|
- Posts:
- 19
- Group:
- Student
- Member
- #3,519
- Joined:
- Nov 26, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 16 y.o (17/3/00)
- Deskripsi
- 神取宇宙. Stage name : Joker. Look at sets for his appearances. A cutie only on his shell. Temperament. Locker. Bully. Thug (?). 176cm. 57kg. His given name is written with "Universe" kanji.
- Status/orientasi
- In Love with Midori Katase <3 <3 <3 <3 <3
- Bahasa (max.3)
- Inggris seadanya dengan logat Jepang, Jepang
- Nama wali/orang tua
- Kandori Kei, Shinjo Chisato
- Kewarganegaraan
- Jepang
- Pekerjaan
- Pelajar SMA kelas 2B
- Alamat
- Dandelion Boarding House
- Kimu
- 150
|
PELAJAR SMA
Nama: Sora Kandori (神取宇宙) Nama keluarga: Kandori Tempat & Tanggal lahir: Osaka, Jepang / 17 Maret 2000 Umur: 15 tahun Gender: Laki-Laki Kewarganegaraan: Jepang Jurusan/Kelas: 1 SMA Deskripsi karakter:
- Asiatis khas orang Jepang pada umumnya, fair-skin, lumayan tinggi, kurus, well-toned tapi sedang memanfaatkan masa usia ke-15nya untuk membuat badannya jadi well-built, bentuk wajah agak panjang, bibir sedikit berisi, hidung mancung, matanya agak besar, iris cokelat gelap, alis tebal, rambut hitam yang sering diwarnai honey-brown dan kadang dibiarkan panjang hingga menyentuh bahu, dan telinganya ditindik keduanya walau jarang pakai anting.
- Cara berpakaiannya kasual, lebih sering pakai jaket, kadang hanya pakai wifebeater, tanktop, atau pakaian tanpa lengan lainnya, kalau sedang musim panas tanpa tambahan luaran, sering juga hanya pakai jaket tanpa dalaman apapun lagi. Senang pakai aksesoris dan topi.
- Benci panas---termasuk makanan dan minuman panas, dan kepanasan, benci terlihat payah, benci makanan dan minuman yang tidak enak, benci masuk sekolah, karena harus belajar, benci dicereweti dan lain-lain. Suka sekali dengan musim hujan dan salju, makanan dan minuman dingin juga enak, mahal tidak apa asal enak, senang dengan barang bermerek, sering berharap kalau kasurnya adalah kasur air atau kasur es, senang menari dan berolahraga, dan suka Midori.
- Cita-citanya adalah jadi pro-dancer top dan bisa lebih kaya dari keluarganya.
- Nicknamenya adalah Joker, yang diambil dari tokoh Joker dari The Dark Knight.
Tinggi/Berat: 176cm/57kg
Sifat: Narsis, easy-going, emosional dan temperamental, lebih senang adu jotos ketimbang adu logika walau lebih baik adu dance sekalian, tidak suka dicereweti atau dianggap rendah, penuh semangat walau tidak kelewat semangat, punya cara berpikir sendiri yang kadang bisa kelewat kekanakan atau kelewat dewasa, dan sama sekali tidak suka kalah. Kelebihan : Kemampuan dancenya terutama locking dan Chicago Footwork cukup mengagumkan, punya stamina yang bagus, dan tenaganya juga bagus. Kekurangan : Bodoh dalam hal pelajaran karena memang tidak suka belajar, nilai-nilainya selalu jelek, daripada main piano dia lebih sering makan tuts piano (nggak benar-benar dikunyah dah ditelan tapi), emosian, dan kasar.
Status/orientasi: Openly Fell For Midori Katase / Bi-Curious
Visualisasi: Omura Sora Link menuju galeri/website visualisasi: twpro, prcm, google
Latar belakang singkat:
Putra tunggal dari Kandori Kei dan Shinjo Chisato, walaupun sebenarnya Kei sudah punya dua anak dari pernikahan terdahulunya. Jarak antara dia dan kedua kakaknya terpaut 10 dan 15 tahun. Ayahnya adalah seorang produser film yang cukup memiliki nama dan ibunya merupakan seorang aktris. Jarak antara ibu dan ayahnya terpaut 25 tahun, ibunya baru menginjak usia 18 tahun saat dinikahi oleh ayahnya yang saat itu berusia 43 tahun.
Nama kecilnya meskipun dibaca "Sora" yang berarti "Langit" namun ditulis menggunakan kanji "宇宙" (Uchuu) yang berarti "Antariksa". Yang kalau disambungkan dengan kanji nama keluarganya, Kandori, (神取) yang ditulis dengan kanji "God" (神) dan "to take" (取), berarti "To Take God's Universe". Namanya adalah pemberian dari ayahnya yang berharap agar putranya punya ambisi yang cukup besar.
Sejak kecil dipaksa untuk mempelajari banyak hal mulai dari menari balet, les mata pelajaran hingga kursus beladiri. Tapi yang benar-benar disukainya hanyalah beladiri dan merusak piano tempat lesnya atau berakhir menjadi 'mayat mengambang' di kolam renang tempatnya kursus berenang dan bermain 'game' menurunkan celana guru renangnya dengan teman-teman seusianya (saat itu dia masih SD jadi gurunya maklum), sampai dia dibawa ke sebuah show street-dancing oleh kakak dari ibunya yang seorang koreografer. Karena menurutnya yang saat itu masih 8 tahun para street-dancer terlihat keren, dia pun mulai belajar menari tarian jalanan dari sana. Mulai dari Hip Hop, House hingga African Fusion. Walau spesialisasinya tetap pada locking dan Chicago footwork. Belajar twerk hanya untuk bercandaan.
Tapi selain menari dan olahraga, tidak ada hal lain yang disenanginya. Bisa lulus dan naik kelas saja sudah untung (yang sebenarnya karena faktor 'orangtuanya') karena 90% dia lebih memilih untuk bolos pelajaran, 10% untuk tidur di kelas. Les pelajaran? DIhentikan semenjak dia mengancam untuk gantung diri saat dia kelas 2 SMP (masih hidup berkat ibunya, karena ayahnya bilang kalau mau gantung diri silakan saja). Selama membolos sekolah tanpa sadar dia jadi bergabung dengan kelompok penindas sekolah yang dilanjutkannya hingga SMU, karena sudah terlanjur ketagihan punya samsak hidup. Tapi terakhir, berkat korbannya berakhir masuk rumah sakit, dia dan teman-temannya berakhir mendapatkan petisi dari perkumpulan orangtua murid untuk mengirim mereka ke reform school atau drop-out. Orangtuanya memilih untuk mengirimnya ke luar negeri, dan Toshi Haku dipilih karena jarak, bahasa, dan kultur yang masih mirip, sekaligus bibi dari pihak ibunya menetap dan menikah dengan warga asli sana. Sejak September dia dititipkan pada bibinya dan masuk sekolah mulai awal semester 2, yang untungnya berhasil dimasukinya karena bibinya mengajarinya mati-matian untuk bisa masuk ujian masuknya.
Jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Katase Midori setelah melihat sosok itu menyanyi dan menari. Sejak awal tidak pernah ada masalah dengan jenis kelamin apa dia akan tertarik, walau orangtuanya jelas tidak tahu tendensinya tersebut. |
RP Regis:
"Koreografi kalian jelek sekali."
Itu komentar yang terlontar dari mulutnya usai lagu dan pertunjukkan sekelompok anak seusianya berakhir. Senyum terulas di wajahnya. Tubuh sendiri masih berjongkok malas di bagian terdepan kerumunan orang-orang yang berkumpul untuk menonton pertunjukkan anak-anak tersebut. Mereka memberikan tepukan tangan yang terdengar meriah. Dia? Usai mereka selesai melakukan pertunjukkan, yang dilakukannya hanya satu sebelum berkomentar, menghela napasnya malas karena pertunjukkan mereka sama sekali tidak menyenangkan. Tsk, padahal Sora sempat mengira kalau dia jalan-jalan di hari Minggu yang menyejukkan ini di Hana Park, dia bisa menemukan pertunjukkan menari yang menyenangkan.
Tubuh dibawa bangkit berdiri. "Melihat tarian kalian bikin aku jadi pengen buang air." Mendengus singkat. Tangan kiri mengusap-ngusap bagian perutnya. Kaki melangkah pelan mendekat ke speaker yang dipakai oleh anak-anak itu. Tubuh menunduk, bibir mencibir ketika dia melihat mereka dari speaker tersebut. "Payah, merek murah, pantas suaranya sumbang," cibirnya sambil terkekeh pelan.
Tangan merogoh saku celana pendeknya mengeluarkan ponselnya dan juga speaker berukuran kecil. Kecil, tapi jangan samakan kualitasnya dengan speaker besar murahan yang mereka gunakan tersebut. Mata memejam perlahan saat senyuman lebar perlahan menghiasi wajahnya. Kedua tangannya yang masing-masing menggenggam ponsel dan speaker kecil tersebut terangkat hingga sebatas dada.
"Mau kuajari cara menari?"
Agar kalian bisa tahu seberapa payahnya tarian kalian tersebut.
|