|
- Posts:
- 18
- Group:
- Unregist
- Member
- #3,532
- Joined:
- Dec 6, 2015
- Gender
- Female
- Umur
- 17y.o | 30 March 1998
- Deskripsi
- A big fat liar, she's totally wrecked inside
- Status/orientasi
- SS
- Bahasa (max.3)
- EN - JP
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- 2nd SHS
- Kimu
- 150
|
PELAJAR SMA
Nama: Yurara Washijou Nama keluarga: Washijou Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 30 Maret 1998 Umur: 17 y.o Gender: Female Kewarganegaraan: Toshi Haku Kelas: 2nd grade SHS Deskripsi karakter: - Memiliki badan yang bisa dibilang mungil, dilihat dari tingginya yang dibawah rata-rata dan juga tidak terlalu gemuk. Rambutnya tidak pernah tersentuh oleh cat rambut sedikit pun, berwarna hitam dan ketika dibawah cahaya matahari akan terlihat kecoklatan. Bentuk mata bulat, sedikit naik mirip mata kucing di ujungnya dengan iris mata berwarna coklat tua. Punya bunny teeth, tulang pipi agak menonjol ketika tersenyum. Bibirnya mungil berwarna merah muda sedikit pucat.
- Penampilannya sangat sederhana, tidak terlalu banyak gaya dan mengikuti mode yang berkembang di era sekarang ini. Hampir tidak pernah menggunakan pakaian tanpa lengan, sehingga koleksi pakaiannya selalu berlengan panjang. Sebut saja hoodie, jaket, cardigan adalah hal esensial untuknya. Jarang juga mengenakan celana pendek. Tipe yang menyukai flatshoes dan keds dibandingkan menggunakan sepatu dengan hak.
- Hobinya : membaca buku, menghabiskan waktu di tempat-tempat terbuka atau bernuansa alamiah, menghabiskan waktu di pantai sebelum pulang ke rumah, meracik teh sesuai seleranya sendiri dan membuat doodles.
- Hal yang disukainya : hasil teh racikannya sukses, buku dengan akhir bahagia, suara rintik hujan, wangi kopi atau teh di pagi hari, suara jangkrik di musim dingin, lagu-lagu jazz, petrichor, bermain dengan anjing dan mood baik ayahnya.
- Hal yang tidak disukainya : mood jelek ayahnya, nilai yang tidak sesuai keinginan, hujan badai, orang yang sok tahu, orang yang sok peduli, orang yang seenaknya dan berbagai jenis serangga.
- Extras :
- Memiliki phobia pada api dan jarum suntik
- Sering berpikir untuk lari dari rumah tapi tidak tahu harus pergi kemana
- Tidak pernah mau diajak pergi ke rumah sakit karena takut pada ayahnya
- Paranoid dan agak takut pada kaum adam
- Dalam satu bulan, akan ada 3 hari seminggu ia bolos sekolah dengan alasan sakit, karena merawat luka dan memarnya
- Visible scars bekas luka goresan pada tangan sebelah sepanjang lima senti, memar pada lengan dan punggung sebelah kanan (yang hingga sekarang menyebabkan ia tak pernah melepaskan cardigan), memar pada paha sebelah kanan atas yang kondisinya mulai membaik.
Tinggi/Berat: 164/42
Sifat: She looks okay outside, but broken inside. Tipe yang sangat pintar untuk menutup segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya dengan senyuman. Ramah, sangat loyal kepada orang-orang terdekatnya dan mudah untuk bergabung dalam lingkungan baru. Pintar membuat alasan, seorang pekerja keras. Mudah sekali untuk dihasut, mudah sekali pendiriannya sendiri digoyahkan. Ia adalah seorang gadis yang masih banyak bermimpi dan banyak berharap. Seorang yang sensitif dan mudah menangis. Ia membangun tembok yang tak kasat mata tinggi-tinggi untuk memisahkan pribadi luar dengan apa yang terjadi pada dirinya di dalam. Kelebihan Yurara adalah seorang penjaga rahasia yang baik, tipe pengamat dan mudah untuk memahami orang lain. Kekurangan Yurara adalah seorang yang sulit untuk memaafkan, mudah dimanfaatkan orang lain, dan naive.
Status/orientasi: Single/Straight
Visualisasi: Im Nayeon (TWICE) Link menuju galeri/website visualisasi: Im Nayeon (TWICE)
Latar belakang singkat: Adalah anak tunggal dalam keluarga. Ayahnya adalah seorang mentri perikanan yang tiga tahun belakangan mulai dicurigai oleh pemerintah karena korupsi. Sementara mendiang ibunya sudah meninggal semenjak lima tahun yang lalu, karena kanker hati. Tidak dekat dengan sang ayah semenjak kematian ibunya. Hubungan keluarganya tidak harmonis, Yurara dijadikan bahan kekerasan dan pelampiasan amarah oleh ayahnya. Sering kali mengurung diri di dalam kamar setelah pulang sekolah, memilih untuk tidak keluar terutama setelah mendegar ayahnya datang. Kekerasan ini terjadi semenjak kematian sang ibu, Yurara dipersalahkan oleh sang ayah atas kematian beliau. Terkadang akan ditemukan bekas luka di kaki, lengan atau punggung sehingga Yurara sangat berhati-hati sekali dalam bergerak. Hingga kini, sang ayah dianggap sebagai sosok seorang monster oleh Yurara karena perbuatannya ini.
RP Regis:
Deg! Deg! Deg!
Ritme tak beraturan jantungnya mulai berulah lagi, sementara anak gadis Washijou ini berusaha untuk tetap fokus untuk mengerjakan tugas yang diketiknya malam itu. Ia harus selesai, ia harus pergi ke sekolah besok pagi dan mengumpulkan tugasnya ini. Apa reaksi guru bahasa inggrisnya nanti ketika Ia tidak menyelesaikan tugasnya tepat waktu? Namun fokusnya itu mulai buyar, ketika melirik pada jam di sebelah laptop, di dekat frame foto keluarganya yang menunjukkan pukul tujuh malam.
Sebentar lagi orang itu datang, sebentar lagi...
Dan dugaannya benar, samar-samar ia berhasil menangkap suara pintu apartemen yang terbuka. Membuatnya menutup mata secara otomatis. Tangannya dengan segera menekan tombol off lampu bacanya, meninggalkannya pada ruangan gelap dan hanya dibantu dari pencahayaan laptop yang menyala. Ia mengigit bibir bawahnya dengan takut, tidak siap jika sekiranya sosok monster itu membuka pintu kamarnya dengan paksa setelah ini. Suara knop pintu diputar terdengar beberapa saatnya, membuatnya terpejat kaget sambil menahan suara sekecil apapun yang dapat dikeluarkannya.
"Yurara! Yurara Washijou!"
"Buka pintunya kau anak sialan!"
Bibirnya bergetar, bukan, tidak hanya bibir melainkan sekujur tubuhnya. Ia takut, tak mampu lagi menghadapi hari-hari yang seperti ini terus menerus. Ia ingin cepat keluar dari rumah, dan meninggalkan sosok tersebut tanpa perlu menghabiskan sisa hidupnya dengan ketakutan seperti ini. Yurara juga ingin bahagia, ia ingin menikmati hidup seperti tokoh-tokoh protagonis novel yang ia baca. Tapi ternyata dunia yang asli, yang ia alami, tak seindah deretan kata di buku itu. Dunia ini kejam, lebih kejam dari ibu tiri Cinderella yang menjadikannya pesuruh dan Urusulla yang meminta suara ganti sepasang kaki untuk Ariel.
"Sialan! Awas saja kau besok, tidak akan kubiarkan kau tidur dengan tenang!"
Dan Yurara Washijou, anak dara ini hanya bisa menangis lagi, malam itu.
|
|
|
Ziven Egan
|
Dec 8 2015, 06:20 AM
Post #2
|