| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Miho Kita; RP regis sudah ditambahkan | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 31 2015, 03:52 PM (58 Views) | |
| Miho Kita | Jul 31 2015, 03:52 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Miho Nama keluarga: Kita Tempat & Tanggal lahir: Tokyo, 1 September 1997 Umur: 18 tahun Gender: Perempuan Kewarganegaraan: Jepang Jurusan: Kedokteran Gigi Deskripsi karakter: Tubuh tinggi dan kurus. Surai panjang bergelombang berwarna cokelat dan poni menyamping. Iris mata hitam. Kulit putih-kekuningan khas masyarakat Jepang. Selalu menggunakan make-up yang natural. Lebih senang memakai rok ketimbang celana. Kadang berbicara ketus, khususnya pada anak laki-laki dan orang yang baru ia kenal. Dagu lebih sering diangkat sehingga sering dianggap angkuh. Lebih senang duduk menyendiri dan membaca buku. Senang memasak dan membuat kue. Tidak suka dengan serangga. Tinggi/Berat: 168 cm/55 kg Sifat: Miho termasuk orang yang lebih suka bicara seperlunya, lebih senang mengiyakan karena malas berdebat apalagi kalau hal tersebut ia anggap tak penting, tetapi bisa jadi sangat keras kepala jika merasa dirinya benar dan orang lain tidak sependapat dengannya. Lebih suka berpikir panjang sebelum mengambil keputusan. Sebenarnya cukup baik dan bersahabat, hanya tidak terlalu senang memperlihatkannya di luar. Kelebihan: Cukup pintar memasak dan membuat kue, mudah beradaptasi. Kekurangan: Tidak begitu pandai dalam menghapal jalan, tidak ahli dalam melakukan percakapan panjang Status/orientasi: Single/lurus Visualisasi: Nozomi Sasaki Link menuju galeri/website visualisasi: here Latar belakang singkat: Rio Miki—ibu Miho—terlahir dalam keluarga yang sangat memprihatinkan. Alhasil kakek Miho yang sudah putus asa ‘menjual’ Rio yang masih berusia 19 tahun kepada Takumi Kita, yang saat itu merupakan seorang bankir muda sukses. Takumi dengan senang hati ‘membelinya’. Setelah menikahi Rio, Takumi tetap senang bermain ke luar rumah dengan banyak wanita. Pernah sekali waktu Rio berusaha kabur dari rumah, namun berhasil ditemukan dan berujung dipukuli oleh Takumi yang mabuk. Miho tumbuh dengan kondisi rumah yang seperti itu. Sebab itulah ia sering kali ketus terhadap laki-laki karena menganggap semua laki-laki mirip dengan ayahnya. Miho bertekad suatu hari akan pergi dari rumah dan tinggal sendiri. RP Regis: Next post. |
![]() |
|
| Miho Kita | Aug 6 2015, 08:35 PM Post #2 |
|
RP REGIS Tokyo, a day before departure. Kita's House. Koper cokelat berukuran besar dibiarkan terbuka di atas kasur. Berbagai warna dan jenis pakaian tersusun rapi di dalamnya. Notebook, alat mandi, bahkan kantung berisi obat-obatan pun sudah ditempatkan pada celah-celah kecil untuk menghemat ruang. Di luar si objek cokelat—masih di atas seprai merah jambu yang sama—terdapat beberapa alat make up, list barang yang masih belum tersedia, serta pakaian yang belum dilipat. Si tokoh utama dalam cerita kini menghentikan aktivitasnya. Kristal hitamnya mengekor pada satu-satunya sosok lain di dalam kamar. Seorang dengan warna surai dan wajah hampir serupa, meski kerutan di wajahnya sudah lebih terlihat. “Okaasan,” pemilik nama depan Miho itu berujar pelan. Yang dipanggil menolehkan kepala. Ada senyum lirih tertampil di wajahnya. Beliau diam, menunggu sang putri semata wayang melanjutkan ucapannya. “Kau yakin tidak ingin ikut denganku?” ungkap Miho dengan wajah penuh sesal. Retoris. Miho Kita, si gadis dua puluh tahun, sudah tahu benar apa yang akan dijawab oleh sang ibunda. “Nanti papa tidak ada teman, sayang,” benar saja. Kalimat itu persis dengan apa yang ada dalam benak si gadis. Ada seringaian samar pada ekspresi Kita muda. Ia hampir-hampir tertawa kalau saja tidak ditahan. Takumi, kanojo no otousan, tidak pernah benar-benar mempedulikannya. Apalagi Rio—ibunya. Ia hanya pergi pagi dan pulang malam. Meminta apapun sesuka hatinya, berlaku semaunya terhadap dua turunan hawa dalam rumahnya. Memaki, bersikap kasar hingga main tangan, adalah hal yang biasa Miho lihat terjadi di dalam rumahnya. Memberikannya tekad sekuat baja untuk meninggalkan rumah berukuran besar itu kelak. Apa gunanya rumah besar, harta melimpah, namun melihat ibu yang begitu mengasihinya selalu menderita? Ia bahkan heran mengapa wanita usia 40 tahun awal itu masih bersikap seolah menyayangi ayahnya. “Mama,” kali ini wajahnya serius, “apa kau yakin Papa benar-benar menyayangi kita? Menyayangi-mu?” Tidak bisakah kita berdua kabur dari rumah ini? Tidak bisakah kita menjalani kehidupan normal layaknya keluarga lain di luar sana? Lagi, hanya senyum lirih yang ditampilkan. “Tentu saja ia menyayangimu, Miho-chan,” ada ekspresi santai yang dipaksakan, “kalau tidak… bagaimana mungkin ia memberimu izin ke negeri itu?” Miho terkekeh. Ia mengangguk-anggukan kepala, seolah-olah setuju. Padahal ia tahu kejadian beberapa minggu lalu. Gadis itu dengar bagaimana sang bunda dipukuli saat meminta izin keberangkatannya, pun ia tahu dari mana asal memar-memar di tubuh sang ibunda. Padahal dia tahu, tapi berpura-pura buta dan tuli. Namun ia terlalu egois, terlalu ingin bebas seorang diri. “Ya. Aku senang otousan memberikan izin. Aku akan sering-sering mengabarimu dari sana.” Dia jelas bukan anak yang berbakti. Maaf, saya mau perjelas sifat karakter sekalian
|
![]() |
|
| Crux Corvus | Aug 8 2015, 06:00 AM Post #3 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




1:51 AM Jul 12