| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Aria Takaba | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jul 22 2015, 05:26 PM (64 Views) | |
| Aria Takaba | Jul 22 2015, 05:26 PM Post #1 |
|
PELAJAR SMA Nama: Aria 「アリア」 Nama keluarga: Takaba「高羽」 Tempat & Tanggal lahir: Venezia, 16 Juni 1999 Umur: 16 tahun Gender: F Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: SMA Kelas 1 Deskripsi karakter: Berwajah moe dengan kulitnya berwarna putih susu. Dengan rona merah alami. Warna rambut aslinya hitam (seperti ibunya) tetapi Aria mewarnai rambutnya jadi pirang sejak dia masuk ke bangku SMA, tergolong yang senang bereksperimen dengan warna rambut. Warna asli matanya coklat bening tetapi sering menggunakan kontak lens (terutama yang berwarna biru, hijau atau coklat tua). Memiliki hobi bermain di laut, mengayuh perahu, bergaya di depan kamera (terutama saat ayahnya yang menjadi fotografernya). Setiap melihat kamera, Aria pasti akan selalu tersenyum, bahkan jikapun dia sedang marah-marah, dia akan langsung memasang wajah tersenyum sebelum akhirnya balik marah-marah lagi saat kameranya tidak ada. Tidak suka makan makanan pedas dan terlalu panas. Tidak suka juga pada petir, hampir semua jenis serangga (terutama kecoa dan lebah). Suka sekali bermanja pada ayahnya, menjelajah tempat baru dan kegiatan outdoor, berenang dan bermain roller skate. Tinggi/Berat: 160 cm / 49 kg Sifat: Manja, kalau tidak dituruti maunya bisa melakukan aksi ngambek sepanjang hari. Suka menjadi pusat perhatian dan menjadi yang paling (paling cantik, paling pintar, paling diidolakan, paling diidamkan dan lain-lain). Senang berkompetisi. Memiliki motto 'bukannya tidak bisa, tapi belum bisa', jadi Aria selalu berusaha untuk bisa melakukan apa yang sebelumnya dia tidak bisa. Tetapi sepertinya dia harus menyerah untuk bidang seni melukis karena lukisan Aria selalu dinilai terlalu 'absurd' dan 'mirip cakar ayam'. Tapi Aria jelas menunjukkan effort yang besar untuk bisa mahir di bidang seni musik dengan mempelajari gitar dan piano kemudian seni bernyanyi. Suka histeris bila bertemu dengan hewan-hewan aneh / menjijikan. Tidak tahan sama tempat kotor dan bau. Tsundere. Egois khas anak tunggal tanpa saudara. Harga dirinya tergolong besar. Bukan tipe yang mudah berteman tetapi sekalinya punya teman, akan sangat setia pada temannya. Benci pria pecicilan yang modal bicara tanpa aksi. Emosional dan sensitif sekali. Status/orientasi: single / straight Visualisasi: Asae Ayato (Cosplayer) Link menuju galeri/website visualisasi: here Latar belakang singkat: Putri satu-satunya pasangan Nino Takaba dan Shizune Takaba. Nino, ayah Aria merupakan blasteran italia dan Jepang-Toshi Haku. Sedangkan Shizune, ibu Aria merupakan keturunan asli Toshi Haku. Orangtua Aria bertemu saat sang ayah, Nino ingin mengunjungi kota kelahiran ayahnya yaitu Toshi Haku, tepatnya desa Soratochi. Pada saat itu, Shizune yang merupakan pemandu wisata Nino membuat Nino terpesona dan diakhir liburannya. Nino meminta Shizune menjadi kekasihnya. Awalnya Shizune menolak karena menurutnya Nino adalah tipikal pria playboy. Namun, Nino bertekad untuk membuat Shizune percaya bahwa dia benar-benar tulus menyukai wanita itu. Setelah menyelesaikan urusan pekerjaannya di Italia. Nino kembali dan kali ini bukan hanya melamar Shizune sebagai kekasih tetapi juga istrinya. Setelah menikah. Shizune diboyong untuk tinggal di Venezia bersama Nino untuk menghabiskan masa kontrak kerja Nino sebelum akhirnya kembali lagi ke Toshi Haku sejak tahun 2010. Pekerjaan Nino adalah fotografer profesional. RP Regis: next post |
![]() |
|
| Aria Takaba | Jul 22 2015, 05:56 PM Post #2 |
|
Soratochi 2010 Awal Kepindahan Aria ke Toshi Haku Aria berusaha menemukan sisi positif tinggal di negara ini. Tetapi dia masih tidak menemukan. Orang-orang ini berbicara dengan bahasa yang aneh, dengan anak-anak yang selalu saja menakalinya. Aria benci disini. Dia ingin pulang ke Venezia. Dia benci berada disini. Aria terus menangis, berusaha membujuk ayah dan ibunya untuk membawanya pulang ke Venezia. Biasanya jika orang tuanya tahu dia sedang mengambek seperti ini, mereka akan segera melakukan apa yang di mau oleh anak tunggal mereka ini. Hanya saja kali ini sepertinya tidak. ”Tidak. Kita tidak akan kembali ke Venezia. Disini rumah kita.” Mama berkata dengan nada tegas, diiringi oleh papa yang berkata dengan nada lebih lembut. ”Kita disini hanya untuk mengunjungi nenek dan keluarga bibi Suzune. Setelah itu, kita akan pulang ke rumah kita di Toshi Haku. Jadi, Aria bersabar dan jadi anak baik ya.” Tapi Aria tidak ingin bersabar, tidak ingin jadi anak baik. Dia mau pulang ke Venezia. Namun, mau berapa kali pun dia mengeluh. Tidak ada yang mendengar atau mempedulinya. Aria pun kesal dan memilih untuk kabur dari rumah neneknya dan berlari entah kemana. Hingga akhirnya dia pun tersasar dan semakin menangis. “Papa! Mama! Dimana...! Papa...!” Aria menangis. Hingga dia merasakan kakinya sakit karena terus-menerus berjalan. “Papa, kaki Aria sakit... papa, jemput... Aria mau pulang...” Aria duduk berjongkok, terus saja menangis sampai dia melihat sebuah cahaya dan suara kring-kring bel sepeda. ”Apa yang kau lakukan disini? Apa kau tersesat?” Aria diam saja. Dia tidak mengerti anak lelaki itu bicara apa. “What are you talking? I can’t speak alien language.” Aria memanyunkan bibirnya dan dia sebal karena anak lelaki itu juga bicara dengan bahasa yang tidak dia mengerti. “I said, what are you doing here? Are you lost? Begitu saja tidak tahu, dasar bodoh.” "Apa kau baru saja menghinaku!" Teriak Aria marah. Entah kenapa walau tidak mengerti apa yang anak lelaki itu katakan, dia merasa terhina. Mungkin karena wajah anak lelaki itu yang terlihat begitu menyebalkan. "Aku tidak sedang tersesat. Aku sedang mencari papaku! Pergi saja kau!" Dengan pipi digembungkan, Aria menjulurkan lidahnya sebal. "Ya sudah." Dan begitu saja, anak lelaki itu meninggalkan Aria disini. "K-kok... kok beneran ditinggalin... Y--yaaahhh! Kembali... jangan tinggalkan akuuu..." Teriak Aria memanggil dengan matanya yang kembali berurai airmata dan tubuh yang berloncat-loncatan di tempat, merasa kesal dan frustasi. Aria pun jatuh terduduk. Walau dia sebenarnya tidak suka karena membuat dirinya jadi kotor, tetapi dia sudah tidak kuat lagi. Dia tidak kenal tempat ini, dia benci disini. Dia mau pulang. "Papa... Mama!" "Sudah? Mau dibantu atau tidak?" Aria terkejut, mendapati anak lelaki itu kembali dengan sepedanya. Aria mengangguk kaku, walau harga dirinya sebenarnya enggan mengakui bahwa dia perlu bantuan. Tetapi dia sudah lama, sangat kotor, dan ingin bertemu papanya. "Kata kuncinya? Sebutkan." "T-tolong..." "Aku tidak dengar. Sebutkan lebih keras lagi." "AKU BILANG TOLOOOONGGGG." Teriaknya kesal, karena dipermainkan. Tapi anak lelaki itu hanya tersenyum dan menyuruh Aria naik di belakangnya. Awalnya Aria bingung harus apa, sampai akhirnya anak lelaki itu berkata bahwa Aria harus berdiri di kedua penyanggang yang ada di sisi roda sepeda anak lelaki itu. Setelah akhirnya Aria mengerti bagaimana. Aria memekik terkejut saat sepeda tiba-tiba bergerak dan Aria buru-buru memeluk leher anak lelaki itu agar tidak jatuh. Terdengar suara tawa dari anak lelaki itu. Ingin marah, tetapi Aria memilih diam saja. "Siapa namamu? Kamu anaknya bibi Shizune kan?" "Kau kenal mama?" Anak lelaki itu mengangguk. "Aria. Namaku Aria." Jawab Aria dan anak lelaki itu pun menyebutkan namanya pada si tunggal Takaba ini. Verdana: Bahasa Inggris. Georgia: Bahasa Italia |
![]() |
|
| Crux Corvus | Aug 2 2015, 03:20 PM Post #3 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner



1:51 AM Jul 12