| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Daniel Carington; DONE | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Jan 3 2012, 03:34 PM (49 Views) | |
| Daniel Carington | Jan 3 2012, 03:34 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Daniel Carington Tempat & Tanggal lahir: 9 Juli 1992 Umur: 20 y.o Gender: Male Kewarganegaraan: Inggris Jurusan/Kelas: Kedokteran Deskripsi karakter: Rambut&mata coklat, kulit putih, hidung mancung. Tinggi/Berat: 185/49 Sifat: Cuek-tapi sebenarnya baik, IQnya diatas rata-rata Status/orientasi: In Search Visualisasi: Eduardo Surita Latar belakang singkat: Anak tunggal Dania Carington, ayah dan ibunya telah lama bercerai karena sikap ibunya yang suka pulang-pergi dengan laki-laki lain. Sebenarnya ia tidak cuek, tapi masa kecilnya yang kelam membuatnya menjadi pemuda cuek bebek. Lalu ibunya menikah lagi dengan Shim Hun Jung, tapi ia tidak yakin ibunya benar-benar mencintai pria yang kini menjadi ayahnya. RP Regis: "Hhh.. Pantas saja Hye Mi kabur dari rumah, kelakuan ibu saja seperti itu. Sama sekali tidak mencerminkan seorang wanita yang peduli pada keluarganya. Dia mana tahan melihat kelakuan ibu? Kalau aku sih sudah biasa melihat kelakuan ibu yang seperti itu." Sindir Iel saat melintasi ruang tengah dan melihat ibunya sedang bermesraan dengan pria lain yang ia bawa dari dunia luar. Ibunya itu memang wanita yang tidak tahu diri rupanya, padahal baru saja beberapa hari yang lalu ia menikah dengan pria yang kini ia panggil ayah, tapi ketika pria itu pergi untuk urusan bisnis apa yang ia lakukan? Malah kencan dan bahkan bermesraan dengan pria lain. Apa kata ayah barunya nanti kalau ia melihat semua kejadian ini dengan mata kepalanya sendiri? Mungkin akan langsung diceraikan. "Iel, masuk kamarmu!" "Tenang saja bu, aku tidak akan melaporkan perbuatan ibu yang sekarang pada ayah. Aku tidak ingin merusak suasana 'bahagia' kalian setelah beberapa hari yang lalu menikah. Anggap saja ini kado pernikahan dari anakmu tercinta." Sindir Iel lagi. Ia ingin tahu sampai mana ibunya bisa melawan sindirannya. "Iel, ibu bilang cepat masuk kamarmu! Atau.." "Atau apa bu? Ibu ingin menghukumku? Ibu ingin memarahiku? Ibu ingin memukulku? Atau ibu ingin megusirku dari rumah ini? -ups, aku lupa. Ini kan bukan rumah ibu, tapi rumah ayah. Silahkan saja kalau ibu mau melakukan pilihan yang tadi kusebutkan, aku sudah kebal dengan itu semua." Potong Iel. "Kau ini..." Sang ibu mulai mengayunkan tangannya dan bersiap mendaratkannya di pipi Iel. "Ibu tidak perlu capek-capek menamparku untuk menyuruhku masuk kedalam kamar, aku akan dengan senang hati masuk ke dalam kamar." Iel menyanggah tangan ibunya. Lalu Iel berjalan menju kamarnya yang berada dilantai dua. "Haaahh.. Bisa semakin gila aku kalau lama-lama harus melihat sikap ibu yang seperti itu." Iel menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur mewahnya, lalu menatap foto sang adik tiri,"Hei, Hye Mi, untung saja kau sudah pergi dari ini sebelum pernikahan ayah dan ibu. Coba kalau kau masih ada disini, aku yakin pasti kau akan menagis siang dan malam karena melihat kelakuan ibu yang seperti itu." --Terdengar gila memang, karena bicara pada selembar foto yang merupakan benda mati "Menurutmu, aku harus ikut-ikutan kabur dari sini sepertimu atau tidak?" Masih berbicara pada foto adik tirinya,"Kurasa jawabannya iya dan harus, aku tidak mau mendapat gelar dokter yang 'gila' akibat masalah seperti ini. Tunggu aku di rumahmu, aku pasti akan menyusulmu kesana." Iel bangkit dari tidurnya, lalu ia mengambil koper besar miliknya dan mulai memasukkan satu-persatu barang yang ia butuhkan selama tinggal bersama dengan adik tirinya selain pakaian-pakaiannya. Setelah mengemasi barangnya, Iel segera turun lagi ke bawah lagi menuju sang sopir yang sudah siap mengatarkannnya ke bandara. "Iel, kau mau kemana?" Tanya ibunya heran. "Kemanapun tempat yang tidak ada ibunya." Iel menghentikan sejenak langkahnya untuk menjawab pertanyaan sang ibu, lalu melanjutkan lagi langkahnya menuju sang sopir yang sudah siap mengantarnya ke bandara. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Jan 5 2012, 07:01 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






9:24 PM Jul 11