| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Takashita Hiruto | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Apr 18 2015, 04:35 PM (45 Views) | |
| Hiruto Takashita | Apr 18 2015, 04:35 PM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Hiruto Takashita Nama keluarga: Takashita Tempat & Tanggal lahir: Kyoto, Jepang / 4 Februari 1968 Umur: 47 tahun Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Dosen Kedokteran Umum Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 182cm/74kg Sifat:
Status/orientasi: In relationships / Straight Visualisasi: Sasaki Kuranosuke (Sasaki Hideaki) Link menuju galeri/website visualisasi: wiki d-addicts Latar belakang singkat: Lahir dari keluarga yang cukup berada dan dikenal handal di bidang medis. Memiliki seorang kakak lelaki dan dua adik perempuan, keduanya saat ini tinggal di Jepang, sementara Ayahnya telah meninggal dunia dan sang Ibu ikut dengan keluarga salah satu adik perempuannya. Hiruto menikah pada usianya yang ke-21 dengan seorang wanita keturunan Jepang berkebangsaan Toshi Haku yang bernama Yurika Maeda dan akhirnya membuatnya meninggalkan Jepang dan menetap di Toshi Haku hingga mengubah kewarganegaraannya. Dikaruniai seorang anak lelaki dari hasil pernikahannya dengan Yurika meski sang istri harus meregang nyawa karena pendarahan fatal saat melahirkan anak lelaki mereka, Shuugo. Hingga sekarang belum menikah lagi meskipun dia beberapa kali menjalin hubungan dengan seorang wanita dan saat ini dia sendiri menjalin hubungan dengan salah satu perawat di rumah sakit Yaku tempatnya dulu bekerja. Hiruto memutuskan untuk mundur dari profesinya sebagai dokter aktif karena sebuah alasan dan memilih untuk memfokuskan diri dengan pekerjaan di bidang pendidikan kedokteran saat ini. Meski demikian sesekali dia masih turut membantu di klinik milik kenalannya ataupun menjadi dokter pribadi dari beberapa mantan pasiennya selama dia bekerja di Yaku. Keinginannya saat ini adalah melihat putra semata wayangnya dengan mendiang istrinya untuk segera menikah dan berkeluarga. Walau membebaskan putranya untuk memilih pasangan hidup tapi beberapa kali dia mengenalkan putri kenalannya sesama dosen, dokter ataupun putri dari mantan pasiennya pada sang anak lelaki yang menurutnya sudah cukup umur untuk menikah. RP Regis: Next |
![]() |
|
| Hiruto Takashita | Apr 18 2015, 06:49 PM Post #2 |
|
Awal April 2015 Kamis, Night Apartment Makan malam telah usai. Di saat tidak ada satu pun dari mereka yang perlu bekerja di malam hari ataupun mengurusi urusan sendiri biasanya dia dan putra semata wayangnya, Shuugo, akan menghabiskan waktu bersama, entah untuk berbincang hal-hal santai, berdiskusi tentang hal yang berkaitan dengan bidang yang mereka tekuni, ataupun menonton televisi bersama. Apapun mereka lakukan di saat mereka memiliki waktu. Setidaknya bagi Hiruto dia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan putranya itu sebisa mungkin, menjalankan fungsinya sebagai orangtua dari putranya yang cepat atau lambat dia yakin akan membentuk keluarganya sendiri. Piring sudah dibereskan dan dicuci, yang tersisa hanyalah waktu bercengkerama baginya dan Shuugo di ruang tengah seperti biasa. Hiruto melangkah keluar dari kamarnya menuju sofa seperti biasa. Di tangannya sendiri sudah ada beberapa foto yang akhir-akhir ini memang dia kumpulkan. Tidak, itu bukan foto hasil roentgen, CT Scan atau MRI siapapun, beberapa foto yang tersimpan rapi di dalam sebuah buku catatan bersampul kulit berwarna coklat gelap itu adalah foto beberapa gadis yang merupakan putri dari beberapa kolega dan kenalannya. Beberapa kali dia menggunakan kesempatan ini untuk membicarakan soal calon pendamping hidup putra tunggalnya itu, walau sayangnya sejauh ini tidak ada satu pun gadis yang menarik perhatian Shuugo bahkan sang putra juga tidak mengenalkannya pada satu pun gadis. "Shuu," panggilnya pada putra tunggalnya itu. Tubuh kemudian dihempaskannya di atas sofa, tepat di samping sosok yang saat ini berprofesi sebagai seorang perawat di rumah sakit tempat dulu dia bekerja tersebut. "Apa ada acara bagus hari ini?" Menoleh pada Shuugo dengan senyum terpasang di wajah. Itu basa-basi yang dia berikan sebelum dia berbicara soal hal yang biasa. Walaupun jika Shuugo melihat buku catatan yang dibawanya, sudah jelas dia akan membicarakan apa. Berbicara soal menjodohkan putranya, memang sering membuatnya salah tingkah. Inilah sisi menantang dari menjadi seorang ayah. Dia mengecap bibir bawahnya pelan. Tangan kanan terangkat dan menggaruk pipinya perlahan, baru kemudian dia membuka buku catatannya, mengambil beberapa lembar foto dari sana dan menjejerkannya satu per satu di atas meja yang ada di hadapan mereka. Foto-foto yang ada di sana menunjukkan raut wajah lima gadis yang cukup cantik dan manis, mereka juga memiliki latar belakang pendidikan dan keluarga yang bagus, tiga di antaranya adalah anak dokter, satu anak dosen dan seorang lelaki adalah anak pengacara kenalannya. Kelima gadis itu saat ini berstatus sebagai mahasiswi yang tengah menempuh pendidikannya sebagai seorang guru hingga sudah resmi menjadi seorang dokter. Usia mereka memang di bawah Shuugo, tapi, mendiang Yurika, istrinya, itu pun berusia setahun di bawahnya. Lagipula kekasihnya yang sekarang malah berusia 10 tahun di bawahnya, jadi seharusnya tidak masalah. Kecuali jika Shuugo menyukai wanita yang lebih tua. Ah.. tiba-tiba saja dia mendapatkan petunjuk baru. Selama ini Shuugo selalu menolak gadis-gadis yang akan dia kenalkan pada sosok itu, mungkin saja karena mereka lebih muda. Hiruto menganggukkan kepalanya pelan, mengamini kesimpulan yang dibuatnya di kepala dan mulai besok dia akan mencoba mencari wanita-wanita yang lebih tua dari usia Shuugo saat ini. Dan, ahem, "Mereka cantik-cantik bukan, Shuu?" Dia memulai basa-basi lagi seperti biasa. |
![]() |
|
| Hiruto Takashita | Apr 19 2015, 12:09 AM Post #3 |
|
Awal April 2015 Kamis, Night Apartment Makan malam telah usai. Di saat tidak ada satu pun dari mereka yang perlu bekerja di malam hari ataupun mengurusi urusan sendiri biasanya dia dan putra semata wayangnya, Shuugo, akan menghabiskan waktu bersama. Entah untuk berbincang hal-hal santai, berdiskusi tentang hal yang berkaitan dengan bidang yang mereka tekuni, ataupun menonton televisi bersama. Apapun mereka lakukan di saat mereka memiliki waktu. Setidaknya bagi Hiruto dia ingin menghabiskan waktunya bersama dengan putranya itu sebisa mungkin, menjalankan fungsinya sebagai orangtua dari putranya, yang cepat atau lambat dia yakin akan membentuk keluarganya sendiri. Piring sudah dibereskan dan dicuci itu artinya yang tersisa hanyalah waktu bercengkerama baginya dan Shuugo di ruang tengah seperti biasanya. Hiruto melangkah keluar dari kamarnya menuju sofa tempat mereka biasa bercengkerama sambil menonton televisi. Saat ini di tangannya sendiri sudah terdapat sebuah buku catatan yang di dalamnya dia selipkan beberapa lembar foto. Tidak, foto-foto itu bukanlah foto hasil roentgen, CT Scan atau MRI siapapun, beberapa foto yang tersimpan rapi di dalam sebuah buku catatan bersampul kulit berwarna coklat gelap itu adalah foto beberapa gadis yang merupakan putri dari beberapa kolega dan kenalannya. Beberapa kali dia menggunakan kesempatan ini untuk membicarakan soal calon pendamping hidup putra tunggalnya itu, walau sayangnya sejauh ini tidak ada satu pun gadis yang menarik perhatian Shuugo bahkan sang putra juga tidak mengenalkannya pada satu pun gadis. "Shuu," panggilnya pada putra tunggalnya itu. Tubuh kemudian dihempaskannya di atas sofa, tepat di samping sosok yang saat ini berprofesi sebagai seorang perawat di rumah sakit tempat dulu dia bekerja tersebut. "Apa ada acara bagus hari ini?" Menoleh pada Shuugo dengan senyum terpasang di wajah. Itu basa-basi yang dia berikan sebelum dia berbicara soal hal yang biasa. Walaupun jika Shuugo melihat buku catatan yang dibawanya, putranya itu seharusnya sudah jelas bisa menebak dia akan membicarakan apa kali ini. Dan tiap kali berbicara soal perjodohan putranya dan masa depan sosok itu untuk berumah tangga, di saat yang sama, dia pasti akan selalu merasa salah tingkah. Tapi inilah sisi menantang dari menjadi seorang ayah. Dia mengecap bibir bawahnya pelan. Tangan kanan terangkat dan menggaruk pipinya perlahan, baru kemudian dia membuka buku catatannya, mengambil beberapa lembar foto dari sana dan menjejerkannya satu per satu di atas meja yang ada di hadapan mereka. Foto-foto yang ada di sana menunjukkan raut wajah lima gadis yang cukup cantik dan manis, mereka juga memiliki latar belakang pendidikan dan keluarga yang bagus, tiga di antaranya adalah anak dokter, satu anak dosen dan seorang lagi adalah anak pengacara kenalannya. Kelima gadis itu saat ini berstatus sebagai mahasiswi yang tengah menempuh pendidikannya sebagai seorang guru hingga sudah resmi menjadi seorang dokter. Usia mereka memang di bawah Shuugo, tapi, mendiang Yurika, istrinya, itu pun berusia setahun di bawahnya. Lagipula kekasihnya yang sekarang malah berusia 10 tahun di bawahnya karena itu seharusnya tidak masalah bagi Shuugo untuk berpasangan dengan gadis yang lebih muda. Kecuali jika Shuugo menyukai wanita yang lebih tua. Ah.. tiba-tiba saja dia mendapatkan petunjuk baru. Selama ini Shuugo selalu menolak gadis-gadis yang akan dia kenalkan pada sosok itu, mungkin saja karena mereka lebih muda. Hiruto menganggukkan kepalanya pelan, mengamini kesimpulan yang dibuatnya di kepala dan mulai besok dia akan mencoba mencari wanita-wanita yang lebih tua dari usia Shuugo saat ini. Dan, ahem, "Mereka cantik-cantik bukan, Shuu?" Dia memulai basa-basi lagi seperti biasa post baru karena ada tipos yang nggak bisa dimaafkan >A< );;; |
![]() |
|
| Crux Corvus | May 1 2015, 03:06 PM Post #4 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




9:52 PM Jul 11