| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Kyouhei Okaniwa | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Dec 7 2015, 05:51 AM (53 Views) | |
| Kyouhei Okaniwa | Dec 7 2015, 05:51 AM Post #1 |
|
PELAJAR SMA Nama: Kyouhei Okaniwa Nama keluarga: Okaniwa Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 30 Maret 1998 Umur: 17 Gender: Laki-laki Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: 2 SMA Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 178/65 Sifat: Tipe yang tak suka berekspresi, tak banyak bicara dan lebih senang mengamati. Tak suka ikut campur urusan orang lain karena ia sendiri tak ingin orang lain mencampuri urusan pribadinya. Selalu berpikir kelewat logis sehingga sulit diajak bercanda. Pribadinya mudah curiga, pesimis dan tak pernah terlalu banyak berharap karena sedari kecil hidupnya selalu 'dikendalikan' oleh ayahnya, berkarakter penguasa dan mengendalikan. Kelebihan: cerdas dan memiliki ingatan yang kuat, bisa menganalisa dan menyimpulkan suatu permasalahan dengan cepat, setia dan sangat sayang pada orang-orang yang dicintainya. Kekurangan: posesif, mudah tidak percaya terutama pada kaum wanita, seenaknya sendiri karena ia terdidik untuk dilayani, bukan sebaliknya, masih terlalu impulsif dan menurut ayahnya, hatinya masih terlalu lemah dan mudah untuk digoyahkan. Status/orientasi: Single/Straight Visualisasi: Choi Seung Cheol (S.Coups of Seventeen) Link menuju galeri/website visualisasi: http://pledis17.com/s.coups Latar belakang singkat: Putra tunggal seorang pebisnis terkenal dengan jaringan yang begitu luas baik di dalam maupun luar negeri. Setelah ibunya meninggalkan rumah pada umurnya yang kelimabelas karena alasan yang tidak jelas, ayahnya mulai memperkenalkannya pada apa yang sebetulnya berada di balik bisnis ayahnya yang nampak polos dari luar namun sebetulnya begitu kotor di dalam. Sejak saat itu pula, ia mulai dididik lebih keras sebagai satu-satunya pewaris bisnis ilegal milik ayahnya yang berkedok bisnis pengalengan ikan bagi orang luar. Sudah dua tahun dia tak pernah lagi bertemu dengan ibu kandungnya yang selalu di sebut-sebut oleh ayahnya sebagai pengkhianat sementara ayahnya itu selalu dikelilingi para wanita penghibur di sekelilingnya. Dulunya Kyouhei sangat membenci ibunya yang pergi begitu saja meninggalkannya dan juga ayahnya namun lama-kelamaan ia pikir pasti ada alasannya kenapa ibunya sampai pergi. RP Regis: Musim panas, 2015. Hitam dan gelap kini sudah menggantikan warna lembayung cemerlang yang disaksikannya sejak sore menjelang petang tadi. Biasanya jika matahari sudah terbenam, ia merasa sedikit lebih tenang. Namun kali ini, seluruh tubuh terutama kedua tangannya masih belum mau berhenti bergetar sehingga jemarinya ia tanam di sela helai rambut yang ia tarik-tarik dengan frustasi. Matanya basah, wajahnya berkerut, napasnya patah-patah. Kyouhei masih merasakan efek syok setelah apa yang dilakukannya tadi. Sebuah perintah tanpa pengampunan. Jantungnya yang beregup kencang karena rasa takut yang dideranya. Ia sudah tak tahu lagi mana yang benar dan mana yang salah, dan yang bisa ia rasakan hanyalah dinginnya benda logam mematikan yang tergenggam di tangannya dengan tiap detail yang sudah ia hapal betul sejak dua tahun ke belakang. Pelatuk pun tertarik dengan gerakan lambat dalam sudut pandangnya, disusul bunyi tembakan yang terendam dan suaran erangan yang tertahan. Sepasang mata yang kosong basah oleh tangis penuh permohonan itu menatapnya, menyalahkannya. Kamu, pembunuh. Dia, pembunuh. Ayahnya, baru saja membuatnya jadi seorang pembunuh. Sekalipun dengan manisnya ia berkata bahwa Kyouhei baru saja melakukan tindakan yang benar dengan menghabisi seorang pengkhianat yang berniat memasukkan ayahnya ke penjara gara-gara bisnis obat terlarang dan prostitusi yang dimilikinya. Ayahnya bilang ini adalah kesempatan bagus bagi Kyouhei untuk memraktekkan apa yang sudah dipelajarinya selama dua tahun ke belakang. Sementara bagi Kyouhei, ini adalah teror setelah untuk pertama kalinya ia menanamkan sebutir peluru ke kepala seorang manusia. Ia sama sekali tak menikmatinya sekalipun semua orang di ruangan tertawa atas keberhasilan pertamanya. Kyouhei takut, perutya terasa tak nyaman, karena ia tahu ini tak akan pernah jadi yang terakhir dan entah akan ada berapa banyak nyawa lagi yang bisa dengan mudahnya melayang di tangannya. Ayahnya memang menyiapkannya untuk jadi seseorang yang dingin dan tak peduli dengan nyawa orang, namun Kyouhei sama sekali belum siap untuk semua ini. Ia belum siap. "Tuan muda, apakah Anda memerlukan sesuatu?" suara itu mengingatkannya bahwa ia tidak sedang sendirian. Rahangnya mengeras dan ia merasa perlu menjilat bibirnya dulu sebelum menjawab, "Tidak ada." Kakinya pun ia tekuk sambil ia peluk, tak peduli jika pasir yang didudukinya mulai terasa lembab oleh udara malam. "Atau kau bisa carikan tempatku menginap untuk malam ini. Aku belum mau pulang, Goro," gumamnya datar. "Akan segera kulaksanakan, Tuan Muda," jawab sang kepala pelayan sekaligus pengasuh pribadinya itu. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Dec 8 2015, 06:23 AM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:34 AM Jul 11