| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Yamada Ocha | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 15 2012, 12:31 AM (39 Views) | |
| Deleted User | Jan 15 2012, 12:31 AM Post #1 |
|
Deleted User
|
PELAJAR SMA Nama: Ocha Yamada Tempat & Tanggal lahir: Kyoto, 25 Desember 1996 Umur: 15 tahun (just by a couple of weeks ago) Gender: Perempuan Kewarganegaraan: Toshi Haku Kelas: 1 SMA Deskripsi karakter: Tubuh mungil, warna mata shiny-brown, surai coklat panjang; agak pirang setelah di-cat. Gaya jalannya tegap elegan, menggambarkan kepercayaan diri yang tinggi dalam dirinya. Kinda fashionista. Suara imut bikin gemas *krik* Tinggi/Berat: 157 cm/ 45 kg Sifat: Both bossy and fearless. Tipe ceria dan selalu aktif, tidak bisa melihat sesuatu diangguri barang sedetik saja. Jago beladiri karate. Excels in sports and dance. Senang bergaul dengan banyak orang. Kapabilitas otak rata-rata; tidak pintar tapi tidak bodoh. Penyuka sashimi dan mi ramen. Alergi rumah sakit, bau steril dan obat-obatan. Status/orientasi: Single Visualisasi: Willabelle Ong Latar belakang singkat: Anak Jepang (bukan Cina, karena banyak yang mengiranya berasal dari Cina lalu meledekinya Ocha-The-Great-Wall), tinggal di Toshi Haku bersama kedua orangtuanya. Ocha adalah bungsu dari dua bersaudara. Sayang, kakak Ocha telah meninggal dunia--bahkan jauh sebelum Ocha mengenal dirinya sebagai kakak. Ocha dilahirkan di Kyoto, ketika itu pasangan Yamada masih tinggal di Jepang sebelum pindah ke Toshi Haku perihal urusan kantor, sekitar setengah tahun kelahiran Ocha. Sekarang mereka bertiga tinggal di sebuah rumah sederhana di Toshi Haku. RP Regis: Suara mesin mobil menderu di telinganya, membuat pening seketika. Suasana tenang penuh kedamaian telah beralih menjadi kegaduhan dahsyat di bawah sana. Dentang jarum jam kecil yang mulanya terdengar lebih jelas daripada denyut nadi, kini tenggelam oleh hanyutan deru mesin yang mengganggu. Sekelebatan mimpi indah membekas dalam memorinya, menyisakan sedikit harapan bahwa malam tidak cepat-cepat beranjak pagi. Mana tahu matahari lebih malas hari ini, hanya melongok ogah-ogahan dari balik awan sambil terus membiarkan karibnya; Bulan, bertengger lebih lama di langit sana. Namun bintang telah menghilang, dan rasanya bulan pun enggan berdiri kokoh tanpa kehadiran bintang. Tapi faktanya sekarang adalah, cahaya menyilaukan mulai menyelinap masuk dari cela-cela tirainya—merambat ke dalam kamar bernuansa laut itu lalu menyapukan seberkas sinar cerah pada wajah mungil yang masih terlelap di ranjang. Yamada Ocha, gadis lima belas tahun tukang makan yang belakangan sering go to bed lately, akibat terlalu asyik menonton sepakbola yang ditayangkan dini hari. Sebagai resiko, Ocha selalu bangun kesiangan dan mandi terburu-buru, menyikat gigi sambil sesekali memercikkan wajah dengan air jernih agar matanya segera melek seratus persen. Tidak mudah, perlu diketahui. Dan itulah yang terjadi pada Ocha saat ini. Menyadari wajahnya tertimpa cahaya, refleks membuat mata sipitnya semakin sipit walau dalam keadaan terpejam, sementara alisnya berkerut tak terima atas kenyataan tersebut. Pagi datang menggantikan malam. Otaknya masih terlalu tumpul untuk diasupi berbagai banyak pikiran, dia masih butuh sekian waktu lagi untuk tidur. Terutama untuk menyelesaikan mimpi indah bertemu David Villa tadi—ah, romantis sekali. Baru juga Ocha berlarian dan siap melempar diri pada pelukan lelaki tampang yang kata-Rin-sih tipikal hot guy idaman wanita. Jadi urusannya belum beres. Ocha menarik selimutnya semakin ke atas, menutupi seluruh tubuhnya. Namun deru mesin mobil kian memburu, bahkan sampai ditekan klakson dalam tempo panjang segala. …pasti Otousan akan mengamuk, deh. Maka dengan enggan Ocha menggeliat dari ranjangnya, mengusap mata beberapa kali lalu melirik jam dinding.”WHAAAAT?!” Terkadang, British-freaknya muncul juga. Yeah, Ocha memang menyukai sastra Inggris. Bahkan dia berminat mendaftar ke fakultas bahasa kalau kuliah nanti. Tsh. Ocha kaget setengah jiwa, menyambar karet gelang dengan bandul Hello Kitty, mengikat rambutnya dengan itu lalu keluar kamar untuk mandi. Ibunya terlihat memakai apron warna merah, baru selesai masak nampaknya, mendelik tajam pada Ocha—dan…dia segera ambil langkah seribu ketika ibunya menggoreng ubi dengan emosi tinggi. Dan satu hal yang paling Ocha benci di dunia ini adalah saat dirinya tampak bego. “AGHH! Hari ini ulangan fisika!” Dengan kecepatan melebihi angin, Ocha bergegas dan hanya mengambil sepotong roti sisa kemarin malam, pamit pada ibunda tercinta sambil berlarian menuju garasi. Oh bagus sekali, ayahnya sudah menunggu dengan raut antara geram dan gelisah. Itu membuat Ocha feeling so much guilty. Menepuk jidatnya beberapa kali, Ocha masuk ke dalam mobil sambil cengar-cengir nista.”Hehehe…aku—“ ”Uang jajanmu kupotong.” Today's Things to do: 1. Rendam wajah di wastafel 2. Buang diri ke laut ...hanya boleh organizernya saja yang tahu. Fuuu. ETA: ganti namanya, dibalik doang sih jadi Ocha Yamada. Udah request chage username juga kok :3 |
|
|
| Ziven Egan | Jan 15 2012, 04:50 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner





9:22 PM Jul 11