| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Chihaya Wataya | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 25 2015, 11:59 PM (63 Views) | |
| Chihaya Wataya | Jul 25 2015, 11:59 PM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Chihaya Nama keluarga: Wataya Tempat & Tanggal lahir: Shanghai, China, 7 Oktober 1986 Umur: 28 tahun Gender: F Kewarganegaraan: Jepang Pekerjaan: Model, Artis Film dan Aktivis (saat ini aktif untuk menkampanyekan perihal perdagangan gading gajah, human trafficking, kesehatan maupun pendidikan anak-anak dan orang pedalaman.) Deskripsi karakter: Paras Asiatis (Campuran Toshi Haku-Jepang-China), tubuh proposional, Kulit berwarna agak kecoklatan condong ke putih, bentuk bibirnya seksi (kissable), hidung mancung, surai hitam panjang (dan tidak pernah dipotong pendek), manik berwarna coklat gelap, senyumnya manis, tipikal wajah yang ramah dan bersahabat. Dalam berpakaian sangat elegan dan terkesan mewah, tetapi jika sedang turun untuk melaksanakan aksi sosialnya, terutama bila terjun langsung ke daerah pedalaman, Chihaya menanggalkan semua pakaian mewahnya dan menggantinya dengan pakaian yang lebih sederhana dan memudahkannya untuk bergerak. Gaya berjalannya anggun (hasil latihan sebagai model).
Tinggi/Berat: 172 cm / 52 kg Sifat:
Status/orientasi: Engaged Visualisasi: Tang Wei Link menuju galeri/website visualisasi: here Latar belakang singkat: Putri sulung pasangan Taichi Wataya dengan Angela Lin. Taichi Wataya adalah seorang pengusaha sukses asal Jepang yang memiliki setengah darah Toshi Haku di dalam dirinya, dia merupakan pengusaha sukses yang membuka usaha di bidang perhotelan (baik hotel yang modern ataupun yang klasik tradisional) dan resort, yang sudah membuka cabang hotel di banyak negara salah satunya China. Sedangkan Angela Lin seorang aktris asal china yang berasal dari keluarga kaya raya di Shanghai. Setelah memutuskan menikah dengan Taichi, Angela pun memutuskan untuk berhenti bekerja di dunia entertainment dan fokus pada tugasnya sebagai istri dan ibu dari anak-anak Taichi. Taichi dan Angela pun dikaruniai empat orang anak. Dari dulu, Angela dan Chihaya sangat dekat, dan Chihaya sering sekali melihat film-film lama sang ibu sehingga membangkitkan keinginannya untuk bisa menjadi aktris di kemudian hari seperti sang ibu. Bukan hanya keinginan menjadi seorang aktris saja yang diwariskan Chihaya dari sang ibu, tetapi juga sifat bakti sang ibu kepada kegiatan sosial yang bertujuan untuk membuat hidup anak-anak dan wanita (terutama di Asia dan Afrika) agar bisa hidup lebih baik menjadi salah satu hal yang hingga saat ini masih Chihaya lakukan. Namun sepertinya, hal itu menjadikan Chihaya menjadi wanita yang benar-benar tak menghiraukan dirinya sendiri. Terbukti dengan Chihaya jarang sekali terdengar memiliki gosip kedekatan spesial dengan seorang pria dan sama sekali tidak memikirkan soal menikah dan mempunyai anaknya sendiri karena terlalu sibuknya dia mengurusi anak-anak asuh dan juga anak-anak yang berada di dalam naungan badan sosialnya. Kalaupun ada gosip, biasanya itu berasal dari pemberitaan kaleng untuk mendongkak popularitas film atau drama yang sedang diperankan olehnya. Tetapi biasanya itu hanya bertahan dalam beberapa minggu saja. Karena hal itulah, Taichi dan Angela segera mencarikan jodoh untuk putri sulung mereka yang pada tanggal 07 Oktober 2015 ini akan genap berusia 29 tahun. RP Regis: next post |
![]() |
|
| Chihaya Wataya | Jul 26 2015, 12:23 AM Post #2 |
|
Chihaya terdiam di ruang kerja sang ayah. Sudah lama sekali sejak terakhir kali dia berada disini untuk bicara face to face dengan sang ayah, yang mana itu terjadi saat Chihaya duduk di bangku 1 SMA dan ayahnya mengetahui bahwa Chihaya bolos dari kelasnya dan pergi untuk berlatih akting di salah satu teater yang ada di Kyoto—kota tempat keluarga inti Wataya tinggal. Saat itu, Chihaya mengalami pertengkaran dan perdebatan hebat dengan sang ayah yang tidak mengizinkan Chihaya untuk berkarier di dunia keartisan. Hanya saja, kecintaan Chihaya terhadap dunia akting membuatnya terus memperjuangkan hak-haknya untuk berkarya dan berkarier di bidang yang diinginkannya hingga akhirnya sang ayah memberikannya sebuah tantangan kala itu. Chihaya harus menghabiskan masa sekolahnya dengan menyamar sebagai pria dan tidak boleh ada yang mengetahuinya—apalagi dengan kondisi bahwa Chihaya akan dilempar masuk ke sekolah khusus laki-laki yang mana kepala sekolahnya merupakan sahabat karib sang ayah. Sesuatu hal yang bagi orang lain pastinya akan sangat susah dilakukan—dan jujur, Chihaya pun merasakan hal yang sama, tetapi dengan tekadnya Chihaya menerima tantangan tersebut, namun Chihaya gagal di bulan kesepuluh dia bersekolah disana. Akhirnya dia pun ketahuan oleh salah seorang murid yang juga merupakan teman baiknya di sekolah. Pasrah bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan restu sang ayah, sang ayah justru memberikan restunya setelah melihat tekad bulat sang putri. Bukan hanya itu, Chihaya pun mampu membuktikan pada ayahnya bahwa akting tidak menyurutkan semangat belajarnya. Chihaya tetap berhasil mendapatkan ranking 10 besar di sekolahnya saat itu. Kini, setelah bertahun-tahun Chihaya tidak pernah lagi dipanggil untuk membicarakan hal-hal serius, terkait dirinya sendiri. Akhirnya, hari ini, sang ayah menyuruhnya masuk ke ruang kerja dan wajah sang ayah terlihat begitu serius. “Tahun depan kau akan genap berusia 29 tahun—apa kau menyadarinya?” Chihaya menatap sang ayah sebelum menurunkan sedikit pandangannya. “Ya, aku menyadarinya, Otousama.” Jawabnya dengan nada anggun yang terdengar mirip dengan suara sang ibu, Angela. ”Sama sekali tidak terpikirkan bagimu untuk mencari seorang pria sebagai pendampingmu?” Chihaya diam saja mendengarkan tanpa mau memberikan komentarnya. Lagipula, sepertinya sang ayah masih ingin melanjutkan kata-katanya. ”Kau sudah bisa dikatakan sebagai perawan tua, apa kau sadar itu!” Chihaya masih diam dan tidak menanggapi. ”Chihaya Wataya! Jawab ayah.” “Aku masih dibutuhkan oleh anak-anak itu—menikah, sama saja aku harus membagi komitmenku kepada suamiku kelak. Dan aku belum menemukan pria yang bisa menerima hanya sebagian dari diriku… karena itu… aku…” ”Mendedikasikan hidupmu demi anak-anak dan kegiatan sosial itu memang bagus. Ayah pun mendukungnya, tapi lihat ibumu. Dia masih bisa melakukan kegiatan sosialnya dan masih bisa mengurus ayah, kau dan ketiga adikmu. Lalu kenapa kau tidak bisa?” Alasannya sederhana—Chihaya tidak mau disetir oleh suaminya. Dia tidak mau menjadi istri yang apa-apa harus mengikuti kata suami tanpa bisa menyuarakan isi pikiran dan hatinya. Dia tidak mau tidak bisa bergerak hanya karena terhalang izin suaminya. Tapi dia jelas tidak bisa mengatakannya pada sang ayah, ayahnya tidak akan mengerti. ”Ayah sudah mencarikanmu seorang pria. Kau akan bertunangan dengannya.” “Apa! Tapi otousama—“ ”—Kau ingat.” Potong Taichi. ”Kau pernah mengatakan bahwa kau memiliki tiga kriteria untuk seorang pria agar bisa menjadi suamimu kelak. Satu, dia harus dari keluarga kaya yang kekayaannya setara bahkan lebih tinggi dari keluarga kita. Pria ini memilikinya, kekayaannya setara bahkan akan menjadi lebih tinggi dari keluarga kita kelak. Dua, dia memiliki otak yang cemerlang dan cerdas, dia bukan pria bodoh. Tiga, kebaikan hati. Ayah tidak tahu standarisasimu, tetapi bagi ayah dia memiliki hati yang baik dan dia jelas pria yang sopan. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolak pria pilihan ayah.” Perdebatan pun terjadi. Chihaya menolak untuk dijodohkan apalagi dengan standar penilaian yang berdasarkan penilaian sang ayah bukan dirinya. Taichi pun terus mempertahankan pendapatnya bahwa pria pilihannya adalah yang terbaik untuk Chihaya. Hingga akhirnya Chihaya pun melakukan kesepakatan baru lagi dengan sang ayah. Dia akan bertunangan dengan pria itu, tetapi jika pria itu sekali saja menunjukkan hal yang tidak Chihaya sukai apalagi menghalang-halanginya dalam berkarier dan berdedikasi pada kegiatan sosialnya. Maka Chihaya akan meninggalkan pria itu. ”Kau tidak akan meninggalkannya, karena kau akan jatuh cinta saat kau mengenal pria itu lebih baik.” Jawab Taichi dengan senyum penuh percaya diri. “Mari kita lihat saja nanti, Otousama.” Jawab Chihaya dengan wajah mengerut seperti anak kecil. Memang apa salahnya wanita usia 28 tahun dan belum menikah. Gerutunya dalam hati. |
![]() |
|
| Chihaya Wataya | Jul 26 2015, 10:58 AM Post #3 |
|
Latar belakang singkat: Putri sulung pasangan Taichi Wataya dengan Angela Lin. Taichi Wataya adalah seorang pengusaha sukses asal Jepang yang memiliki setengah darah Toshi Haku di dalam dirinya, dia merupakan pengusaha sukses yang membuka usaha di bidang perhotelan (baik hotel yang modern ataupun yang klasik tradisional) dan resort, yang sudah membuka cabang hotel di banyak negara salah satunya China. Sedangkan Angela Lin seorang aktris asal china yang berasal dari keluarga kaya raya di Shanghai. Setelah memutuskan menikah dengan Taichi, Angela pun memutuskan untuk berhenti bekerja di dunia entertainment dan fokus pada tugasnya sebagai istri dan ibu dari anak-anak Taichi. Taichi dan Angela pun dikaruniai empat orang anak. Dari dulu, Angela dan Chihaya sangat dekat, dan Chihaya sering sekali melihat film-film lama sang ibu sehingga membangkitkan keinginannya untuk bisa menjadi aktris di kemudian hari seperti sang ibu. Bukan hanya keinginan menjadi seorang aktris saja yang diwariskan Chihaya dari sang ibu, tetapi juga sifat bakti sang ibu kepada kegiatan sosial yang bertujuan untuk membuat hidup anak-anak dan wanita (terutama di Asia dan Afrika) agar bisa hidup lebih baik menjadi salah satu hal yang hingga saat ini masih Chihaya lakukan. Namun sepertinya, hal itu menjadikan Chihaya menjadi wanita yang benar-benar tak menghiraukan dirinya sendiri. Terbukti dengan Chihaya jarang sekali terdengar memiliki gosip kedekatan spesial dengan seorang pria dan sama sekali tidak memikirkan soal menikah dan mempunyai anaknya sendiri karena terlalu sibuknya dia mengurusi anak-anak asuh dan juga anak-anak yang berada di dalam naungan badan sosialnya. Kalaupun ada gosip, biasanya itu berasal dari pemberitaan kaleng untuk mendongkak popularitas film atau drama yang sedang diperankan olehnya. Tetapi biasanya itu hanya bertahan dalam beberapa minggu saja. Karena hal itulah, Taichi dan Angela segera mencarikan jodoh untuk putri sulung mereka yang pada tanggal 07 Oktober 2015 ini akan genap berusia 29 tahun. Sang pria yang akan menjadi calon suami Chihaya adalah seorang pengusaha asal Toshi Haku. Namun sebelumnya, Chihaya sendiri sering berkunjung ke Toshi Haku. Tetapi kunjungannya di negara kota itu lebih banyak didasari oleh kunjungan sosialnya karena Chihaya bersama teman-teman aktivisnya telah membuat beberapa panti asuhan dan panti jompo di daerah Toshi Haku, Honeydew dan Soratochi. RP Regis: Chihaya terdiam di ruang kerja sang ayah. Sudah lama sekali sejak terakhir kali dia berada disini untuk bicara face to face dengan sang ayah, yang mana itu terjadi saat Chihaya duduk di bangku 1 SMA dan ayahnya mengetahui bahwa Chihaya bolos dari kelasnya dan pergi untuk berlatih akting di salah satu teater yang ada di Kyoto—kota tempat keluarga inti Wataya tinggal. Saat itu, Chihaya mengalami pertengkaran dan perdebatan hebat dengan sang ayah yang tidak mengizinkan Chihaya untuk berkarier di dunia keartisan. Hanya saja, kecintaan Chihaya terhadap dunia akting membuatnya terus memperjuangkan hak-haknya untuk berkarya dan berkarier di bidang yang diinginkannya hingga akhirnya sang ayah memberikannya sebuah tantangan kala itu. Chihaya harus menghabiskan masa sekolahnya dengan menyamar sebagai pria dan tidak boleh ada yang mengetahuinya—apalagi dengan kondisi bahwa Chihaya akan dilempar masuk ke sekolah khusus laki-laki yang mana kepala sekolahnya merupakan sahabat karib sang ayah. Sesuatu hal yang bagi orang lain pastinya akan sangat susah dilakukan—dan jujur, Chihaya pun merasakan hal yang sama, tetapi dengan tekadnya Chihaya menerima tantangan tersebut, namun Chihaya gagal di bulan kesepuluh dia bersekolah disana. Akhirnya dia pun ketahuan oleh salah seorang murid yang juga merupakan teman baiknya di sekolah. Pasrah bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan restu sang ayah, sang ayah justru memberikan restunya setelah melihat tekad bulat sang putri. Bukan hanya itu, Chihaya pun mampu membuktikan pada ayahnya bahwa akting tidak menyurutkan semangat belajarnya. Chihaya tetap berhasil mendapatkan ranking 10 besar di sekolahnya saat itu. Kini, setelah bertahun-tahun Chihaya tidak pernah lagi dipanggil untuk membicarakan hal-hal serius, terkait dirinya sendiri. Akhirnya, hari ini, sang ayah menyuruhnya masuk ke ruang kerja dan wajah sang ayah terlihat begitu serius. “Tahun depan kau akan genap berusia 29 tahun—apa kau menyadarinya?” Chihaya menatap sang ayah sebelum menurunkan sedikit pandangannya. “Ya, aku menyadarinya, Otousama.” Jawabnya dengan nada anggun yang terdengar mirip dengan suara sang ibu, Angela. ”Sama sekali tidak terpikirkan bagimu untuk mencari seorang pria sebagai pendampingmu?” Chihaya diam saja mendengarkan tanpa mau memberikan komentarnya. Lagipula, sepertinya sang ayah masih ingin melanjutkan kata-katanya. ”Kau sudah bisa dikatakan sebagai perawan tua, apa kau sadar itu!” Chihaya masih diam dan tidak menanggapi. ”Chihaya Wataya! Jawab ayah.” “Aku masih dibutuhkan oleh anak-anak itu—menikah, sama saja aku harus membagi komitmenku kepada suamiku kelak. Dan aku belum menemukan pria yang bisa menerima hanya sebagian dari diriku… karena itu… aku…” ”Mendedikasikan hidupmu demi anak-anak dan kegiatan sosial itu memang bagus. Ayah pun mendukungnya, tapi lihat ibumu. Dia masih bisa melakukan kegiatan sosialnya dan masih bisa mengurus ayah, kau dan ketiga adikmu. Lalu kenapa kau tidak bisa?” Alasannya sederhana—Chihaya tidak mau disetir oleh suaminya. Dia tidak mau menjadi istri yang apa-apa harus mengikuti kata suami tanpa bisa menyuarakan isi pikiran dan hatinya. Dia tidak mau tidak bisa bergerak hanya karena terhalang izin suaminya. Tapi dia jelas tidak bisa mengatakannya pada sang ayah, ayahnya tidak akan mengerti. ”Ayah sudah mencarikanmu seorang pria. Kau akan bertunangan dengannya.” “Apa! Tapi otousama—“ ”—Kau ingat.” Potong Taichi. ”Kau pernah mengatakan bahwa kau memiliki tiga kriteria untuk seorang pria agar bisa menjadi suamimu kelak. Satu, dia harus dari keluarga kaya yang kekayaannya setara bahkan lebih tinggi dari keluarga kita. Pria ini memilikinya, kekayaannya setara bahkan akan menjadi lebih tinggi dari keluarga kita kelak. Dua, dia memiliki otak yang cemerlang dan cerdas, dia bukan pria bodoh. Tiga, kebaikan hati. Ayah tidak tahu standarisasimu, tetapi bagi ayah dia memiliki hati yang baik dan dia jelas pria yang sopan. Jadi tidak ada alasan bagimu untuk menolak pria pilihan ayah.” Perdebatan pun terjadi. Chihaya menolak untuk dijodohkan apalagi dengan standar penilaian yang berdasarkan penilaian sang ayah bukan dirinya. Taichi pun terus mempertahankan pendapatnya bahwa pria pilihannya adalah yang terbaik untuk Chihaya. Hingga akhirnya Chihaya pun melakukan kesepakatan baru lagi dengan sang ayah. Dia akan bertunangan dengan pria itu, tetapi jika pria itu sekali saja menunjukkan hal yang tidak Chihaya sukai apalagi menghalang-halanginya dalam berkarier dan berdedikasi pada kegiatan sosialnya. Maka Chihaya akan meninggalkan pria itu. ”Kau tidak akan meninggalkannya, karena kau akan jatuh cinta saat kau mengenal pria itu lebih baik.” Jawab Taichi dengan senyum penuh percaya diri. “Mari kita lihat saja nanti, Otousama.” Jawab Chihaya dengan wajah mengerut seperti anak kecil. Memang apa salahnya wanita usia 28 tahun dan belum menikah. Gerutunya dalam hati. Lalu bangkit dari posisi duduknya dan berjalan dengan kepalanya yang masih tegak dan sengaja memberikan penekanan saat dia menutup pintu. Lalu dia menengok ke arah kirinya, melihat butlernya yang senantiasa selalu bersiap bila diperlukan oleh keluarga Wataya. "Otousama bilang aku akan pergi ke Toshi Haku untuk beberapa minggu, untuk menemui calon suamiku. Bisa kau tolong siapkan barang-barangku, Maeda-san?" Dan dengan satu anggukan, Maeda, sang butler pun segera pergi untuk memberikan intruksi kepada para pelayan untuk bersiap. Chihaya diam-diam menghela nafas. Dia tahu dia tidak bisa menolak perjodohan ini. Usianya sudah tidak lagi muda. Semakin tua dia, semakin sulit baginya untuk melahirkan kelak. Chihaya pun memegang perutnya, bukannya dia tidak menginginkan atau mengharapkan memiliki anak-anaknya sendiri, tetapi memiliki anak sendiri berarti dia harus membiarkan seorang lelaki untuk membantunya—yang mana itu berbagi komitmen bersamanya. "Semoga Otousama benar-benar mencarikan pria yang tepat bagiku..." Risau Chihaya. edit alasan mengapa Chihaya bisa sampai ke Toshi Haku di Latar belakang dan RP Regisnya. CMIIW |
![]() |
|
| Crux Corvus | Aug 2 2015, 03:58 PM Post #4 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




1:51 AM Jul 12