|
Keane Muller
|
Oct 13 2011, 11:01 PM
Post #1
|
|
- Posts:
- 3
- Group:
- Unregist
- Member
- #862
- Joined:
- Oct 13, 2011
- Umur
- e-i-g-h-t-e-e-n.
- Deskripsi
- jet-black for irises; a sharp one. same for the hair. considered tall for his age.
- Bahasa (max.3)
- english.
- Kimu
- 150
|
MAHASISWA
Nama: Keane Muller Tempat & Tanggal lahir: Busan, December 14th 1992 Umur: 18 Gender: Male Kewarganegaraan: South Korea Jurusan/Kelas: Experimental Psychology Deskripsi karakter: - Asian type-faced.
- Jet-black for irises; a sharp one. Oh, and for the hair too.
- Considered tall for his age
- An introvert, sort of.
- Punya satu adik perempuan.
Tinggi/Berat: 183 cm / 67 kg Sifat: Pendiam, seringkali didapati sedang asyik dengan dunianya sendiri. An observer, lebih suka mengamati suatu peristiwa dari jauh dan mengomentari dalam hati ketimbang ikut terjun dalam permasalahan atau peristiwa tersebut. Tidak mudah menyerah. Terkadang bisa menjadi Sister Complex akut dengan adik satu-satunya yang berjarak sekitar tujuh tahun lebih muda. Status/orientasi: Single Visualisasi: Kim Myung Soo (also known as 'L' Infinite) Latar belakang singkat: Ayahnya adalah seorang pria asal Jerman yang sudah sejak lama tinggal di Korea dan kemudian memutuskan untuk merubah status kewarganegaraannya dikarenakan timbulnya rasa cinta juga nasionalisme yang (agaknya) berlebihan terhadap Korea—sekalipun Korea bukanlah negara asalnya. Ibunya adalah wanita asli warga negara Korea. Keluarganya bisa dibilang kurang harmonis, kedua orang tuanya seringkali berbeda paham dan terlibat pertengkaran. RP Regis: Chauvinisme.
Bagi seorang Keane Muller, kata itu bukanlah kata yang asing di telinga, bibir, maupun matanya. Berulang kali pemuda dingin ini mengucapkan, membaca, mendengar kosakata Chauvinisme—entah itu berasal dari materi ajar di sekolah, buku-buku di perpustakaan pribadi milik keluarganya, maupun hanya sekadar dari televisi atau radio. Negara-negara yang menganut Chauvinisme, orang-orang akan dengan mudah menyebut Jerman dengan begitu lantangnya, seolah-olah Jerman adalah satu-satunya negara yang sempat dan (mungkin) hingga sekarang masih memegang paham Chauvinisme.
Padahal, ia yakin sekali masih banyak negara-negara lain penganut Chauvinisme, hanya saja negara-negara tersebut kurang beruntung hingga tak tersorot layaknya Jerman. Pity, huh?
Omong-omong soal Chauvinisme, kau bisa lihat contoh nyata pada diri pria berpostur tubuh tinggi, tegap, dan besar yang sedang asyik membaca di samping jendela—hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari tempatnya duduk sekarang. Lelaki itu, awalnya berkebangsaan Jerman. Dengar-dengar alasan sang pria merubah status kewarganegaraannya ialah akibat paham Chauvinisme tersebut. Heran saja, menurut buku bangsa Jerman justru memiliki hasrat tak sehat soal menguasai dunia, bukannya justru melepas negara dan menumbuhkan rasa cinta serta nasionalisme pada negara lain.
Aneh memang, tapi menarik. Maka dari itu janganlah heran jika menggunakan lelaki itu sebagai salah satu objek penelitian masuk dalam daftar kegiatan rutinnya belakangan ini. Sudah beberapa kali ia mencoba mengorek cerita dari sang pria namun hasilnya belum terlalu bagus. Terhalang oleh kemampuannya untuk memulai pembicaraan—juga faktor sang narasumber yang memang sangat tertutup dan ogah-ogahan mengumbar pengalaman. Tapi tentu saja ia tidak akan semudah itu menyerah. Kasus seperti ini sangat menarik, kau tahu.
Seorang anak meneliti soal personaliti ayahnya yang terbilang kurang waras bagi khalayak umum. Awesome, right?
—seolah lupa akan asal dari sebagian gen yang dimilikinya. |
|
|
Ziven Egan
|
Oct 14 2011, 11:46 PM
Post #2
|
|
Wakil Kepala Negara
- Posts:
- 2,194
- Group:
- Head of State
- Member
- #21
- Joined:
- Mar 23, 2010
- Gender
- Male
- Pekerjaan
- Wakil Kepala Negara
- Alamat
- Mansion, Blok 1 No. 02
- Umur
- 34 tahun
- Deskripsi
- Rambut hitam dengan bola mata warna serupa. Sering terlihat dengan setelan resmi dan dasi.
- Status/orientasi
- Single
- Bahasa (max.3)
- Inggris, Jepang, Korea
- Kewarganegaraan
- Toshi Haku
|
Approved
|