| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Juan L. Gutierrez; Finish | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 18 2012, 10:22 AM (84 Views) | |
| Juan L. Gutierrez | Feb 18 2012, 10:22 AM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Juan L. Gutierrez Tempat & Tanggal lahir: Cojimar, Havana, Cuba & 23 Juni 1967 Umur: 45 Tahun Gender: Male Kewarganegaraan: Cuban-American Pekerjaan: Dosen Teknik Arsitek Deskripsi karakter: Bermata coklat muda, rambut ikal coklat keemasan, kulit wajah sedikit berkeriput termakan usia, tegap, pandangannya tajam, tubuh berotot, tubuhnya bersih dari tatto tapi dia memiliki luka bakar yang besar di belakang punggungnya. Menyukai hal-hal yang berhubungan dengan bersantai di pagi hari dan membenci jika pekerjaannya tidak diselesaikan dengan baik. Tinggi/Berat: 189 cm/ 85 kg Sifat: Dewasa tetapi terkadang bisa menjadi sangat kekanak-kanakan, menyukai kesendirian dan tidak pernah menolak saat dimintai bantuan, perhatian, suka memberikan solusi pada setiap orang-orang yang membutuhkan nasehatnya, menyukai olah raga indoor, tidak menyukai keterikatan pada aturan tetapi dia selalu bersikap tegas pada orang yang melanggar aturan, menyukai kesendirian dan tidak terfikirkan uuntuk memiliki keluarga, baginya kehidupannya hanya diperjuangkan untuk selalu berada dekat dengan orang-orang yang membutuhkan bantuannya, selalu memaklumi kesalahan setiap orang yang berada di dekatnya dan itu terkadang membuatnya kesulitan karena begitu banyak kesalahan yang terjadi di depan matanya tanpa dia berupaya untuk memperbaiki kesalahan yang ada. Status/orientasi: Single/Gay Visualisasi: Robert Downey Jr. Latar belakang singkat: RP Regis: Pertengahan Januari 2012. Kediaman Juan L. Gutierrez Juan mengenakan celana training berjalan ke sisi meja yang ada di ruang tamu. Tangannya meraih kaus oblong di atas sofa dan mengenakannya melewati atas kepalanya. Sembari melangkah melewati sofa, tangannya meraih jam tangan kulit di atas tumpukan buku design di atas mejanya. Satu tangannya mengencangkan rolex itu di tangannya yang lain. Dia baru bangun tidur, tapi ingatannya masih bisa mengingat dimana dia meletakkan ponsel yang berdering keras mengganggu jam istirahat malamnya. Juan bertelanjang kaki berjalan ke arah tas kerjanya yang di letakkan di dekat gantungan mantel. Benda kecil itu terus berdering sampai dia menemukannya ada 7 kali panggilan tidak terjawab. "Ya, halo!" Juan mengambil beberapa bongkahan es batu di dalam kulkas, memasukkannya dalam kantong kompres di dalam kotak P3K yang ada di rak yang menggantung di dinding. "Oh!, Hyukkie! Bagaimana kabarmu? Aku tidak menyangka kau meneleponku pagi-pagi begini." Juan berbaring di sofa, menempelkan kantung kompres di atas keningnya. Dia tidak perlu melihat ke arah jam dinding karena ini sudah pukul 3 pagi. Dia teringat semalam pulang dari kampus hampir tengah malam karena harus menyelesaikan proyek pembuatan design yang dikerjakan bersama beberapa mahasiswanya. Sekarang dia baru saja menghabiskan 3 jam beristirahat setelah bekerja seharian selama beberapa hari ini. Setidaknya dia akan membutuhkan aspirin setelah ini. "Apa? Bagaimana tadi kau bilang?" Matanya mengarah langit-langit. Lampu kristal di atas kepalanya seolah berputar, sama seperti informasi yang baru didengannya dari Hyukkie. Dia mau menitipkan anaknya di sini? Di rumahnya? Yang benar saja? Dia sedang banyak proyek besar dalam beberapa bulan ini. Apa dia akan mengganggu pekerjaannya nanti? "Siapa yang akan kemari nanti? Apa anakmu yang bungsu?" Ya, dia ingat pernah bertemu dengan ketiga anak Hyukkie. Pada saat itu dia masih belum pindah ke Toshi Haku. Dia masih ingat ketika mereka bertiga pergi berbelanja bersamanya beberapa kali. Mereka anak yang manis. Tapi pertambahan usia mereka tidak akan mempertahankan kelucuan mereka pada saat mereka masih kecil. Juan membalik kompres di keningnya. sebagian rasa nyeri di kepalanya sedikit berkurang. "Apa? Putra bungsumu? Kau punya anak bungsu lagi Hyukkie? Aw!" Juan meringis merasakan sesuatu yang menusuk di telapak kakinya saat dia melipat kakinya ke bawah. Dia bangkit terlalu cepat sampai menendang mejanya bergeser beberapa senti. Dan itu menyakiti tulang kering kakinya. "Ow..ow... god.. what's that?" Juan menggerutu menjauhkan ponselnya beberapa senti dari telinganya. Tangannya mengelus-ngelus bagian tulang keringnya yang nyeri sambil melihat benda yang menyebabkan deretan insiden ini. Ternyata hanya ujung bolpoin menggambarnya. Kenapa benda ini bisa ada disini? Juan memaki pelan menyingkirkan benda itu ke atas meja. "Halo?" Ponsel itu didekatkan lagi ke telinganya. Hyukkie sepertinya mendengarkan makiannya barusan. "Tidak ada apa-apa. Aku hanya teledor meletakkan sesuatu sampai harus melukai kakiku sendiri. Hanya ujung bolpoin menggambar milikku saja, tidak sampai terluka parah. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Juan berbaring kembali ke sofanya, meletakkan kembali kantung kompresnya yang terjatuh ke lantai. Dia belum selesai mendengarkan cerita Hyukkie. Dia mendengarkan, satu persatu penjelasan Hyukkie dan tidak ada kalimat dari pria itu yang dibantahkan olehnya. Dia hanya sedang mendengarkan seseorang yang memintanya mengurus seseorang yang tidak lain adalah putra Hyukkie sendiri. Usianya sudah cukup dewasa. 25 Tahun. Syukurlah, jadi dia tidak perlu menyewa baby sitter untuk mengawasinya. Dia juga sudah tamat kuliah. Itu informasi yang bagus, jadi dia tidak perlu mengawasi jam belajarnya setiap hari supaya nilainya tidak turun. Tetapi dia tidak memiliki pekerjaan. Itu mudah. Dia akan memberikan beberapa alternatif pekerjaan yang akan dilakukannya disini. Selama dia memiliki keahlian dan mau bekerja keras dalam pekerjaannya, itu mudah. Kehidupan di Toshi Haku tidak sekeras kehidupan di eropa atau amerika. Dimana setiap orang harus berjuang keras untuk mendapatkan satu pekerjaan. Mereka bahkan rela menjual dirinya untuk mendapatkan beberapa lembar dollar saja. Tapi dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada putra Hyukkie. Dia berjanji akan menjaganya seperti Hyukkie menjaga anak itu. Jadi dia hanya memberikan tumpangan tempat tinggal saja untuk anak itu. Tanpa harus mengawasi, mengatur hidupnya sehari-hari dan meluangkan sebagian waktunya yang sangat sibuk untuk mengawasi seseorang yang memerlukan pengawasan. "Baiklah! Kapan dia datang kemari?" Hyukkie mengatakan satu rentang waktu yang mungkin bisa membuatnya tinggal di rumah beberapa saat. Tidak masalah. Dia bisa meliburkan satu hari itu untuk tidak melakukan apa-apa dan menyambut anak itu di rumah. "Baiklah, aku tidak keberatan. Akan kusiapkan satu kamar untuknya." Hukkie terlihat merasa bersalah karena membuatnya sedikit kesusahan karena keberadaan putranya nanti "Ya, ya Hukkie. Itu bukan masalah bagiku. Lagipula ada aku disini sebagai pamannya. Dia tidak perlu menginap di tempat lain. Justru kalau dia menyewa apartemen itu akan sangat menyinggungku. Tidak, tidak apa-apa. Aku akan merawatnya seperti anakku sendiri. Kau tenang saja. Ok, ok, kalau begitu persiapkan saja apa yang perlu dibawanya. Tidak perlu banyak-banyak. Seperlunya saja. Dia bisa membelinya di sini. Aku yang akan mengurusnya. kau tidak perlu khawatir. Ok, jaga dirimu Hyukkie. Simpan saja terima kasihmu. Kau pikir aku ini orang asing. Aku ini sahabatmu. Ok, selamat malam Hyukkie!" Sambungan terputus. Juan meletakkan ponselnya di atas meja. Jadi dia akan kedatangan tamu di rumahnya. Putra Hyukkie yang paling bungsu. Dia belum pernah melihatnya. Terakhir dia melihat Hyukkie saat istrinya belum hamil dan masih memiliki 3 orang anak. Anak bungsu, Juan mengulang kalimat itu dalam otaknya. Langit-langit masih terasa berputar dalam penglihatannya. Apalagi ketika mengingat Hyukkie mengatakan kalau anak itu akan datang di pertengahan februari besok. Itu masih sebulan lagi. DIa harus mempersiapkan semua kebutuhan anak itu di rumah ini. Kamarnya, dapurnya, ruang tamunya... Juan menutup matanya perlahan. Dia letih, pandangannya mulai kabur. Mungkin lebih baik dia mengurangi porsi jam kerjanya supaya dia tidak terlalu letih setiap pulang ke rumah. Satu tangan Juan lunglai di lantai sementara satu tangannya lagi lunglai di atas perutnya. Kompesnya di biarkannya jatuh ke lantai karena dia tidak sanggup meluruskan kepalanya sendiri menghadap ke langit-langit. Dia ingin meneruskan tidurnya. Mengistirahatkan tubuhnya yang terasa letih. Edited by Juan L. Gutierrez, Feb 18 2012, 07:26 PM.
|
![]() |
|
| Ellena Fuji | Feb 19 2012, 04:03 PM Post #2 |
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner





1:53 AM Jul 12