| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Kennichi Matsuda | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Oct 16 2011, 06:24 AM (61 Views) | |
| Kennichi Matsuda | Oct 16 2011, 06:24 AM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Kennichi Matsuda Tempat & Tanggal lahir: Chiba, 29 Februari 1984 Umur: 27 tahun Gender: laki-laki Kewarganegaraan: Jepang Pekerjaan: Model dan Host Aoyama Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 179/68 kg Sifat: Sebetulnya perfeksionis, pengamat dan penilai tapi ramah,baik, easy going, santai, humoris, teman bicara yang menyenangkan. Senang mengobrol tapi sebetulnya pribadi yang agak tertutup. Pembicara yang baik, memiliki selera yang baik dalam segala hal, sopan dan gentlemen. Status/orientasi: Single/pansek Visualisasi: Osamu Mukai Latar belakang singkat: Anak pertama dari empat bersaudara. Kedua orang tuanya adalah pemilik restoran dan penginapan tradisional kecil di sebuah wilayah pedesaan pinggir pantai di prefektur Chiba. Memiliki hubungan yang tidak terlalu harmonis dengan ayahnya sehubungan dengan gaya hidup Hedonis yang dimilikinya. Tidak menamatkan kuliahnya karena sudah terlanjur asyik bekerja sebagai host disebuah kelab malam di Tokyo. Lalu berkenalan dengan seorang teman yang mengajak dirinya merantau ke Toshi Haku. RP Regis: tunjuk post berikutnya Edited by Kennichi Matsuda, Oct 16 2011, 05:52 PM.
|
![]() |
|
| Kennichi Matsuda | Oct 16 2011, 05:48 PM Post #2 |
|
Hingar-bingar Aoyama masih terdengar di belakang mereka. Musik dari lantai dansa masih sayup-sayup masuk di telinganya. Dia berjalan dengan toleransi yang cukup. Langkahnya tidak terlalu tergesa, bahkan sesekali berhenti beberapa saat ketika wanita yang bergelanyut padanya kembali limbung dan nyaris tersandung kaki sendiri. Bau parfumnya menyengat. dia tahu itu parfum mahal. Tapi aromanya sangat bertentangan dengan feromon wanita dalam pelukannya. Jelas sekali, meski berbalut gaun ketat yang mahal dan bisa menyewa ruang VIP dan dirinya, wanita ini sama sekali tidak punya citarasa. Tapi tentu saja hal itu tidak pernah diutarakan langsung olehnya. Kenyataannya, dia masih tetap memegangi bahu wanita itu dengan lembut, membiarka kepala bersasak tinggi itu rebah di dadanya dan tetap membimbing wanita itu melangkah menuju pintu keluar. "Aku suka baumu," gumam wanita itu tidak jelas seraya membenamkan wajah makin dalam. Aku tidak suka baumu. Dia memandang wanita itu sekilas. Malam ini dia memakai setelan jas warna gelap dan kemeja sutera kualitas terbaik dengan warna tenang. Bisa jadi bekas lipstik itu tertinggal di kemeja. Dia ingin memeriksa sejenak dan mendorong wanita ini menjauh bila memang meninggalkan noda lisptid pada bajunya. Tapi ini konsekuensi dari pekerjaan, mana bisa dia bersikap tidak sopan? Jadi dia hanya menanggapi gumaman itu dengan senyum tenang. Hingar-bingar itu makin menjauh. Mereka kini menyusuri koridor mewah berlapis karpet tepal dan ber-AC, koridor pintu keluar para tamu VIP. "Terima kasih," katanya ringan seraya mengusap lembut kepala sang klien. Biasanya para wanita kesepian ini senang diberi perhatian. "Anda juga membuat saya mabuk kepayang," lanjutnya lagi. Basa-basi yang sudah dia hafal di luar kepala. Wanita itu terkikik geli. "Kau pintar merayu," kata wanitu ita. Ujung telunjuk yang ramping itu menekan lembut dadanya dan bergerak membuat lingkaran-lingkaran kecil. Ya, karena aku butuh uangmu. Dia tertawa ringan. Dua orang petugas keamanan membukakan pintu kaca dan mengangguk sopan. Dia kembali membimbing wanita itu menuruni teras menuju sebuah mobil mewah dengan supir pribadi. Sebelah tangannya bergerak membukakan pintu belakang pintu itu sementara tangannya yang lain masih melingkar di pinggang wanita itu. Wanita itu memeluk lehernya. Aroma menyengat itu mulai membuatnya sedikit pusing, tapi wajahnya tetap tersenyum ringan "Aku ingin bersamamu lagi." "Saya ada disini untuk anda kapanpun yang anda mau." "Cium aku?" Dia menunduk, membiarkan bibirnya melumat lembut mulut wanita itu sesaat. Bahkan wanita ini tidak bisa memilih lipstik dengan benar. Wanita itu tersenyum senang sebelum kemudian masuk ke dalam mobilnya. Dia membungkuk sedikit, memastikan kliennya malam ini sudah duduk dengan nyaman dalam mobil mewat tersebut. Mulutnya menggumamkan kata 'selamat malam' dengan nada yang mengundang kerinduan sebelum kemudian kembali menegakkan punggungnya dan menutup pintu. Matanya mengamati bagaimana mobil mewah itu mulai bergerak. Senyum di wajahnya menghilang berbarengan dengan berbeloknya BMW itu di jalan. Sebelah tangannya mulai meraba saku celana dan mengeluarkan sehelai saputangan dan mengelap sekilas bibirnya. berdecak pelan saat melihat noda lisptik itu benar-benar disana. Dia butuh laundry besok. Klien seperti tadi bukan salah satu favoritnya. Dua butir permen mint mendarat di mulutnya. Dia memutar langkah, kembali dengan santai. But this is life, folks. Edited by Kennichi Matsuda, Oct 16 2011, 05:54 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Oct 16 2011, 09:23 PM Post #3 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
![]() Our users say it best: "Zetaboards is the best forum service I have ever used." |
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






7:51 AM Jul 11