| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Farrel Carney; Done | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 15 2013, 11:27 PM (91 Views) | |
| Farrel Carney | Feb 15 2013, 11:27 PM Post #1 |
|
MAHASISWA/ Nama: Farrel Adelard Nama keluarga: Carney Tempat & Tanggal lahir: New York, 19 April 1994 Umur: 19 y.o Gender: Male Kewarganegaraan: Amerika Jurusan/Kelas: Musik/tingkat 2 Deskripsi karakter: Dark blonde hair, pale skin, and green eyes. Selalu berpenampilan casual dan cuek dengan penampilannya. Penderita asma. Tinggi/Berat: 180 cm/46 kg Sifat:
Visualisasi: Nathaniel Rocklyn Link menuju galeri/website visualisasi: This Latar belakang singkat: Farrel Adelard Carney, terlahir sebagai anak sulung dari pasangan David Carney dan Louisa Carney. Memiliki seorang adik perempuan bernama Fuchsia Blossom Carney, dan ia sangat menyayangi adiknya. Ayahnya adalah seorang pemilik resort dan hotel di pusat kota New York, sementara sang ibu hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Farrel tadinya adalah anak baik-baik, namun semuanya berubah ketika sang ibu meninggal dunia saat usianya sepuluh tahun. Ia tumbuh menjadi pemuda urakan dibawah didikan keras sang ayah tanpa merasakan kasih sayang sang ayah yang sangat ia butuhkan setelah sang ibu meninggal. RP Regis: Next post Edited by Farrel Carney, Feb 16 2013, 02:57 PM.
|
![]() |
|
| Farrel Carney | Feb 16 2013, 12:49 AM Post #2 |
|
Carney's House Februari 2013 "Farrel Adelard Carney, kenapa kau hobi sekali mencari masalah? Dirumah, disekolah, di universitas, bahkan di tempat umumpun kau selalu mencari gara-gara dengan orang lain. Sebenarnya... apa yang kau inginkan? Membuat namaku menjadi jelek di mata publik sehingga kita jatuh miskin?" manik hijaunya memandang remeh dan acuh tak acuh sosok pria tiga puluh sembilan tahun yang ada dihadapannya. Jatuh miskin katanya, Alasan yang sangat klise, bilang saja kalau ia tetap ingin imagenya dan image keluarganya baik di mata publik. Sehingga resort dan hotelnya akan tetap ramai oleh pengunjung. Kalaupun namanya jelek di mata publik, itu sama sekali bukan kesalahannya. Melainkan kesalahan ayah yang terlalu egois. Selalu dan lebih mementingkan dirinya sendiri, orang lain? Itu nomor dua bahkan nomor kesekian untuknya. Sebuah senyum kecil terbingkai di wajahnya,"Ayah, kau tahu tidak kalau yang kau bicarakan barusan hanyalah akan menguntungkan satu pihak saja, yaitu diirimu. Kau itu egois, hanya memikirkan diri sendiri, tidak pernah memikirkan orang lain. Pada anakmu sendiri saja kau masih egois, bagaimana dengan pegawai resort dan hotelmu? Juga pada orang lain?" jeda sejenak,"Ck, aku merasa kasihan pada pegawaimu. Mereka pasti bekerja di bawah tekanan kalau kau yang memimpin, aku bisa membayangkannya dalam benakku." "Kau... beraninya—" "Apa? Ayah mau menamparku? Atau mau mengurungku di gudang lagi? Terserah, aku tidak peduli. Dan aku juga sudah kebal dengan hukumanmu yang menurutku sama sekali tidak akan membuatku sadar akan apa yang kuperbuat. Itu seperti hukuman yang diberikan oleh seorang ayah yang tidak berpendidikan." kini pemuda sembilan belas tahun itu bangkit dari duduknya, melangkahkan tungkainya perlahan menuju kamarnya yang berada dilantai dua. "Hei, mau kemana kau? Orangtua sedang bicara bukannya didengarkan malah pergi begitu saja! Kau seperti anak yang tidak mempunyai sopan santun!" Yang diajak bicara sepertinya tak tertarik untuk terlibat percakapan dengan sang ayah lebih jauh lagi. Kini ia sudah berada di depan kamarnya, berniat untuk masuk ke dalam kamarnya dan melanjutkan rencana yang telah ia susun dan pikirkan matang-matang. Namun langkahnya sempat terhenti, pemuda itu memegang dadanya yang terasa sesak. Kedua kakinya mendadak lemas dan seperti tak kuat lagi menopang beban tubuhnya, hingga akhirnya ia terduduk lemas di depan pintu kamarnya. Dadanya semakin terasa sesak, nafasnya juga semakin terengah-engah, dan pandangannya mulai kabur. Sial, penyakitnya kambuh disaat yang tidak tepat seperti ini. Ia mencoba bangun, namun apa daya kakinya masih lemas dan belum siap untuk menopang kembali tubuhnya. Tubuhnya pun merosot dengan suksesnya dan kembali terduduk dilantai. Inhaler, satu-satunya yang ia butuhkan saat ini adalah inhaler. Tapi masalahnya adalah inhalernya ada di dalam kamar dan ia tak mampu untuk berjalan. Dan inhaler cadangan ada ditangan Blossom, tapi gadis empat belas tahun itu sedang bermain diluar rumah bersama teman-temannya. Berteriak minta tolong? Itu sangatlah tidak mungkin, kawan. Untuk bernapas saja susah, apalagi berteriak. Pandangannya semakin lama semakin kabur dan gelap, disertai sesak di dadanya yang semakin memuncak. Apakah mungkin ini akhir kehidupan dari seorang Farrel Adelard Carney? "Kakak...." jerit sebuah suara, ia sudah tahu kalau itu adalah suara adiknya. Matanya memang sudah gelap dan hampir tak dapat melihat apa-apa, namun telinganya masih dapat berfungsi dengan baik. Dan sekarang ia mendengar derap langkah kaki yang dipercepat, ia yakin itu adalah langkah kaki milik adiknya. "Kakak, ini inhalernya. Ayo cepat hisap yang banyak." tangannya meraih sebuah benda bernama inhaler dan langsung memasukkan benda itu ke dalam mulutnya. Menghisap isi benda tersebut sebanyak mungkin sampai penyakitnya tidak kambuh lagi. "Kakak, sudah tidak apa-apa?" tanya Blossom polos,"Ayo, Blossom bantu berdiri dan ke kamar." Kepalanya menggangguk pelan, meraih tangan mungil milik sang adik yang diulurkan padanya. Lalu melangkah menuju tempat tidur dengan bantuan sang adik. Ia merasa malu pada sang adik, padahal yang kakak itu kan dirinya bukan Blossom. Tetapi kenyataannya Blossomlah yang selalu membantunya jika penyakitnya sedang kambuh. Ia tak bisa menjadi sosok kakak seperti yang lainnya, tidak bisa. "Kakak sudah tidak apa-apa? Lebih baik istirahat saja dulu, nanti Blossom buatkan coklat panas kesukaan kakak." Ia hanya mengangguk pelan, lalu melangkahkan kakinya menuju sebuah lemari besar yang ada di salah satu sudut kamarnya. "Kakak mau kemana? Kenapa memasukkan pakaian ke dalam koper begitu? Kakak mau pergi ya dari rumah ini? Kakak kan baru saja sehat, nanti kalau asmanya kambuh lagi bagaimana?" tanya Blossom ketika dirinya sedang memasukkan satu-persatu pakaian demi pakaian miliknya ke dalam sebuah koper, dan ia hanya tersenyum tipis. "Kakak tidak boleh pergi, tidak boleh meninggalkan Blossom disini sendirian." "Blossom disini tidak sendirian kok, kan ada ayah. Carlile dan Danny juga ada disini." tangannya mengacak-acak surai brunette milik sang adik,"Lagipula kakak hanya pergi sebentar saja, tidak akan lama. Janji deh." "Kenapa tidak ajak Blossom untuk ikut kakak? Kakak benci Blossom ya? Atau kakak tidak mau direpotkan oleh Blossom?" "Tidak kok, kakak tidak benci Blossom, juga tidak merasa tidak mau direpotkan oleh Blossom. Hanya saja... ini terlalu rumit untuk anak dibawah umur sepertimu, kau tidak akan pernah mengerti." menghela napas berat,"Intinya ini permasalahan antara dua laki-laki dewasa dan bersifat rahasia sehingga tidak ada satupun orang yang boleh mengetahuinya. Selama kakak pergi, anggap saja kakak sedang kuliah di luar negeri."—niatnya sih memang ingin seperti itu Tungkainya melangkah keluar dari kamar, menuruni anak tangga satu-persatu, lalu masuk ke dalam mobil merek ternama. Mobil itulah yang akan membawanya pergi dari rumah dan menuju ke bandara. Ia memang ingin pergi ke luar negaar. Pergi ke sebuah negara yang berada di daratan Asia, sebuah negara bernama Toshi Haku. Ia yakin, kehidupannya disana akan jauh lebih baik dibandingkan dengan tinggal di New York, terlebih dirumahnya. Maaf panjang, keasyikan nulis soalnya. .____.v *sungkem* Edited by Farrel Carney, Feb 16 2013, 03:01 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Feb 20 2013, 10:24 AM Post #3 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community. Learn More · Register for Free |
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:18 AM Jul 11