serta lebah karena pernah hampir disengat.
Tinggi/Berat: 177 cm / 54 kg
Sifat: Orang yang sangat santai tapi bila diberikan tanggung jawab akan dengan sungguh-sungguh memenuhinya, sering bertindak berdasarkan gerakan hati bukan pikiran, setia pada teman-teman yang ia percayai dan keluarga besarnya, benci sekali merasa gagal dan butuh waktu baginya mengakui kegagalan itu, sedikit melankolis tapi pilih-pilih untuk menunjukkan sisi itu kepada orang, sedikit egois dan manja, sangat suka kehangatan (walau bukan berarti tidak suka pada musim dingin), jika suasana hatinya sedang buruk biasanya Amber akan lari kepada orang yang dia sayang dan memeluk orang itu dari belakang (seperti sedang mengisi ulang kekuatan dan semangat dari orang itu), bertutur kata sopan dan bersikap baik, menghormati orang tua, tekad baja, fokus.
- Kelebihan: Pandai membuat kerajinan tangan, mempelajari banyak bahasa, tidak mudah sakit.
- Kekurangan: tidak peka kepada perasaan sendiri dan orang lain, kalau sudah datang mode egoisnya suka senggol bacok (orang negur atau berkata atau bersikap menyinggung sedikit, langsung kena marah-marah atau sindiran tajam olehnya), tidak kuat berhadapan dengan pria yang secara gamblang mengungkapkan perasaan kepadanya (tidak suka hal-hal berbau romantisme), suka film horror tapi juga penakut, jadi kalau sudah takut habis nonton film horror, akan lari ke kamar saudara-saudara atau orang tuanya untuk ditemani tidur.
Status/orientasi: single / demiseksual
Visualisasi: Gemma Ward
Link menuju galeri/website visualisasi: here
Latar belakang singkat: Putri kedua, anak keempat dari pasangan multi-kultural Cyrill Quist dan Ange Kiehl. Dia memiliki tiga orang kakak, dua laki-laki dan satu perempuan, serta satu adik laki-laki (kembar). Karena kesenangan orang tuanya kepada batu-batuan dan perhiasan. Orang tuanya memberikan nama-nama anak-anak mereka berdasarkan nama batu-batuan; Obsidian, Diamanda, Zircon, Amber, dan Jasper.
RP Regis:
Toshi Haku, Edison Boulevard Toko Peralatan Kerajinan Tangan After School, Awal November 2015
Seusai bel sekolah berbunyi, Amber langsung melesat pergi meninggalkan gedung sekolahnya. Tanpa menunggu adik ataupun para sepupunya, ia melaju kencang menuju ke arah sebuah toko peralatan kerajinan tangan yang menjual berbagai macam alat-alat juga bahan-bahan untuk membuat benda-benda hasil kerajinan tangan. Sebentar lagi natal dan Amber berencana untuk membuat hadiah Natal untuk keseluruh anggota keluarganya. Semuanya, dari kakek dan nenek, ketiga orang pamannya beserta istri-istri dan anak-anak mereka. Tentu saja hadiah untuk keluarga Amber menjadi yang pertama selesai dan sudah ia simpan di dalam kotak peti berisikan benda-benda berharganya. Begitupun hadiah untuk nenek dan kakek, serta keluarga paman Jared.
Sekarang adalah waktunya untuk membuat hadiah bagi keluarga paman Frederick dilanjut dengan keluarga paman Cedric. Karena waktu yang semakin sempit, Amber sama sekali tidak boleh membuang-buang waktunya. Makanya dia sering kali tidak menunggu adiknya atau para sepupunya karena dia masih memiliki misi untuk dikerjakan.
"Pesanan yang kemarin sudah datang?" Tanya Amber dengan nafas yang terasa putus-putus karena dia berlari dengan cepat agar dia bisa sampai dengan tepat waktu untuk menerima pesanannya. Paman pemilik toko pun tertawa. Dia selalu tahu betapa bersemangatnya Amber jika sudah bertekad untuk mencapai tujuannya.
"Tentu saja sudah. Aku juga memberikan beberapa extra untuk pesananmu. Anggap saja sebagai hadiah Natal dariku." Mendengarnya, senyuman di wajah Amber pun merekah dengan lebarnya.
"Terima kasih paman. Jika waktuku cukup, akan kubuatkan satu extra hadiah natal untukmu." Jawab Amber, tentu saja tidak akan melupakan budi sang paman yang berbaik hati memberikan extra padanya. Amber pun mengambil semua pesanannya dan bersiap untuk pulang. Barang-barangnya sedikitnya agak banyak sehingga membuatnya kesulitan untuk membawanya. Tapi dia hanya sendiri jadi...
"Biar kubantu." Sebuah suara terdengar dan dilanjutkan dengan satu beban di tangan kiri Amber menghilang. Saat Amber menengok, disana berdiri sang adik yang sepertinya sudah mengikutinya sejak pulang sekolah. "Terima kasih Jasper." Jawab Amber manis lalu memberikan satu kecupan di pipi sang adik. Beruntung tinggi mereka tidak jauh berbeda, jadi Amber tidak perlu menjinjit. |
|