| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Shunichi Sakai | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Dec 3 2011, 06:58 PM (82 Views) | |
| Shunichi Sakai | Dec 3 2011, 06:58 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Shunichi Sakai / Lee Dong Hyun Tempat & Tanggal lahir: Osaka, Japan / 24 Juli 1993 Umur: 18 y, o. Gender: Male Kewarganegaraan: Japan Jurusan/Kelas: Teknik Komputer Semester 1 maunya sih teknik mesin atau otomotif, sayang gak ada *plak* Deskripsi karakter: Rambut coklat, iris hitam, warna kulit putih pucat. Penyuka warna hitam, hobi balapan mobil atau motor—dan segala olahraga yang baginya menantang. Suka mengoleksi mobil dan motor sports seperti ayahnya. Tinggi/Berat: 181 cm / 52 Kg Sifat: Cuek, kadang terlihat ramah—khususnya bagi para gadis. Hobi bersenang-senang dan terkesan playboy. Menyukai segala yang dia anggap menantang, sifat jahil yang tersembunyi, selalu tampil sempurna di depan para gadis. Pecinta otomotif. Status/orientasi: Single Visualisasi: Lee JinKi (Onew SHINee) Latar belakang singkat: Keturunan Jepang Korea. Mempunyai ayah dari kewarganegaraan korea yang memiliki perusahaan otomotif. Sepupu dari Lee Min Su. RP Regis: Sehari sebelum ke Toshi Haku Jadi mau sampai kapan obrolan konyol ini berlangsung? Tidak perlu berbelit-belit bagi Shunichi untuk keluar dari obrolan alot yang dilakukan oleh kedua orang tuanya. Tsah—sama sekali tidak berguna. Dan pemuda tampan ini tidak sedikitpun berniat membuka baik-baik telinganya, merangkum tiap kata yanng dilontarkan ataupun sekedar menyimpannya di dalam memori otaknya. Yah, pindah? Apa sulitnya? Tidak memerlukan pembahasan yang berbelit-belit tanpa sedikitpun menemukan titik dari permasalahannya. Jika kedua orang tuanya memutuskan untuk berepot ria, pemuda ini memilih cuek seperti khasnya. Ck, tinggal pindah saja, apa sulitnya. Lagipula bukan ini termasuk dengan awal yang baik? Setidaknya dia akan jauh lebih bebas dan tidak perlu mendengar omelan yang serasa rutin saat dirinya pulang pagi. Bebas—dapat melakukan apa yang dia suka. Apa yang lebih menyenangkan dari kebebasan, hah? Ralat—apa yang lebih buruk dari membawa Denis? Sial. Musnah sudah tentang kebebasan yang ada di otaknya. Buyar semua bayangan dapat pulang sesukanya ataupun dapat membawa gadis-gadis manis sesuka hatinya. Hei, ini bukan dia yang mau—gadis-gadis itu yang menawarkan. Dan sebagai seorang pemuda yang gentle dan sopan—tidak mungkin kan dia menolak keinginan para gadis manis. Hell, terserah kalian menganggapnya mencari kesempatan atau apa. Sejak kapan Shun mencoba peduli tentang ini? Yang jelas mimpi buruk jika harus membawa seorang Denis bersamanya—sepupu merepotkan yang entah mengapa hobi sekali membututinya. Tsk—walaupun sampai sekarang dirinya belum mengerti apa yang diuntungkan jika sepupunya itu selalu mengikutinya atau mengadu ke Eomma tentang apa yang telah dia perbuat. Cengeng, penakut—tidak habis pikir ada tipikal yang seperti ini. “Jangan melamun mesum disini, hm?” Berhasil menimpuk seorang Lee Min Su, atau lebih dia kenal sebagai Denis Wu dengan satu bantal besar. Menguap kecil merasa lelah dengan obrolan yang tadi dilakukan bersama kedua orang tuanya. Menyeringai jahil terhadap sepupunya. Hingga akhirnya tubuhnya terenyak di ranjang berukuran besar, dengan punggung yang bersandar santai di sisi ranjang. Yah lihatlah seberapa repotnya sang sepupu yang sudah selesai menyiapkan barang-barangnya dan terlihat begitu semangat. “Aku tidak peduli.” Mengibaskan tangan santai menanggapi sepupunya yang berceloteh panjang lebar. Mungkin saat sang bibi melahirkan seorang Denis, dia rasa sebenarnya seorang Denis Wu itu terlahir sebagai seorang wanita. Tsk—terserahlah, apa pedulinya dengan ini. Yang ada di pikirannya sekarang adalah nasibnya karena seorang Denis akan senantiasa membututinya pasti. Ah yah, ini sebenarnya bukan perkara sulit, mengingat Denis itu tipikal orang bego yang dengan sangat mudah dikelabui oleh otaknya. Namun ada hal yang membuatnya tidak menerima toleransi. “Ingat—jangan sentuh mobil dan motorku disana—atau mati.” Menatap dengan tatapan mengancam hingga entitas sepupunya itu memutuskan untuk berlari dan bersembunyi di belakang Eomma yang langsung menatapnya seolah berkata, hentikan-menggoda-sepupumu. Namun apa pedulinya—toh dia memang senang membully sepupunya yang bodoh itu. Akhirnya dia bangkit, melangkah mendekat ke arah ibu dan sepupu dekatnya itu. “Kau bereskan barangku yah, Denis.” Menepuk-nepuk pelupuk seorang Denis sebelum melanjutkan langkahnya. ”SHUNICHI—kau??” Peduli sekali—toh dia tidak memilih repot-repot menyiapkan kopernya. |
![]() |
|
| Ziven Egan | Dec 5 2011, 01:13 AM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






7:20 AM Jul 11