| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Ivan Addler Rzhevsky | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 9 2012, 08:00 PM (117 Views) | |
| Ivan Rzhevsky | Jan 9 2012, 08:00 PM Post #1 |
|
PELAJAR SMP Nama: Ivan Addler Rzhevsky Tempat & Tanggal lahir: Munich, 13 Oktober 1997 Umur: 14 y.o Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Kelas: 3 SMP Deskripsi karakter: Kaukasoid, rambut pirang pendek sering di gel, mata hijau, tinggi untuk anak seusianya, tubuhnya berbentuk | cukup stylist dan sering memakai t-shirt ditambah jaket dan celana jeans | cara berjalannya santai dan sedikit berantakan | yang disukai: Majalah dewasa (terutama yang isinya gambar wanita berukuran dada D-cup), Jaket, Masakan yang dibuat pamannya, game (selain game horror), cewek yang wangi. yang tidak disukai: Seluruh keluarga kadal (termasuk cicak), hantu, nerd, cewek yang bau badannya tidak enak, pamannya yang sedang marah-marah | Hobi: Membaca (majalah dewasa), Menonton (video dewasa), Bercermin dan berdandan. Tinggi/Berat: 168 cm/ 60 kg Sifat: Urakan, senang berkelahi, lumayan pemalas, jarang bangun pagi, tidak suka yang namanya peraturan, supel dan lumayan periang. Kekurangan: Sedikit mesum, malas berpikir, takut hantu dan keluarga kadal. Kelebihan: Tampan (menurutnya itu kelebihan), stylist, jago main shooter game, cukup dewasa untuk anak seumuran. Nama wali/orang tua: Eric Wellington Visualisasi: Alexander Ludwig Latar belakang singkat: Anak asuh sang paman sejak tiga tahun yang lalu. Kedua orang tuanya meninggal saat dalam sebuah perjalanan berbelanja. Sedangkan saat kecelakaan mobil itu terjadi hanya Ivan satu-satunya yang selamat dengan minor injury saja, kedua orang tuanya meninggal karena mengalami benturan dan patah tulang yang cukup parah. Menolak diasuh keluarga lain ayah dan ibunya karena lebih akrab dengan sang paman dari pihak ibu. Sedangkan kedua kakek-neneknya dari pihak ibu sudah sakit-sakitan dan tidak sanggup merawat Ivan, dan dari pihak ayah keduanya sudah meninggal dunia. Memiliki hubungan rahasia dengan sang paman sejak setahun lalu. Nama karakter dewasa yang dimiliki PM: Keiichirou Minamoto RP Regis: "Ivan, waktunya makan!" Sebuah panggilan dari suara yang tidak asing dengan sukses menyeretnya keluar dari alam mimpi. Ia belum lama tidur karena ada kegiatan lain yang ia lakukan secara pribadi dengan sang paman. Seseorang yang mengasuhnya sejak tiga tahun yang lalu semenjak ia kehilangan ayah dan ibunya. Tubuhnya masih terbalut dengan selimut tebal. Dingin masih ia rasakan menusuk kulit, maklum saja musim dingin sudah memasuki masa pertengahannya. Karena tahun sudah berganti ke angka 2012 sedangkan bulan berganti dari desember ke januari. Yang sama artinya sekolah sebentar lagi akan dimulai. Baiklah waktunya turun dari tempat tidur. Ia tidak bisa bergelung terlalu lama ditempat tidur karena takut pamannya itu marah. Kalau sudah marah pria itu super menakutkan loh. Jika diibaratkan rumah ini bisa gempa dan runtuh kalau yang bersangkutan sudah marah. Makanya di sekolah banyak murid yang tidak suka dengan sang paman. Ah, tapi kalau pamannya itu sudah naik ke atas ranjang cukup imut kok. Namun yang satu ini cuma rahasia antara ia dan pamannya yang bernama Eric itu tidak boleh ada yang tahu apalagi kakek dan neneknya yang super kolot itu. Untung saja mereka sedang sakit, jadi dulu ia tidak perlu di asuh mereka. Ehehehehehe~ Ah, Sekarang mari pakai celana dulu. Tungkai kakinya melangkah. Tujuan Ivan kali ini adalah dapur tempat pamannya yang memanggil itu. Ia bisa merasakan bau harum dan sedap yang mampir ke hidungnya itu dan cukup menggugah selera. Apalagi di musim dingin ini sering sekali dirinya merasa lapar. "Pagi, Eric~" Menyapa pamannya yang dengan senang hati membuatkannya sarapan. Dan perlu diingatkan ia tidak suka memanggil pamannya ini --dan juga paman atau bibinya yang lain dengan embel-embel uncle ataupun auntie. Alasannya? Tidak enak saja. Sebuah kursi yang menjadi pendamping meja makan ia tarik dan kemudian duduki. Dua tangannya menjadi penumpu wajah yang menatap langsung ke arah paman terbaiknya. Dalam berbagai hal kecuali satu sifatnya yang super dingin dan mengerikan itu. Kalian berkeringat dingin deh kalau sedang menghadapi pria yang satu ini. "Boleh aku minta omelet sebagai lauk tambahan?" Tersenyum pada satu-satunya orang yang bisa memasak dirumah ini. Ia tidak bisa tentu saja. Kan ia masih kecil. Kecuali untuk urusan yang satu itu sih, ehehehe. Senyuman masih merekah diwajah Ivan. Sama seperti tatapan yang masih ia berikan lurus ke sang paman walau sesekali ia menatap sup yang sudah masuk kedalam mangkuk itu. Yang makin membuat perutnya bertambah lapar. "Nanti ku kasih ciuman sebagai hadiah deh." Bercanda... eh mungkin serius? |
![]() |
|
| Ziven Egan | Jan 11 2012, 06:50 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






9:23 PM Jul 11