|
Yukina Hasebe
|
Apr 23 2015, 04:33 PM
Post #1
|
|
- Posts:
- 9
- Group:
- Unregist
- Member
- #3,226
- Joined:
- Apr 23, 2015
- Gender
- Male
- Umur
- 24 tahun
- Deskripsi
- 178cm.58kg. Asiatis, kinda well-built, kulit putih bersih, iris hitam kecoklatan, rambut ikal berwarna hitam kecoklatan, dan wajahnya cukup manis. Pierced. Easy going, ramah, murah senyum, teaser.
- Status/orientasi
- Single / Biseksual
- Bahasa (max.3)
- English, Japanese
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
- Pekerjaan
- Pegawai Supermarket [F] / Germo? Mucikari? Broker? Middle-Man? You named it (as in plot)
- Alamat
- Red Zone
- Kimu
- 150
|
CITIZEN
Nama: Yukina Hasebe Nama keluarga: Hasebe Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 17 Desember 1990 Umur: 24 tahun Gender: Pria Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Freelancer Deskripsi karakter:
- Asiatis, tubuh cukup tinggi, kinda well-built, kulit putih bersih, kontur wajahnya cukup feminin meski masih tetap terkesan maskulin, wajahnya cenderung manis, mata sipit, iris hitam kecoklatan, rambut ikal berwarna hitam kecoklatan, bibirnya tipis, dan hidungnya cukup mancung.
- Kasual dalam berpakaian. Mengenakan anting dan aksesoris lain seperti kalung atau gelang.
- Hal yang disukai : Musik, terutama jenis ballad dan opera. Bersenang-senang dan pesta. Makanan dan minuman enak.
- Hal yang tidak disukai : Diatur, urusannya diganggu atau orang ikut campur dengan urusannya, tidak punya uang, makanan dan minuman yang tidak enak.
Tinggi/Berat: 178cm/58kg
Sifat:
- Tipikal santai, ramah, murah senyum, mudah berteman dengan siapapun, teaser, memiliki pembawaan yang ceria meski tidak berlebihan, tapi sebenarnya merupakan entitas yang tertutup, pendendam, tidak bisa mengendalikan emosinya dan bisa dibilang kasar, obsesif, posesif, dan egois.
- Kelebihan : Kemampuannya dalam berkelahi dan staminanya cukup bagus, dan juga kemampuannya dalam memiliki teman cukup baik.
- Kekurangan : Kasar bahkan terhadap perempuan dan anak-anak sekalipun, hanya lulusan SMP, egois, tidak bisa memasak ataupun mengurus rumah tangga.
Status/orientasi: Single / Biseksual
Visualisasi: Tamaki Yuki Link menuju galeri/website visualisasi: Ringentilere | Volare Liberamente
Latar belakang singkat:
Tidak diketahui siapa orangtua kandungnya, yang jelas ayah angkatnya yang kini sudah meninggal menemukannya terbuang di sudut jalanan Red Zone. Mendiang Ayah angkatnya yang meninggal selepas dia menjalani pendidikan SMP memiliki bar kecil yang terdapat di sudut Red Zone yang saat ini diurus dengan pacar ayah angkatnya itu dan sampai mendapatkan pekerjaan yang benar-benar tepat kekasih mendiang ayahnya adalah orang yang membiayai segala keperluannya.
Merupakan sosok yang mengenalkan Jun Kunieda dengan entitas yang memasukkan pemuda tersebut ke Utopia. Bisa dibilang berteman dengan pemuda Kunieda itu dan kadang memanggil yang bersangkutan untuk menemani beberapa orang yang disebut sebagai kliennya untuk sekedar makan dan minum. Pekerjaan sehari-harinya sendiri biasanya mencari pemuda atau gadis putus asa yang membutuhkan uang untuk dikenalkan dengan orang yang akan menjadikan mereka sebagai host/hostess atau pekerja seks entah dimana dan dia mendapatkan bayaran dari sana *)hanya in plot .
RP Regis:
Hujan kelopak bunga.
Menandakan jika musim semi sudah mencapai puncaknya dan tidak perlu waktu lama sampai musim panas benar-benar tiba. Musim itu adalah musim yang menyebalkan. Apalagi karena bisa dibilang dia tinggal di sebuah apartemen rusak dan di daerah kumuh yang padat dengan bangunan usang yang biasanya tidak hanya membuat udara menjadi lebih panas dari seharusnya tapi juga berbau tidak sedap. Berbeda sekali dengan mereka yang tinggal di apartemen atau kompleks perumahan mewah. Taruhan yang ada di sana pasti bukan kipas angin melainkan banyak AC.
Tungkainya yang terbungkus dalam balutan celana jeans biru berwarna kusam dan terdapat robek di beberapa bagian itu melangkah pelan menyusuri jalanan di taman bernama Hana. Berbagai jenis pohon mulai dari Wisteria hingga Sakura terdapat di sana, daun-daun yang berguguran menciptakan hujan kelopak bunga dengan warna yang bisa dibilang indah bagi sebagian orang. Campuran antara ungu, biru dengan pink yang begitu kontras dengan warna biru langit. Membuatnya seolah tengah berhadapan dengan sebuah lukisan yang agung.
Yukina memutuskan untuk menghempaskan tubuhnya di salah satu bangku taman. Senyum terulas rapi di wajahnya seolah dia tengah begitu menikmati pemandangan yang ada. Riuhnya tawa bercampur dengan kalimat dan kata yang berpadu menjadi satu hingga terdengar seperti dengungan lebah. Kebahagiaan yang dilihatnya ini, tentu saja tidak membuatnya iri. Dia hanya penasaran, bagaimana jika satu__atau dua di antara mereka adalah sosok yang ternyata memiliki darah yang sama dengan darah yang mengalir di tubuhnya.
...
Di saat ini dia berpikir. Apa yang akan dilakukannya jika apa yang dia andaikan adalah kenyataan? Dia membayangkan seperti apa ekspresinya saat itu dan seperti apa ekspresi mereka. Itu pasti akan menyenangkan. Walau dia mungkin akan berakhir membuat mereka menyusul entitas yang selama ini disebutnya sebagai ayah itu. Tapi dia tidak akan senang kalau berakhir masuk penjara.
Haha.
*** |
|
|
Crux Corvus
|
May 1 2015, 03:29 PM
Post #2
|