| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Kanna Stewart | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Dec 11 2011, 02:19 AM (74 Views) | |
| Kanna Stewart | Dec 11 2011, 02:19 AM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Kanna Stewart / Kanna Minazuki Tempat & Tanggal lahir: Tokyo, Japan / 14 November 1988 Umur: 23 y,o. Gender: Female Kewarganegaraan: England Pekerjaan: Model Deskripsi karakter: Surai rambut hitam kecoklatan, lensa hazel, dengan kulit putih pucat. Cantik, tinggi, dengan tubuh yang proposional untuk seorang model kelas dunia. Selalu tampil modis, benci makanan berlemak, lebih suka makan sayuran dan anti dengan daging. Senang olahraga atau segala kegiatan apapun yang dapat membuatnya terlihat lebih cantik. Tinggi/Berat: 170 cm / 51 Kg Sifat: Terlihat anggun jika sedang melakukan pekerjaannya, namun sifat aslinya bertolak belakang. Kekanakan, Manja, hobi berteriak, ceria. Polos, sangat mudah untuk dikelabui. Bodoh dalam hal sains. Mempunyai sifat yang terlampau egois, hingga terkesan lebih mementingkan diri sendiri dibandingkan orang lain. Status/orientasi: Married with Landon Ervanthe Stewart Visualisasi: Nozomi Sasaki Latar belakang singkat: Anak bungsu dari empat bersaudara keluarga Minazuki. Keluarga Minazuki adalah salah satu keluarga terpandang di Jepang dengan bisnis perhotelan yang cukup terbilang besar. Bisnisnya bukan hanya di Jepang, tapi juga sudah meluas ke bagian Eropa dan Amerika. Hingga akhirnya pindah kewarganegaraan dan memutuskan menikah di usia muda, hingga menjadi seorang Stewart. RP Regis: Jadi mau masak apa hari ini, Kanna Minazuki? —ralat, tapi Kanna Stewart Yeah, gadis super cantik ini tidak lupa bahwa sekarang nama belakangnya bukan lagi seorang Minazuki—sudah satu tahun dia telah menyandang ‘Nyonya Stewart’. Yah, kebanggaan tersendiri sih. Walaupun banyak orang yang berkomentar bahwa usianya masih terlampau muda untuk menikah. 22 tahun? Apanya yang muda? Huhu, walaupun susah sih jadi wanita yang awet muda—digandrungi oleh kekaguman setiap para entitas melihatnya. Tidak, dia tidak narsis lah—ini memang kenyataan. Lagipula bukankah memang ini yang harus dilakukannya? berhubung dengan pekerjaannya yang selalu terkait dengan yang namanya ‘kecantikan’. Walaupun alhasil pasti Ndon—suaminya—akan merengut sendiri jika melihat para entitas adam banyak yang meliriknya. Huh, padahal kan Kanna juga tidak jarang kesel atau jengkel sendiri jika sosok suaminya itu digandrungi para wanita cantik. Walaupun sudah mengancamnya sih. Awas saja kalau sampai melirik ke wanita lain, nanti matanya Kanna colok. Mau bilang kekerasan dalam rumah tangga? Huh, terserah. Eh ngomong-ngomong, kok Ndon belum pulang sih? Huh. Memutuskan untuk membuat sandwich. Ah, biar saja nanti Kanna masukan sayur dalam roti isi suaminya—lagian siapa suruh pulang telat lagi? bertingkah sok sibuk padahal punya istri cantik yang menunggunya dirumah. Yang bisa dilakukannya kini hanya manyun, membuat bibirnya maju lebih normal dari biasanya. Khas Kanna sih begini. Pasti dia akan menghentakan kaki atau manyun kalau sedang ngambek. Atau paling parahnya akan teriak-teriak tidak jelas atau merengek-merengek kencang yang mungkin akan membuat siapa saja orang yang mendengarnya akan terpaksa untuk mengalah. Huh, biarin. Apa pedulinya dengan semua yang menganggapnya manja? Memang dia seperti ini. Contohnya mungkin Ndon yang sudah kebal mendengar teriakannya atau menghadapinya saat dirinya sedang ngambek. Hoho, tapi tentu dong Ndon punya cara sendiri agar dirinya gak ngambek terus-terusan. Walaupun suaminya itu juga sering ngambek sih. Tidak apalah, toh dengan manja—ini tidak akan membuat kecantikannya luntur, iya tidak? Nah, ini dia—dan lagi-lagi terlambat. Huh—Ndon gak ada bosan lihat Kanna marah yah, memangnya? Merengut kembali merasakan dekapan dari belakang, sok-sok ngambek, padahal dalam hati sih senang dipeluk begini. Hoho, ini kan ngembuktiin Ndon sayang Kanna. Tapi tetap saja dia tidak ingin gampang luluh begitu saja—emang kanna cwe apaan? Oke, abaikan rancauannya. “Sana.. sana—gak pulang juga gak apa.” Masa? Pulang telat aja ngendumelnya udah begini, gimana gak pulang? Eh emang yah yang namanya suami istri itu ada ikatan gimana gitu—hingga baru saja tadi Kanna mau memasukan sayuran dalam Sandwich suaminya, tapi suaminya itu bicara seolah-olah tahu apa yang akan dia lakukan. Alhasil, tidak jadi memasukan sayurannya, namun tetap dengan cemberutan khasnya yang akan luluh cuma dengan ciuman—ah itu sih maunya Kanna saja. “He? Pindah?” mengernyit, lalu berpikir sejenak. Yah gak masalah sebenarnya kalau pindah, toh Kanna sudah mulai bosan di Inggris. “Eh—ikut dong.. kalau gak ikut, nanti Ndon jelalatan sama wanita lain.” Makin merengut mengatakan hal ini. Hoho, Kanna mana mungkin membiarkan suaminya menoleh ke wanita lain. Oh iya, ada yang dia lupa. “Malam ini tidak ada jatah pokoknya.” Ayoloh—emang enak. Biarin, berarti malam ini suaminya harus tahan diri. —kejamnya Kanna.. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Dec 11 2011, 09:32 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






7:20 AM Jul 11