| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Seth Evelyn Grey; done | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 6 2012, 07:08 PM (69 Views) | |
| Seth E. Grey | Jan 6 2012, 07:08 PM Post #1 |
|
PELAJAR SMA Nama: Seth Evelyn Grey Tempat & Tanggal lahir: London, 10 November Umur: 16 y.o Gender: Female Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: 1 SMA Deskripsi karakter: Rambut coklat, bola mata coklat, kulit pucat. Tubuhnya langsing, pipi agak bulat. Suka memakai baju terusan dengan model simpel. Tinggi/Berat: 165 / 48 Sifat: Keras dan tegas. Benci kalah. Gampang cemberut. Benci orang-orang yang suka menindas orang lain. Dasarnya sudah memiliki kriteria sendiri mana yang menurutnya baik dan tidak baik. Serius dan tidak terlalu bisa bercanda. Status/orientasi: Single Visualisasi: Amina Kaddur Latar belakang singkat: Putri satu-satunya dan anak ketiga dari keluarga Grey. Kakaknya kembar laki-laki. Keluarga Grey adalah keluarga besar dan kuno dari Inggris yang masih menjunjung tinggi kebiasaan-kebiasaan orang kaya (bangsawan) di Inggris. Minum teh setiap sore, dan lain sebagainya. Seth sendiri sudah melalui banyak pelajaran tata krama dan beberapa ketrampilan yang harus dimiliki oleh setiap wanita dalam keluarganya seperti balet, anggar, melukis, biola, dan piano. Ayahnya memutuskan untuk pindah ke Toshi Haku setelah bisnisnya di Toshi Haku sukses besar dan melepas kewarganegaraan Inggris saat Seth masih berusia 12 tahun. RP Regis: Musik mengalun. Klasik, lagi-lagi. Rambut coklat tua milik Seth kini terikat rapi dalam kepang besar sementara kedua kakinya terentang hampir membentuk garis lurus di lantai menghadap dua sisi yang berbeda. Bayangan gadis enam belas tahun itu tampak di kaca. Baju ketat warna merah muda yang melekat di kulit pucatnya dan stoking putih pada kakinya. Di dalam kaca setinggi manusia dewasa ini kini menampilkan sesosok tubuh langsing perempuan muda yang baru saja bertumbuh. Seth sudah berusia enam belas tahun ini. Tubuh itu kini terlipat dua hampir sempurna, meluruskan tangannya, menyentuh ujung-ujung jemari kakinya dengan tangan sementara wajahnya hampir beradu dengan sang lutut. Apa yang sedang dia lakukan adalah peregangan. Sebuah kegiatan yang bisa dikatakan nyaris menyiksa, walau jelas berguna, “Mau lagu apa, Seth?” Suara laki-laki. Seth menoleh. Bukti kecil bahwa dia mendengar pertanyaan. Bola mata gelap itu kini bertemu dengan bola mata gelap yang hampir mirip sama. Mengenali siapa yang ada di sana. Keluarga, tentu, tepatnya kakaknya yang kedua, Abel. Jemari Abel masih menari, menekan-nekan dengan ahli tuts piano putih di sudut ruangan. Lagu yang indah kini memenuhi ruangan, menggema di tiap dindingnya. Beethoven— Seth langsung mengenalinya, walau sayangnya, lagu ini bukan favorit Seth. Putri tunggal keluarga Grey kini berdiri, menjejakkan ujung kakinya yang terbalut sepatu putih dan bertali. Semuanya sudah sesuai dan nyaman di tubuhnya. Bagus. Tangannya kini terangkat dan tubuh itu mulai berputar sedikit untuk mencoba gerakan singkat. Peregangan dan pelemasan yang baru saja dia lakukan sudah menunjukkan manfaatnya. “Abel, lagunya—“ Dan kata-katanya tidak berlanjut. Pintu menjeblak terbuka secara tiba-tiba membuat gadis kecil itu menoleh refleks. Suara keras yang dihasilkan ditambah suara sumbang dari piano saat Abel tidak bisa menyembunyikan kekagetannya. Hening. Tidak ada lagu klasik, tidak ada suara dalam beberapa detik. Lalu kini, berdiri tegap di pintu, masih memegangi daun pintu sementara sepasang mata gelap menatap ke dalam untuk menemukan orang yang dicarinya. Pemuda lain, pemuda dengan rambut gelap lurus yang mirip dengan milik sang gadis. Pemilik bola mata hitam ketiga sudah hadir dalam ruangan ini. Cain, kakak tertua Seth, kakak kembar Abel, berjalan santai dengan sebuah cengiran santai di bibirnya. “Surat, dan coba tebak.” Mengacungkan sesuatu di tangannya, sesuatu yang dikenali Seth sebagai kertas putih yang terlipat, “Surat penerimaanmu dari SMA.” Penerimaan dari SMA. Benar juga, beberapa bulan lagi dia sudah bukan anak SMP dan akan segera melanjutkan pelajarannya ke SMA. Tentu saja SMA yang dia inginkan adalah SMA terbaik yang ada di negara kepulauan kecil ini. Seth menoleh pada Abel yang hanya mengangkat bahu. Senyuman kalem seperti biasa tampil di bibirnya. "Sayangnya Cain--" bola mata gelap itu menatap kakak pertamanya dengan kilau di sana, "Aku sudah melihat penerimaanku dari internet." Dan Abel tergelak di atas pianonya. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Jan 7 2012, 12:09 AM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() Our users say it best: "Zetaboards is the best forum service I have ever used." |
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






9:24 PM Jul 11