| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Vito Garcia; done | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 23 2012, 11:24 AM (130 Views) | |
| Vito Garcia | Feb 23 2012, 11:24 AM Post #1 |
![]()
|
CITIZEN Nama: Vito Caesar Garcia Tempat & Tanggal lahir: Italy, 9 february Umur: 38 Gender: Male Kewarganegaraan: Italy Pekerjaan: Owner Monteleone Apartment Deskripsi karakter: Rambut gelap hampir hitam, bola mata biru terang. Tubuhnya atletis karena pada dasarnya cukup memperhatikan penampilan. Sering terlihat memakai pakaian formal seperti jas dan kemeja walau tanpa dasi. Tapi saat bersantai dia lebih suka menggunakan kaus dan celana jeans. Sifat: Kalem dan hampir selalu terlihat tersenyum. Perfeksionis dan terorganisasi. Bisa dibilang cukup handal dan kompeten terutama saat sedang bekerja. Sebenarnya pecemburu dan cukup posesif pada orang yang dia suka, selain itu dia paling benci seseorang yang berusaha mengintip dalam pikirannya. Status/orientasi: Complicated / Gay Visualisasi: Colin Egglesfield Latar belakang singkat: Anak dari pengusaha properti terkemuka di Italy. Ayahnya telah pensiun beberapa tahun yang lalu dan menyerahkan semua pekerjaan padanya. Bisnis keluarganya yang paling utama adalah menginvestasikan uang mereka untuk pembangunan apartment, mansion, real estate, hotel, vila, resort, bahkan ranch, dibeberapa negara di dunia untuk dijual atau disewakan. Dari kecil sudah diperkenalkan dengan dunia sosialita yang pada dasarnya tidak terlalu dia suka. Saat remaja, Vito mengalami hal yang tidak menyenangkan dengan dua wanita dan sejak itu dia mulai beralih dan menjadi gay. RP Regis: Hari yang jarang melihatnya menggunakan dasi. Vito mengancingkan kancing kemeja pada pergelangan tangannya tanpa benar-benar memperhatikan. Dasi berwarna gelap terikat dengan rapi di lehernya. Ini pagi yang indah dan pakaian formalnya yang baru--jas hitam polos tanpa motif yang elegan, baru saja diantar beberapa jam yang lalu. Tergantung di sana dan hanya dengan melihatnya, Vito tahu bahwa hasilnya benar-benar bagus. Dan itu artinya akan membuatnya tampak bagus dalam cermin lonjong seukuran badan dalam kamarnya. Tapi dia masih belum memakai jasnya. "Dia di--mana?" Vito memperbaiki posisi dasinya. Miring sedikit, putusnya, tidak sampai harus mengulang lagi membuatnya dan membuat lekukan tidak menyenangkan di dasinya. Sebuah kerutan tampak di wajahnya saat dia melihat bayangannya sendiri di sana. Dia tampak baik walaupun umurnya hampir mencapai kepala empat. "Toshi Haku," Sekertarisnya dengan segera mengulang keterangannya yang tadi. Vito menggeser pandangannya di kaca pada sekertarisnya yang berdiri di belakangnya dengan sebuah buku agenda di tangan. Sekertarisnya adalah seorang lelaki tampan dengan penampilan rapi dan kacamata segiempat bertengger sempurna pada wajahnya yang bersiku. Laki-laki. Vito tidak pernah mempunyai sekertaris perempuan. Tidak setelah kejadian itu. "Aku belum pernah dengar soal negara itu," Vito meluruskan ujung kerahnya kali ini, tersenyum puas pada bayangannya di cermin. Dia harus rapi karena hari ini hari yang istimewa. Dan terakhir, dengan sebuah isyarat singkat, dia meminta pelayan untuk mengambilkannya jas. Tapi sekertarisnya belum selesai memberinya keterangan. "Anda memiliki satu apartemen di sana," bunyi kertas saat catatan sang sekertaris dibuka-buka sejenak, "--Monteleone." "Bukan di Jepang?" Vito memutus kalimat lanjutan sekertarisnya. Nada heran terselip dalam kalimatnya. Dia ingat soal apartemen itu karena namanya yang unik dan berkesan Italy--negeri tempatnya lahir. "Tidak, Toshi Haku berada di antara Jepang dan Korea," sekertarisnya berusaha menjelaskan, "tidak benar-benar berada di Jepang." Jasnya sudah terpasang rapi di tubuhnya. Dan Vito yang lain dalam cermin tersenyum padanya dengan senyuman yang sama. Semua adalah kesempurnaan yang dia inginkan untuk penampilannya. Sekarang tinggal menghadapi hari istimewanya di antara hari-hari membosankan lainnya. Satu pertanyaan mengusiknya dari tadi. Apa sebenarnya yang dia lakukan di negara kecil itu? "Coba kauputuskan sebesar apa apartemen itu hingga aku perlu terbang ke sana dan mengunjunginya." Lalu dia tersenyum. Edited by Vito Garcia, Feb 24 2012, 06:44 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Feb 23 2012, 08:28 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner







1:53 AM Jul 12