| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Mitsukuni Seiwa; done | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 24 2013, 03:43 PM (222 Views) | |
| Mitsukuni Seiwa | Jan 24 2013, 03:43 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Mitsukuni Nama keluarga: Seiwa Tempat & Tanggal lahir: Jepang, 12 April 1991 Umur: 21 tahun Gender: M Kewarganegaraan: Jepang Jurusan/Kelas: Teknik Sipil Tk. 3 Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 172 cm / 58 kg Sifat: (*) Aktif dalam kegiatan terutama yang membutuhkan olah fisik. Supel. Mudah bergaul dengan siapa saja tanpa pilih-pilih. Spontan dalam hal melakukan sesuatu ataupun berkata-kata. Jujur. Keras kepala. Tidak mudah dibelokkan untuk pemikiran mengenai prinsip yang diambil. Termasuk pendendam. (-) Tidak mudah meminta maaf karena harga diri yang tinggi, nilainya termasuk pas-pasan. Pendendam. Tubuhnya tidak terlalu tinggi. (+) Bagus dalam kegiatan apapun yang membutuhkan olah fisik. Supel dan ramah. Status/orientasi: Single/ Panseksual. Visualisasi: Arioka Daiki Link menuju galeri/website visualisasi: Arioka Daiki Latar belakang singkat: Sepupu dari si kembar Seiwa. Asli warga negara Jepang tapi memiliki kemampuan bahasa inggris yang lumayan karena ibunya masih memiliki darah Kaukasia. Dipindahkan oleh orangtuanya ke Jepang karena terlibat perkelahian dengan salah satu asisten dosen dan terpaksa mengulang dari tingkat 3. Dikarenakan ia tidak diluluskan. Selama berada di Toshi Haku tinggal dengan si kembar Mouri. Ayahnya adalah seorang manajer dengan posisi tinggi. Ibunya adalah ibu rumah tangga biasa. Anak kedua dari tiga bersaudara yang semua lelaki. RP Regis: Edited by Mitsukuni Seiwa, Feb 12 2013, 12:29 PM.
|
![]() |
|
| Mitsukuni Seiwa | Feb 12 2013, 03:25 PM Post #2 |
|
November 2013. Jepang. Keheningan di ruang tamu itu benar-benar membuat Mitsukuni tidak bisa sabar. Bukan karena ia tidak menyukai keheningan, tapi aura yang diperlihatkan Hidemasa Mouri benar-benar... katakan saja, membuat tidak nyaman. Tambahkan memar di wajah yang memberikan denyut-denyut nyeri pada Mitsukuni. Bukan berarti ia tidak tahu apa yang menjadi penyebab kepala keluarga Mouri itu begitu marah. Penyebabnya toh sekarang sedang duduk berhadapan dengannya. Santai saja bersandar di punggung sofa sambil nyengir tanpa dosa. Dan entitas yang sama pula sedang benar-benar tidak merasa nyaman. Yap, entitas itu adalah Mitsukuni Seiwa sendiri. Mitsukuni menghirup udara sebanyak-banyaknya. Tatapan tajam dari Hidemasa sedari setengah jam lalu membuatnya sesak. Ia menatap ayahnya, "Apa kita akan terus begini sampai makan malam nanti?" "Belum ada yang memperbolehkanmu bicara, Mitsukuni Seiwa." Nada suara yang begitu dingin dari Hidemasa membuat Mitsukuni bergidik. Brr, ayahnya itu bisa jadi hantu atau sosok antagonis. Akan cocok sekali kau tahu. "Lantas? Apa kita tidak akan berbicara sesuatu?" Ups, lagi-lagi ia berbicara. Lihat saja Hidemasa yang sekarang menatapnya mengancam itu. Ergh, benar-benar merepotkan. Padahal pokok permasalahannya hanya karena masalah sepele. Ia berkelahi dengan salah satu bocah dari jurusan lain. Semua orang berteriak bahwa Mitsukuni mengamuk sebab Asuna, mantan pacarnya (yang enam jam lalu masih berstatus pacar) direbut oleh Kazuo, nama bocah lelaki bodoh itu. Itu kata mereka. Dan Mitsukuni harus berhadapan dengan Hidemasa usai diputuskan bahwa ia tidak lulus semester ini. Tsk, merepotkan. "Mitsukuni" Kali ini suara Yuriko yang lembut memecah keheningan. Mitsukuni memandang ibunya yang masih terlihat cantik bahkan dengan usianya yang sudah mencapai lebih dari setengah abad dengan patuh. "Kami sudah memutuskan sesuatu." Mitsukuni menanggapi ucapan itu dengan deheman ringan. Oh ia bisa menebak apa yang akan terjadi. Hidemasa Seiwa, manajer di sebuah perusahaan berprestise memiliki anak yang terlibat perkelahian di area kampus, bahkan di depan dosen sendiri. Maka akan lebih baik kalau anak itu tidak usah kuliah, dikurung entah sampai kapan hanya dia yang tahu atau kalau nasibnya baik dia akan.. "Mulai semester depan kau akan pindah ke Toshi Haku." Oh itu kabar baiknya. "Baiklah." Karena toh melawan percuma. Mitsukuni menatap Hidemasa. "Boleh aku pergi sekarang?" Anggukan samar bisa dianggap sebagai tanda persetujuan. Tanpa membuang waktu Mitsukuni berdiri dan melangkahkan tungkai kaki pergi. Ia baru akan berbelok ke koridor kamarnya ketika Hidemasa bersuara, menanyakan dengan nadanya yang dingin apa penyebab Mitsukuni berkelahi dan pantaskah itu hanya karena seorang wanita direbut. Mitsukuni berhenti. Ia menatap Hidemasa dari balik pundak. Kurva Mitsukuni melengkung asimetris. "Kazuo tidak merebut gadisku. Bocah bodoh itu merebut harga diriku. Aku hanya memberinya pelajaran." Percaya diri. Mitsukuni mengangkat tangan dan melambaikannya bersama tungkai kakinya yang melangkah lanjut pada destinasinya. "Aku akan mulai siap-siap." Ke Toshi Haku, eh? [End] |
![]() |
|
| Ziven Egan | Feb 12 2013, 09:20 PM Post #3 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner




7:19 AM Jul 11