| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Shuu Tai Zhi | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: May 1 2015, 04:21 PM (67 Views) | |
| Shuu Tai Zhi | May 1 2015, 04:21 PM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Shuu Tai Zhi Nama keluarga: Zhi Tempat & Tanggal lahir: Macau, 4 September 1993 Umur: 21 tahun Gender: M Kewarganegaraan: Cina Pekerjaan: Martial Artist (mostly) dan montir (sampingan) Deskripsi karakter: Mongoloid asian. Fluffy bob hair (tapi terkadang suka di-stylish in gel). Nice smile. Slender yet firm figure. Lincah dan stamina baik. Casual style, ogah pakaian formal kecuali terpaksa. Hobi berlatih martial art, merawat motornya, dan membantu para sepupunya dalam berbisnis. Suka dengan makanan berbasis daging dan berbumbu, motor balapnya, dan tonfa hadiah ultah dari ibunya. Tidak suka permen dan yang manis-manis, sandal kayu untuk kesehatan, dan baju dalamnya dipakai tanpa ijin. Tinggi/Berat: 175cm/59kg Sifat: Pendiam (tapi bukan pemalu), suka mengamati situasi, mengalir bersama situasi, tampak apatis (karena terlihat pasif dan tenang), playful in disguise, hemat kata-kata karena lebih banyak dikonversi ke dalam bentuk aksi, suka menjalani hidup santai dan spontan terlepas itu buruk atau tidak ke dirinya. Kelebihan: sabar, kepala dingin, easy going Kekurangan: malas ngomong kalau ogah, susah terlibat kalau merasa dia tidak diuntungkan, undecisive jika tidak terdesak. Status/orientasi: Open relation/panseks Visualisasi: Mark Tuan/Mark Tuan Yi-En (Mark Got7) Link menuju galeri/website visualisasi: yahoo Latar belakang singkat: Anak kedua dari tiga bersaudara. Ke Toshi Haku karena tahu sepupunya ada di sana dan setibanya di sana ketemu dengan sepupu lain. Yang awalnya berniat kunjungan sementara ke negeri ini beralih status menjadi pindah ke Toshi Haku karena Shuu merasa lebih betah bersama sepupunya daripada bersama keluarganya yang...banyak urusan. RP Regis: .next. |
![]() |
|
| Shuu Tai Zhi | May 1 2015, 06:44 PM Post #2 |
|
RP Regis: Pukul 01.30. --subuh. Shuu menenggak sisa terakhir isi birnya sebelum menghisap batangan rokoknya. Matanya bergantian melihat antara kerlip lampu malam perkotaan dengan bungkusan yang tidak lebih besar dari ukuran sepatu anak perempuan 5 tahun. Katanya sih isinya obat--yeah, obat. Tapi apa pedulinya, dia sudah dibayar kok dan dia juga menganggap tidak tahu saja apa isinya. Jadi yang namanya rasa bersalah tidak perlu diperhitungkan lagi. Shuu memberi hisapan terakhir pada rokoknya sebelum membuangnya begitu saja ke sisi jalan. Waktunya untuk mengirim paket sudah dekat. Dan ia harus melakukannya dengan cepat karena dia sudah janji juga dengan Su untuk bantu mengurus (baca: mengusir) salah satu penghuni rese di rumah kosan sepupunya. Yeah, oke. Dia ini memang orang sibuk, hehe. Tangan memutar stang, memperdengarkan suara motor yang meraung di tengah malam gulita. Jarak antara Central Square dengan Red Zone tidak akan terasa jauh dengan jalanan yang lengang begini. Itu juga alasan kenapa waktu malam menjelang subuh adalah waktu favoritnya untuk melanglang buana. Bebas hambatan dan tidak ada yang menghalangnya dari apa pun. Kecuali--CKITTT!!! Decit ban yang tidak menyenangkan ketika sesuatu melintas dan memaksanya mengerem motornya dengan mendadak. --baiklah, kecuali ada orang linglung yang menyebrang jalan tanpa memperhatikan sekitarnya. Kepalanya menoleh ke belakang, untuk melihat yang baru saja mengganggu perjalanannya. Tidak lebih dari 5 meter, tampak seonggok tubuh yang bisa disimpulkannya sebagai anak muda dari gaya berpakaiannya. Matanya memicing melihat apakah ada pergerakan berarti yang memberinya alasan untuk segera memacu motor dan pergi dari lokasi kejadian. Jangan salah, pergerakan berarti itu pertanda yang di sana baik-baik saja untuk memanggil bantuan sendiri. Ia tidak perlu repot campur tangan membantu, apalagi mendengar protes korbannya. Sayang, Shuu menghela nafas saja ketika respon yang diharapnya tidak ada. Memutar motornya dengan enggan, mendekati tubuh yang masih belum memberi reaksi apa pun. " Hei," suara pelannya terdengar semakin berat di balik helm yang tidak ingin dilepasnya. ... No response. Ujung sepatu menyentuh pundak si pemuda. Tusuk-tusuk berapa kali--still no response. Giliran punggungnya yang menunduk, sembari tangan terulur untuk menggerakkan kepala yang masih menghadap aspal. ..............Ah, baiklah... Sepertinya dia akan membawa tambahan barang angkutan bernama manusia. " Hei, aku agak telat ke sana ya. Ada urusan dulu. Hm? Ah ga, cuma orang keserempet di jalan kok. Mau antar dia dulu, kepalanya rada benjol ungu gitu, ahaha.....Oke? Oke oke, jangan cerewet, nanti aku cepat ke sana deh. Dah," Ke rumah sakit lokal? Tentu saja tidak. Dia akan membawa orang ini ke salah satu rumah sakit ilegal di Red Zone. Lebih praktis, searah dengan tujuannya, aman--dan terbebas dari catatan yang tidak perlu bernama polisi. |
![]() |
|
| Crux Corvus | May 2 2015, 09:15 PM Post #3 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




9:52 PM Jul 11