| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Ever Moon; done | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Feb 9 2012, 04:17 PM (73 Views) | |
| Deleted User | Feb 9 2012, 04:17 PM Post #1 |
|
Deleted User
|
MAHASISWA/ Nama: Ever Moon / Moon Ji Hwa Tempat & Tanggal lahir: Coppenhagen, Denmark, 19 Agustus 1993 Umur: 18 tahun Gender: Perempuan Kewarganegaraan: Korea Selatan Jurusan/Kelas: Mahasiswa komunikasi/semester 2 Deskripsi karakter: Penampilan fisik : wajah imut, tubuh kecil, pendek, warna mata hitam, warna rembut suka berubah-ubah, rambut panjang ikal/lurus, mata sipit, kulit putih asia, suka memakai baju-baju yang menunjang penampilannya sehingga sering dikira anak SMP. Hobi : menyanyi, akting, menari, memasak. Yang disukai : bulan purnama, bulan sabit, pelangi, bau rumput, bau hujan, salju, tidak pemilih soal makanan dan minuman. Yang tidak disukai : debu, buku-buku lama, boneka (karena menderita asma) Hal-hal khusus : suka duduk di sudut, di mana pun tempatnya. Tinggi/Berat: 160/45 Sifat: Secara umum baik, ramah, easy-going, mudah berteman dengan siapa saja. Kelebihan : persuasif, pintar, tidak suka bertele-tele, suka tersenyum. Kekurangan : kadang terkesan frontal kalau sudah marah, suka seenaknya sendiri. Status/orientasi: Single Visualisasi: Bang Min Ah (Girl's Day) Latar belakang singkat: Ever Moon / Ji Hwa Moon adalah anak yang diberikan oleh seorang wanita Denmark kepada seorang pria bernama Ji Hoon Moon. Wanita Denmark itu ternyata sudah memiliki seorang anak hasil hubungan gelapnya dengan seorang pria Korea, tetapi wanita itu tidak begitu ingat dengan pria itu. Ia hanya ingat kalau nama belakang pria itu adalah Moon dan kebetulan wanita Denmark ini adalah teman kerja dari Ji Hoon Moon. Wanita itu sudah menyembunyikan anaknya selama 6 bulan, tetapi wanita itu sangsi bahwa ia bisa lebih lama lagi merawat bayi itu. Sang wanita tidak tega untuk memberikan bayinya pada panti sosial dan dia meminta tolong pada Ji Hoon Moon untuk mencarikan ayah anak ini di Korea nanti. Meskipun dirasa mustahil, tetapi Ji Hoon yang polos menyetujui untuk merawat anak itu sebelum bertemu dengan orangtuanya. Namun sebelum Ji Hoon berhasil menemukan orangtua anak itu, pria itu meninggal karena kanker otak. Akhirnya yang merawat yang masih bayi itu adalah keluarganya bersama adik laki-laki angkatnya yang masih remaja. Sebelum meninggal, Ji Hoon menamai anak itu Ji Hwa Moon atau nama lainnya Ever Moon. RP Regis: Korea Selatan, 1 Januari 2012 Di antara semua ucapan selamat tahun baru yang ia terima, sebenarnya Ever paling ingin mendengar ucapan selamat tahun baru dari Appa. Kata Halmoni, Ever bukanlah anak Appa, bukan cucu kandung dari Halmoni dan Haraboji, bukan keturunan sedarah dari keluarga Moon. Sebenarnya gadis ini bingung, kenapa silsilah keluarganya bisa kacau begitu dan baru diketahui pada usianya yang ke delapan belas ini, tetapi Halmoni menjelaskan bahwa sebenarnya mereka menunggu Ever siap. Apakah ia siap menerima kenyataan itu sekarang? Entahlah. Ia berlutut di depan makam ayah yang sudah dianggapnya seperti ayah kandungnya sendiri, meletakkan bunga lili putih di dekat nisannya, kemudian termenung. Ia sama sekali tak mengerti dengan perkataan neneknya yang menjelaskan semua padanya, mulai dari bagaimana ia bisa sampai diasuh oleh keluarga Moon sampai kepada dirinya yang sekarang. Ia juga tidak menyangka bahwa pamannya yang disangkanya adik ayahnya ternyata hanyalah paman angkat. Silsilah keluarga Moon yang satu ini memang begitu rumit hingga Ever berusaha untuk menjejalkan semua kenyataan dalam otaknya. Namun, tetap saja ia masih belum mengerti dengan semua ini. "Appa, benarkah yang dikatakan Halmoni? Tentang aku yang bukan anak kandungmu?" Gadis delapan belas tahun ini menatap kosong pada nisan di hadapannya, seolah ayahnya benar-benar berada di sana dan bisa memberikan jawaban. Tetapi yang tertangkap oleh indra pendengarannya hanya desauan angin. Gadis itu kemudian mendesah. "Kurasa aku harus bertanya pada paman. Meminta konfirmasi, mungkin. Dan aku tak akan kembali sampai aku bisa menerima kenyataan bahwa aku bukanlah anakmu, Appa." Wajahnya sama sekali tidak basah dengan air mata, tetapi jauh di dalam hati sebenarnya Ever menangis. Sudahlah, sebaiknya ia segera mengepak barangnya agar bisa berangkat malam ini juga--demi sebuah kebenaran yang ia cari. |
|
|
| Crux Corvus | Feb 11 2012, 10:25 PM Post #2 |
![]()
Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






1:53 AM Jul 12