| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Chelsea Judith; Done | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 15 2013, 09:32 AM (90 Views) | |
| Chelsea Judith | Feb 15 2013, 09:32 AM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Chelsea Gloriana Felice Nama keluarga: Judith Tempat & Tanggal lahir: Paris, Perancis, 19 April 1994 Umur: 19 y.o Gender: Female Kewarganegaraan: Perancis Jurusan/Kelas: Musik/Semester 2 Deskripsi karakter:
Sifat: Pembawaannya tenang, sopan, ramah, well-mannered, anggun, terkadang suka cuek dengan keadaan sekitar, suka menyembunyikan perasaan dari orang lain, tipikal gadis penurut, sedikit angkuh. Status/orientasi: single Visualisasi: Tricia Gosingtian@Lookbook Link menuju galeri/website visualisasi: This Latar belakang singkat: Chelsea Gloriana Felice Judith, putri semata wayang pasangan Aleksei Judith dan Clementine Judith(nee Fay). Ayahnya merupakan seorang bangsawan Perancis yang menekuni salah perusahaan milik keluarganya, sedangkan ibunya hanyalah seorang wanita biasa yang mengajar balet di salah satu sekolah balet di pinggiran ibu kota Perancis. Lahir dalam keluarga bangsawan membuat gadis sembilan belas tahun memiliki tata krama dan tutur kata yang baik. Père dan Mère tidak membolehkannya untuk bersekolah di sekolah biasa sejak kejadian penculikan yang pernah dialaminya saat berumur delapan tahun. Sebagai gantinya, mereka memanggil beberapa guru privat untuk mengajari putri kecil mereka di mansion. Mereka juga mempekerjakan tiga orang pengasuh untuk mengasuh dan menjaga Chelsea cilik saat mereka pergi bekerja. Selalu terkungkung dalam mansion mewah dan sama sekali tak diperbolehkan melihat indahnya dunia luar selain dari jendela kamar dan pagar depan membuat Chelsea cilik menjadi anak yang tak pandai dalam bersosialisasi. Barulah saat usianya menginjak lima belas tahun ia diperbolehkan untuk bersekolah di sekolah biasa, juga melihat indahnya dunia luar. RP Regis: Next post Edited by Chelsea Judith, Feb 15 2013, 01:04 PM.
|
![]() |
|
| Chelsea Judith | Feb 15 2013, 10:56 AM Post #2 |
|
Judith's Mansion Paris, Perancis 14 Februari 2013 "Père, aku tidak mau dijodohkan dengan pemuda itu. Aku tidak mencintainya! Bagaimana bisa aku menikah dan membina rumah tangga dengan seseorang yang tidak kucintai? Lagipula aku masih muda, Père. Masih ingin bebas dan menikmati masa mudaku, dan aku masih belum berpikir untuk menikah. Apalagi menikah di usia muda seperti ini. Kali ini saja, tolong mengertilah aku, Père. Dan jangan menyuruhku untuk menuruti semua keinginanmu, aku sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi, aku juga boneka manismu yang kau permainkan seenak hatimu! Aku anakmu! Apa kau lupa itu?" "Tapi ini semua demi kebaikanmu, dan Père hanya ingin melakukan yang terbaik untukmu." "Kebaikanku? Yakin semua yang Père lakukan hanyalah demi kebaikanku dan yang terbaik untukku? Tetapi kenyataannya tidak seperti itu, semua yang Père dan Mère lakukan hanyalah demi kebaikan kalian saja. Bukan demi kebaikanku! Satu lagi, kalau Père tetap memaksaku untuk menikah dengan pemuda itu. Aku akan kabur dari rumah dan pergi ke negara lain yang tidak akan pernah kalian ketahui." Gadis sembilan belas tahun itu duduk dengan anggun di pinggir tempat tidurnya. Pikirannya melayang, dan memori akan kejadian dua hari yang lalu pun terputar kembali di benaknya. Kejadian yang membuatnya menyesal sekarang, kejadian yang membuatnya dikurung dikamar, dan kejadian yang membuatnya sangat ingin meninggalkan mansion mewah ini. Ia bosan dengan semua ini, ia bosan dengan kehidupan mewahnya, bahkan ia juga bosan menjadi sebuah boneka cantik nan manis yang harus selalu menuruti perintah dan perkataan Père dan Mère. Padahal ia sama sekali bukan boneka manis yang seenak hati mereka permainkan, tidakkah mereka lupa bahwa ia adalah darah daging mereka? Satu-satunya malah. Tsk. "Camille? Kaukah itu?" tanya Chelsea saat ia mendengar langkah kaki yang mengarah ke kamarnya, juga suara ketukan pelan yang berasal dari pintu kamarnya. "Benar, nona. Ini saya, Camille. Saya menemui nona karena tuan menyuruh saya untuk memberikan desain pakaian pengantin yang akan nona pakai saat acara pernikahan nanti." Pernikahan? Pernikahan siapa maksudnya? Apa mungkin pernikahannya dengan si pemuda manja itu? Apa-apaan Père ini? Bukankah ia sudah bilang tidak mau menikah dengan pemuda itu dua hari yang lalu? Lalu kenapa sekarang pria tiga puluh sembilan tahun itu menyuruh Camille untuk memberikan desain gaun pengantin padanya? Dasar pria licik! Selalu memaksakan kehendak pada orang lain dan tidak pernah berpikir tentang orang lain yang ia paksa. Dan ia benci pada pria yang menjelma sebagai Pèrenya itu. "Hanya desain gaun pengantin saja? Kenapa tidak sekalian saja gaun pengantin beserta penata rias dan penata rambut yang dibawa ke kamar? Kalau perlu langsungkan saja pernikahannya hari ini juga! Supaya kau puas!" gumam Chelsea pelan. "Nona, bolehkah saya masuk?"—ah ya, ia hampir melupakan Camille yang masih berdiri manis di depan kamarnya. "Tentu saja, masuklah." gadis sembilan belas tahun itu bangkit dari duduknya, melangkah dengan anggun menuju salah satu sudut kamarnya, tangannya meraih sebuah koper berwarna pallette dari sudut itu, menggeretnya pelan sampai di depan pintu kamar. "Nona, anda ingin pergi kemana? Kalau nona pergi, nanti tuan pasti akan memarahi saya."[font] "Père sedang tidak ada dirumah kan?" tersenyum kecil saat melihat anggukan pelan dari Camille,"Baguslah, aku ingin pergi ke sebuah negara yang jauh dari Perancis. Sehingga Père dan Mère tidak bisa menemukanku dan membawaku pulang kembali ke Paris. Kalau kau tidak mau kena marah Père, ikutlah denganku dan menjadi pelayan sekaligus temanku di negara baruku nanti. Urusan pakaian kau tidak usah khawatir, pakai saja pakaianku atau nanti kau kubelikan pakaian baru sesampainya disana. Cepat taruh ponselmu diatas tempat tidurku, kita tidak membutuhkan itu. Tenang saja, nanti akan kubelikan kau ponsel baru. Ayo cepat! Nanti keburu Père datang." tangannya meraih lengan Camille, menyeret gadis yang merupakan pelayan sekaligus temannya itu keluar rumah. "Toshi Haku, I'm and Camille coming."sabit kecil terbingkai di wajah manisnya. Font Verdana = bahasa Perancis.
Edited by Chelsea Judith, Feb 15 2013, 06:39 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Feb 19 2013, 09:08 PM Post #3 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:18 AM Jul 11