| Daily News | ||
|---|---|---|
Toshi Haku Opreg 07 April - 14 April |
(c) to the rightful owner
| |
| Toshi Haku Board | ||
|---|---|---|
| Selamat datang di Toshi Haku. Toshi Haku adalah forum roleplay berbasis kehidupan sehari-hari di sebuah negara kota fiksi di kawasan Asia Timur. Buat dan daftarkan karakter kalian di sini dan jadilah bagian dari warga Toshi Haku. Jangan lupa baca peraturan dan cara bermain di sini terlebih dahulu. Salam, Crux corvus |
| Rodrigo Castano; Rodrigo Castano | |
|---|---|
| Tweet Topic Started: Oct 11 2011, 08:49 PM (107 Views) | |
| Rodrigo Castano | Oct 11 2011, 08:49 PM Post #1 |
|
CITIZEN Nama: Rodrigo Castano Tempat & Tanggal lahir: Columbia, 1 October 1983 Umur: 28 Tahun Gender: Male Kewarganegaraan: Columbia Pekerjaan: Fotografer Deskripsi karakter: rambut hitam kecoklatan, hidung mancung, bibir sensual, wajah persegi, alis tebal Tinggi/Berat: 189 cm/ 80kg Sifat: Psycho ringan, suka membawa kamera, belati dan arloji kemana-mana, suka melakukan pelecehan pada orang yang sudah diincarnya, tidak pandai bicara, dan suka mengancam orang-orang dengan keahliannya sebagai fotografer Status/orientasi: Single/ Gay Visualisasi: Justin Clynes Latar belakang singkat: Rodrigo merupakan anak kedua dari 4 bersaudara keluarga mafia di Columbia yang cukup terpandang. DIa memiliki 2 orang ayah dan 2 orang ibu yang sama-sama mengaku sebagai orang tuanya. Dia sendiri lahir di tengah kekerasan didikan orang tua dan kakeknya karena bisnis yang mereka geluti sehingga membentuk karakternya sebagai orang yang keji terhadap orang lain dan selalu mengambil keuntungan untuk kepentingannya sendiri. Rodrigo sendiri menamatkan SMU-nya sejak umur 14 tahun dan melanjutkannya langsung ke universitas. 3 tahun mengenyam pendidikan fotografer di perancis, dan setelah berumur 18 tahun dia mulai menggeluti pekerjaannya sebagai asisten fotografer di Columbia. Di usianya yang ke-20 dia terpaksa menggantikan posisi kakaknya yang telah meninggal sebagai penerus usaha keluarga. Di usianya yang ke-24 Rodrigo melarikan diri dan menjadi buronan keluarganya sendiri karena lari dari tanggung jawabnya sebagai ketua keluarga Castano. Dan di usianya yang ke-27 dia benar-benar berhasil menghilangkan jejaknya dari kejaran orang-orang di keluarganya dengan bersembunyi di Toshi Haku. Sekarang dia sudah setahun berada di TH dan memulai hidupnya sebagai fotografer di TH News. RP Regis: Rodrigo berjalan menyusuri lorong gelap. Lorong yang begitu gelap hingga membuat orang-orang meninggalkan tempat ini satu persatu dan menjadikan tempat ini menjadi perkampungan yang mati. Tangannya terhulur, mencoba menyentuhkan ujung jemarinya pada dinding bangunan tua yang dia telusuri. Kasar. Dan lembab. Dia bosan. Kehidupan ini membuatnya bosan. Dia ingin menyentuhkan tangannya pada sesuatu yang lebih hidup, lebih membuatnya menghilangkan rasa bosan dan penat tak berujung yang tidak pernah berhenti menghampirinya. Dia ingin menyentuh sesuatu yang dapat membangunkan imajinasinya untuk mencetak foto-foto itu lagi. Foto-foto yang bisa membangkitkan gairah seksualnya hingga mencapai puncak tertinggi. Clark, Ken, Sandy, Rico, ingatannya bahkan sudah buruk untuk mengingat satu persatu siapa orang-orang yang pernah dia sakiti. Tapi mereka membosankan, mereka hanya kelihatan menarik saat menjerit, merintih kesakitan dan menangis memohon dengan rasa penuh keputus asaan di bawah kakinya. Mereka tidak berhenti mengemis-ngemis di kakinya untuk mengakhiri penyiksaan yang mereka alami. Membosankan. Fidel, orang meksiko itu menjadi korban terakhirnya, Rodrigo menghentikan jemarinya. Dia sudah berdiri di ujung bangunan. Hamparan batu nisan membentang di hadapannya. Ingatannya kembali. Dia kemari untuk melihat makam kekasih terakhirnya. Dia ingin mengucapkan salam perpisahan terakhirnya yang selalu menyangkut di tenggorokannya tiap kali menyinggahi tempat ini. Dia selalu mengingat bagaimana orang itu menghembuskan nafas terakhirnya di sebelahnya, di atas tempat tidurnya dengan cara paling keji yang mungkin tidak pernah di bayangkan orang itu. Kalau saja dia sedikit mendengar jeritan tidak biasa itu saat dia menyayat luka bakar yang belum sembuh dipunggungnya, kalau saja dia mendengarkan kata hatinya untuk menghentikan menyentuhkan jemari orang itu pada bara api panas perapian di rumahnya, kalau saja dia sedikit memberikan rasa belas kasihan pada orang itu, mungkin orang itu masih hidup. Kakinya melangkah satu-satu, membawakan buket bunga yang paling dibencinya. Bunga Aster. Hanya ini satu-satunya penghormatan yang bisa dia lakukan untuk menyenangkan orang itu. Ekspresinya yang selalu bahagia saat melihat bunga ini, benar-benar ekspresi yang dia rindukan dari orang itu. Langkahnya berhenti pada batu nisan yang diletakkan begitu saja di atas tanah. Tidak ada yang merawat makam ini. Mungkin tidak akan ada lagi. Tangannya terhulur menyentuhkan ukuran nama 'Fidel Castano' di atasnya. Sudah berakhir sayang, tidak akan ada yang menyakitimu lagi. Buket Aster itu di letakkan di depan batu nisan, Rodrigo berlutut dan menyentuhkan ciuman terakhirnya di makam kekasihnya. Selamat tinggal, Asterku yang cantik Penghormatan terakhirnya dilakukan dengan memeluk nisan itu beberapa menit. Memperhatikan batu nisan itu beberapa detik, Rodrigo berbalik, Pesawat ke Toshi Haku sedang menantinya di bandara. Edited by Rodrigo Castano, Oct 13 2011, 09:23 PM.
|
![]() |
|
| Ziven Egan | Oct 13 2011, 09:53 PM Post #2 |
![]()
Wakil Kepala Negara
|
Approved |
![]() |
|
| 1 user reading this topic (1 Guest and 0 Anonymous) | |
| « Previous Topic · Approved registration · Next Topic » |


(c) to the rightful owner





7:51 AM Jul 11