| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Etou Tamaki | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 17 2012, 07:52 PM (146 Views) | |
| Tamaki Etou | Feb 17 2012, 07:52 PM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Etou Tamaki Tempat & Tanggal lahir: Toshi Haku, 22 Juni 1991 Umur: 21 years old (this year) Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Pekerjaan: Lagi nyari lowongan Deskripsi karakter: tinggi dan tegap, iris mata berwarna hitam, rambut agak gondrong di cat coklat, bentuk wajah yang tegas dan bibir yang tipis. Tinggi/Berat: 178 cm/70 kg Sifat: pekerja keras, sister complex, talk less do more, pendengar yang baik, kalem, berpendirian kuat, tegas, penyuka kebersihan, agak cuek, dan sewaktu-waktu bisa menjadi orang yang kasar. Status/orientasi: Single Visualisasi: Uehara Takuya Latar belakang singkat: Pada usia 15 tahun kabur dari komplotan preman yang berada di Red Zone yang memanfaatkan anak-anak untuk mencari uang. Tamaki memiliki seorang adik perempuan yang bernama Erika yang menjadi sakit-sakitan karena tidak mendapatkan makanan yang layak dimakan. Demi menyembuhkan dan mencari makanan yang layak untuk adiknya, Tamaki kabur dan setelah itu ia bekerja keras untuk adik kesayangannya itu. RP Regis: Minggu pagi sebelum matahari terbit di tahun 2009. Sudah 4 tahun sejak Tamaki dan Erika kabur dari komplotan preman yang memperbudak anak kecil di Red Zone. Semenjak mereka kabur dari Red Zone, mereka selalu berpindah-pindah tempat tidur. Entah itu kolong jembatan atau di mana pun asalkan ada kardus yang dijadikan alas tidur. Sekarang Tamaki yang menginjak usia dewasa, 19 tahun, selalu berpindah-pindah pekerjaan karena setiap beberapa hari ia bekerja di suatu tempat, pasti komplotan preman tersebut datang untuk menghajarnya di tempat kerja tersebut. Selain itu juga, demi keselamatan Erika yang telah menginjak usia remaja, 17 tahun. Karena bila Tamaki tidak menyerahkan diri pada mereka, Erika lah yang menjadi sasarannya. Dan daripada dua hal itu terjadi, lebih baik Tamaki dan Erika menjadi nomaden. "Tamaki, malam ini kita tidak pindah tidur?" tanya Erika ketika bangun dari tidurnya dengan nada yang cemas. Kecemasan Erika ini wajar karena seharusnya dua hari yang lalu komplotan preman itu datang ke tempat di mana Tamaki kerja dan menghajarnya habis-habisan. "Mungkin mereka sudah menyerah untuk menangkap kita, Erika. Kamu tenang saja. Ada aku di sini," ucap Tamaki sambil memeluk erat adik satu-satunya yang sangat ia sayangi. Bisa dibilang Tamaki dan Erika cukup lihai dalam hal kabur, buktinya selama 4 tahun ini walaupun Tamaki berkali-kali babak belur tapi mereka berdua tidak pernah tertangkap. Mungkin Tuhan selalu ada di sisi mereka sehingga mereka selalu lolos dari komplotan tersebut. "Ya, selama ada Tamaki aku selalu merasa tenang dan aman," balas Erika sambil mencium bibir Tamaki. Their relationship are deeper than sibling. Tamaki membalas ciuman Erika dengan penuh hasrat sampai sinar matahari menyusup dari atas jembatan dan menerangi mereka berdua. "Aku pergi kerja dulu ya," ucap Tamaki lalu mencium pipi Erika. Baru beberapa langkah, Tamaki berbalik dan berkata, "Hari ini kamu jangan kemana-mana ya," tak biasanya Tamaki berkata seperti itu kepada adiknya. Erika mengangguk pelan sambil tersenyum lalu melambaikan tangannya pada Tamaki yang mulai melangkah menjauh dari 'tempat tinggal' mereka. Sebenarnya pagi itu Tamaki sangat berat meninggalkan Erika sendirian sementara ia pergi bekerja. Tapi jika Tamaki tidak pergi bekerja, ia tidak tahu besok mau diberi makan apa Erika. Pukul 12.00 PM adalah jam makan siang seluruh karyawan cafe tempat ia bekerja. Saat seluruh karyawan berkumpul dan makan bersama-sama tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras dari pintu masuk cafe. Seorang pelayan langsung bangkit dan berlari menuju pintu cafe. "Maaf, kami sedang isti..." belum selesai pelayan tersebut berbicara, sebuah tinju yang keras melayang ke pipi pelayan tersebut hingga ia jatuh tersungkur ke lantai. "TAMAKI ETOOOU!!!!" seru orang yang memukul pelayan tersebut yang ternyata adalah ketua komplotan preman yang selama ini mengejar-ngejar Tamaki dan Erika. Spontan Tamaki berdiri dan menjadi sangat kaget ketika ia melihat adik yang ia cintai, Erika, berpenampilan sangat lusuh dan terdapat memar-memar dibeberapa bagian tubuhnya. Badannya pun terlihat sangat lemas dan tak bertenaga. "ERIKA!!!" tanpa pikir panjang lagi Tamaki menarik Erika dari jambakan ketua komplotan preman lalu mendorongnya dengan keras sampai keluar cafe dan akan menghajarnya sampai sekarat. Namun tindakan Tamaki segera dihentikan para preman tersebut dan keadaan menjadi berbalik, malah Tamaki yang dihajar habis-habisan. Dan tiba-tiba segerombolan polisi datang dan berusaha menyergap komplotan preman itu tetapi preman-preman itu terlalu licin untuk ditangkap sehingga mereka pun lolos. "Pak, tolong adik saya. Dia terluka," ronta Tamaki tanpa memedulikan dirinya yang babak belur. Sebuah ambulans pun datang dan mengangkut Erika yang sudah tergeletak lemas serta Tamaki yang sudah babak belur ke rumah sakit dengan segera. Erika langsung dilarikan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Tetapi belum juga sempat Erika mendapatkan perawatan lebih lanjut, Tuhan memanggil Erika kembali ke pangkuan-Nya. Satu-satunya keluarga yang ia miliki, yang ia cintai, pergi mendahuluinya. Pasrah tidak dapat melakukan apa-apa, Tamaki hanya bisa menangis tak bersuara. |
![]() |
|
| Crux Corvus | Feb 18 2012, 09:00 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






1:53 AM Jul 12