| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Junya Shinomiya | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Oct 13 2011, 02:20 PM (146 Views) | |
| Junya Shinomiya | Oct 13 2011, 02:20 PM Post #1 |
|
MAHASISWA Nama: Jun Shinomiya Tempat & Tanggal lahir: Iwate, Jepang, 7 Januari 1987 Umur: 24 tahun Gender: Male Kewarganegaraan: Toshi Haku Jurusan/Kelas: Jurusan Teknik Komputer Deskripsi karakter:
Tinggi/Berat: 172cm/ 53kg Sifat:
Status/orientasi: Single/ Gay in disguise. Visualisasi: Narimiya Hiroki Latar belakang singkat: Jun berasal dari keluarga broken home. Kedua orang tuanya bercerai ketika ia masih sangat kecil. Ia sendiri diasuh oleh ibunya dan dibawa ke Toshi Haku sejak itu. Ibunya sendiri terpaksa bekerja sebagai hostess untuk bisa menghidupinya. Pernah tinggal di kawasan Red Zone Toshi Haku. Kini memilih pisah dengan ibunya yang sudah berhenti menjadi hostess dan membuka bar sendiri untuk tinggal di asrama. Ia tidak pernah ingat bahwa ia memiliki seorang kakak kembar yang ternyata sudah lama tinggal di Rusia bersama dengan ayahnya yang sekarang sudah meninggal. Kenyataan mengenai kakaknya baru diketahui oleh Jun sebulan ini. RP Regis: Oktober 2011, 4th. 10.00 p.m. Red Zone. "Jun.. Maafkan. Maafkan Kaasan kalau selama ini menyembunyikan hal darimu.. Maaf.. Kamu.. sesungguhnya kamu.. kamu memiliki seorang kakak kembar.. Dan dia.. adalah orang yang ada di koran itu." Sebuah rentetan kalimat itulah yang menjadi titik balik dalam hidupnya. Dia. Pemuda itu bernama Jun Shinomiya. Tak ada yang terlalu istimewa darinya karena ia pun sama seperti kebanyakan penduduk di negara Toshi Haku ini yang merupakan keturunan Asia. Tubuh yang cenderung pendek dengan mata berwarna gelap. Rambut yang dibleach karena rasa ketidakpuasaan akan mode yang tak akan pernah berubah. Ia yang memiliki kesenangan pergi bersama dengan teman-temannya kemanapun mereka mau. Satu dari segelintir pemuda yang pindah ke negeri ini ketika masih kecil, memasuki SD, SMP, SMA hingga kuliahnya di tingkat akhir. Hingga kini pun masih belum mendapatkan ijazah kelulusan kuliah karena masih belum memiliki kemauan untuk menyelesaikannya. Kebosanan adalah kata kunci untuk tindakannya. Monoton. Dan ia selalu merasakan ada yang hilang. Satu yang ia putuskan akhirnya untuk mencari di bagian manakah puzzle itu berada. Berawal dari sebuah keisengan standar miliknya yang membobol jaringan kepolisian Jepang dan menemukan sebuah arsip mengenai seseorang yang berwajah serupa dengannya. Dan semua terjawab ketika tanggal empat kemarin ibunya mengungkapkan fakta padanya dengan bibirnya yang bergetar menahan tangis. Sebuah koran lusuh tergenggam di jemari wanita yang mulai keriput walau tetap tampak cantik dan modis itu. Koran yang memuat berita mengenai seorang pembunuh yang menjadi buronan dan akhirnya ditembak mati. Katakan saja itu biasa, perkecualian ketika kau melihat bagaimana wanita itu segera menangis tersedu-sedu sambil memeluk koran itu bagai hartanya yang berharga, berulangkali dengan bibir merahnya mengucapkan kata 'Maaf' yang tak akan terhitung. Ia tak pernah bertanya. Tak ingin bertanya karena jawaban akan datang padanya sendiri. Tapi ketika jawaban itu datang yang kau dapatkan adalah sebuah perasaan campur aduk yang menghantam perutmu. Dan sejak itu kau tahu semua tak akan sama lagi. Karena kenyataannya pembunuh itu adalah kakakmu sendiri. Kakak kandung kembarmu sendiri. Pernah bayangkan sebuah drama film yang lebih ironis dari ini ketika kau merasakannya sendiri? "....Apa yang kau katakan?" Ia bisa merasakan bagaimana matanya menyipit dengan begitu tajam menatap tidak percaya pada wanita di hadapannya. Hening yang ada di sekitar mereka, tangisan yang terus terdengar terisak dan tubuh tua yang terduduk di atas kursi, berguncang, sembari memeluk koran lusuh itu seolah sudah memberikan jawaban akan apa yang baru saja ditanyakan olehnya. Jadi apa yang tertulis di arsip kepolisian segalanya adalah sebuah kebenaran. Sosok itu tak hanya memiliki kemiripan tanpa sengaja dengan dirinya. Segalanya bukan hanya kebetulan belaka. Ia memiliki kakak kembar. Kakaknya yang ternyata adalah seorang pembunuh. Kakaknya yang kini sudah ditembak mati karena kejahatannya. Ironi. ".....Kau menyedihkan...." Ia ingin menghirup udara bebas. Segala ini menyesakkannya. Walau ia seolah bisa menemukan sebuah potongan terakhir dari puzzle yang selama ini tak pernah bisa diselesaikannya. Puzzle yang membuatnya merasakan kehilangan potongan terakhir yang tak bisa ditemukannya walau sudah ia cari. Kini ia sudah tahu jawabannya, walau itu bukanlah potongan yang akan menyenangkan. Ia terdiam di sudut jalan, bersandar di salah satu tiang di pinggir bar yang jauh lebih kumuh dari milik wanita yang sudah melahirkannya--juga kakaknya. Kenyataan yang begitu pahit tapi juga ingin membuatnya tertawa karena ironi ini. Menutup wajahnya dengan jari-jarinya dan membiarkan tawa itu lepas keluar dari mulutnya. "HAHAHAHAHAHAHAHA!!" Jadi, ijinkanlah ia nanti untuk mencoba menyatukan potongan puzzle itu. Ke tempat dimana sisa-sisa sosok itu pernah berada. Edited by Junya Shinomiya, Oct 15 2011, 06:56 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Oct 13 2011, 07:21 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
|
|
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner






7:51 AM Jul 11