| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Daiki Matsumoto | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 13 2012, 01:34 PM (77 Views) | |
| Daiki Matsumoto | Jan 13 2012, 01:34 PM Post #1 |
|
Wiraswasta
|
MAHASISWA Nama: Daiki Matsumoto Tempat & Tanggal lahir: Hokkaido, 10 Oktober 1993 Umur: 18 tahun Gender: Pria Kewarganegaraan: Jepang Jurusan/Kelas: Ekonomi / semester 2 Deskripsi karakter: Dengan satu kata, Daiki bisa dikatakan: Hemat. Segala sesuatu dilakukan berdasarkan prinsip itu. Tidak mentoleransi adanya pemborosan. Orang yang teratur dan rajin. Easy going dan suka makan, akan mudah akrab pada orang yang mau mentraktir makan. Aktif cenderung tak bisa diam hingga kadang terkesan suka cari masalah. Ekspresif hingga apa yang dipikirkan akan terlihat di wajah. Pakaian kasual. Gaya berjalan tegap dan cepat. Tinggi/Berat: 186/76 Sifat: Suka berhemat, teliti, suka makan, bisa sangat serius jika menyangkut uang dan makanan sampai tahap bisa melakukan apa saja untuk dua hal itu, santai dalam keadaan normal, cenderung tak bisa diam (suka cari masalah). Kelebihan: berhemat, giat mencapai tujuan jika ada yang diinginkan, bisa mencerahkan suasana Kekuranga: gampang dihinggapi masalah karena tak bisa diam. Status/orientasi: Single/Straight Visualisasi: Hwang Chansung (2 PM) Latar belakang singkat: Daiki merupakan anak tengah dari 3 bersaudara. Memiliki kakak perempuan dan adik lelaki yang jauh beda usianya, yang sebenarnya mereka bertiga hanya saudara seayah. Ibunya meninggal waktu Daiki berusai 12 tahun. Saat itu dia dibawa oleh kakeknya dan disekolahkan sampai sekarang. Ayahnya jarang ia temui karena mengurus bisnis di luar negeri. Daiki mudah berteman dan bermusuhan dengan siapa saja, tapi ada satu sahabat yang selalu bersama sejak awal SMA sampai sekarang. Ketika ia harus pindah ke Toshi Haku atas perintah kakeknya. RP Regis: 3 Januari 2012, pukul 3 sore. Depan sebuah asrama SMA di Hokaido "Senpai, baik-baik di Toshi Haku sana ya? Sayonara~!" Lagi-lagi. Langkah lebarnya berhenti. Daiki berbalik dengan cepat menghadapi seorang yang demi Dewa Nasi, 2 tahun lebih tua darinya tapi selalu memanggilnya dengan sebutan 'itu'. Sepasang mata hitamnya menatap fitur pendek di hadapan yang memasang tampang bingung. Tangan terlipat di depan dada dan sebelah sepatu mengetuk tak sabar. Kalau ada yang akan melihat ini sebagai adegan seorang pemuda besar mengintimidasi yang lebih kecil, silahkan saja. Dia perlu meluruskan sesuatu. "Bilang sekali lagi?" nadanya disenandungkan dengan aksen Kansai kental yang diwarisi dari ibu. Tidak akan mau mengubahnya meski pantatnya sudah begitu sering dipukul oleh kakeknya hingga ia tak yakin lagi bentuknya masih sama kanan dan kiri. Persetan. Ia punya prinsip sendiri. Kakak kelas di depannya merepet sedikit sebelum memasang cengiran lebar bersalah. "Habis kau besar dan wajahmu..yah..ahaha. Sorry, Daiki. Ah, kohaiku satu ini," satu tangan terulur menyentuh lengan padatnya. Yang segera merambat dalam hitungan sepersekian detik menjadi cengiran lebar di wajah sang Matsumoto muda. "Sekali lagi memanggil senpai, bayar 10 yen per kata lho, Yuzu-senpai," terkekeh, melambaikan tangan sebelum menaiki tangga menuju kamarnya. Kamar yang dibagi dengan sahabat yang demi Dewa Nasi lagi, ia berani bersumpah belum bersiap-siap untuk berangkat. Dan ya, yang dilihatnya adalah punggung sahabatnya yang masih nyaman di kursi. Menulis entah apa yang pastinya tidak lebih penting daripada mengejar pesawat yang harga tiketnya bisa untuk membeli takoyaki untuk sekampung. Astaga. Tarik napas. "Kin! Mau sampai kapan kau berleha-leha begitu? Sana mandi! Kau kira tiket pesawatnya dibeli dengan daun, hah?" Teriak keras. Oh, apa ia melempar handuk ke muka Kin? Itu bonus. Berkeliling ruangan mengecek kalau-kalau ada yang tertinggal sebelum kembali menemukan punggung Kin masih di tempat yang sama. Oke, kau yang minta. Tarik keluar dengan sentakan tenaga. Perang demi yen seharga tiket pesawat dimulai. Tarikan dan perlawanan, tendangan sesekali tanpa memaksudkan sekuat tenaga. Tidak akan pada sahabatnya ini meski yang dipertaruhkan uang sekolam renang sekalipun.
Sebuah cengiran kemenangan. Sayonara: good bye Senpai: senior Kohai: junior Edited by Daiki Matsumoto, Jan 13 2012, 01:37 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Jan 15 2012, 03:46 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() ZetaBoards gives you all the tools to create a successful discussion community. Learn More · Sign-up for Free |
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






9:22 PM Jul 11