| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Seiryu Miura; jung mireu | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Apr 28 2015, 12:14 PM (42 Views) | |
| Seiryu Miura | Apr 28 2015, 12:14 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Seiryu Miura / Miura Seiryu (Korean : Jung Mireu) Nama keluarga: Miura Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 8 Juni 1995 Umur: 19 tahun Gender: Pria Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: Visual Art tk. 2 Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 177cm/57kg Sifat:
Status/orientasi: Single / Gay-in-Closet Visualisasi: Koseki Yuta Link menuju galeri/website visualisasi: Koseki Yuta Latar belakang singkat: Putra tunggal Miura Sayaka dan Kang-Woo Jung. Kedua orang tuanya bercerai lima tahun lalu setelah cukup sering terlibat dalam pertengkaran hebat selama pernikahan mereka. Setelah keduanya bercerai atas persetujuan bersama hak asuh atas Mireu atau Seiryu sendiri jatuh ke tangan sang Ibu. Meskipun demikian sesekali dia masih diijinkan untuk bertemu atau sekedar menginap dengan Ayahnya. Namanya berubah menjadi nama Jepang mengikuti sang Ibu. Tumbuh di lingkungan keluarga yang demikian membuatnya cenderung tertutup, terlebih karena dia sama sekali tidak terlalu akrab dengan kedua orangtuanya. Biasanya lebih sering menghabiskan waktunya untuk melukis atau membaca ketimbang bergaul bersama dengan teman-temannya. Seiryu sendiri sadar jika dirinya adalah gay sejak di bangku SMA meskipun sampai sekarang tidak ada yang mengetahuinya termasuk kedua orangtuanya. Beberapa kali tertarik dengan teman sekelas atau seniornya meskipun dia tidak pernah menyatakan perasaannya terhadap mereka. Sejak SMA hingga saat ini pun dia selalu menjadi korban pembullyan oleh beberapa orang di sekolah atau tempat kuliahnya. Tidak pernah melawan meskipun menguasai karate karena dia tidak mau masalah yang ada bertambah besar dan membuatnya merepotkan kedua orangtuanya. Dia sendiri berlatih karate sejak masih kanak-kanak atas perintah Ayahnya. Kedua namanya baik nama Korea dan Jepang sama-sama memiliki unsur naga. RP Regis: xxx xxx xxx "Uhuk. Uhuk." Dia terbatuk beberapa kali berkat asap rokok yang sesekali terhirup olehnya. Batuk yang keluar dari mulutnya kemudian memancing decakan untuk keluar dari mulut pria paruh baya yang duduk di hadapannya. Pria paruh baya itu adalah Ayahnya. Ayahnya yang saat ini memutuskan untuk mematikan rokok yang sedari tadi dihisapnya dan memintanya untuk melanjutkan menghabiskan makan siangnya. Yang tentu saja berhasil memancing lengkungan kurva tipis terpasang di wajah putra tunggal sosok pria paruh baya tersebut, dirinya. Kepala mengangguk. Tangan kanannya sekali lagi menggenggamkan jemarinya pada gagang garpu. Dia memotong pelan kue mangkuk yang di dalamnya berisi banyak potongan buah favoritnya. Mangga, melon, apel, stroberi, semua bercampur menjadi satu di dalam. Ditusuknya potongan yang telah dibuatnya dengan ujung garpu lalu mengangkat potongan tersebut untuk masuk ke dalam mulutnya. Membiarkan indera pengecapnya dipenuhi rasa gurih dan manis, percampuran antara susu, telur, garam dan potongan-potongan buah. Rasa yang mendorong keinginannya untuk mencoba membuatnya nanti. Mulut mengunyah pelan. Gigi melumat halus apa yang ada di dalam mulutnya. Binernya menatap lekat pada sosok Ayahnya, sesekali dia menunduk saat sepasang mata itu membalas pandangannya. Seperti biasa, inilah yang terjadi di setiap pertemuan mereka, hanya diam yang sebagian besar menjadi interaksi di antara mereka berdua. Kadang dia jadi penasaran untuk bertanya apakah sang Ayah tidak menyukainya. Tapi tentu saja dia takut untuk bertanya. Takut untuk mendapatkan jawaban yang dia takutkan. "Ayah," ucapnya memanggil sang Ayah dalam bahasa Inggris. Bahasa yang lebih sering dia gunakan meskipun dia mengerti bahasa kedua negara leluhur kedua orangtuanya. "...itu..." Diletakkannya kembali garpu di pinggir piring. Kedua bola matanya bergerak tidak nyaman, ke kiri dan ke kanan, seiring dengan otaknya yang mencoba merangkai kata yang tepat sebelum dia mengucapkan. "Apa kau baik-baik saja?" Karena... |
![]() |
|
| Crux Corvus | May 1 2015, 04:11 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




9:52 PM Jul 11